
"Donghwi!" Yeora memanggil sambil berlari ke arah Donghwi.
"Ohhh Yeora." Jawab Donghwi.
"Bagaimana keadaan Minna dan Kai?" Tanya Yeora tanpa basa-basi.
"Hei pelankan suaramu." Kata Donghwi setengah berbisik pada Yeora.
"Ehhh, maaf suaraku keras sekali ya?" Kata Yeora menutup mulutnya.
"Mereka sedang di rawat, tapi Minna belum sadarkan diri." Kata Donghwi.
"Apa? Aku harus ke rumah sakit Donghwi, ayo kita ke rumah sakit!" Kata Yeora panik.
"Hei... Hei tenanglah, kita harus beraktivitas di kampus seperti biasa supaya tidak ada yang tahu masalah ini. Nanti selesai kelas kita pergi bersama ke rumah sakit oke?" Kata Donghwi memberi pengertian pada Yeora.
Tiba-tiba...
"Siapa yang sedang di rumah sakit Donghwi?"
...****************...
...#55...
...Keadaan yang Memburuk...
"Selamat pagi eonni!" Sapa Yeora pada Sera.
"Pagi Yeora. Kalian sediang membicarakan apa? Sepertinya serius sekali." Kata Sera.
"Nunna aku tidak yakin bisa memberitahukannya padamu atau tidak, tapi kurasa kau harus tahu." Jawab Donghwi.
"Ada apa sih sebenarnya?" Tanya Sera penasaran.
"Jangan bicara disini, ayo kita ke perpustakaan saja disana masih sepi kan?" Kata Donghwi sambil menarik Sera dan Yeora ke dalam lift.
"Iya... Iya baiklah aduh, bahkan perpustakaan pun belum di buka." Kata Sera sambil ikut masuk ke lift.
Diperpustakaan Donghwi pun menceritakan apa yang terjadi kemarin...
"Apaaaa??" Sera kaget mendengar cerita Donghwi.
"Iya jadi sekarang Kai dan Minna dirawat di rumah sakit." Jawab Donghwi
"Yaampun Minnaku..." Kata Yeora yang juga baru tahu cerita detailnya dari Donghwi.
"Gila sekali! Siapa sih orang yang tega berbuat hal seperti itu pada Minna? Yang kutahu Minna tidak punya musuh bahkan mencari masalah dengan orang lain pun tidak." Kata Sera kesal.
"Benar eonni, Minna tidak mungkin mencari masalah dengan orang lain. Kurasa kira harus cari tahu siapa yang melakukan hal ini pada Minna, ini bukan hanya mencelakai satu orang saja bahkan Kai pun ikut jadi korbannya." Kata Yeora.
"Polisi sedang melakukan penyelidikan, aku juga sangat ingin membantu tapi untuk saat ini akan lebih baik jika fokus dulu untuk memulihkan kondisi kesehatan Minna dan Kai." Kata Donghwi.
"Aku masih tidak habis pikir dengan kejadian ini, bisakah banti aku ikut kalian menjenguk Kai dan Minna? Aku ingin juga ingin melihat keadaan mereka." Kata Sera.
"Tentu saja nunna, Jihyun juga ada disana nanti akan kukabari jika kelasku sudah selesai semua." Jawab Donghwi.
"Baiklah kalau begitu, aku harus segera ke kelas ya Sera eonni, Donghwi aku tidak boleh terlambat karena dosen yang ini sangat kejam." Kata Yeora.
"Hahahah... Baiklah, nanti aku chat ya." Jawab Donghwi.
"Sampai jumpa nanti Yeora!" Kata Sera.
Yeora pun meninggalkan perpustakaan sambil berjalan dan melambaikan tangannya.
....
"Ibu aku pergi dulu ya." Kata Minno pada ibunya.
"Iya nak hati-hati dijalan ya, tolong jaga adikmu." Kata ibu.
"Baik bu, jangan sampai lupa minum obat dan obat ayah juga jangan sampai lupa." Kata Minno.
"Baik sayang. Kau menggunakan mobil?" Tanya ibu.
"Tidak bu, aku akan naik kendaraan umum saja supaya bisa beristirahat di jalan." Jawab Minno.
"Baiklah, ayo cepat pergi nanti kau ketinggalan kendaraan dan harus menunggu lebih lama lagi." Kata ibu.
"Baik bu sampai jumpa!" Kata Minno sambil mencium tangan ibunya.
Minno pun berangkat ke Seoul.
....
"Apa? Dokter tolong periksa sekali lagi, mungkin ada yang salah dokter tolonglah periksa lagi." Kata Kai pada dokter.
"Mohon maaf tuan Kai, tapi kami sudah melakukan yang terbaik untuk pasien." Jawab dokter.
"Ini semua salahku! Ini karena aku!" Kai histeris dan membenturkan kepalanya ke tembok.
"Tolong tenang! Jangan seperti ini. Tolong panggilkan perawat yang lain kita harus memberikan obat penenang padanya." Kata dokter pada asistennya sambil memegangi Kai.
