
[All pict from Pinterest]
"Iya aku sungguh baik-baik saja. Jangankan mengemudi seharian, mengemudi sampai Amerika pun aku sanggup." Jawab Kai bercanda.
"Bercandalah dengan masuk akal sedikit!" Kata Donghwi kesal.
Minna hanya tertawa melihat Kai dan Donghwi.
"Yasudah ayo." Kata Kai sambil mengambil ponsel dan kunci mobilnya.
"Baiklah, aku pulang dulu ya Dongwhi. Tolong jaga oppa dengan baik ya." Kata Minna pamit.
"Iya hati-hati di jalan ya, pukul saja kepala Kai jika dia mengebut atau melakukan hal aneh." Kata Donghwi.
"Baik tuan." Kata Kai.
Minna tertawa lagi.
Mereka pun keluar menuju mobil Kai.
...
*Cekrekk... Cekrekkk... Cekrek...* Seseorang yang memotret Kai dan Minna diam-diam lagi.
"Halo bos, target pergi menggunakan mobil dengan seorang laki-laki. Aku sudah kirimkan semua fotonya." Kata seseorang menelpon dalam mobil.
"Ikuti mereka. Ingat jangan lakukan apapun jika tidak ada perintah." Kata orang di telepon.
...****************...
...#37...
...Selangkah Lebih Dekat...
"Silahkan masuk." Kata Kai pada Minna sambil membukakan pintu mobilnya.
"Kau ini apa-apaan sih... Hahaha Terimakasih" Jawab Minna merasa tersanjung lalu masuk ke dalam mobil.
"Aku akan mengemudi dengan hati-hati, tapi tetap pakai sabuk pengamannya ya." Kata Kai seketika duduk di bangku kemudi.
"Baiklah" Jawab Minna sambil tertawa kecil memasang sabuk pengamannya.
"Tapi kenapa ini... Agak susah ya..." Kata sambil Minna mencoba menarik sabuk pengamannya.
"Kenapa?" Tanya Kai yang baru selesai memasang sabuk pengamannya.
"Sepertinya... Ini... Agak macet." Kata Minna sambil terus mencoba.
"Sini kubantu." Kata Kai membuka sabuk pengamannya lalu mencoba membantu Minna.
Seketika Minna berbalik wajah Kai ada di depan wajahnya dan tangan kirinya melewati leher Minna mencoba menarik sabuk pengaman dari atas. Setelah selesai Kai baru sadar kalau wajahnya sangat dekat dengan wajah Minna dan mereka berdua terdiam sejenak.
<"Kenapa dia sangat cantik? Matanya, hidungnya, bibirnya..."> Kata Kai dalam hati.
<"Kenapa dia tiba-tiba mendekat begitu sih? Membuat aku berdebar saja!"> Kata Minna dalam hati.
"Ehemmm..." Minna tersadar lalu memalingkan wajahnya ke jendela.
Kai pun langsung kembali ke posisinya dengan gerakan canggung.
"Oh... Ayo kita berangkat." Kata Kai sambil memakai sabuk pengamannya lagi.
"Berangkat~" Kata Minna sambil tersenyum.
Kai dan Minna pun berbincang-bincang sepanjang perjalanan...
"Ohh... iya aku tahu cerita itu hahaha..." Kata Minna tertawa bersama Kai.
"Malah akan aneh jika kau tidak tahu, karena itu kan menghebohkan hampir seluruh kampus." Kata Kai.
"Apakah seonbae yang memutar video itu tidak di tahan?" Tanya Minna.
"Kalau masalah itu aku tidak tahu, yang aku tahu hanya dosen dalam video itu menghilang begitu saja." Jawab Kai.
"Benar-benar kacau, aku tidak bisa membayangkan bagaimana situasi di acara wisuda itu." Kata Minna.
"Semua peserta wisuda berdiri dan bertepuk tangan, sedangkan para dekan dan dosen sibuk menutupi layar proyeksi itu hahahah..." Jawab Kai.
"Sungguh? Hahaha..." Minna terwata.
Mereka pun tertawa bersama.
"Lumayan suka, kalau kau?" Tanya Minna balik.
"Aku juga lumayan suka. Minna suka film genre apa?" Kata Kai lalu bertanya Kai.
"Aku suka misteri, kriminal dan action." Jawab Minna.
"Woaaahhh... Selera yang tak terduga." Kata Kai agak kaget.
"Kenapa?" Tanya Minna.
"Aku tidak menyangka orang seperti Minna suka film-film yang seperti itu, biasanya kan perempuan suka dengan film comedy romantis atau fantasy." Jawab Kai.
