Back To Start

Back To Start
#66 Kesempatan



"Hal ini memang jarang terjadi tapi termasuk hal yang normal dimana pasien yang mengalami koma tiba-tiba merasa panik karena alam bawah sadarnya mengingat sesuatu yang membuatnya trauma, tapi hal ini juga bisa merupakan tanda bahwa pasien mengalami peningkatan kesadaran di bandingkan sebelumnya." Dokter menjelaskan.


"Jadi maksudnya, tingkat kesadaran Minna meningkat berarti kemungkinan ia siuman juga akan lebih besar kan?" Kata Donghwi.


"Boleh saja jika kita menyimpulkan seperti itu, kita harus tetap berdoa dan bersabar." Jawab Dokter.


"Baiklah dokter terimakasih informasinya." Kata Sera.


"Sama-sama nona, mohon hubungi kami segera jika terjadi sesuatu ya. Tuan Kai juga, seringlah datang untuk pemeriksaan kesehatan sudah beberapa minggu anda tidak melakukan pemeriksaan." Kata dokter.


"Oh, iya hmm... Baiklah dokter." Kata Kai canggung.


"Tenang saja dokter aku akan memaksanya." Kata Donghwi.


"Baiklah, kalau begitu kami permisi dulu." Kata dokter pada mereka bertiga.


"Terimakasih dokter." Kata Donghwi.


"Ah... Jadi kau melewatkan kontrol dan pemeriksaanmu ya." Kata Sera dengan tatapan menyeramkan pada Kai.


"Hmmm... Itu, aku, aku sedang sibuk mengerjakan tugas, iya benar begitu." Jawab Kai agak bingung.


"Aku tidak ikutan ya." Donghwi ketakutan.


...****************...


...#66...


...Kesempatan...



"Hah...hah...hah... Ke...kenapa ini?" Minna merasakan sakitnya sudah berkurang.


"Apa sebenarnya yang terjadi?!" Minna berteriak kesal.


"Minna, aku akan memberimu kesempatan untuk kembali ke awal." Kata suara misterius.


"Ke...kembali ke awal? Apa maksudnya itu?" Tanya Minna bingung.


"Pada kesempatan yang ini kau harus bisa memecahkan masalahmu. Sampai masalah itu selesai saja, itu kesempatanmu." Jawab suara itu.


"Bicara apa sih? Semakin kudengarkan aku semakin tidak mengerti." Kata Minna kesal.


"Selamat kembali Minna, siapkanlah dirimu!" Kata suara itu semakin samar.


"Hei, tunggu! Apa maksudnya semua itu? Aku tidak mengerti apapun yang kau bicarakan!" Minna berteriak kesal.


Tiba-tiba Minna pindah ke suatu tempat.


*blub...blub...blub...* Suara air mendengung di telinga Minna.


"Hah kenapa? Ini air!" Kata Minna terkejut lalu langsung menutup mulutnya.


"Ah... Kenapa aku tidak bisa bergerak!" Minna berbicara dalam hati sambil mencoba menggerakkan tubuhnya.


"Aku semakin tertarik ke dasar! Tolong aku siapapun, tolong aku." Kata Minna dalam hati.


"Hmmmmppp! Hmmmmmp! Hmmmm!" Minna mencoba bergumam sekuat tenaga.


"Ah aku tidak bisa membuka mulutku untuk meminta tolong." Kata Minna sambil terus berusaha naik.


Tiba-tiba...


*Byurrr....* Suara ada sesuatu yang jatuh ke dalam air.


"Ah ada orang!" Kata Minna dalam hati.


"Hmmmp! Hmmmp!" Minna mencoba terus mengeluarkan suara sambil mencoba menggerakan tubuhnya.


Orang yang masuk ke dalam air itu langsung berenang ke arah Minna dan mengulurkan tangannya, tapi Minna belum bisa melihat wajah orang itu dengan jelas namun Minna tetap percaya padanya dan mengulurkan tangannya.


