
Minna pun menunggu Kai dengan cemas, lalu beberapa menit kemudian Kai pun tiba.
"Minna." Kata Kai sambil bergegas menghampiri Minna.
"Kai kau sudah disini? Maaf ya aku merepotkanmu, ayo kita bawa oppa ke rumah sakit."
"Tidak apa-apa kok, Yasudah ayo kita bawa hyeong ke dalam mobil.
Mereka pun membawa Dohwan ke dalam mobil Kai.
Beberapa menit kemudian mereka pun tiba di rumah sakit, Kai dan Minna menunggu Dohwan yang sedang ditangani.
"Kau tenang ya Minna, dia akan baik-baik saja kok." Kata Kai pada Minna.
"Iya Kai, terimakasih ya sudah membantuku. Aku tadi benar-benar tidak tahu harus menghubungi siapa aku malah jadi merepotkanmu." Kata Minna.
"Minna, aku juga sudah menganggap Dohwan seperti hyeong ku sendiri jadi aku sama sekali tidak merasa direpotkan. Lagipula aku tadi belum tiba dirumah aku memang sedang di jalan." Kata Kai.
Dokter yang memeriksa Dohwan pun selesai memeriksa Dohwan lalu memanggil penanggung jawab Dohwan.
...****************...
...#34...
...Keadaan Tak Terduga...
"Ohh... Itu dokter yang tadi memeriksa Dohwan Oppa." Kata Minna pada Kai.
"Wali dari saudara Jung Dohwan?" Kata Dokter itu.
"Biar aku yang saja yang kesana ya." Kata Kai.
"Baiklah, aku akan masuk ke dalam melihat oppa." Kata Minna.
Kai dan Minna pun pergi ke tujuannya masing-masing.
"Apa yang terjadi dengan teman saya dokter?" Tanya Kai pada Dokter.
"Teman anda mengalami radang usus akut, sepertinya pasien kurang memperhatikan pola makan dan apa yang dia makan juga kelelahan. Jika dilihat sepertinya dia sudah lama merasakan sakit di bagian perutnya tapi tidak terlalu menghiraukannya." Jawab dokter.
"Lalu sekarang keadaannya bagaimana dokter?" Tanya Kai lagi.
"Dia sedang beristirahat sekarang, sepertinya sebentar lagi akan terbangun. Akan lebih baik jika pasien dirawat inap dulu 1 hingga 2 hari agar dapat diperiksa lebih lanjut." Jawab dokter.
"Terimakasih dokter." Kata Kai.
"Baik sama-sama, tolong hubungi perawat jika pasien sudah siuman agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kalau begitu saya permisi." Kata dokter itu lalu pergi.
Kai pun masuk untuk melihat Dohwan. Ketika masuk Kai melihat Minna terus menatap Dohwan dengan cemas...
<"Minna terlihat sangat cemas, yang dia cemaskan adalah teman yang sudah seperti hyeongku sendiri tapi entah kenapa aku merasa agak kesal melihatnya."> Kata Kai dalam hati lalu melanjutkan langkahnya menghampiri Minna.
"Kai, apa kata dokter?" Tanya Minna seketika melihat Kai menghampirinya.
Kai pun menjelaskan apa yang diberitahukan dokter padanya tadi.
"Ohh... Berarti Dohwan oppa harus lebih menjaga pola makan dan beristirahat dengan cukup. Ini semua salahku, aku sering sekali tidak masuk kerja dan membuatnya lembur." Kata Minna sedih.
"Jangan salahkan dirimu seperti itu, kau kan tidak masuk bukan karena ingin tetapi memang ada hal penting lain yang harus dikerjakan." Kata Kai pada Minna.
Minna pun terdiam sebentar.
"Kau pasti belum makan ya Kai? Kau mau aku belikan apa? biar aku keluar untuk membelinya." Tanya Minna tiba-tiba.
"Ah tidak apa-apa, aku masih kenyang kok. Sepertinya kau yang lapar ya?" Kata Kai.
"Hmmm... sedikit." Jawab Minna.
"Yasudah kalau begitu biar aku saja yang membeli makanan, kau disini saja." Kata Kai.
"Tidak, biar aku saja aku sekalian mau menelpon manajer minimarket dan memberitahukan keadaan oppa padanya." Jawab Minna.
"Baiklah kalau begitu, hubungi aku jika ada apa-apa ya." Kata Kai.
Minna pun keluar untuk membeli makanan dan menelpon pak Manjun.
....
"Bos, target sedang berada di rumah sakit xxxx di jalan xxxx." Kata seorang pria dalam mobil sedang bertelepon.
"Tetap awasi dia dan jangan sampai kehilangan jejaknya ya." Suara wanita di telepon itu.
"Baik bos." Jawab pria itu.
"Ingat, jangan lakukan apapun jika dia sedang bersama orang lain dan jangan sampai melukai laki-laki yang fotonya sudah kukirimkan padamu." Kata wanita itu.
"Mengerti bos." Jawab pria itu.
....
"Oh gerimis ya..." Kata Minna sambil menadahkan tangannya.
"Yasudah beli sesuatu saja dulu baru menelpon paman Manjunnya di dalam saja." Minna pun berlari menuju sebuah minimarket.
Minna membeli beberapa roti dan kopi kaleng, lalu segera meninggalkan minimarket itu.
Beberapa menit kemudian Minna pun masuk lagi ke dalam rumah sakit.
