Back To Start

Back To Start
#33 Lampu Hijau




Mereka pun menunggu Kai diluar cafe.


"Aku harap kita tetap bertemannya walaupun tugas kelompok kita sudah selesai." Kata Donghwi tiba-tiba.


"Tentu saja dengan senang hati aku akan terus berteman dengan kalian." Jawab Jihyun.


"Iya kan Minna?" Tanya Jihyun pada Minna.


"Iya, lain kali kita ajak Yeora ya." Jawab Minna.


"Ohhh... Iya Yeora, sepertinya dia belum selesai kuliah ya?" Tanya Donghwi.


"Iya dia kan bilang tadi kalau hari Senin jadwal kuliahnya hingga sore." Jawab Jihyun.


*Tiiinnnn....* Kai membunyikan klakson mobilnya.


"Ayo naik." Kata Kai dari dalam mobil.


Mereka pun mengantar Minna hingga tiba di depan apartemennya dengan selamat.


...****************...


...#33...


...Lampu Hijau...


"Terimakasih semuanya untuk hari ini." Kata Minna sebelum keluar dari mobil Kai.


"Sama-sama Minna." Jawab Kai sambil membuka pintu dan menurunkan kaca mobilnya.


"Aku harap kita bisa keluar bersama seperti ini lagi." Kata Donghwi.


"Dah Minna~" Kata Jihyun sambil melambaikan tangannya hingga Minna keluar dari mobil.


Minna pun melambaikan tangannya lalu menuju ke tangga menuju rumahnya.


Kai pun memutar balik mobilnya dan mengantar Jihyun dan Donghwi pulang.



"Baiklah, sekarang kita antar Jihyun pulang." Kata Kai sambil fokus mengemudi.


"Terimakasih ya sudah mau mengantar aku dan Minna." Kata Jihyun.


"Aishh... santai saja, lagipula tidak mungkin aku tidak mengantarkan kalian pulang setelah aku mengajak kalian untuk mengikutiku kan?" Jawab Kai.


"Dia bilang begitu karena kau Jihyun, biasanya juga dia membiarkanku untuk pulang sendiri jika dia sudah mengajak bertemu." Kata Donghwi.


"Hey! Kau itu senang sekali ya memojokkan aku. Kapan aku seperti itu? Bahkan aku selalu menjemputmu jika kau malas baik kendaraan umum ke kampus." Kata Kai kesal pada Donghwi.


"Hahahaha... santailah bro. Aku bercanda." Jawab Donghwi.


"Tidak mungkin Kai membiarkan perempuan pulang sendiri setelah dia mengajak keluar, kecuali ada sesuatu yang penting." Lanjut Donghwi.


"Hahaha... Ya baiklah kalau begitu." Kata Jihyun sambil tertawa.


"Ngomong-ngomong Kai, apa kau sedang mencoba mendekati Minna? Ahh... Aku hanya penasaran bukan ada maksud apa-apa bertanya hal ini." Jihyun ragu-ragu menanyakan hal itu pada Kai.


"Kai tertarik pada Minna sejak dia pertama masuk kelas kita." Jawab Donghwi.


"Woaaa... Serius?" Tanya Jihyun dengan kaget.


"Aku merasa Minna itu berbeda dengan perempuan lain, dia seperti tidak tertarik melihatku. Aku ingat saat aku pertama kali masuk ke kelas kalian bahkan dari lorong pun semua mahasiswi berbisik sepanjang jalan hingga aku duduk di dalam kelas pun semua membicarakanku sambil melirikku, Ahh... Aku sangat benci hal itu. Tapi Minna itu, dia dengan tatapan dingin dan santainya bahkan tidak tersenyum ketika mata kami bertemu." Kai menjelaskan pada Jihyun.


"Huuuu... Daebak! Kau benar-benar lelaki aneh. Kau sungguh-sungguh tidak suka diperhatikan seperti itu?" Tanya Jihyun.


"Sangat tidak suka, aku benci terlihat mencolok dan diperhatikan seperti itu. Itulah salah satu alasan kenapa aku tiba-tiba keluar trainee saat akan debut." Jawab Kai.


"Kau berubah pikiran begitu saja? Dengan mudah?" Tanya Jihyun lagi.


