
"Ayo cepat makan lagi, pokoknya kita tidak boleh terlihat sedih dan lesu di depan Minna. Iya kan?" Kata Donghwi sambil memegang bahu Jihyun.
"Hah... Baiklah, maaf aku sangat terkejut karena tidak menyangka akan terjadi hal seperti itu." Jihyun menarik nafas dan mencoba menenangkan diri.
"Sudahlah, kami juga sama sepertimu kok ketika pertama mengetahui hal itu. Sekarang kita habiskan makanan kita lalu ajak Minna mengobrol lagi ya." Kata Kai.
"Baiklah." Jawab Jihyun.
*Drrrttt... Drrtttt... Drrtttt...* Ada ponsel yang bergetar.
"Ponsel siapa itu?" Tanya Donghwi.
"Bukan punyaku, ponselku nadanya kuhidupkan." Jawab Jihyun.
"Mungkin ponselmu Kai, karena ponselku juga ada di saku ku ini." Kata Donghwi.
"Berarti ponselku, tapi di mana ya?" Tanya Kai sambil berdiri mencoba menemukan ponselnya.
"Disana kan tadi, di atas meja depan televisi." Kata Donghwi.
"Oh iya..." Jawab Kai lalu pergi mengambilnya.
"Halo..." Jawab Kai.
"Halo Kai, sudah lama ya tidak bertemu." Jawab seseorang di telepon.
"Oh... Benarkah? Memangnya ini siapa?" Jawab Kai.
"Ini aku, Jeong Dohwan." Jawab Dohwan.
"Ohhh hyeong! Bagaimana kabarmu?!" Kata Kai.
...****************...
...#71...
...Tentang Kai...
"Siapa?" Tanya Donghwi berbisik pada Kai.
"Dohwan hyeong." Jawab Kai sambil menjauhkan ponselnya.
"Ohh..." Donghwi kaget.
"Syukurlah kalau begitu. Lambungmu sudah sehat hyeong?" Tanya Kai.
"Iya sudah tidak kambuh lagi kok. Bagaimana kabarmu Kai?" Tanya Dohwan.
"Kabarku baik-baik saja hyeong." Jawab Kai.
"Syukurlah kalau begitu. Oh iya Kai, apa kau tahu kabar Minna?" Tanya Dohwan.
"Minna?" Kai terkejut.
"Iya Minna, aku tidak dapat menghubunginya aku mencari ke apartemennya juga tidak ada." Kata Dohwan.
"Hmmm... Hyeong sebenarnya..." Kai ragu untuk bercerita.
"Ceritakan saja..." Donghwi berbisik.
Jihyun pun mengangguk.
"Kai kau masih disana kan?" Dohwan memanggil Kai karena tiba-tiba Kai terdiam.
"Oh iya hyeong, sebenarnya beberapa bulan lalu Minna mengalami kecelakaan." Jawab Kai.
"Apa?" Dohwan sangat terkejut mendengar jawaban Kai.
"Iya hyeong, maaf aku tidak memberitahukan hal ini padamu." Kata Kai.
"La...lalu bagaimana keadaan Minna sekarang? Dia ada dimana?" Tanya Dohwan.
"Minna sedang dirawat di rumah sakit xxxx, keadaannya sudah membaik hyeong. Minna baru saja bangun setelah 2 bulan koma." Jawab Kai.
"Koma? Minna sampai koma?" Dohwan sangat terkejut.
"Iya hyeong." Jawab Kai.
"Aku harus bertemu Minna, selesai makan siang aku akan datang ke rumah sakit. Tunggu aku disana ya, aku akan menyelesaikan pekerjaanku dulu." Kata Dohwan.
"Baik hyeong kami akan menunggumu." Jawab Kai.
"Yasudah kalau begitu, nanti akan kuhubungi lagi ya." Kata Dohwan.
"Baik hyeong, sampai jumpa." Kata Kai.
"Sampai jumpa nanti." Kata Dohwan lalu menutup teleponnya.
"Hahhhhh..." Kai menghela nafas panjang.
"Bagaimana?" Tanya Donghwi.