"Untung aku hanya sedikit basah. Oh... aku harus menelpon paman Manjun." Kata Minna sambil duduk di kursi tunggu, mengeluarkan ponselnya lalu menelpon pak Manjun.
"Halo paman, selamat malam." Kata Minna.
"Paman, malam ini minimarket tutup karena Dohwan oppa tiba-tiba pingsan dan aku mengantarnya ke rumah sakit." Kata Minna.
"Lalu bagaimana keadaan Dohwan sekarang Minna?" Tanya pak Manjun panik.
"Dia sedang beristirahat, dokter bilang akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut setelah dia bangun." Kata Minna.
"Iya tidak masalah Minna, malam ini tutup saja. Terimakasih informasinya ya, tolong kabari aku lagi nanti." Kata pak Manjun.
"Baik paman, aku akan mengabarimu lagi nanti. Terimakasih paman, maaf sudah mengganggumu." Kata Minna.
"Tidak apa-apa Minna. Selamat malam." Kata pak Manjun.
"Selamat malam." Minna pun menutup teleponnya.
"Oppa sudah bangun belum ya?" Kata Minna sambil berjalan menuju IGD.
*Drrrt... drrtt...* Ponsel Minna berdering.
"Halo." Minna menjawab teleponnya.
"Halo Minna ini Kai, hyeong sudah dipindahkan ke ruangan xxxx ya jadi kau kesini saja jika sudah selesai." Kata Kai.
"Ohh... Iya aku baru saja mau berjalan menuju IGD, baiklah aku akan kesana." Jawab Minna.
"Baiklah." Kata Kai lalu menutup teleponnya.
"Dimana ya..." Kata Minna sambil melihat nomor ruangan.
"Ohhh ini dia." Kata Minna sambil membuka pintunya.
"Permisi." Kata Minna lalu masuk.
"Kau sudah disini." Kata Kai.
"Iya, ini aku membeli beberapa roti dan minuman." Kata Minna sambil menyodorkan kantong belanjanya.
"Terimakasih Minna." Jawab Kai.
"Apa tadi dokter sudah memeriksa oppa lagi?" Tanya Minna pada Kai.
"Sudah, katanya hyeong harus dirawat paling tidak malam ini saja." Kata Kai.
"Oh begitu, kalau begitu biar aku saja yang menjaga oppa malam ini." Kata Minna.
"Tidak Minna, biar aku saja yang menjaganya. Tidak baik jika kau sendiri yang menjaga." Kata Kai.
"Iya kau betul juga." Jawab Minna.
"Aku sudah menelpon Donghwi sebentar lagi dia akan kesini, kita tunggu dia dulu lalu aku akan mengantarmu pulang." Kata Kai.
"Tidak Kai aku pulang naik taxi saja, aku tidak enak selalu merepotkanmu." Kata Minna.
"Tidak apa-apa Minna, aku akan mengantarmu tidak baik jika kau pulang sendiri dengan taxi malam begini." Kata Kai.
"Kalau begitu biar Donghwi saja yang mengantarku, kau pasti lelah mengemudi dari tadi siang." Kata Minna.
"Yasudah kita lihat nanti apakah Donghwi membawa helm tambahan karena dia membawa motor." Kata Kai.
"Baiklah." Jawab Minna.
"Kai aku ingin bertanya sesuatu." Lanjut Minna.
"Apa itu?" Tanya Kai.
"Apa tidak ada keluarga Dohwan oppa yang dapat dihubungi? Maksudku, dalam keadaan seperti ini kan lebih baik jika kita menghubungi keluarganya." Tanya Minna.
"Tenang saja Minna, aku sudah menghubungi Doyeon Nunna tapi dia bilang dia akan datang paling besok pagi karena lelah baru pulang kerja." Jawab Kai.
"Ohh... Nunnanya Dohwan oppa?" Tanya Minna lagi.
"Iya, apa kau mengenalnya?" Tanya Kai.
"Tidak, tapi oppa pernah bilang padaku kalau dia punya seorang nunna." Jawab Minna.
"Oh begitu." Kata Kai.
Donghwi pun tiba dan mengetuk pintu ruangan.
"Itu Donghwi datang." Kata Minna.
Kai memberi isyarat pada Donghwi untuk masuk.
"Bagaimana keadaan hyeong?" Kata Donghwi sambil masuk ke dalam ruangan.
"Dia baik-baik saja, hanya perlu istirahat beberapa hari saja." Jawab Kai.
"Ohhh begitu. Ini ibuku membungkuskan makanan untuk kalian. Kalian makan ya, aku sudah makan dirumah tadi." Kata Donghwi sambil memberikan bungkusan makanannya.
"Wahhh... Kenapa ibumu repot-repot sekali? Sampaikan terimakasih padanya ya." Kata Kai.
"Maaf ya Donghwi kami merepotkanmu dan ibumu." Kata Minna.
"Tidak kok, ibuku kebetulan masak lebih hari ini dan ketika aku bilang aku akan siap-siap ke rumah sakit dia menyiapkan makanan itu." Jawab Donghwi.
"Baiklah kalau begitu, ayo kita makan dulu Minna." Ajak Kai pada Minna.
"Iya Kai. Sampaikan terimakasih untuk ibumu ya Donghwi." Kata Minna.
"Iya nanti akan kusampaikan. Kalian makan saja dulu, ini sudah terlambat untuk makan malam." Kata Donghwi.
Minna dan Kai pun pergi keluar untuk makan.
...****************...