Back To Start

Back To Start
#47 Minna, kau dimana? (2)



*Tuuutt... Tuttt... Tuuutt...* Kai mencoba menelpon Minna


"Ahhh! Dia mengangkat teleponnya!" Teriak Kai terkejut dan langsung berdiri.


"Hah? Benarkah?" Tanya Jihyun dan Donghwi.


"Halo Minna!" Kata Kai dengan nada girang.


"Uhuk... Uhukkk..." Minna mengangkat teleponnya dengan terbatuk.


"Minna! Minna! Kau... Kenapa kau terbatuk-batuk begitu?" Tanya Kai di telepon.


"Ka...Kai to...tolong aku uhuk...uhuk..." Kata Minna terbata-bata.


"Halo Minna, apa yang sedang terjadi? Coba ceritakan pelan-pelan." Kata Kai


"Aku tidak bisa banyak bicara asap disini bertambah banyak, uhuk...uhuk...uhukk.." Kata Minna berbicara dengan sangat cepat.


"Asap? Apa maksudnya? memangnya kau dimana Minna?" Tanya Kai semakin panik.


"Kai uhukk... Ponselku akan segera mati daya baterainya hampir habis, aku sudah mulai sesak disini uhuk...uhuk..." Suara Minna semakin lemah.


"Minna, tolong, tolong bertahanlah sebentar ya aku akan datang menolongmu sekarang kau kirim lokasi terkinimu dan jangan gunakan ponselmu secara berlebihan ya. Sekarang matikan teleponnya sekarang tapi tolong bertahanlah sebentar lagi." Kata Kai menenangkan Minna.


"Baiklah Kai." Minna pun menutup teleponnya.


"Minna mengangkat teleponnya?" Tanya Jihyun.


"Sepertinya keadaannya tidak baik, dia bilang asap dan sesak jangan-jangan ada kebakaran!" Kata Kai semakin panik.


"Apa dia mengatakan dia ada dimana?" Tanya Donghwi.


"Dia mengirimkan lokasinya padaku. Kita harus berpencar, ayo kita naik ke mobil dulu." Kata Kai langsung berlari menuju mobil diikuti Jihyun dan Donghwi.


...****************...


...#47...


...Minna, kau dimana? (2)...



"Begini Jihyun, Dongdong, kita harus berpencar waktu kita hanya sedikit jadi kita harus bergerak dengan cepat." Kata Kai.


"Lalu bagaimana rencanamu Kai?" Tanya Jihyun.


"Kalian pergilah ke kantor polisi laporkan hilangnya Minna dan minta mereka melacak signal ponsel Minna sebelum ponselnya mati lalu katakan kalau kita butuh bantuan ambulans dan pemadam kebakaran, aku akan pergi mencari Minna mengikuti lokasi yang dia kirimkan padaku." Kata Kai.


"Baiklah, kami akan naik taxi di depan sana lalu ke kantor polisi." Jawab Jihyun.


"Oh iya, Donghwi kau hubungi Dohwan hyeong dan katakan kita tidak bisa datang malam ini carilah alasan apapun jangan buat dia curiga apalagi sampai tahu apa yang terjadi pada Minna." Kata Kai pada Donghwi.


"Baiklah. Turunkan saja kami disini, kau cepatlah pergi mencari Minna hati-hati di jalan ya." Kata Donghwi.


"Hubungi kami ya Kai, kami juga akan terus memberimu kabar." Kata Jihyun.


"Baiklah, Jihyun jangan lupa kabari juga Yeora dia pasti akan sangat terkejut bahkan marah jika tidak diberi tahu sekarang." Kata Kai.


"Iya, terimakasih Kai. Aku yakin kita bisa menemukan Minna." Jawab Jihyun.


Jihyun dan Donghwi pun keluar dari mobil dan kebetulan langsung menemukan taxi.


Kai langsung menyalakan mesinnya lalu menancap gas mobilnya sambil menyalakan GPS.



"Tunggu aku Minna, aku akan menyelamatkanmu!" Kata Kai sambil mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh.


....


"Ba... Bagaimana ini? Rasanya mataku semakin berat padahal aku tidak mengantuk." Kata Minna dengan suara lemah.


"Kai, Donghwi, Jihyun kalian akan menemukan dan menyelamatkan aku kan? Aku menunggu kalian." Kata Minna lagi.


"Ayah... Ibu... Minno oppa... Hiks...hiks...hiks... Aku... Aku rindu kalian, aku sayang kalian. Maafkan aku ibu, ayah, oppa. Maaf jika aku tidak bisa mengucapkan selamat tinggal pada kalian." Kata Minna sambil menangis.


"Hah... Kenapa rasanya tubuhku berat sekali." Kata Minna mulai meletakkan tubuhnya di lantai.


"Kai... Kau sedang mencari aku kan? Aku disini hiks...hiks...hiks... Tolong temukan aku, aku mohon." Minna terus menangis.


"A... Aku harus tetap sadar supaya bisa mendengar ketika Kai memanggilku, tapi sesak sekali rasanya aku sudah tidak kuat lagi... Ma...maafkan aku semuanya..." Kata Minna lalu menutup matanya.



