Back To Start

Back To Start
#75 Keadaan yang Membaik (1)



"Hyeong sudah mau pulang?" Tanya Donghwi.


"Iya, aku harus kembali ke minimarket." Kata Dohwan.


"Ah begitu ya." Kata Donghwi.


"Hyeong ayo aku antar kau ke minimarket." Kata Kai.


"Tidak perlu Kai, aku membawa motor kemari." Jawab Dohwan.


"Baiklah, aku juga membawa motor kemari." Kata Kai.


"Tidak biasanya kau mengendarai motor?" Tanya Dohwan.


"Iya hyeong, makanya aku akan kerumah menukarnya dengan mobil." Jawab Kai.


"Kau mau membeli makan siang?" Tanya Sera.


"Iya nunna." Jawab Kai.


"Aku ikut." Kata Sera.


"Baiklah, aku kebetulan aku membawa 2 helm." Jawab Kai.


"Oke. Ayo kita pergi." Kata Sera.


"Hati-hati ya eonni, Kai, Dohwan oppa." Kata Jihyun.


"Terimakasih." Jawab Dohwan.


Mereka bertiga pun keluar dari ruangan itu.


"Harusnya aku senang Kai memperhatikan Minna sampai begini, Minna juga terlihat nyaman di dekat Kai tapi kenapa? Kenapa aku merasa sesak?" Kata Dohwan dalam hati sambil berjalan di lorong.


...****************...


...#75...


...Keadaan yang Membaik (1)...



"Wah... ini memang tepat tengah hari ya." Kata Sera melihat teriknya matahari.


"Iya makanya, nunna yakin mau ikut?" Tanya Kai.


"Iya aku ikut, aku malu pada Minna tahu!" Kata Sera.


"Malu? Kenapa harus malu?" Tanya Kai lagi.


"Hmmm... Kai, Sera aku duluan ya." Kata Dohwan menyela.


"Oh hyeong, maaf ya kami malah asik mengobrol." Kata Kai.


"Tidak kok tidak apa-apa." Jawab Dohwan sambil tersenyum.


"Hmmm... Oppa kau yakin tidak makan siang bersama dengan kami?" Tanya Sera.


"Sebenarnya aku ingin makan bersama kalian, tapi aku harus kembali ke minimarket." Kata Dohwan.


"Sayang sekali..." Kata Sera.


"Lain kali kita makan bersama ya." Jawab Dohwan.


"Baiklah." Kata Sera.


"Iya hyeong lain kali ayo kita makan bersama dengan Minna juga ya." Kata Kai.


"Iya baiklah. Kalau begitu aku duluan ya, sampaikan salamku pada Minna ya." Kata Dohwan.


"Baiklah hyeong." Jawab Kai.


"Hati-hati ya oppa." Kata Sera.


"Kalian juga hati-hati dijalan ya." Kata Dohwan.


Dohwan pun memakai helmnya lalu pergi.


"Ngomong-ngomong nunna, kenapa tadi kau bilang kau malu?" Tanya Kai.


"Diam tidak?!" Kata Sera kesal.


"Ah... Aku mengerti, kau marah karena kami menggodamu dengan Minno hyeong kan?" Tanya Kai meledek.


"Anak ini benar-benar!" Sera semakin kesal.


"Hahaha... Baiklah, baiklah ayo kita pergi. Minna pasti menunggu." Kata Kai.


"Ayo makanya pergi saja! Kau yang banyak bicara kok daritadi." Kata Sera.


"Iya, iya ayo. Ini pakai helmnya dengan benar." Kata Kai.


Mereka pun pergi mengambil mobil ke rumah Kai lalu membeli makan siang.


....



"Eh, tadi Sera nunna kenapa?" Tanya Donghwi pada Jihyun.


"Mana aku tahu, aku kan disini denganmu. Tanya Yeora dan Minna eonni kan dari dalam tadi." Jawab Jihyun.


"Ayo kita ke dalam." Kata Donghwi.


"Masuklah, masuklah, aku mau lanjut nonton lagi." Kata Jihyun terus melihat televisi.


"Hadeuh, dari tadi kau fokus sekali menonton itu!" Kata Donghwi.


"Ssttt... Berisik!" Kata Jihyun.


"Dasar!" Kata Donghwi sambil masuk ke ruang rawat.


