
...#8...
...Apa Dia Psikopat?...
[Review #7 Sungguh Menyebalkan]
"Ada apa eonni? silahkan saja bicara." Jawab Minna.
"Tentang Kai, dia memang agak menyebalkan kalau kau belum mengenalnya, tapi sebenarnya dia sangat baik. Ibuku dan ibu Kai adalah sahabat sejak SMA jadi kami juga cukup dekat karena kami bermain sejak dari kecil walaupun aku sedikit lebih tua daripada dia." Sera menjelaskan tentang Kai.
"Ya baiklah aku percaya kepada Sera eonni, tapi tidak tahu kenapa perbuatannya yang kemarin itu benar2 menggangguku saja. Aku tidak dendam kok." Minna menjelaskan kepada Sera.
"Baguslah kalau begitu Minna, aku akan katakan padanya untuk tidak mengulangi hal seperti itu lagi." Kata Sera.
"Bilang apa kepada siapa Sera nuna*?" Tiba-tiba seseorang dengan suara berat memotong obrolan Minna dan Sera.
[*Nuna: Panggilan seorang laki-laki kepada perempuan yang lebih tua (kakak perempuan)]
...****...
"Ahhhh kau disini Kai, tidak kok bukan apa-apa." Kata Sera kaget.
"Baiklah eonni aku akan lanjut mengerjakan tugas ya." Kata Minna lalu menatap Kai sebentar dan berjalan.
"Kalian membicarakan apa sih?" Tanya Kai sekali lagi.
"Sudah kubilang bukan apa-apa kau ini ingin tahu sekali ya obrolan perempuan." Jawab Sera.
"Eissss aku hanya curiga kalau kalian membicarakanku, apa aku salah jika bertanya?" Timpal Kai semakin penasaran.
"Kau tau kan istilah 'girls talk'? Nahhh masalah wanita yang kami bicarakan apa kau yakin ingin tahu?" Sera menjelaskan.
"Hah, 'girls talk'? Ya ya baiklah aku sudah tidak ingin tau tuh." Jawab Kai agak kesal.
"Ada apa kau ke perpustakaan jam segini, memangnya kau tidak ada kelas?" Tanya Sera mengalihkan pembicaraan.
"Ohhh itu, aku mau meminjam buku xxxx tahun xxxx untuk mengerjakan tugas." Jawab Kai.
"Buku yang di tulis oleh xxxx?" Tanya Sera lagi.
"Nah iya buku itu, tentang hukum pers." Jawab Kai.
"Ah buku itu sudah dipinjam oleh Minna sampai 3 hari ke depan." Jawab Sera.
"Apaaaa? 3 hari? Kau bilang 3 hari?" Tanya Kai ingin meyakinkan.
"Iya 3 hari oleh Shim Minna, belum lagi jika dia memperpanjangnya." Jawab Sera.
"Ahh yang benar saja, siapa itu Shim Minna?" Tanya Kai.
"Perempuan yang tadi disini mengobrol denganku." Jawab kak Sera.
"Dia kan yang kemarin rebutan buku denganku itu? Ahhh lagi-lagi dia yang duluan mendapatkan buku itu." Kata Kai kesal.
"Hey kau sendiri yang meninggalkan buku itu di meja begitu saja lalu berarti benar kau kan yang merebut buku itu padahal dia yang duluan memegangnya?" Sera juga mulai kesal.
"Iya iya aku salah, maafkan aku." Jawab Kai dengan nada menyesal.
"Minta maaf sana padanya, kau kan sudah membuat keributan kemarin dengan merebut buku itu. Siapa tahu dia tidak memperpanjang peminjamannya jika kau minta maaf dan bilang kalau kau butuh buku itu." Sera memberikan saran.
"Ahhhh benar-benar... Ya, baiklah aku akan coba berbicara dengannya. Lagipula aku dan dia sedang mengerjakan tugas yang sama, semoga saja dia mengerti." Jawab Kai.
"Minta maaf bukan 'mencoba berbicara'. Yasudah sana dia duduk disana dekat rak buku ujung sana." Kata Sera.
"Oke." Jawab Kai.
Kai pun langsung menghampiri Minna yang sedang membaca buku itu sambil mengerjalan tugas. Kai duduk di sebelah bangku Minna.
"Ehehehemm... Anu kau Minna ya?" Panggil Kai ragu-ragu.
"Hmmm... Ada apa?" Jawab Minna sembari masih fokus pada laptopnya.
"Anuu aku mau minta maaf soal kemarin." Kata Kai.
"Kemarin? Memang ada apa kemarin?" Jawab Minna yang masih belum melihat ke arah Kai.
Kai menoleh ke arah lain menahan kekesalannya, lalu segera berbalik lagi untuk berbicara dengan Minna.