....


"Harusnya ini jalan yang benar." Kata Kai sambil melihat GPS di mobilnya.


Ponsel Kai berdering.


"Halo Dongdong, bagaimana?" Jawab Kai langsung.


"Kai kami sudah melaporkan semuanya ke kantor polisi dan lokasi terakhir signal ponsel Minna sudah terlacak, kami sedang menuju kesana dengan semua bala bantuan yang dibutuhkan." Kata Donghwi.


"Aku baik-baik saja!" Jawab Jihyun dari telepon.


"Syukurlah, terimakasih ya sudah membantuku." Kata Kai.


"Kau ini bicara apa? Minna kan teman kita semua kita harus menemukannya secepat mungkin. Kau sudah dekat dengan titik lokasi Minna kan?" Tanya Donghwi.


"Jika dilihat di GPS kira-kira 3 menit lagi aku akan tiba di titik. Tolong jangan matikan teleponnya ya, aku sudah menggunakan perangkat bluetooth." Kata Kai.


"Baiklah." Jawab Donghwi.


"Donghwi! Aku melihat asap sangat pekat!" Kata Kai berteriak panik.


"Apa?" Tanya Donghwi memastikan.


"Ada kebakaran Donghwi! Disini titik lokasi Minna!" Kata Kai panik sambil langsung bergegas keluar dari mobilnya.


"Pak tolong lebih cepat lagi, disana terjadi kebakaran!" Kata Donghwi pada polisi yang mengemudi.


"Kai tolong jangan mencoba masuk ke dalam, itu sangat berbahaya!" Kata Donghwi pada Kai.


"Tidak, aku harus masuk. Minna dalam bahaya Donghwi!" Kata Kai sambil mencoba mencari jalan masuk.


"Kai! Tolong jangan gegabah! Kami sudah dekat lokasi itu!" Kata Donghwi bersikeras melarang Kai untuk masuk.


"Maafkan aku Donghwi, untuk kali ini aku tidak bisa mendengarkan kata-katamu." Kata Kai lalu melemparkan perangkat bluetoothnya ke tanah.


....



"Bahkan ketika dia akan mati pun dia masih bisa menarik perhatian Kai! Dasar perempuan sialan!" Kata Karin dengan sangat kesal sambil melihat bangunan yang sudah di bakarnya.


....


"Kai! Kai! Kai apa kau masih disana? Halo!" Donghwi memanggil Kai dengan panik.


"Kenapa? apa yang terjadi?" Tanya Jihyun panik.


"Kai nekat masuk ke lokasi yang terbakar!" Jawab Donghwi.


"Apa?! Bagaimana ini Donghwi?" Jihyun sangat kaget.


"Pak tolong lebih cepat lagi, temanku memaksakan diri untuk masuk ke lokasi yang terbakar." Kata Jihyun pada polisi.


"Baiklah." Jawab polisi itu.


"Tim penyelamat tolong lebih cepat menuju ke lokasi karena disana terjadi kebakaran dan ada yang memaksa masuk ke lokasi yang terbakar!" Kata polisi itu menghungi rekannya yang lain.


....



"Ohhh aku harus membasahi pakaian dan rambutku dulu." Kata Kai sambil kembali ke mobil.


Kai mengambil beberapa botol air minum lalu menyiram badannya dengan air itu.


"Baiklah, Minna aku akan menyelamatkanmu!" Kata Kai langsung menerobos masuk ke dalam rumah yang terbakar.


"Minna! Minna!" Teriak Kai sambil menutup hidung dengan lengannya.


"Minna! Kau dengar aku kan? Kau ada dimana? Jika kau tidak bisa berbicara buatlah suara!" Kata Kai sambil kebingungan mencari Minna.


....


"...Na... Minna!" Minna mendengar suara seseorang memanggil namanya sayup-sayup tetapi tidak bertenaga untuk menjawab.


"Kai? Aku disini..." Minna tidak bisa berteriak suaranya sangat lemah.


Minna pun mengambil ponselnya lalu mengetuk-ngetuknya ke lantai, karena ruangan itu cukup kosong maka suara ketukan itu terdengar oleh Kai.


"Kai kau dengar ini kan?" Gumam Minna pasrah.


Kai sayup-sayup mendengar ketukan yang dibuat Minna.


"Minna? Itu kau kan? Jika iya tolong ketuklah terus supaya aku bisa menemukanmu." Kata Kai sambil mencoba mencari sumber suara.


Minna pun mencoba terus mengetuk ponselnya ke lantai.


Kai yang terus mencari sumber suara pun akhirnya merasa suara ketukan itu semakin dekat.


"Minna! Apa kau disini?" Kata Kai seraya menemukan sebuah tangga turun.


Minna pun semakin kuat mengetuk ponselnya ke lantai hingga ponselnya sudah retak.


Mendengar suara Kai yang semakin dekat Minna pun mengumpulkan tenaga untuk berteriak memanggil Kai.


"Kai! Aku di bawah sini." Teriak Minna dengan tenaganya yang tersisa.


...****************...