Back To Start

Back To Start
#25 Perasaan yang Berbeda




"Minna, sejujurnya aku sangat menyesal dengan kejadian kemarin. Aku benar-benar menyesal karena melibatkanmu dalam masalah pribadiku terlebih lagi hal itu membuatmu malu dan menjadi tidak nyaman. Kau tidak perlu memaafkanku dan menarik ucapanmu kemarin, aku hanya tidak ingin kau menganggap aku laki-laki tidak tahu malu yang sudah membuat masalah tapi tidak berkata apapun padamu." Kata Kai.


"Entahlah... aku juga merasa aku agak berlebihan kemarin. Seharusnya aku tidak mengatakan itu padamu, aku tahu kau juga sama terkejutnya seperti aku tapi aku hanya tidak paham situasinya. Aku juga minta maaf padamu." Jawab Minna.


"Aku benar-benar minta maaf padamu. Aku berjanji akan mengeluarkanmu dari urusan pribadiku ini jadi aku mohon sampai hal ini selesai janganlah jauh dulu dariku, aku tidak ingin perempuan itu berbuat macam-macam padamu dan membuat kau dalam bahaya." Kata Kai.


"Baiklah, terimakasih sudah berusaha menjelaskannya padaku. Ayo kita selesaikan tugas kita waktunya sudah tidak banyak." Jawab Minna.


"Terimakasih sudah memaafkanku, aku akan mengerjakan tugas kita sampai selesai dan menyelesaikan masalahku secepat mungkin. Sekali lagi terimakasih." Kata Kai.


"Hmmm..." Minna mengangguk sambil tersenyum.


<"Ya ampun dia tersenyum. Kenapa aku berdebar seperti ini."> Kata Kai sambil pura-pura sibuk merogoh ranselnya.


...****************...


...#25...


...Perasaan yang Berbeda...


Hari itu jadwal mereka di kampus pun selesai...


Kai melihat Minna yang sedang berdiri di dekat toilet.


"Hmmm... Minna... Kau sudah mau pulang?" Tanya Kai pada Minna.


"Iya, ini sudah sore aku harus bekerja." Jawab Minna.


"Ohhh... baiklah kalau begitu hati-hati di jalan ya." Kata Kai melambaikan tangannya rendah lalu berlari pergi.


<"Kenapa sih aku tidak bisa bilang 'boleh minta nomor ponselmu?' astaga! payah sekali kau Kai!!!"> Kata Kai dalam hati sambil terus berlari.


<"Hei kaki, kenapa kau berlari sih?"> Kata Kai lagi dalam hati sambil kesal melihat kakinya


Jihyun yang keluar dari toilet berpapasan dengan Kai yang sedang berlari.


"Kenapa Kai berlari seperti melihat hantu?" Tanya Jihyun pada Minna.


"Entahlah... mungkin dia buru-buru." Kata Minna sambil berjalan.


"Eh Minna, sepertinya Kai suka padamu deh." Kata Jihyun.


"Kau itu bicara apa sih? jangan sembarangan bicara nanti orang dengar." Kata Minna menegur Jihyun.


"Aku lihat tingkahnya tahu! dia selalu tersipu melihatmu, melirikmu jika kamu berbicara tapi menghindari pandanganmu. Itu tandanya dia suka padamu." Jihyun menjelaskan.


"Sudah... sudah... teorimu itu tidak selalu benar tahu!" Jawab Minna.


"Cih... kau meragukanku yang sudah berpacaran beberapa kali." Kata Jihyun agak kecewa.


"Iya... iya nona populer... hahaha..." Kata Minna bercanda.


"Kau itu lebih populer daripada aku tahu! tapi kau tidak terbuka dan membatasi diri." Kata Jihyun pada Minna.


"Kan aku sudah bilang, aku hanya ingin kuliah dengan lancar dan lulus tepat waktu. Rasanya berpacaran itu merepotkan." Kata Minna.


"Tapi kau cocok dengan Kai, aku yakin pasti dia ada perasaan padamu." Jawab Jihyun.


"Ssstttt.... sampai kapan kita akan membicarakannya? kasihan dia pasti sedang merasa tidak nyaman." Kata Minna.


....



"Aduh kenapa telingaku tiba-tiba sangat berdenging?" Kata Kai sambil menekan telinga kanannya.


"Hei fokuslah menyetir!" Kata Donghwi yang merasakan agak oleng di mobil Kai.


"Telinga kananku berdenging dan gatal sekali nih." Kata Kai pada Donghwi.


....


Minna pun naik bus lalu tiba di rumahnya...


"Hahh... akhirnya sampai juga di rumah, hari ini cukup aneh." Kata Minna sambil berbaring di kasurnya.


"Aku benar-benar tidak habis pikir dengan Jihyun yang terus-terusan membicarakan Kai. Sudah jelas kan aku ini jauh sekali dari tipe wanita yang seperti mantan Kai itu. Ada-ada saja mana mungkin Kai suka padaku." Kata Minna.


"Tapi dia memang agak aneh sih, dia bersusah payah menjelaskan padaku masalah kemarin padahal kan menjauhiku hal mudah baginya karena dia punya banyak orang yang menyukainya, pasti temannya juga banyak kan?"