"Ya... hyeong terkejut, wajar kan? Aku belum mengatakan kalau Minna mengalami amnesia." Kata Kai.
"Sudahlah tidak apa-apa, yang penting sekarang Dohwan hyeong sudah mengetahuinya kan?" Kata Donghwi menenangkan Kai.
"Iya benar." Kata Kai.
"Ini sarapannya sudah kan?" Tanya Jihyun.
"Oh iya sudah." Jawab Donghwi.
"Aku bereskan ya, aku mau melihat Minna~" Kata Jihyun.
"Iya, baiklah, baiklah... Ayo kami bantu." Kata Kai.
"Mau lihat Minna..." Kata Jihyun.
"Iya astaga... Hahaha..." Kata Kai.
Mereka pun membereskan meja bersama.
"Aku lihat dulu ke dalam ya." Kata Kai.
"Oke." Jawab Jihyun.
Kai pun masuk ke dalam ruangan rawat lalu menghampiri Minna.
"Kai..." Minna membuka matanya.
"Ya, ini aku." Jawab Kai lembut.
"Minna, Jihyun sahabatmu datang. Apa kau mau menemuinya?" Tanya Kai.
"Oh... Sahabat, tadi kau menceritakannya kan?" Tanya Minna.
"Iya, tapi yang namanya Yeora belum datang." Jawab Kai.
"Baiklah aku mau bertemu dengannya." Kata Minna sambil mencoba untuk duduk.
"Ahh... Sini kubantu, pelan-pelan ya." Kata Kai sambil membantu Minna duduk.
"Begitulah, ketika bangun Minna dan Kai jadi sebegitu dekatnya." Kata Donghwi.
"Ah... Daebak! Perjuangan Kai berhasil juga! Aku sangat senang." Kata Jihyun.
"Iya benar sekali, semoga hubungan mereka baik seterusnya." Kata Donghwi.
"Hei, kalian membicarakan aku ya?" Kata Kai.
"Enak saja, kepedean sekali sih!" Kata Donghwi.
"Masuk Jihyun, Minna mau bertemu denganmu." Kata Kai.
"Lalu aku?" Tanya Donghwi.
"Masuk sajalah, kenapa bertanya?" Kata Kai.
"Aku takut membuat Minna sakit kepala lagi." Kata Donghwi.
"Masuk saja, semoga sudah tidak terjadi apa-apa." Kata Kai.
"Ayo... Ayo, aku mau lihat Minna." Kata Jihyun.
"Yasudah masuklah." Kata Kai.
"Haa... Minna!!!" Teriak Jihyun sambil berlari lalu memeluk Minna.
"Ha...Halo." Minna canggung tapi tetap membalas pelukan Jihyun.
"Minna, aku rindu sekali padamu." Tanpa sadar air mata Jihyun menetes.
"Ke...kenapa kau menangis?" Tanya Minna sambil mengusap-usap punggung Minna.
"Minna kau tidak ingat aku kan? Jujur saja." Kata Jihyun sambil menangis.
"Maafkan aku, aku akan berusaha mengingatmu Jihyun." Kata Minna memeluk Jihyun lebih erat.
"Sudah ya jangan menangis lagi, kau sahabatku kan? Sepertinya Jihyun bukan seseorang yang begini deh." Kata Minna tersenyum.
"Astaga kau ini, walaupun mengalami amnesia sifatmu tetap sama ya jika kau berbicara orang pasti bingung mau menjawab apa." Kata Jihyun tersenyum sambil menghapus air matanya.
"Hahahaha... Aku begitu ya?" Tanya Minna sambil tertawa.
Tiba-tiba...
*Nging...* Telinga Minna berdengung lagi.
"Ini seperti kejadian tadi kan?" Kata Minna dalam hati.
*Kenangan Jihyun muncul dalam pandangan Minna*
"Baiklah, baiklah, aku dan Yeora akan coba ke psikiater untuk sedikit konsultasi kebetulan pamannya Yeora itu seorang psikolog. Aku akan tanya pada Yeora kapan pamannya memiliki waktu luang lalu kami akan bertemu dengannya."
"Hah...hah...hah..." Minna terkejut seketika tersadar.
"Minna... Minna, ada apa?" Kai langsung mendekati Minna.
