Back To Start

Back To Start
#38 Sebuah Sinyal



"Baiklah. Ayo cepat masuk udaranya tambah dingin." Kata Kai.


"Dadah..." Minna melambaikan tangannya lalu masuk.


Kai pun melambaikan tangannya dan tetap disitu sampai Minna tak terlihat.


"Bagaimana ini? Semakin aku memikirkan Minna aku semakin menyukainya." Kata Kai seketika masuk lagi ke dalam mobilnya.


....


"Bos, target sudah masuk ke sebuah tempat sepertinya ini adalah tempat tinggalnya. Laki-laki yang tadi bersamanya sudah pergi." Kata pria yang memata-matai Minna.


"Catat alamat itu, lalu pulanglah. Cukup mengikutinya untuk hari ini, besok akan kuberikan kau tugas lagi." Kata wanita di telepon.


"Baik bos." Kata pria itu lalu mematikan teleponnya.


...****************...


...#38...


...Sebuah Sinyal...



[All pict from Pinterest]


"Donghwi..." Kai memanggil Donghwi berbisik untuk membangunkannya.


"Hmmm..." Jawab Donghwi bergumam.


"Kau sudah tidur?" Tanya Kai berbisik.


Mereka berbicara sambil berbisik...


"Ada apa?" Tanya Donghwi mencoba membuka matanya.


"Tidak, tidak apa-apa. Maaf aku cukup lama, aku mengambil beberapa pakaian hyeong sebelum kemari." Kata Kai.


"Ya, kerja bagus." Kata Donghwi sambil duduk.


"Apa kamu lapar?" Tanya Kai.


"Aku mau pizza." Jawab Donghwi polos.


"Ini aku membawanya." Kai mengangkat kantong plastik berisi pizza di tangannya.


"Kerja bagus." Jawab Donghwi sambil mengangguk.


"Ayo kita makan di luar ruangan saja, jangan sampai kita membangunkannya." Kata Kai.


Donghwi pun berdiri, memakai sandalnya lalu mengikuti Kai keluar ruangan.


Mereka pun duduk di bangku tunggu di depan ruangan rawat Dohwan.



"Apa tadi hyeong bangun?" Tanya Kai lalu meminum cola.


"Hmmm... Dia bangun sebentar, lalu aku memanggil dokter." Jawab Donghwi sambil mengunyah pizza.


"Apa yang dikatakan dokter setelah memeriksanya?" Tanya Kai lagi.


"Dia sudah membaik, tapi harus dirawat paling sebentar 2 hari kedepan untuk melihat kondisi lambungnya." Jawab Donghwi.


"Lalu apa yang dia lakukan saat bangun tadi?" Tanya Kai lagi.


"Dia kaget dan mencoba untuk duduk, tapi hyeong nampak kesakitan di bagian perutnya karena dia terus memegang perutnya dan akhirnya dia tidak bisa duduk." Jawab Donghwi.


"Benarkah? Sepertinya dia benar-benar kesakitan." Kata Kai.


"Hmmm (mengangguk)... Lalu kau pasti kaget jika mendengar apa yang terjadi seketika hyeong bangun." Kata Donghwi.


"Cepat katakan ada apa?" Kai bertanya sangat penasaran sampai mendekatkan wajahnya pada Donghwi.


"Aisshh... Walaupun kau tampan tapi wajahmu ini terlalu dekat tahu!" Kata Donghwi sambil mendorong wajah Kai.


"Kau ini bukannya segera menjawab malah membuat tambah penasaran!" Kata Kai kesal.


"Dia memanggil Minna seketika dia bangun." Jawab Donghwi.


"Lalu apa yang kau katakan padanya?" Tanya Kai.


"Aku bilang Minna baru saja pulang, karena dia terlihat lelah." Jawab Donghwi.


"Haaaah (menghela nafas)... Sepertinya Dohwan hyeong menyukai Minna." Kata Kai pasrah lalu meminum cola.


"Aisshhh... Menurutku bukan begitu, itu karena hyeong melihat Minna sebelum dia tidak sadarkan diri tentu saja dia akan mencari Minna karena merasa telah merepotkannya." Jawab Donghwi.


"Begitu ya?" Tanya Kai ingin meyakinkan diri.


"Tentu saja." Kata Donghwi sambil mengangguk lalu mengambil potongan pizzanya yang ketiga.


"Tapi Dongdong, setelah hari ini aku rasa aku tidak bisa berhenti menyukai Minna." Kata Kai mengalihkan topik.


"Dia itu tidak hanya cantik, tapi dia juga sangat pengertian. Setiap kata-katanya membuat aku semakin tidak ingin berhenti mendengar suaranya." Kata Kai.


"Hei! Bisa tidak kau menjelaskannya dengan lebih sederhana? Jangan mendadak puitis seperti itu dong!" Kata Donghwi.