"Baik dokter!" Jawab perawat itu.
"Kai... Tolong sadar, Ahh... Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?" Kata Jihyun panik.
"Nona anda bisa tunggu diluar dulu, saya akan menanganinya. Tolong hubungi keluarga kedua pasien ini ya." Kata dokter pada Jihyun.
"Baik dokter." Jihyun pun keluar dari ruang rawat.
"Aku harus menghubungi siapa? Donghwi pasti sedang ada kelas, aku juga tidak punya kontak keluarga Kai. Minno oppa bilang akan menghubungiku jika ia berangkat. Aku benar-benar tidak tahu harus apa!" Kata Jihyun kebingungan.
*Drrtttt... Drrtttt...* Ponsel Jihyun bergetar.
"Halo Minno oppa." Jawab Jihyun.
"Jihyun, aku sudah dijalan menuju ke Seoul sepertinya aku akan tiba sekitar pukul 3 sore. Apa Minna baik-baik saja?" Kata Minno.
"Ahhh bagaimana ini? Jika aku katakan yang sebenarnya aku takut oppanya Minna kepikiran dan terjadi sesuatu di jalan tapi kalau aku berbohong..." Kata Jihyun dalam hati.
"Halo Jihyun, kau masih disana kan?" Minno memanggil Jihyun yang tidak segera menjawabnya.
"Ohhh iya tentu saja, dia baik-baik saja oppa." Jawab Jihyun refleks.
"Matilah kau Jihyun!" Kata Jihyun dalam hati.
"Syukurlah kalau begitu. Tolong kirimkan alamat rumah sakitnya ya, nanti aku akan menghubungimu jika sudah tiba di rumah sakit." Kata Minno.
"Baik oppa. Hati-hati dijalan." Jawab Jihyun.
"Terimakasih." Minno pun menutup teleponnya.
"Aduhh bagaimana ini? Kenapa aku berbohong sih dasar Jihyun bodoh!" Kata Jihyun kesal pada dirinya sendiri.
....
"Mana ya Yeora dan Sera nunna, lama sekali." Kata Donghwi yang menunggu mereka di parkiran kampus.
*Drrrt... Drttt... Drrrtttt...* Ponsel Donghwi berbunyi.
"Ya, Halo Jihyun." Jawab Donghwi.
"Donghwi kau dimana?" Tanya Jihyun.
"Aku sedang menunggu Sera nunna dan Yeora di mobil, ada apa?" Kata Donghwi.
"Ehmmm... Sepertinya tidak baik memberitahukan sekarang tapi kurasa ini penting." Jawab Jihyun.
"Ada apa sih? Apa ada sesuatu yang terjadi dengan Minna atau Kai?" Tanya Donghwi agak panik.
"Anu Donghwi sebenarnya, Minna mengalami koma dan dokter belum bisa memastikan kapan ia akan bangun." Jawab Jihyun.
"Apa? Lalu bagaimana dengan Kai? Apa dia mendengar hal ini tadi dari dokter?" Tanya Donghwi tambah panik.
"Itu masalahnya, tadi ketika dokter memeriksa Minna Kai datang ke ruangan setelah pergi jalan-jalan dan dia mendengar apa yang dokter sampaikan akhirnya dia histeris dan diberikan obat penenang. Sekarang Kai sedang beristirahat." Jawab Jihyun.
"Sudah kuduga hal ini pasti terjadi jika Kai mendengar hal buruk tentang Minna. Lalu apalagi yang dokter sampaikan?" Tanya Donghwi.
"Dokter meminta agar kita menghubungi keluarga Minna dan Kai segera, oppanya Minna akan tiba disini sore ini tapi aku tidak tahu harus menghubungi keluarga bagaimana aku tidak tahu harus menghubungi siapa makanya aku menghubungimu." Jawab Jihyun.
"Ahh... Baiklah, kau tunggu saja ya nanti kan Sera nunna akan ikut ke rumah sakit lebih baik kita diskusikan saja dengannya karena Sera nunna teman Kai sejak kecil jadi dia akan lebih mengenal keluarganya Kai." Kata Donghwi.
"Baiklah kalau begitu, tolong segera datang ya aku sangat bosan dan bingung disini sendirian aku ingin mencari udara segar sebentar." Kata Jihyun.
"Iya... Iya, ini aku akan berangkat Sera nunna dan Yeora sudah disini. Sampai jumpa di rumah sakit ya." Kata Donghwi.
"Baiklah, hati-hati dijalan. Kututup teleponnya ya." Jihyun pun menutup teleponnya.
"Donghwi maaf ya kau harus menunggu lama aku harus menunggu orang yang menjaga perpustakaan dulu jadi aku ajak Yeora menunggu denganku tadi." Kata Sera seketika melihat Donghwi.
"Iya tidak apa-apa, naiklah ayo kita segera ke rumah sakit." Jawab Donghwi.
Sera dan Yeora pun naik ke mobil.
...****************...