"A...ada orang yang menyelamatkan aku... hu...hu...hu..." Minna pun menangis tapi air matanya tertutupi oleh air laut yang seakan ingin menelannya.


Seseorang yang menolong Minna itu tidak mengeluarkan suara sedikitpun. Yang Minna lihat hanya tatapan mata dan gerakannya yang tulus.


"Siapapun laki-laki ini, aku akan melakukan apapun untuk membalas kebaikannya menyelamatkan nyawaku." Kata Minna dalam hati.


....



"Tidak... Tidak... Minna!" Kai berteriak sambil tidur.


"Kai! Kai bangun Kai!" Sera membangunkan Kai.


"Donghwi tolong ambilkan air putih." Kata Sera pada Donghwi.


Kai pun bangun dibantu untuk duduk.


"Ada apa Kai? Minum ini dulu ya." Kata Sera sambil memberi minum Kai.


Kai pun minum pelan-pelan lalu menjawab Sera.


"A...aku bermimpi buruk, di mimpi itu Minna meminta pertolongan karena dia a...akan tenggelam, banyak tanaman yang melilitnya dan seperti menyeretnya masuk ke dalam air." Kata Kai terbata-bata.


"Sudah, sudah tenang ya itu hanya mimpi." Kata Sera.


"Ini lap keringatmu dulu, apa kau membawa baju ganti?" Donghwi memberikan tissu pada Kai.


"Tidak, aku kesini mengendarai motor." Jawab Kai sambil menyeka wajahnya.


"Hah? Kau mengendarai motor?" Tanya Sera kaget.


"Iya nunna, aku ingin menghirup udara segar makanya aku mengendarai motor." Jawab Kai.


"Kau ini! Benar-benar pandai membuat orang khawatir ya. Kau itu sedang dalam kondisi tidak baik bagaimana bisa kau mengendarai motor di malam hari? Bagaimana kalau terjadi apa-apa? Sendirian pula!" Sera mengomel.


"Eii... Nunna, sudahlah besok biar aku yang mengantar Kai pulang besok aku yang akan mengendarainya." Kata Donghwi.


"Hah... Ada-ada saja." Sera kesal.


"Eh pukul berapa ini? Rasanya aku sudah tidur lama sekali." Kata Kai.


"Baru pukul 10, lama darimana nya kau baru tidur sekitar 15 menit." Jawab Donghwi.


"Ah kenapa paginya lama sekali sih?!" Kata Kai.


"Nunna apa kau tidak tidur?" Tanya Kai.


"Aku tidur kok, tapi aku waspada jadi ada suara sedikit saja aku terbagun." Jawab Sera.


"Tidur disini pasti tidak nyaman, nunna lebih baik tidur di dalam saja." Kata Kai.


"Tidak apa-apa aku disini saja." Jawab Sera.


"Tidur disini pasti tidak nyaman karena ada kami berdua." Kata Donghwi.


"Sudah, sudah kalian tidur saja besok memangnya tidak ada kelas?" Tanya Sera.


"Tidak ada, kelas kami kosong besok." Jawab Donghwi.


"Oh begitu, yasudah aku tidur di dalam ya. Besok aku harus datang pagi-pagi ke perpustakaan untuk merapikan buku." Kata Sera.


"Iya nunna, lebih baik kau tidur didalam menemani Minna." Kata Kai.


"Baiklah. Selamat malam." Jawab Sera.


"Selamat malam nunna." Kata Kai dan Donghwi.


"Kau juga tidurlah, aku akan berjaga-jaga." Kata Donghwi.


"Apa kau tidak mau minum cola?" Tanya Kai.


"Ini sudah malam, apa-apaan kau tumben sekali mau minum cola di malam hari." Kata Donghwi.


"Ah, tidak... Aku hanya sedang ingin saja." Jawab Kai.


"Lupakan colanya kita minum itu besok ya, lagipula kesehatanmu belum stabil jadi jangan menginginkan hal yang aneh-aneh ya." Kata Donghwi.


"Baiklah, baiklah." Kata Kai lalu kembali berbaring di sofa.


"Tapi Donghwi..." Kai kembali duduk.


