Back To Start

Back To Start
#32 Dia Baik juga




"Tolong jangan bergosip atau mengobrol terlalu keras di area perpustakaan. Terimakasih." Sera keluar menegur Karin dan temannya.


"Ih... menyebalkan sekali sih." Kata Karin pada Sera.


"Mohon maaf, suara kalian berdua membuat pengunjung perpustakaan terganggu." Kata Sera.


"Ayo kita pergi saja." Ajak teman Karin pada Karin.


Karin dan temannya pun pergi bergitu saja...


"Dasar seonbae yang tidak bisa menjadi contoh! Sudah bergosip, menyombongkan diri, mengata-ngatai orang lagi, padahal tembok perpustakaan ini tebal, tapi bisikan mereka jelas sekali kederannya." Kata Sera agak kesal sambil masuk lagi ke dalam perpustakaan.


...****************...


...#32...


...Dia Baik Juga...


"Ahh... Akhirnya rancangan wawancara sudah selesai." Kata Kai sambil meletakkan kepalanya di sandaran kursi.


"Lalu kapan kita akan mengumpulkan hasil wawancara narasumber?" Tanya Jihyun.


"Hingga tiga hari kedepan ya, supaya kita bisa membuat materi presentasi dan mempelajarinya." Kata Minna.


"Oke." Jawab Donghwi.


"Baiklah ayo kita pulang..." Kata Jihyun sambil meregangkan badannya.


Mereka pun membereskan barang-barang mereka...


"Kalian mau minum kopi dulu tidak? Aku yang akan traktir." Kata Kai.


"Mauuuu!" Jawab Jihyun semangat.


"Siapa yang tidak mau kopi gratis. Iya kan?" Kata Donghwi.


"Minna ikut kan?" Tanya Jihyun.


Jihyun, Donghwi dan Kai melihat ke arah Minna...


"Mmmm... Baiklah." Jawab Minna sambil tersenyum.


"Yeaay! ayo ayo kita pergi." Kata Jihyun sambil merangkul tangan Minna.


"Naik mobilku saja, kita ke cafe langgananku ya." Kata Kai.


"Tapi tidak lama ya, soalnya jam 5 aku harus bekerja." Kata Minna.


"Iya jangan khawatir." Jawab Jihyun.


Mereka pun berjalan menuju parkiran, lalu naik ke dalam mobil Kai.


Mereka pun menuju ke cafe langganan Kai.


Beberapa menit kemudian mereka pun tiba...



"Kalian duluan saja ke dalam lalu pesan, aku akan parkir mobil dulu." Kata Kai.


"Aku pesan seperti biasa ya Dongdong." Kata Kai pada Donghwi.


"Oke. Ayo Minna, Jihyun." Donghwi mengajak mereka berdua ke dalam.


Mereka pun masuk ke dalam lalu duduk...


"Ehh... Donghwi oppa, kemana Kai oppa?" Tanya seorang waitress yang mengantarkan menu ke meja mereka.


"Ohhh Jian, kau shift siang hari ini? Kai sedang memarkirkan mobilnya." Jawab Donghwi.


"Iya oppa. Baiklah silahkan catat pesanan kalian disini ya. Nanti panggil lagi saja jika sudah selesai." Kata Jian.


"Terimakasih." Jawab Jihyun dan Minna bersamaan.


"Kalian mau pesan apa? Biar aku catat." Kata Donghwi.


Mereka pun memesan minuman yang mereka inginkan, lalu memanggil Jian kembali dan memberikan catatan pesanan mereka.


"Donghwi, Kai itu cukup kaya ya? dilihat dari barang-barangnya dan mobilnya semuanya cukup mahal." Tanya Jihyun pada Donghwi.


"Jihyun!" Minna menegur Jihyun karena menanyakan hal pribadi.


"Ih... aku kan hanya penasaran." Kata Jihyun pada Minna.


"Kau tahu Kwondam Group? Itu perusahaan milik keluarga Kai." Jawab Donghwi.


"Omo*! K-Style Store, taman bermain K-Land, perumahan K-Town, Kyeongwon hospital, semuanya milik keluarga Kai?" Kata Jihyun sangat terkejut.