"Aneh, sekarang sakit kepalanya tidak sehebat tadi." Kata Minna dalam hati.
"Minna kau baik-baik saja?" Tanya Jihyun.
"Ini minum dulu air putihnya." Kata Donghwi sambil memberikan segelas air.
"Oh iya, aku...aku baik-baik saja kok." Kata Minna sambil mengambil gelas dari tangan Donghwi.
"Minum pelan-pelan ya." Kata Kai sambil membantu Minna untuk minum.
"Minna, apa kau sakit kepala seperti tadi?" Tanya Donghwi.
"Telingaku berdenging, tapi tidak sakit kepala seperti tadi hanya sekilas saja." Jawab Minna.
"Benar tidak apa-apa? Tidak ada yang sakit?" Tanya Kai.
"Iya Kai, aku baik-baik saja kok." Jawab Minna meyakinkan Kai.
"Oh iya Minna, maaf ya kami tidak bisa menyelamatkan ponselmu." Kata Jihyun.
"Ponsel?" Tanya Minna.
"Iya ponselmu rusak tidak hidup lagi." Kata Donghwi.
"Oh begitu, tidak apa-apa kok." Jawab Minna.
"Untuk sementara gunakan saja ponselku ya, kau katakan saja jika ingin menghubungi seseorang atau jika kau bosan ya." Kata Kai.
"Aku bahkan tidak ingat siapa-siapa, siapa yang akan kuhubungi?" Tanya Minna.
"Benar juga ya..." Jawab Kai sambil berpikir.
"Kau kan bisa menghubungi kami, oh menghubungi oppamu yang di Pohang juga bisa." Kata Jihyun.
"Memangnya kalian akan meninggalkanku sendiri disini, sampai-sampai aku harus menghubungi kalian?" Kata Minna.
"Iya juga ya, tapi kan setidaknya kami tidak bisa ada semua disini jadi kau bisa menghubungi." Jawab Donghwi.
"Nah..." Jihyun menyetujui jawaban Donghwi.
"Hahaha... Iya, iya baiklah. Terimakasih ya kalian semuanya." Jawab Minna sambil tersenyum.
"Kau ini berterimakasih seperti kepada siapa saja." Kata Donghwi.
"Oh, sepertinya aku harus ke ruangan dokter untuk melakukan pemeriksaan kesehatan." Kata Kai.
"Oh iya benar juga. Pintar sekali kau ingat hal itu sendiri." Kata Donghwi.
"Emangnya aku anak kecil apa!" Kata Kai kesal.
"Yasudah sana cepat, supaya cepat kembali kesini lagi." Kata Donghwi.
"Baiklah. Minna, baik-baik ya aku akan segera kembali." Kata Kai pada Minna.
"Iya." Jawab Minna sambil tersenyum.
"Dah..." Kai melambaikan tangan lalu pergi.
"Minna, mau kuberi tahu sesuatu?" Kata Jihyun.
"Apa itu?" Tanya Minna penasaran.
"Dari dulu Kai itu sangattttt menyukaimu." Jawab Jihyun.
"Benarkah?" Tanya Minna.
"Iya benar, jujur saja aku sampai ingin kabur jika dia mulai menceritakan tentang dirimu." Kata Donghwi.
"Hahaha... Benar, aku saja yang tidak terlalu sering bertemu dengannya selalu mendengar dia menyebut hal tentangmu, yang dia tanyakan hanya seputar dirimu. Tapi aku suka hal itu karena dia benar-benar ingin mengenalmu dan dia juga melindungimu dengan sungguh-sungguh." Kata Jihyun.
"Ternyata benar ya?" Tanya Minna.
"Ya?" Tanya Donghwi dan Jihyun bersamaan.
"Hmmm... Itu sebenarnya, aku juga tidak mengerti tapi entah mengapa ketika aku bangun sepertinya Kai adalah orang yang paling aku kenal meskipun aku tidak tahu namanya tapi rasanya dia bukan orang asing bagiku, aku merasa nyaman ketika berbicara dengannya dan aku merasa dia adalah orang yang penting untukku." Minna menjelaskan perasaannya.
...****************...