"Oh, Donghwi mau makan buah?" Tanya Minna seketika melihat Donghwi masuk.


"Makanlah yang banyak Minna, ini kan buah pertama yang kau makan setelah sekian lama." Kata Donghwi.


"Tapi ini banyak kok, kalau kau mau makan saja di meja juga masih banyak di keranjang buah itu." Kata Yeora.


"Ambil saja ya jika kau mau." Kata Minna.


"Iya tenang saja. Ruangan ini sudah aku anggap rumahku sendiri." Kata Donghwi.


"Hahahah... Kau ini ada-ada saja." Kata Yeora.


"Oh iya, mana Jihyun?" Tanya Minna.


"Dia sedang asyik menonton drama tuh." Jawab Donghwi.


"Oh pantas saja tenang sekali." Kata Yeora.


"Begitulah. Oh iya Minna, apa kau tidak bosan di ruangan ini terus? Jika kau mau aku meminta kursi roda supaya kau bisa keluar, ya setidaknya ke living room." Kata Donghwi.


"Jika boleh, aku mau. Memang agak jenuh juga sih di ruangan ini terus." Jawab Minna.


"Baiklah kalau begitu, aku bertanya pada dokter dulu ya." Kata Donghwi.


"Terimakasih Donghwi." Kata Minna.


"Baik." Jawab Minna.


Donghwi pun keluar.


"Mau kemana?" Tanya Jihyun sambil menonton dan memakan camilannya.


"Mau bertanya pada dokter apa Minna bisa dibawa keluar atau tidak." Jawab Donghwi.


"Oh begitu, yasudah." Jawab Jihyun.


"Kau ini niat bertanya tidak sih?" Kata Donghwi kesal.


"Maaf, ini sedang seru." Kata Jihyun.


"Jihyun... Jihyun..." Kata Donghwi lalu keluar.


....



"Wah, ini benar-benar tengah hari dan orang-orang sedang istirahat makan siang." Kata Sera.


"Panas sekali kan nunna?" Tanya Kai.


"Hah... Aku tidak mengerti kenapa ada orang yang sangat suka mengendarai motor tanpa mengenakan helm, jaket dan sarung tangan." Kata Sera.


"Hahaha... Kalau sudah hobi mau panas, hujan, badai, salju pun pasti tetap memilih mengendarai motor." Kata Kai.


"Sepertinya jika aku tidak mengenakan helm dan jaket aku akan terpanggang matahari langit Korea, hahaha..." Kata Sera.


"Baiklah nunna, pegangan yang erat ya kita mengebut supaya cepat tiba di rumah menukar motor ini dengan mobil." Kata Kai.


"Oke, gas!" Kata Sera memegang Kai dengan erat.


....


"Silahkan masuk dokter." Kata Donghwi sambil membukakan pintu ruangan Minna.


"Terimakasih." Kata dokter lalu masuk.


"Oh, selamat siang dokter." Jihyun langsung berdiri seketika melihat dokter masuk.


"Selamat siang." Jawab dokter.


"Perawat, tolong bawa masuk kursi rodanya." Kata dokter.


"Baik." Jawab perawat itu lalu membawa masuk kursi rodanya.


"Selamat siang nona Minna. Saya akan memeriksa keadaan anda dulu ya sebelum anda mencoba duduk di kursi roda." Kata Dokter.


"Selamat siang dokter." Jawab Minna.


"Tolong bantu nona Minna untuk menurunkan kakinya dari ranjang." Kata dokter pada para perawat.


"Pelan-pelan ya nona Minna." Kata perawat.


"Sedang apa?" Bisik Jihyun pada Donghwi.


"Kamjagiya*! Kau ini bisa tidak kalau mencolek atau memanggil dulu sebelum berbisik?!" Donghwi kaget.


[*Kamjagiya (감짝이야): Astaga!; Bikin kaget saja!. Ungkapan ini biasanya digunakan ketika seseorang kaget karena sesuatu yang tiba-tiba.]


"Hehe... Maaf, maaf. Ada apa?" Tanya Jihyun lagi.


"Dokter bilang ingin memeriksa Minna dulu sebelum membolehkan Minna menggunakan kursi roda." Jawab Donghwi.


"Oh begitu. Semoga saja keadaan Minna baik sehingga dia bisa berjalan-jalan menggunakan kursi roda itu." Kata Jihyun bersemangat.