[*Omo: Ungkapan kaget 'Ya ampun' atau 'Astaga' biasanya ketika mendapat/melihat informasi/keadaan mengejutkan.]


"Kau tahu banyak juga ya soal bisnis." Kata Donghwi.


"Ya tentu saja, eonniku bekerja di kantor pialang jadi aku sedikit tahu tentang hal seperti itu." Jawab Jihyun.


"Dari yang kau sebutkan tadi masih banyak sektor lain yang masuk dalam manajemen Kwondam Group termasuk diluar negeri." Kata Donghwi lagi.


"Tapi bisa dibilang penampilan Kai cukup sederhana sih untuk ukuran anak pemilik group besar seperti itu." Kata Jihyun.


"Benar, dia tidak mau orang-orang berteman dengannya karena status keluarganya. Karena itulah dia berpenampilan cukup sederhana supaya orang-orang tidak menilainya dari penampilannya. Dia juga tidak punya banyak teman, makanya aku tidak menyangka dia sendiri yang mendekatkan diri pada kalian." Jawab Donghwi.


<"Pantas saja aku hanya melihat Kai bersama dengan Donghwi kemanapun di Kampus."> Kata Minna dalam hati. Diam-diam Minna juga menyimak pembicaraan mereka.


"Woahh... Daebak! aku berteman dengan seorang chaebol*." Kata Jihyun.


[*Chaebol: Istilah bahasa Korea untuk Konglomerat]


"Kai juga merupakan satu-satunya penerus group itu karena dia anak tunggal, tapi sepertinya dia tidak tertarik makanya dia tidak mengambil jurusan bisnis." Kata Donghwi lagi.


"Sudah... Sudah... Kalau Kai tiba-tiba datang dan mendengar apa yang kalian bicarakan kan jadi tidak enak." Kata Minna menegur Jihyun dan Donghwi.


"Maafkan kami ya Minna." Kata Donghwi.


"Ehh... Tidak apa-apa, aku hanya merasa tidak enak jika Kai mendengar kita membicarakannya apalagi mengenai status sosialnya." Kata Minna yang jadi merasa tidak enak pada Donghwi.


"Iya kau benar Minna." Kata Jihyun.


"Tapi ngomong-ngomong Kai lama juga ya." Kata Donghwi.


"Coba kutelepon dulu ya." Donghwi pun mengambil ponselnya lalu mencoba menelpon Kai.


Kai pun agak berlari menuju kedalam cafe.


"Maaf ya aku agak lama, tadi aku bertemu dengan teman SMA ku di parkiran." Kata Kai seketika tiba di meja mereka.


"Aku sampai menelponmu tahu!" Kata Donghwi.


"Ohhh... Maaf ponselku ketinggalan di mobil hehe..." Jawab Kai.


"Apa kalian sudah pesan?" Tanya Kai lagi.


"Sudah, ahh... Itu pesanannya datang." Kata Minna.


"Ini pesanannya, terimakasih sudah menunggu." Kata Jian sambil menaruh pesanan mereka di meja.


"Terimakasih Jian." Jawab Kai.


"Sama-sama oppa, selamat menikmati." Kata Jian.


"Hmmm, Kai oppa kau sibuk ya tidak membalas pesanku?" Tanya Jian pada Kai.


<"Sepertinya waitress ini suka pada Kai ya?"> Kata Minna dalam hati.


"Ah... Haha... Ya sedikit. Maaf ya." Jawab Kai agak canggung.


"Tidak apa-apa oppa, aku akan menunggu sampai kau membalasnya." Kata Jian malu-malu, lalu kembali ke belakang.


"Hei, kau kan memberinya nomor lamamu yang sudah tidak aktif." Bisik Donghwi pada Kai.


"Sssttt..." Kai menegur Donghwi.


"Hahahaha... Kau jahat sekali." Jihyun tertawa sambil menunjuk Kai.


Minna pun tertawa kecil melihat mereka bertiga.


"Bagaimana kopinya enak kan?" Tanya Kai.


"Iya enak, terimakasih ya Kai." Jawab Jihyun.


