
"Minna diizinkan memakan apa saja, tapi untuk sementara hindari makanan yang terlalu pedas, terlalu asam dan soda karena kita masih belum bisa memastikan bagaimana kondisi pencernanyaannya, kita baru bisa memastikannya 2 hari ke depan." Jawab dokter.
"Baik dokter saya akan mengingatnya." Jawab Kai.
"Jika ada sesuatu silahkan panggil kami ya." Kata dokter.
"Baik dokter, kalau begitu saya permisi dulu. Terimakasih." Kata Kai.
"Sama-sama tuan Kai, semoga anda dan nona Minna segera pulih." Kata dokter.
"Terimakasih." Kai pun pergi meninggalkan ruangan dokter.
"Syukurlah Minna baik-baik saja..." Kata Kai sambil berjalan menuju ruangan Minna.
"Wah... Tampan sekali."
"Apa dia pasien disini?"
"Dia benar-benar seperti anggota boy grup."
"Hah... Lagi-lagi seperti ini..." Kata Kai sambil terus berjalan dan berpura-pura tidak mendengar apa yang di katakan orang yang menatapnya.
...****************...
...#73...
...Sedikit Pentunjuk...
"Padahal tampilanku sengaja kubuat kacau begini." Kata Kai lagi sambil terus berjalan.
Tiba-tiba...
"Kai!" Teriak seseorang.
"Oh, Dohwan hyeong!" Jawab Kai seketika berbalik.
Dohwan pun berlari ke arah Kai.
"Untung saja kita bertemu disini, jadi aku tidak perlu bertanya lagi." Kata Dohwan.
"Bagaimana kabarmu hyeong?" Tanya Kai.
"Ya beginilah, aku sehat dan baik-baik saja." Jawab Dohwan.
"Tapi sepertinya kau lebih kurus dari yang terakhir aku lihat." Lanjut Dohwan.
"Iya hyeong, sebenarnya akhir-akhir ini keadaanku tidak baik-baik saja." Jawab Kai.
"Kau pasti sama mengkhawatirkan Minna ya?" Tanya Dohwan.
"Iya hyeong." Jawab Kai.
"Sudah ku duga, kau kan tipe orang yang seperti itu. Bisakah kau ceritakan apa yang terjadi sebenarnya? Tapi jika menceritakannya membuatmu sulit tidak apa-apa kau tidak perlu menceritakannya." Kata Dohwan.
"Ah... Tidak apa-apa kok, aku akan menceritakan semuanya padamu hyeong tapi lebih baik kita ke luar saja dulu bagaimana?" Tanya Kai.
"Baiklah, kita ke cafe yang dekat sini saja. Sekalian kita membeli kopi atau makanan ringan untuk yang lainnya." Kata Dohwan.
"Baiklah hyeong." Kata Kai lalu mereka pun menuju lift lalu ke lantai dasar.
Mereka pun duduk di tempat yang nyaman dan memesan kopi untuk mereka berdua, lalu Kai pun menceritakan semuanya pada Dohwan.
"Jadi maksudmu, ada seseorang yang merencanakan semuanya?" Tanya Dohwan.
"Aku yakin hal itu hyeong, tapi motif dan tujuannya memang belum diketahui karena tidak ada yang meminta uang atau ancaman dan sebagainya pada kami maupun keluarganya Minna." Jawab Kai.
"Lalu penyelidikannya sudah sampai mana sekarang?" Tanya Dohwan.
"Polisi masih belum menemukan barang bukti yang berarti. Polisi bilang kejadian ini sudah direncanakan dengan matang sehingga sangat sulit untuk menemukan bukti." Jawab Kai.
"Ahh... Begitu ya?" Kata Dohwan sambil berpikir.
"Aku sangat heran siapa yang tega berbuat ini pada Minna, sepertinya Minna juga tidak punya musuh." Kata Kai.
"Aku juga berpikir begitu, sepertinya di lingkungan sekitar tempat tinggal juga tidak ada yang tidak menyukai Minna." Kata Dohwan.
"Ahh... Tunggu sebentar, sepertinya beberapa bulan lalu ada mobil yang tidak biasa kulihat parkir di seberang minimarket." Lanjut Dohwan yang tiba-tiba mengingat sesuatu.
"Sebuah mobil di seberang minimarket?" Tanya Kai memastikan.
"Iya, kalau tidak salah mobil itu berwarna silver aku ingat warna mobil yang biasa parkir di seberang minimarket tapi mobil silver itu hanya aku lihat 2 sampai 3 kali parkir disitu setelah itu tidak ada lagi." Jawab Dohwan.
"Hmmm... Mobil silver. Apa hyeong mengingat merek mobilnya?" Tanya Kai.
"Ah, sayang sekali aku tidak memperhatikan jenis mobil dan nomor platnya." Jawab Dohwan.
"Apa ada lagi yang hyeong ingat?" Tanya Kai.
"Oh ada! Waktu aku jalan malam-malam dengan Minna sepertinya ada seseorang yang mengikutiku, aku tidak terlalu yakin sih tapi perasaanku mengatakan bahwa ada yang mengikuti walaupun aku memang tidak melihat orang yang mengikuti itu." Jawab Dohwan.
