
"Baiklah, terimakasih Yeora." Kata Sera.
"Aku memandangi wajah mereka tapi tidak melihat apapun lagi. Apa melihat kenangan mereka hanya berlaku satu kali untuk satu orang?" Tanya Minna dalam hati.
"Minna, kenapa? Apa ada yang sakit?" Tanya Sera.
"Oh... Tidak eonni, aku baik-baik saja kok." Jawab Minna kaget.
"Bilang saja ya jika ada yang sakit." Kata Sera.
"Baik eonni." Jawab Minna.
"Ini buahnya eonni aku sudah cuci semua." Kata Yeora.
"Terimakasih Yeora. Sebentar ya Minna aku potong dulu pirnya." Kata Sera.
"Iya eonni." Jawab Minna.
Tidak lama Sera pun kembali membawa buah pir yang sudah di potong.
"Ini Minna, dimakan ya. Sini aku suapi." Kata Sera.
"Terimakasih eonni." Kata Minna.
Minna pun memakan buah itu dengan lahap.
"Kai senang sekali ya bisa makan ini?" Tanya Sera.
"Hmmm... Rasanya segar sekali." Minna mengangguk lalu menjawab.
"Eonni aku juga mau~ aaa..." Kata Yeora manja lalu membuka mulutnya ingin disuapi Sera.
"Dasar anak ini, siapa yang sakit kau yang manja." Kata Sera sambil menyuapi Yeora.
"Hmmm... Enak sekali! Hahahah..." Yeora tertawa senang.
Tidak lama Kai dan Dohwan pun tiba di ruangan itu.
"Oh... Dohwan hyeong! Lama tidak bertemu!" Kata Donghwi menyapa Dohwan.
"Hah? Dohwan???!" Kata Sera setengah berteriak karena kaget.
...****************...
...#74...
...Kenapa?...
"Dohwan, Jeong Dohwan?" Tanya Sera berbisik pada Yeora.
Yeora pun berlari mengintip di pintu ruang rawat.
"Iya eonni, itu oppa yang bekerja dengan Minna di minimarket seingatku namanya memang Dohwan." Jawab Yeora setelah mengintip.
"Bekerja denganku?" Tanya Minna.
"Iya, kau itu bekerja paruh waktu di minimarket dengan oppa itu." Jawab Yeora.
"Oh begitu ya." Kata Minna.
Tiba-tiba Kai masuk ke dalam ruangan Minna.
"Minna, kau sedang apa?" Tanya Kai sambil menghampiri Minna.
"Aku makan ini." Jawab Minna sambil menunjuk ke piring buah pir.
"Makan yang banyak ya." Kata Kai dengan ramah.
"Hei, kenapa kau bawa orang itu kemari?" Tanya Sera pada Kai.
"Ah, Dohwan hyeong? Aku tidak membawanya kemari dia datang sendiri kesini." Jawab Kai.
"Hah..." Sera hanya menghela nafas.
"Memangnya kenapa sih? Oppa itu kan tampan, tidak terlalu menyakitkan mata untuk dilihat." Kata Yeora sambil memakan buah pir.
"Ini bukan masalah wajahnya Yeora." Kata Kai.
"Lalu apa?" Tanya Yeora.
"Sudah, sudah tidak usah dibahas." Kata Sera.
"Hmmm... Mencurigakan." Kata Yeora sambil memakan pir lagi.
"Minna kau mau makan apa untuk makan siang?" Tanya Kai.
"Aku boleh makan apa saja kan?" Tanya Minna lagi.
"Iya boleh, tapi jangan minta yang asam dan pedas." Jawab Kai.
"Aku mau makan sesuatu yang hangat dan gurih." Kata Minna.
"Ah... Aku tahu, karena Minna baru sembuh makan samgyetang* saja, bagaimana?" Usul Yeora.
"Baiklah, aku akan beli samgyetang dan tangsuyuk** saja ya. Minna kau mau makan samgyetang?" Kata Kai.
[*Samgyetang (삼계탕): sup ayam utuh dengan berbagai macam rempah seperti gingseng dsb.
**Tangsuyuk (탕수육): makanan korea berupa tumisan daging dengan saus asam manis.]
"Boleh, sepertinya enak." Kata Minna.
"Aku juga ingin ayam goreng pedas. Tidak apa-apa kan Minna?" Kata Sera.
"Ahh iya eonni tidak apa-apa kok." Kata Minna.
"Kita pesan saja yang tidak pedas juga." Kata Kai.
"Yeay! Kita makan enak!" Kata Yeora.
"Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu membelinya ya." Kata Kai.
"Kenapa tidak pesan saja?" Tanya Sera.
"Aku sekalian mau mengambil mobil ke rumah." Kata Kai.
"Oh iya, kau kesini dengan motor ya." Kata Sera.
"Iya nunna. Besok Minno hyeong akan datang jadi aku harus menjemputnya ke stasiun." Kata Kai.
"Oh begitu..." Kata Sera.
"Minno, apa Minno itu oppa ku?" Tanya Minna.
"Iya, nanti kau akan bertemu dengannya. Kau bisa mengobrol dengannya, aku akan membawanya kesini." Kata Kai.
"Iya baiklah." Jawab Minna tersenyum.
"Woahhh... Kai terdengar sangat hebat saat berbicara tadi." Kata Yeora.
"Hahahaha... Biarkan saja dia sedang senang." Kata Sera.
"A...apa maksudmu? Hahaha kau ini ada-ada saja." Jawab Sera salah tingkah.
"Eonni kenapa wajahmu memerah begitu?" Tanya Yeora.