"Cake dan camilan disini juga enak-enak, pesan saja jika mau ya." Kata Kai lagi.


"Aku suka jika Kai sudah mengatakan itu." Kata Donghwi.


"Aku bicara pada Minna dan Jihyun tahu!" Kata Kai menggoda Donghwi.


"Aku tidak peduli tuh..." Jawab Donghwi.


"Hahahaha... Kalian seperti anak kecil." Kata Jihyun sambil tertawa.


Mereka pun menikmati kopi dan memesan beberapa camilan...


"Bagaimana kalau kita membuat grupchat untuk kelompok kita, supaya lebih mudah berkomunikasi." Kata Donghwi.


"Setuju." Jawab Jihyun.


"Boleh." Jawab Minna.


"Ini simpan nomor kalian, supaya aku undang di grupchat." Kata Donghwi sambil memberikan ponselnya pada Jihyun.


Jihyun dan Minna pun menyimpan nomor mereka di ponsel Donghwi.


Donghwi pun membuat grupchat lalu memasukkan Kai, Jihyun dan Minna ke dalam grup.


"Baiklah aku sudah mengundang kalian, jadi kita bisa berdiskusi di grupchat itu ya." Kata Donghwi.


"Oke." Jawab Jihyun, Minna dan Kai.


"Oh... Sudah jam 4 aku harus segera pulang." Kata Minna kaget ketika melihat jam di ponselnya.


"Ayo kuantar pulang, Donghwi dan Jihyun juga naik saja ke mobilku kita antarkan Minna terlebih dahulu baru nanti kuantar kalian pulang." Kata Kai.


"Tidak perlu Kai, aku akan naik bus saja dari halte depan." Jawab Minna.


"Ke apartemenmu cukup jauh, belum lagi jika menunggu bus lama." Kata Kai.


<"Benar juga sih apa kata Kai. Bisa-bisa aku terlambat bekerja."> Kata Minna dalam hati.


"Iya Minna ayo, kami juga kan ikut mengantarmu." Kata Jihyun meyakinkan Minna.


"Baiklah, maaf ya merepotkan kalian semua." Kata Minna berubah pikiran.


"Hei... Jangan begitu, kita kan teman." Kata Donghwi.


"Santai saja Minna, ini juga tanggung jawabku karena aku yang mengajak kalian ke sini tadi jadi tidak perlu merasa merepotkan siapapun ya." Kata Kai.


"Ahh... Iya terimakasih Kai." Jawab Minna.


"Yasudah tunggu disini ya, aku akan mengambil mobil dulu. Donghwi ini kartuku bayar dulu apa yang kita pesan tadi." Kata Kai sambil memberikan kartu kreditnya pada Donghwi lalu pergi mengambil mobilnya.


"Siap bos!" Jawab Donghwi lalu pergi ke meja kasir.


"Kai itu baik sekali ya, dia juga sangat perhatian." Kata Jihyun pada Minna.


Minna hanya tersenyum menjawab pernyataan Jihyun.


<"Iya memang dia baik sekali sih. Ehh... Apa sih yang aku pikirkan."> Kata Minna dalam hati.


"Ayo kita tunggu di depan saja." Kata Donghwi yang baru selesai membayar.


Mereka pun menunggu Kai diluar cafe.


"Aku harap kita tetap bertemannya walaupun tugas kelompok kita sudah selesai." Kata Donghwi tiba-tiba.


"Tentu saja dengan senang hati aku akan terus berteman dengan kalian." Jawab Jihyun.


"Iya kan Minna?" Tanya Jihyun pada Minna.


"Iya, lain kali kita ajak Yeora ya." Jawab Minna.


"Ohhh... Iya Yeora, sepertinya dia belum selesai kuliah ya?" Tanya Donghwi.


"Iya dia kan bilang tadi kalau hari Senin jadwal kuliahnya hingga sore." Jawab Jihyun.


*Tiiinnnn....* Kai membunyikan klakson mobilnya.


"Ayo naik." Kata Kai dari dalam mobil.


Mereka pun mengantar Minna hingga tiba di rumahnya dengan selamat.


...****************...