"Aku ikut trainee idol bukan ingin terkenal atau menjadi pusat perhatian sebenarnya aku hanya tidak mau meneruskan usaha keluargaku, aku sungguh tidak tertarik sehingga aku mencari cara untuk menghindarinya. Tapi ternyata setelah aku mengikuti trainee dan mereka bilang aku akan menjadi visual grup aku jadi merasa tidak nyaman dengan keputusanku sendiri." Jawab Kai.


"Jadi begitu ya sulitnya menjadi tampan dan kaya..." Kata Jihyun dengan nada rendah.


"Sudah kubilang kan Jihyun, Kai ini ingin tidak diperhatikan tapi sayangnya dia selalu mencolok." Kata Donghwi.


"Ohh... Iya ngomong-ngomong dimana rumahmu?" Tanya Donghwi.


"Ya ampun sampai lupa, tinggal belok ke kiri lalu lurus rumahku ada di seberang sebuah salon." Jawab Jihyun.


"Oke." Kata Kai.


"Kai, aku mungkin tidak bisa membantumu banyak tapi jika kau benar-benar serius pada Minna dan akan memperlakukannya dengan baik aku akan berusaha membantumu dengan segala hal yang aku bisa. Aku harap kau tidak main-main dengannya ya, karena Minna itu belum pernah pacaran seumur hidupnya." Kata Jihyun menyemangati Kai.


"Serius?" Tanya Donghwi kaget.


"Perempuan yang cukup populer seperti Minna belum pernah pacaran? Apa jangan-jangan..." Lanjut Donghwi.


"Kalau kau lanjutkan kata-katamu aku akan memukulmu!" Kata Kai pada Donghwi.


"Hehehehe..." Donghwi hanya tertawa meledek.


"Terimakasih Jihyun, aku senang kau percaya padaku." Jawab Kai pada Jihyun.


"Ohhh sudah sampai... Itu dia rumahku di seberang sana, kau turunkan aku disini saja." Kata Jihyun.


"Baiklah." Kata Kai sambil membuka pintu mobil dan menurunkan jendela.


"Terimakasih sudah mengantarku ya, kalian hati-hatilah dijalan. Jika kau mau bertanya hal mengenai Minna kirim pesan saja ya." Kata Jihyun sambil keluar dari mobil Kai.


"Dah...." Kai dan Donghwi melambaikan tangannya dari dalam mobil.


Mobil Kai pun menjauh lalu Jihyun menyeberang menuju ke rumahnya.


....


"Tuh Kai Jihyun mau membantumu mendekati Minna, karena Jihyun dan Yeora sudah memberimu lampu hijau maka kau pun harus serius pada Minna." Kata Donghwi.


"Apa kau pernah melihat aku main-main? Selama ini jika aku tidak suka pada perempuan yang mendekatiku aku tidak akan meresponnya, kau tahu itu kan?" Kata Kai pada Donghwi.


....



"Oppa aku datang..." Kata Minna sambil masuk ke dalam minimarket.


"Kau sudah tiba Minna? Bersiap-siaplah dulu ya." Kata Dohwan.


Minna pun mengganti bajunya dan meletakkan tasnya,


Dohwan juga bersiap-siap untuk pulang.


"Aku pulang dulu ya Minna." Kata Dohwan.


"Oppa apa kau sakit? Kenapa kau pucat sekali?" Tanya Minna pada Dohwan.


"Ahhh... tidak apa-apa kok, perutku sedikit tidak enak paling jika aku istirahat sebentar nanti juga baikan." Jawab Dohwan.


"Apa benar oppa? Kau minum obat saja dulu biar aku buatkan teh hangat ya." Kata Minna.


"Tidak apa-apa aku pulang saja Minna, aku akan naik taxi." Jawab Dohwan.


"Yasudah oppa hati-hati ya." Kata Minna sambil melihat Dohwan terus berjalan keluar minimarket.


Dohwan pun keluar dari minimarket, tapi ketika dia sampai di dekat tempat duduk di depan minimarket dia merasa sangat sakit dan akhirnya terduduk di bangku.


Minna yang masih melihat Dohwan sampai ke keluar pun sangat kaget dan langsung berlari keluar.