"Tidak merah kok, tidak seperti itu! Ah... Kalian kenapa sih?" Kata Sera kesal.
Minna, Yeora dan Kai hanya tertawa.
"Sudahlah terserah kalian saja!" Kata Sera keluar dari ruang rawat Minna.
"Oh Sera, sudah lama tidak bertemu." Kata Dohwan seketika melihat Sera keluar dari ruang rawat Minna.
"Hai." Jawab Sera singkat lalu duduk di sofa dengan wajah kesal.
"Kenapa?" Tanya Dohwan berbisik pada Donghwi.
Donghwi hanya menggeleng.
"Hmmm... Oppa sebaiknya kau masuk dulu saja ke dalam, kau ingin melihat Minna kan?" Kata Jihyun.
"Oh baiklah aku kedalam dulu sebentar ya." Kata Dohwan.
"Iya hyeong cepatlah masuk." Kata Donghwi.
*Tuk...tuk...tuk...* Dohwan mengetuk pintu.
"Oh hyeong, ayo masuk." Kata Kai.
Dohwan pun masuk ke dalam ruang rawat Minna.
"Minna ini Jeong Dohwan, rekan kerjamu saat kau bekerja paruh waktu di minimarket." Kata Kai pada Minna.
"Halo. Maaf oppa, aku belum mengingat oppa." Kata Minna sambil tersenyum pada Dohwan.
"Oh iya, tidak apa-apa Minna. Bagaimana keadaanmu sekarang?" Tanya Dohwan.
"Aku baik-baik saja oppa." Jawab Minna.
"Syukurlah kalau begitu." Kata Dohwan.
*Nging...* Telinga Minna berdengung lagi.
"Iya beberapa hari ada mobil yang sepertinya mengintai di minimarket dan aku juga merasa ada yang mengikuti aku dan Minna ketika kami jalan untuk makan malam."
"Ah... Begitu ya, sepertinya hyeong bisa membantu kami untuk menjelaskan pada polisi yang sedang melakukan penyelidikan kasus Minna ini."
"Aku bersedia datang kapanpun jadi jika kalian butuh bantuan hubungi saja aku."
"Ini kenangan Dohwan oppa, aku jalan makan malam dengannya? Lalu aku dan Kai? Ada yang mengikuti kami? Tapi kenapa?" Kata Minna dalam hati.
Tiba-tiba kepala Minna sangat sakit karena mencoba memikirkan semuanya. Minna memegang kepalanya dengan kedua tangannya.
"Minna... Minna kenapa?" Tanya Kai panik.
"Ah... Kepalaku..." Jawab Minna kesakitan.
"Kepalamu sakit lagi ya? Aku panggilkan dokter dulu ya." Kata Kai langsung bergegas tapi Minna menahannya.
"Jangan pergi." Kata Minna sambil terus memegang pergelangan tangan Kai.
"Ba...baiklah aku disini ya." Kata Kai terbata-bata.
"Ah, ini tidak baik untuk jantungku, bagaimana bisa aku menolak jika Minna meminta seperti ini sambil memegang tanganku." Kata Kai dalam hati.
"Ini minum dulu air putihnya." Kata Yeora memberikan minum pada Minna.
"Hmmm... Kalau begitu biar aku yang memanggil dokter ya." Kata Dohwan yang bingung dengan situasinya.
"Tidak apa-apa oppa, sakit kepalanya sudah reda kok." Kata Minna pada Dohwan.
"Oh syukurlah kalau begitu." Kata Dohwan.
"Sepertinya ini hampir waktunya makan siang, aku akan membeli makanan dulu ya." Kata Kai.
"Ah kalau begitu ayo keluar bersama, aku juga harus kembali ke minimarket." Kata Dohwan.
"Oppa sudah mau pulang? Tidak makan siang bersama kami?" Tanya Yeora.
"Ayo, kita makan bersama lain kali saja ya." Jawab Dohwan.
"Yah... Yasudah kalau begitu hati-hati ya oppa, Kai." Kata Yeora.
"Minna aku pergi dulu ya, aku akan segera kembali." Kata Kai.
"Iya hati-hati ya, Dohwan oppa juga." Kata Minna.
"Terimakasih." Jawab Dohwan.
"Hubungi aku jika ada apa-apa ya." Kata Kai.
"Baiklah." Kata Yeora.
Kai dan Dohwan pun keluar.
"Hyeong sudah mau pulang?" Tanya Donghwi.
"Iya, aku harus kembali ke minimarket." Kata Dohwan.
"Ah begitu ya." Kata Donghwi.
"Hyeong ayo aku antar kau ke minimarket." Kata Kai.
"Tidak perlu Kai, aku membawa motor kemari." Jawab Dohwan.
"Baiklah, aku juga membawa motor kemari." Kata Kai.
"Tidak biasanya kau mengendarai motor?" Tanya Dohwan.
"Iya hyeong, makanya aku akan kerumah menukarnya dengan mobil." Jawab Kai.
"Kau mau membeli makan siang?" Tanya Sera.
"Iya nunna." Jawab Kai.
"Aku ikut." Kata Sera.
"Baiklah, aku kebetulan aku membawa 2 helm." Jawab Kai.
"Oke. Ayo kita pergi." Kata Sera.
"Hati-hati ya eonni, Kai, Dohwan oppa." Kata Jihyun.
"Terimakasih." Jawab Dohwan.
Mereka bertiga pun keluar dari ruangan itu.
"Harusnya aku senang Kai memperhatikan Minna sampai begini, Minna juga terlihat nyaman di dekat Kai tapi kenapa? Kenapa aku merasa sesak?" Kata Dohwan dalam hati sambil berjalan di lorong.
...****************...