"Apa hyeong ingat itu malam itu hari apa?" Tanya Kai lagi.
"Maaf aku tidak mengingatnya. Tapi aku yakin mobil yang kusebutkan tadi ada sedang parkir di tempat yang sama dan ketika kami pergi mobil itu juga pergi tapi berlawanan arah." Jawab Dohwan.
"Baiklah aku akan mencoba mengingatnya lagi. Jika ada sesuatu yang aku ingat aku akan langsung memberitahumu." Kata Dohwan.
"Sekali lagi terimakasih banyak hyeong. Aku akan terus mendesak polisi untuk menyelidiki hal ini, aku takut ketika Minna keluar dari rumah sakit terjadi sesuatu yang tidak diinginkan lagi." Kata Kai.
"Jika kau memerlukan bantuan, aku akan dengan senang hati membantumu. Hubungi aku kapan saja jika kau perlu." Kata Dohwan.
"Baiklah hyeong. Semakin banyak yang membantu maka kasus ini akan semakin cepat selesai." Kata Kai.
"Yasudah ayo kita kembali ke rumah sakit. Oh iya tanyakan dulu ada berapa orang disana kita belikan mereka kopi." Kata Dohwan.
"Oh oke, sebentar aku hubungi Donghwi." Kata Kai.
Kai pun menghubungi Donghwi lalu Dohwan pun memesan kopi untuk mereka yang ada di ruang rawat.
...
"Kai kok lama sekali ya? Ini kan sudah lewat jam makan siang." Kata Sera di dalam ruang rawat Minna.
"Tunggu aku tanyakan pada Donghwi, sepertinya tadi dia sedang menelepon." Kata Yeora.
"Yasudah tanya sana." Kata Sera.
Yeora pun keluar menemui Donghwi dan Jihyun di living room.
"Hmmm... Eonni, Kai belum kembali?" Tanya Minna terbangun dari tidurnya.
"Minna kau terbangun? Suaraku terlalu keras ya? Iya Kai belum kembali, Yeora sedang menanyakannya pada Donghwi." Kata Sera merasa tidak enak pada Minna.
"Tidak kok eonni aku hanya kebetulan terbangun. Kenapa lama sekali ya? Apa pemeriksaan kesehatan biasanya lama seperti ini?" Tanya Minna lagi.
"Mungkin Kai sedang mengobrol dengan dokter, tidak perlu khawatir ya." Jawab Sera.
"Baiklah eonni." Jawab Minna.
"Minna apa kau lapar? Mau makan apa?" Tanya Sera.
"Aku tidak lapar kok eonni. Aku juga belum tahu apa yang bisa aku makan." Jawab Minna.
"Iya juga ya, tadi kan Kai bilang dia akan menanyakannya pada dokter." Kata Sera.
Yeora kembali lagi ke dalam ruang rawat.
"Eonni, katanya Kai sedang menuju kemari lalu Kai bilang Minna boleh makan apa saja asalkan jangan terlalu pedas dan asam dan jangan minum yang bersoda." Kata Yeora.
"Nah... Informasi yang bagus. Minna kau boleh makan buah pir itu, apa kau mau makan sekarang? Aku akan mengupas dan memotongkannya untukmu." Kata Sera.
"Baiklah eonni." Jawab Minna senang.
"Biar aku yang cuci buahnya ya." Kata Yeora.
"Baiklah, terimakasih Yeora." Kata Sera.
"Aku memandangi wajah mereka tapi tidak melihat apapun lagi. Apa melihat kenangan mereka hanya berlaku satu kali untuk satu orang?" Tanya Minna dalam hati.
"Minna, kenapa? Apa ada yang sakit?" Tanya Sera.
"Oh... Tidak eonni, aku baik-baik saja kok." Jawab Minna kaget.
"Bilang saja ya jika ada yang sakit." Kata Sera.
"Baik eonni." Jawab Minna.
"Ini buahnya eonni aku sudah cuci semua." Kata Yeora.
"Terimakasih Yeora. Sebentar ya Minna aku potong dulu pirnya." Kata Sera.
"Iya eonni." Jawab Minna.
Tidak lama Sera pun kembali membawa buah pir yang sudah di potong.
"Ini Minna, dimakan ya. Sini aku suapi." Kata Sera.
"Terimakasih eonni." Kata Minna.
Minna pun memakan buah itu dengan lahap.
"Kai senang sekali ya bisa makan ini?" Tanya Sera.
"Hmmm... Rasanya segar sekali." Minna mengangguk lalu menjawab.
"Eonni aku juga mau~ aaa..." Kata Yeora manja lalu membuka mulutnya ingin disuapi Sera.
"Dasar anak ini, siapa yang sakit kau yang manja." Kata Sera sambil menyuapi Yeora.
"Hmmm... Enak sekali! Hahahah..." Yeora tertawa senang.
Tidak lama Kai dan Dohwan pun tiba di ruangan itu.
"Oh... Dohwan hyeong! Lama tidak bertemu!" Kata Donghwi menyapa Dohwan.
"Hah? Dohwan???!" Kata Sera setengah berteriak karena kaget.
...****************...