"Apalagi? Haduh sudah seperti bocah saja sulit tidur jika tidak ditemani." Kata Donghwi menggoda Kai.


"Apaan sih bukan itu! Tadi mimpiku itu seperti benar-benar nyata, rasa sesaknya benar-benar seperti di dalam air." Kata Kai.


"Tidak usah terlalu dipikirkan, mungkin itu semua karena kau sangat mencemaskan Minna. Tidak apa-apa kok." Kata Donghwi menenangkan Kai.


"Begitu ya." Kata Kai lalu terdiam sejenak.


*Drrrttt...drrrttt...* Suara ponsel bergetar.


"Hei, ponselmu bergetar tuh." Kata Donghwi pada Kai.


"Ah... Iya benar." Kai melihat ponselnya yang bergetar di atas meja.


"Dong...Donghwi... Ini... ini Minno hyeong!" Kai kaget seketika melihat siapa yang menghubunginya.


"Angkat bodoh! Kenapa kau diam saja!" Kata Donghwi kesal melihat tingkah Kai.


"Ahh i..iya, baiklah." Kata Kai lalu menerima telepon itu.


"Ha..halo hyeong selamat malam." Kai menerima telepon.


"Halo selamat malam Kai, bagaimana kabarmu?" Tanya Minno.


"Aku baik-baik saja hyeong, bagaimana kabarmu disana?" Kata Kai.


"Ah... Aku juga baik-baik saja, apa aku mengganggumu telepon malam-malam begini?" Tanya Minno.


"Tidak hyeong tidak sama sekali." Jawab Kai.


"Baiklah. Aku ingin menanyakan keadaan Minna, Kai. Sekalian menanyakan kabarmu juga, selama ini aku hanya bertanya pada Sera." Kata Minno.


"Oh iya hyeong, keadaan Minna baik-baik saja. Tadi memang ada sesuatu yang terjadi tapi dokter bilang itu tidak masalah, karena bisa memperbesar kemungkinan Minna akan segera bangun." Jawab Kai.


"Hah... Syukurlah kalau begitu. Jaga kesehatanmu ya, kedepannya aku akan lebih sering menghubungimu jadi jangan merasa terbebani ya." Kata Minno.


"Aku sangat senang jika hyeong mau menghubungiku kok." Jawab Kai.


"Tetaplah semangat ya, jangan menyalahkan dirimu sendiri lagi. Kau harus tetap kuat untuk menjaga Minna, kau mengerti?" Kata Minno menyemangati Kai.


"Baik hyeong, aku akan mengingatnya dengan baik." Jawab Kai senang.


"Bagus. Apa kau sedang dirumah sakit?" Tanya Minno.


"Iya hyeong, aku disini dengan Donghwi dan Sera nunna." Jawab Kai.


"Oh syukurlah kau tidak sendirian disana. Kalian berjagalah bergantian jangan memaksakan diri." Kata Minno.


"Baik hyeong!" Jawab Donghwi berteriak.


"Hahaha Donghwi. Sera tidur di dalam ruangan kan?" Tanya Minno lagi.


"Iya hyeong, nunna tidur di ruangan." Jawab Kai.


"Baiklah kalau begitu, ini sudah malam beristirahatlah ya. Selamat malam." Kata Minno.


"Selamat malam hyeong." Kai pun menutup teleponnya.


"Wah...wah...wah... Sepertinya ada sesuatu diantara Minno hyeong dan Sera nunna ya." Kata Donghwi.


"Ah... Berisik, urus saja urusanmu!" Jawab Kai.


"Cie... Yang baru ditelepon oleh calon hyeongbu kenapa galak sekali sih." Donghwi menggoda Kai.


"Minta dipukul ya!" Kata Kai kesal.


Tiba-tiba...


"Kai! Donghwi!" Sera memanggil dari dalam ruang rawat.


"Ada apa?" Kata Donghwi.


"Ayo cepat kedalam!" Kata Kai


Kai dan Donghwi pun berlari ke dalam ruang rawat.


...****************...