Back To Start

Back To Start
#19 Ceritaku [Kai Side] - Semakin Membuatku Penasaran




[All pict from Pinterest]


"Tidak apa kan kalau aku duduk disini?" Tanya Kai ragu-ragu.


"Ahhh iya silahkan." Jawab Jihyun tersenyum canggung.


"Halo Minna, apa boleh aku duduk disini?" Tanya Kai pada Minna.


"Silahkan saja ini kan tempat umum, siapa saja boleh duduk dimana saja." Jawab Minna agak ketus.


Kata Kai dalam hati sambil melirik Minna.


Kai dan Jihyun saling bertukar pandangan dan sama-sama tersenyum canggung, sedangkan Minna yang duduk diantara mereka seakan acuh tak acuh.


"sstt.. prof. Seo datang." Kata mahasiswa lain berbisik.


"Selamat siang, baik kita mulai mata kuliah kita hari ini......" Prof. Seo pun mulai mengajar.


...****************...


...#19...


...Ceritaku [Kai Side] -...


...Semakin Membuatku Penasaran...


"Ahhh sudah mulai! gawat aku terlambat masuk, kenapa Kai meninggalkanku di toilet sih!" Kata Donghwi yang berdiri di depan pintu kelas ragu-ragu untuk masuk.


Donghwi pun masuk dengan tergesa-gesa sambil mengendap-endap, tetapi Kai menoleh ke belakang melihat Donghwi, Donghwi yang kaget melihat Kai duduk di samping Minna menunjuk Kai dengan wajah kesal, tapi Kai langsung mengalihkan pandangannya lagi ke depan. Donghwi pun duduk di kursi kosong yang paling dekat dengan pintu masuk.


Donghwi mengirim pesan pada Kai:


...Donghwi: Hei gila! kenapa kau tiba-tiba duduk disana?...


...Kai: Duduklah disitu dengan tenang atau aku akan mengankat tanganku dan bilang pada pak Seo kalau kau terlambat....


...Donghwi: Kau mau mati?!...


...Kai: Duduklah dengan tenang ya, aku akan ceritakan nanti....


...Donghwi: Ya ya ya. bahagialah duduk disitu....


90 menit kemudian kelas pun selesai. Kelas pun bubar dan para mahasiswa keluar dengan tergesa-gesa.


"Anu Minna..." Kai mencoba menyapa Minna di luar kelas, tapi ternyata ada yang duluan memanggil Minna.


"Jihyun! Minna!" Kata Yeora sambil melambaikan tangan pada Jihyun dan Minna.


"Ohh kau sudah menunggu disini." kata Minna sambil bergegas menuju ke arah Yeora.


Kata Kai dalam hati.


"Hey! melamun saja!" Donghwi tiba-tiba menepuk pundak Kai.


"Ahhh sialan bikin kaget saja!" Jawab Kai kesal.


"Kenapa sih? kau mau bicara dengan Minna ya? kau mulai tertarik padanya ya?" Tanya Donghwi bertubi-tubi.


"Aisshhh bocah ini bicara apa sih! Bagaimana kalau orang lain dengar dan jadi salah paham?!" Jawab Kai kesal lalu mulai berjalan.


"Benar kan? hahaha... Jawab saja sih!" Kata Donghwi meledek sambil ikut berjalan menyusul Kai.


Kai berjalan semakin cepat karena kesal.


"Hey tunggu aku! Kai!" Teriak Donghwi sambil berlari mencoba menyusul Kai.


"Kai! Antarkan aku pulang dong!" Teriak Donghwi lagi.


....



Kai pun tiba di rumah...


"Ahhh lelah sekali. Padahal kegiatanku di kampus sedikit." Kata Kai sambil duduk di ruang TV.


"Mandi dulu ahh siapa tahu lelahnya hilang." Kata Kai sambil bergegas ke kamarnya ke atas.


Beberapa menit kemudian...


"Wahhh segar sekali." Kata Kai sambil menggosok rambutnya.


*Tririring... tririring...* Suara bel rumah Kai berbunyi.


"Siapa yang datang sih, aduh aku malas sekali ke bawah." Kata Kai yang baru saja terduduk di kasurnya.


*Tririring... tririring...* Bel berbunyi sekali lagi.


"Astaga..." Kata Kai sambil berdiri.


"Ya tunggu sebentar!" Teriak Kai sambil berjalan ke arah tangga untuk turun.


"Ahhh Karin lagi." Kata kai saat melihat kamera pintu.


"Kenapa wajahnya seperti itu?" Kata Kai sambil bergegas membuka pintu.


"Sayang...." Karin langsung memeluk Kai seketika pintu di buka.


"Ada apa?" Kata Kai sambil melepas pelukan Karin dengan susah payah.


"Apa kau benar-benar sudah tidak peduli padaku?" Kata Karin dengan mata berkaca-kaca.