"Bukannya tidak suka sih, tapi menurutku kalau kebanyakan menonton hal-hal yang manis seperti itu jadinya malah berharap lebih di kehidupan nyata." Kata Minna.
"Bisa kau jelaskan maksudnya?" Tanya Kai.
"Bagaimana ya menjelaskannya? Hmmm... Ohhh begini, Kai tahu Yeora kan?" Tanya Minna.
"Iya temanmu yang beda jurusan itu." Jawab Kai.
"Nah... Bisa dikatakan Yeora adalah korban drama dan film romantis." Kata Minna.
"Kenapa seperti itu?" Tanya Kai tambah penasaran.
"Yeora itu selalu berpikir bahwa hidup akan berjalan seperti drama romantis, hidup punya kesulitan - berjuang - bertemu dengan seseorang - jatuh cinta - bahagia selamanya. Pada akhirnya dia hanya membandingkan laki-laki yang sedang mendekatinya dengan karakter fiktif di film atau drama, bagiku itu bukan suatu hal yang normal karena hidup kan tidak selalu sesuai dengan kehendak kita. Kadang ada saatnya kita salah melihat, salah menilai, salah mengambil keputusan menurut Minna hal yang lurus dan lancar seperti di film atau drama itu tidak mungkin terjadi." Kata Minna menjelaskan.
"Hmmm... Jadi, kau tidak percaya kalau akan ada seorang pangeran berkuda putih yang akan menolongmu ketika kau di culik oleh penyihir?" Tanya Kai menggunakan perumpaan.
"Kalau maksud Kai adalah 'ketika seseorang mengalami kesulitan dan tiba-tiba ada seseorang yang tulus menemanimu saat itu seperti takdir' aku percaya, tapi aku tidak mau kalimat itu menjadi harapan ketika aku mengalami hal sulit." Jawab Minna.
"Minna, kau benar-benar membuatku tidak tahu mau berkata apa lagi, tapi jujur saja semua yang kau katakan itu terlalu masuk akal hingga aku tidak punya kata yang tepat untuk menyangkalnya." Kata Kai dengan nada kagum.
"Hahahaha... Kau ini mengejek atau memujiku sih?" Tanya Minna bercanda.
"Tentu saja pujian, kau tidak bisa melihat kalau wajahku ini sangat tulus ketika bicara tadi?" Jawab Kai.
"Ya... Baiklah aku akan percaya kali ini." Kata Minna.
Mereka pun tertawa bersama...
Tidak terasa mereka pun sudah tiba di depan apartemen Minna.
"Terimakasih sudah mengantarku ya." Kata Minna lalu keluar dari mobil Kai.
Kai pun ikut keluar dari mobilnya lalu mendekati Minna.
"Sama-sama Minna. Terimakasih juga untuk hari ini." Jawab Kai.
"Terimakasih untuk apa? Aku kan tidak melakukan apa-apa, malah aku merepotkanmu hari ini." Kata Minna.
"Terimakasih untuk... Mengobrol denganku, tertawa denganku, makan denganku. Pokoknya terimaksih sudah mengabiskan seperempat harimu denganku." Kata Kai.
"Kau ini bisa saja..." Kata Minna sambil tersenyum.
"Masuklah, sudah hampir larut." Kata Kai.
"Baiklah, hati-hati di jalan ya." Kata Minna.
"Aku akan ke rumah Dohwan hyeong dulu untuk mengambil beberapa pakaiannya." Kata Kai sambil menunjuk arah.
"Iya, sampaikan salamku pada oppa jika dia sudah bangun ya. Kabari aku juga bagaimana kondisinya." Kata Minna.
"Baiklah. Ayo cepat masuk udaranya tambah dingin." Kata Kai.
"Dadah..." Minna melambaikan tangannya lalu masuk.
Kai pun melambaikan tangannya dan tetap disitu sampai Minna tak terlihat.
"Bagaimana ini? Semakin aku memikirkan Minna aku semakin menyukainya." Kata Kai seketika masuk lagi ke dalam mobilnya.
....
"Bos, target sudah masuk ke sebuah tempat sepertinya ini adalah tempat tinggalnya. Laki-laki yang tadi bersamanya sudah pergi." Kata pria yang memata-matai Minna.
"Catat alamat itu, lalu pulanglah. Cukup mengikutinya untuk hari ini, besok akan kuberikan kau tugas lagi." Kata wanita di telepon.
"Baik bos." Kata pria itu lalu mematikan teleponnya.
...****************...