"Iya aku harap juga begitu." Kata Donghwi.


"Nah, sekarang coba turun dari ranjang lalu berdiri sebentar, pelan-pelan ya. Kita lihat apakah kakinya sudah kuat atau belum." Kata dokter.


"Ayo Minna, kau pasti bisa!" Kata Yeora sambil membantu Minna juga.


"Bagus nona Minna bisa berdiri sambil di bantu. Sekarang coba langkahkan salah satu kaki nona Minna ke depan." Kata dokter.


"Minna, Hwaiting*!" Kata berbisik Jihyun menyemangati Minna dari pintu.


[*Hwaiting (화이팅): Ungkapan untuk memberikan semangat pada seseorang. Kata hwaiting merupakan serapan dari bahasa Inggris 'Fighting']


"Bagus! Nona Minna bisa melangkah dengan bantuan. Ini hal yang sangat bagus, jika nona Minna terus berlatih, maka kekuatan kaki nona Minna akan meningkat dan bisa berjalan dan melakukan aktivitas tanpa bantuan lagi. Saya akan menjadwalkan nona Minna untuk melakukan fisioterapi* guna membantu pemulihan otot-otot yang sudah kaku karena lama tidak digunakan." Kata dokter.


[*Fisioterapi: Fisioterapi adalah tindakan rehabilitasi untuk menghindari atau meminimalisir keterbatasan fisik akibat cedera, kecelakaan atau penyakit.]


"Syukurlah keadaan Minna baik-baik saja." Kata Donghwi.


"Benar ini sangat bagus. Tadi saya sudah menyampaikan pada tuan Kai apa saja yang boleh nona Minna makan, nanti perawat akan membawakan obat dan vitamin tolong di konsumsi sesuai aturan kita lihat jika 2 hari ke depan keadaan nona Minna terus membaik maka nona Minna bisa pulang dan melakukan rawat jalan saja." Kata dokter.


"Minna kau hebat sekali!" Kata Yeora merangkul Minna.


"Baiklah kalau begitu, silahkan nona Minna gunakan kursi roda ini untuk berjalan-jalan di sekitar rumah sakit tapi tolong jangan memaksakan diri jika sudah lelah mohon segera beristirahat dan usahakan selalu ada yang menemani." Kata dokter lagi.


"Ayo Minna cobalah duduk di kursi roda ini." Kata Donghwi sambil masuk lalu membantu Minna.


"Karena infus dan oksigennya sudah di cabut, tolong perhatikan asupan cairan, makanan tetap cukup dan udara di ruangan ini tetap stabil. Hubungi kami jika memerlukan alat-alat kesehatan lainnya atau jika ada yang ingin ditanyakan." Kata dokter.


"Baik dokter, terimakasih banyak." Kata Minna.


"Sama-sama nona Minna, semoga lekas sembuh ya." Kata dokter.


"Terimakasih dokter." Jawab Minna.


"Baiklah kalau begitu, saya permisi dulu." Kata dokter.


"Baik dokter." Jawab mereka semua.


Dokter dan para perawat pun keluar dari ruangan itu.


"Minna, ayo menonton drama bersamaku." Kata Jihyun mencoba mendorong Minna dengan kursi rodanya.


"Iya Minna, berjalan-jalan ke tamannya nanti sore saja ya ini tengah hari di luar pasti panas sekali." Kata Donghwi.


"Baiklah, aku di dalam ruangan saja." Kata Minna.


"Yeay! Ada yang menemaniku menonton." Kata Jihyun sambil mendorong kursi roda ke living room.


Donghwi mengikuti Jihyun dan Minna.


"Minna, kau mau menonton sambil mengemil buah? Biar aku siapkan ya." Kata Yeora.


"Terimakasih banyak Yeora." Kata Minna sambil tersenyum.


"Woah... Lihat ini Minna, jika kau tidak lekas sembuh semangat kami merawatmu akan sia-sia loh!" Kata Donghwi bercanda.


"Baiklah, baiklah kalian sudah berusaha dengan keras maka aku akan keluar dari sini 2 hari lagi ya." Kata Minna lalu tertawa.


"Tanpa tambahan hari lagi?" Jihyun menggoda Minna.


"Baiklah tanpa tambahan hari lagi." Jawab Minna tersenyum.


"Bagus! Hahahahah...." Mereka tertawa bersama.


...****************...