"Tadi aku terbawa suasana sampai akhirnya tidak sengaja aku menceritakan masalahku padanya tentang aku ingin melarikan diri dari takdir menjadi penerus perusahaan ayahku dengan melakukan hal bodoh ikut trainee idol, tapi dia bilang 'kadang lebih baik kita menghidarinya daripada menghadapi tanpa rencana lalu kacau.' saat semua orang menuding, menunjukku dan menyalahkanku karena keputusan bodoh itu Minna malah mendukungku dengan mengatakan hal semacam itu." Kai mencoba menjelaskan dengan agak detail.


"Woaaahhh... Benarkah? Sepertinya dia juga punya masalah yang cukup mirip dengan masalahmu." Kata Donghwi.


"Lalu kau tahu tidak? Banyak sekali hal-hal bodoh yang kulakukan padanya, dari tiba-tiba memegang tangannya hingga melihat wajahnya dari jarak sangat dekat." Kata Kai merasa kesal pada dirinya sendiri.


"Apa kau mesum? Dasar gila! baru sedikit saja berbincang akrab dengannya kau melakukan hal seperti itu! Itu bukan bodoh tapi tidak waras!" Jawab Donghwi kaget sambil mengunyah pizza.


"Arrrghhhh.... Benar kan?!!" Kata Kai sambil memukul-mukul kepalanya.


"Tunggu, tapi ini bisa jadi sebuah sinyal untukmu." Kata Dongwhi tiba-tiba.


"Sinyal?" Tanya Kai bingung.


"Hmmm (mengangguk), jika Minna merasa tidak nyaman dengan perlakuan dan sikapmu tadi dia akan mulai menjaga jarak denganmu tapi jika dia mulai tertarik padamu dia akan bersikap biasa saja dan menganggap kau tidak melakukan hal yang aneh padanya." Donghwi menjelaskan.


"Jadi kekacauan tadi bisa kujadikan sebuah 'petunjuk' apakah aku bisa terus mendekati Minna atau berhenti saja, begitu?" Tanya Kai memastikan.


"Bingo!" Jawab Donghwi singkat.


"Woahhh... Benar juga. Tidak kusangka kau secerdas itu. Aku benar-benar merasa bangga punya teman sepertimu." Kata Kai.


"Cukup memujinya, jika kau memujiku lagi aku tak akan bisa menghabiskan pizza ini karena kenyang." Jawab Donghwi dengan polos.


"Dasar rakus!" Kata Kai kesal.


Mereka pun makan sambil berbincang, setelah selesai makan mereka kembali masuk ke ruang rawat Dohwan untuk beristirahat sambil menjaga Dohwan. Donghwi dan Kai tidur di ranjang pasien kosong.


"Donghwi, kau sudah tidur?" Tanya Kai berbisik.


Donghwi tidak menjawab, tandanya dia sudah tidur.


Kai yang merasa sulit tidur pun mengambil ponselnya...


"Minna sudah tidur belum ya?" Kata Kai sambil mengetik pesan pada Minna.


Pesan antara Kai dan Minna:


^^^[Kai: Sudah tidur?]^^^


Minna membalas sekitar 2 menit kemudian....


[Minna: Sebentar lagi.]


^^^[Kai: Jangan bilang kau sedang belajar?]^^^


[Minna: Apa kau ada di kamarku?]


^^^[Kai: Benar kau sedang belajar? Ini sudah malam tidurlah.]^^^


[Minna: Iya, sebentar lagi aku tidur.]


^^^[Kai: Baiklah]^^^


[Minna: Oppa sudah sadar?]


^^^[Kai: Donghwi bilang tadi dia sadar dan memanggil namamu, tapi ketika aku sampai dia sudah tertidur lagi.]^^^


[Minna: Sepertinya oppa panik seketika sadar sudah berada di rumah sakit, karena yang dia ingat hanya aku yang ada di minimarket jadi dia mencariku.]


^^^[Kai: Begitu ya? Aku malah berpikir kenapa dia tidak memanggilku.]^^^


[Minna: ㅋㅋㅋ tentu saja tidak memanggilmu karena kau datang saat dia sudah tidak sadarkan diri.]


^^^[Kai: Baiklah aku akan percaya.]^^^


[Minna: Kau tidak tidur? Kau pasti lelah sudah menyetir lama, besok kan kita harus kuliah.]


^^^[Kai: Baik aku tidur, kau juga tidurlah sudah hampir pukul 2.]^^^


[Minna: Iya, aku sudah berbaring kok.]


^^^[Kai: Selamat tidur.]^^^


[Minna: Selamat tidur.]


"Dia manis sekali!" Kata Kai sambil menyimpan ponselnya lalu memejamkan matanya mencoba tidur.


....


"Kenapa mendapat pesan dari kai membuatku berdebar begini ya?" Kata Minna sambil menutup wajahnya dengan selimut.


"Kenapa tadi aku menjelaskan kenapa oppa memanggilku lebih dulu ya? Kelihatannya seperti aku tidak mau Kai merasa cemburu?! Arrrgghhh Minna bodoh! Bodoh!!" Kata Minna sambil mengacak-acak rambutnya.


"Pokoknya besok aku harus bersikap biasa saja jika bertemu dengannya, tidak cuek tidak juga ramah pokoknya seperti Shim Minna biasanya." Kata Minna sambil menutup matanya.


...****************...