"Aku benar-benar menyesal dengan tindakanku kemarin, jadi aku sungguh ingin meminta maaf." Kai meminta maaf lagi.
"Sudahlah, lagipula aku sudah melupakannya." Jawab Minna.
Kai sudah membuka mulutnya untuk menjawab Minna tapi Minna keburu memotongnya.
"Katakan saja apa yang kau inginkan dariku." Lanjut Minna.
"Ahhh tidak kok, aku memang hanya ingin minta maaf saja. Tidak ada maksud lain." Jawab Kai.
Minna hanya mengangguk sambil melihat laptopnya.
"Baiklah kalau begitu, sampai ketemu di kelas ya. Aku pergi dulu." Kai pun meninggalkan Minna.
"'Sampai ketemu di kelas' katanya?" Gumam Minna sangat pelan dengan kesal.
Tiba-tiba Jihyun datang.
"Hei, Minna kau habis ngobrol dengan Kaisun?" Tanya Jihyun kaget.
"Hey kenapa kau baru datang, apa ini yang kau bilang jam 10?" Jawab Minna kesal.
"Iya iya maaf Minna, aku tadi ke rumah JJ-ku dulu dia tiba-tiba sakit maaf ya membuatmu menunggu lama." Kata Jihyun.
"Siapa juga yang menunggumu." Jawab Minna.
"Heyyy jangan sensitif begitulah." Kata Jihyun.
"Ehhh kau belum menjawab pertanyaanku, kau tadi bicara dengan Kai?" Lanjut Jihyun bertanya sambil duduk di depan Minna.
"Iya, lagipula tidak penting juga sih." Jawab Minna.
"Apanya yang tidak penting, kemarin kan kalian saling tidak enak tiba-tiba mengobrol kan jadi aneh." Jihyun masih penasaran.
"Dia hanya minta maaf, tapi sepertinya memang ada maksud lain sih pasti karena buku ini." Jawab Minna.
"Ohhh buku itu, kau berhasil meminjamnya?" Tanya Jihyun.
"Iya aku lebih dulu meminjamnya tadi, tak akan kuberikan berandalan itu kesempatan untuk membaca buku ini." Jawab Minna.
"Yaaa Minna kau kejam sekali. Ngomong-ngomong dimana Yeora?" Tanya Jihyun.
"Coba saja telepon dia, sulit untuk sama-sama dengan Yeora karena jurusan kita berbeda." Jawab Minna.
"Yasudah keluar dulu untuk menelepon Yeora ya." Jihyun pun pergi keluar menelepon Yeora.
....
Di kelas...
"Ehehehemmmm...." Tiba-tiba Kai duduk di dekat Minna.
Minna dan Jihyun pun menoleh kaget ke arah Kai.
"Tidak apa kan kalau aku duduk disini?" Tanya Kai ragu-ragu.
"Ahhh iya silahkan." Jawab Jihyun tersenyum canggung.
"Halo Minna, apa boleh aku duduk disini?" Tanya Kai pada Minna.
"Silahkan saja ini kan tempat umum, siapa saja boleh duduk dimana saja." Jawab Minna agak ketus.
"Apalagi yang diinginkan laki-laki ini, kemarin menghinaku habis-habisan sekarang mengikutiku seperti anak ayam membuntuti induknya. Sikapnya yang mudah berubah ini, apa dia psikopat atau memiliki kepribadian ganda?" Kata Minna dalam hati dan tanpa sadar Minna bergeser sedikit ke arah Jihyun.
Kai dan Jihyun saling bertukar pandangan dan sama-sama tersenyum canggung, sedangkan Minna yang duduk diantara mereka seakan acuh tak acuh.
"ssstt.. prof. Seo datang." Kata mahasiswa lain berbisik.
"Selamat siang, baik kita mulai mata kuliah kita hari ini......" Prof. Seo pun mengajar pada hari itu.
Kelas mereka pun selesai beberapa jam kemudian, Minna dan Jihyun berbegegas keluar kelas karena Yeora sudah menunggu Minna dan Jihyun di depan ruangan mereka. Sedangkan Kai masih bingung bagaimana berbicara dengan nyaman kepada Minna.
"Jihyun! Minna!" Kata Yeora sambil melambaikan tangan pada mereka.
"Ohh kau sudah menunggu disini." kata Minna.
"Iya tidak lama kok, kelasku juga baru selesai. Kalian akan kemana habis ini?" Tanya Yeora.
"Aku harus bekerja hari ini, kemarin aku sudah izin tanpa melakukan hal yang berguna ahhh sayang sekali." Jawab Minna.
"Kalau Jihyun?" Tanya Yeora lagi.
"Ahh benar juga hari ini aku akan menjenguk JJ pacarku, dia sedang sakit." Jawab Jihyun.
"Yahhh lalu aku sendiri dong." Jawab Yeora sambil cemberut.