"Kau sakit? kenapa kau dingin sekali? duduklah kubuatkan teh hangat." Kata Kai sambil masih mencoba melepas pelukan Karin.


"Aku hanya ingin dipeluk." Kata Karin semakin mengeratkan tangannya.


"Tolong jangan seperti ini Karin!" Kai pun langsung membuka tangan Karin dengan keras.


"Kenapa? kenapa kau seperti ini padaku Kai?" Kata Karin sambil menangis.


"Kenapa? kau selalu tanya 'kenapa?' padahal kau tahu alasannya Karin!" Kata Kai dengan tegas.


Karin hanya menangis.


"Berulang kali kau melakukan hal yang sama, mengatakan hal yang sama dan beralasan yang sama. Kau pikir kau yang sakit Karin? Aku sangat menyayangimu tapi sifatmu itu membuat aku tidak bisa lagi bertahan, hatiku sangat sakit sampai aku tidak tahu lagi bagaimana perasaanku padamu!" Kai menjelaskan sampai meneteskan air mata.


"Aku minta maaf, aku juga sangat menyayangimu." Kata Karin sambil menghapus air mata Kai.


"Kau bahkan tidak bertanya mengapa aku marah dan ingin putus denganmu kan? berarti kau tahu apa salahmu tapi kau masih tidak peduli betapa aku sakit sekali! apa ini yang namanya menyayangiku?" Kata Kai agak membentak.


"Untuk sekarang pulanglah Karin, jika kau peduli dan tidak ingin menyakitiku pulanglah." Kata Kai sambil mendorong Karin ke pintu.


"Sayang tunggu, aku bisa jelaskan." Kata Karin yang tidak bisa mendorong Kai untuk kembali ke dalam.


"Sayang tunggu dengarkan aku dulu!" Kata Karin.


*Pintu terkunci* Suara kunci pintu elektronik.


Kai menaruh kepalanya di pintu dan menangis.


"Pasti ada perempuan lain kan yang membuatmu seperti ini?" Kata Karin dari luar.


"Kai! kau akan menyesal meninggalkanku seperti ini!" Kata Karin lagi sambil menggedor pintu rumah Kai.


"Kai! aku akan mencari siapa perempuan yang membuatmu seperti ini! lihat saja apa yang akan aku lakukan!" Teriak Karin lebih keras, lalu berjalan berjalan meninggalkan pintu rumah Kai.


....


Kai sudah mulai lebih tenang dan sedang berbaring di kasurnya.



"Masih terang ya." Kata Kai sambil melihat jendela.


"Taegyeong bilang bertemu jam 9 malam, alamat yang dia berikan ini hanya beberapa blok ke rumah Dohwan hyeong. Aku menginap saja ah sudah lama tidak mengobrol dengannya." Kata Kai sambil melihat ponselnya.


"Naik taxi saja malam ini, biar tidak lelah menyetir lagipula aku malas mencari alamatnya sendiri." Kata Kai lagi.


*tuuutt... tutttt....* Kai mencoba menelepon Dohwan.


"Halo Kai. Wah sudah lama ya." Kata Dohwan.


"Hyeong! Apa kabar? iya sudah lama kita tidak bertemu. Jawab Kai.


"Kuliahmu sibuk sekali ya?" Tanya Dohwan.


"Ya lumayanlah, tugasku lumayan banyak hyeong." Jawab Kai.


"Oh iya hyeong, nanti malam aku akan menginap ya di rumahmu. Aku ada perlu di sekitar sana, apa kau ada di rumah?" Tanya Kai.


"Iya datanglah saja, dengan senang hati jika kau ingin menginap dan mengobrol denganku." Jawab Dohwan.


"Wah.. terimakasih hyeong, oh iya kau kerja sampai jam berapa?" Tanya Kai.


"Ini shiftku sudah mau selesai sekitar satu jam lagi. Yasudah ya, aku mau lanjut kerja lagi. Kabari saja jika kau sudah mau datang." Jawab Dohwan.


"Baik hyeong, selamat bekerja ya." Kata Kai lalu menutup teleponnya.


"Okelah, tidur sebentar lalu siap-siap pergi." Kai pun berbaring dengan benar lalu mencoba tidur.


"Shim Minna..." Gumam Kai.


"Dia itu misterius sekali ya?" Kata Kai sambil menghela nafas.


"Sulit sekali berbicara dengannya apalagi mendekatinya."


"Dia berbeda dengan perempuan lainnya, ekspresinya yang acuh tak acuh melihatku, caranya berbicara cuek denganku, semuanya membuat aku penasaran dan semakin ingin tahu lebih banyak tentangnya."


"Dia cantik juga, manis, tidak bosan melihat wajahnya yang kecil itu."


"Aishhhh apa sih Kai! Kau mulai memikirkan hal aneh lagi! tidur tidur tidur!" Kata Kai sambil memukul kepalanya lalu memejamkan matanya.


...****************...