"Oppa!" Teriak Minna kaget sambil berlari keluar.


"Oppa! Ayo kita pergi ke rumah sakit." Kata Minna pada Dohwan.


"Aku akan pergi sendiri saja Minna." Kata Dohwan sambil memegangi perutnya.


"Tidak... Tidak... Aku akan menemanimu." Jawab Minna.


"Tunggu sebentar ya oppa, aku mengambil tasku dan mengunci pintu minimarket dulu." Kata Minna lagi sambil bergegas ke dalam minimarket.


Setelah mengambil tasnya dan mengunci pintu minimarket Minna pun keluar lagi menemui Dohwan, tapi Dohwan sudah tidak sadarkan diri.


"Oppa ayo kita pergi." Kata Minna, tapi tidak ada jawaban.


"Oppa!" Minna memanggil Dohwan lagi tapi tidak ada jawaban juga.


"Ahhh... bagaimana ini?" Kata Minna panik.


"Aku harus menghubungi siapa ya? Taxi juga tidak ada yang lewat." Minna benar-benar panik.


Minna terdiam sebentar lalu mengingat sesuatu...


"Ahhh... aku telepon Kai atau Donghwi saja." Kata Minna sambil mengeluarkan ponselnya.


Tanpa ragu Minna pun langsung menelpon Kai.


....


"Ehh... nomor siapa ini?" Kata Kai melihat ponselnya sambil mengemudi lalu mengangkat telepon itu.


"Halo." Jawab Kai.


"Kai, ini aku Minna." Suara Minna terdengar sangat panik.


"Ada apa Minna? Kenapa suaramu seperti itu?" Tanya Kai yang jadi ikut panik lalu langsung menghentikan mobilnya dipinggir jalan.


"Kai tolong aku!" Kata Minna.


"Iya aku pasti menolongmu, coba kau jelaskan dulu dengan tenang." Jawab Kai.


Minna pun menjelaskan situasi yang terjadi pada Kai.


"Baiklah aku akan segera menemuimu, kau tunggu dan tenang dulu ya. Sekarang posisimu ada dimana?" Kata Kai sambil memutar balik mobilnya.


"Terimakasih ya Kai, kau tahu kan minimarket tempatku bekerja? Aku sedang berada di depan, aku akan merawat Dohwan oppa sebentar ya. Kau hati-hatilah di jalan." Kata Minna.


"Baiklah aku sedang dijalan menuju kesana, aku akan sampai dalam 10 menit." Kata Kai.


"Aku matikan teleponnya ya." Minna pun mematikan teleponnya.


....


"Astaga dia dingin sekali." Kata Minna setelah memegang lengan Dohwan.


Minna pun membuka jaketnya dan menutup punggung Dohwan.


"Kalau aku mencoba membangunkannya, oppa pasti berkeras akan pergi sendiri. Lebih baik aku biarkan saja dulu." Kata Minna sambil duduk.


Minna pun menunggu Kai dengan cemas, lalu beberapa menit kemudian Kai pun tiba.


"Minna." Kata Kai sambil bergegas menghampiri Minna.


"Kai kau sudah disini? Maaf ya aku merepotkanmu, ayo kita bawa oppa ke rumah sakit."


"Tidak apa-apa kok, Yasudah ayo kita bawa hyeong ke dalam mobil.


Mereka pun membawa Dohwan ke dalam mobil Kai.


Beberapa menit kemudian mereka pun tiba di rumah sakit, Kai dan Minna menunggu Dohwan yang sedang ditangani.



"Kau tenang ya Minna, dia akan baik-baik saja kok." Kata Kai pada Minna.


"Iya Kai, terimakasih ya sudah membantuku. Aku tadi benar-benar tidak tahu harus menghubungi siapa aku malah jadi merepotkanmu." Kata Minna.


"Minna, aku juga sudah menganggap Dohwan seperti hyeong ku sendiri jadi aku sama sekali tidak merasa direpotkan. Lagipula aku tadi belum tiba dirumah aku memang sedang di jalan." Kata Kai.


Dokter yang memeriksa Dohwan pun selesai memeriksa Dohwan lalu memanggil Kai dan Minna.


...****************...