"Memangnya kau mau kemana?" Tanya Minna dan Jihyun bersamaan.
"Aku ingin ke bioskop menonton film baru." Jawab Yeora polos.
"Aigooo, ku kira ada hal penting atau kau mau kemana dasar." Kata Jihyun agak kesal.
"Akhir minggu ini saja kita pergi, kebetulan aku libur jadi hari ini aku akan bekerja dulu kasihan rekan kerjaku." Jawab Minna menengahi.
"Ya baiklah ayo kita jalan-jalan akhir minggu ini ya, iya kan Jihyun? Ayo pergi... Hmmm?" Tanya Yeora dengan tatapan anak anjing malang nya.
"Iya iya ayo kita pergi." Jawab Jihyun.
"Yeayyy! Yuhuuuu~" Teriak Yeora kegirangan.
....
Dirumah Minna...
"Ahhh aku tidak sempat mandi, ganti baju dan cuci muka saja dulu lalu berangkat kerja. Lebih baik mandi nanti malam saja sekalian." Kata Minna seraya bergegas ke kamar mandi mencuci mukanyanya.
Minna pun bersiap-siap dan segera pergi ke minimarket.
....
Di minimarket...
"Selamat sore Dohwan oppa." Sapa Minna seketika membuka pintu minimarket.
"Ohh Minna kau sudah datang? Bagaimana tugasmu?" Tanya Dohwan.
"Tugasku sedikit lagi selesai oppa, maaf sekali kemarin aku sudah merepotkanmu." Jawab Minna sambil meminta maaf.
"Minna kau tidak boleh sungkan padaku jika ada sesuatu aku pasti akan membantumu semampuku." Kata Dohwan meyakinkan Minna.
"Baik aku mengerti. Terimakasih banyak oppa." Kata Minna.
"Oppa bersiaplah pulang, aku akan melanjutkan ini." Lanjut Minna.
"Baiklah, aku ke belakang dulu ya." Dohwan pun bersiap untuk pulang.
B**eberapa menit kemudian...
"Minna aku pulang dulu ya, teleponlah jika ada apa-apa ya." Kata Dohwan kepada Minna.
"Baik oppa, hati-hati di jalan ya" Balas Minna.
Minna pun memulai shiftnya pada hari itu...
"Selamat datang..." Minna menyambut pembeli.
"Totalnya sekian, mau bayar tunai atau dengan kartu?" Tanya Minna pada pembeli.
Pembeli menyodorkan uang tunai.
"Saya terima uang pas ya, terimakasih silahkan datang kembali." Kata Minna dengan ramah.
Pembeli cukup ramai malam itu sampai Minna hampir kewalahan.
"Wahhh... hari ini lumayan ramai juga." Kata Minna sambil minum air mineral.
"Bagaimana Dohwan oppa bekerja sendiri dari siang sampai malam ya kemarin, ahhh aku benar-benar merasa tidak enak padanya." Minna merasa bersalah pada Dohwan.
"Shiftku sudah mau selesai." lanjut Minna.
Tiba-tiba...
"Selamat datang..." Minna memberi salam pada pembeli yang baru datang.
Beberapa saat pembeli itu menaruh beberapa kaleng bir dan camilan.
"Totalnya sekian pak. Mau bayar dengan tunai atau dengan kartu?" kata Minna.
"Hmmm..." Pembeli itu bergumam sambil memberika ln beberapa keping uang.
"Mohon maaf pak uang bapak tidak cukup, mungkin bapak memiliki kartu untuk membayarnya?" Tanya Minna kepada bapak itu.
"Tidak ada!" Jawab pembeli itu membentak Minna.
"Maaf pak bapak tidak bisa membawa ini semua jika tidak membayar." Kata Minna menjelaskan.
"Hey nona apa begini sikapmu pada orang yang lebih tua? Siapa orang tuamu hah? Apa mereka tidak mengajarimu sopan santun?" Pembeli itu marah dan menarik tanda pengenal Minna.
"Maaf sekali pak tapi bukan begitu, bapak memang tidak bisa membawa barang yang bapak inginkan jika uangnya kurang." Jawab Minna sambil ketakutan.
"Ahhh anak kecil sialan ini!!" Kata pembeli itu sangat marah dan hendak menampar Minna dengan tangan kanannya sedangkan tangan sebelahnya masih menarik tanda pengenal Minna.
Minna sudah menutup matanya karena sangat ketakutan, namun tiba-tiba ada seseorang yang menarik bapak pembeli itu dari belakang hingga tanda pengenal Minna terputus talinya. Minna sangat terkejut dan gemetaran tubuhnya seperti membeku di balik meja kasir itu.
"Jangan gara-gara bapak adalah orang tua jadi anda bisa bersikap seenak kepada yang lebih muda apalagi dia adalah wanita!!"
...****************...