"Ahhhh... aku memikirkan apa sih sekarang!" Kata Minna sambil menutup wajahnya dengan bantal.


"Ohhh aku akan menelepon Dohwan oppa dulu." Kata Minna sambil mengambil ponselnya.


*Tuuuttt... tuutttt....*


"Halo Minna." Jawab Dohwan.


"Halo oppa, oppa aku akan masuk ya hari ini." Kata Minna pada Dohwan.


"Kau sudah tidak apa-apa Minna?" Tanya Dohwan.


"Memangnya aku kenapa oppa? aku baik-baik saja kok." Jawab Minna.


"Betul kau baik-baik saja?" Tanya Dohwan untuk meyakinkan diri.


"Iya oppa, aku baik-baik saja." Kata Minna.


"Yasudah kalau kau yakin baik-baik saja kau datang saja. Aku akan menunggumu." Kata Dohwan.


"Baik oppa. Aku tidak akan terlambat." Jawab Minna.


"Sekarang kau istirahat saja dulu, masih ada waktu 2 jam." Kata Dohwan.


"Baik oppa." Kata Minna.


"Baiklah, selamat beristirahat." Kata Dohwan.


Dohwan pun menutup teleponnya.


"Dohwan oppa selalu berlebihan padaku, padahal aku kan baik-baik saja..." Kata Minna sambil menaruh ponselnya di meja.


....


Dirumah Kai...



"Minna hari ini bekerja tidak ya?" Kata Kai sambil berbaring di kasurnya.


"Ohh iya dia bilang tadi akan bekerja kan."


"Apa hyeong mengizinkannya masuk hari ini?"


"Aku tidak bisa menanyakannya pada hyeong, pasti sangat aneh jika aku menanyakannya."


"Ahhh ini semua membuatku pusing!"


Kai memikirkan apa yang dilakukan Minna.


*Drrrtttt... drrtttt... drrrttt...* Ponsel Kai bergetar.


"Mana sih ponselku?" Kata Kai sambil mencari ponselnya.


"Ini dia." Kai menemukan ponselnya lalu melihat siapa yang menelepon.


"Ahhh Karin..." Kata Kai agak kecewa melihat siapa yang menelepon.


"Memangnya aku menunggu telepon siapa sih kenapa aku antusias lalu kecewa? Dasar Kai gila!" Kata Kai sambil melempar ponselnya yang masih bergetar di kasur.


"Kenapa sangat berbeda ya?" Kata Kai sambil membaringkan dirinya di kasur.


"Aku tidak pernah merasa penasaran, berdebar atau ragu-ragu pada Karin seperti yang ku rasakan pada Minna. Pada Karin aku merasa... bagaimana ya? Hanya ingin melindunginya? seperti memberikan sandaran pada seseorang yang akan terjatuh... Ya seperti itu."


"Dasar bodoh perasaan sendiri saja tidak mengerti!" Kata Kai kesal pada dirinya sendiri.


"Tapi aku yakin, pada Minna bukan seperti itu. Kepada Minna, semakin aku ingin membatasi diriku untuk mendekatinya aku semakin tidak bisa, semakin aku mencoba untuk tidak menatapnya aku semakin ingin menatapnya, aku selalu ingin tahu apa yang dia rasakan, apa yang dia lakukan."


"Tunggu... apa aku menyukai Minna?" Kata Kai kaget pada perasaannya sendiri.


"Astaga Kai! Kau tidak boleh begini, kau baru saja agak terlepas dari Karin. Memangnya kau laki-laki macam apa?!" Kai menyadarkan dirinya sendiri.


*Drrrttt.... drrttt... drrrrttt...* Ponsel Kai bergetar lagi.


"Mana... mana... ponselku." Kata Kai langsung duduk sambil mencari ponselnya.


"Ohhh Donghwi."


"Halo Dongdong." Kai menjawab teleponnya.


"Kai kau sedang apa?" Tanya Donghwi.


"Aku sedang berbaring saja, ada apa?" Kata Kai.


"Aku sangat bosan di rumah, kau juga belum menceritakan apa yang terjadi kemarin malam kan..." Kata Donghwi.


"Lagian kau sibuk sekali sih, kita juga mengerjakan tugas tadi jadi aku belum sempat menceritakannya." Jawab Kai.


"Iya juga sih. Yasudah aku ke rumahmu ya? atau kita mau bertemu di luar?" Tanya Donghwi.


"Kau kesini saja dulu, nanti setelah kau disini kita pikirkan mau kemana." Jawab Kai.


"Aku siap-siap dulu ya, sampai nanti." Kata Donghwi.


"Oke, hati-hati di jalan." Jawab Kai lalu mematikan teleponnya.


....



"Oppa aku datang..." Kata Minna seketika memasuki minimarket.


"Kau sudah tiba? Apa kau benar baik-baik saja?" Tanya Donghwan pada Minna.


"Aku sungguh... sungguh... sungguh baik-baik saja oppa, memangnya aku terlihat sakit? apa aku pucat?" Jawab Minna sambil bercanda.


"Ya melihat kau bisa bercanda seperti itu tandanya kau baik-baik saja." Kata Donghwan.


"Iya kan aku baik-baik saja ini lihat aku..." Kata Minna sambil memutar badan di depan Dohwan.


"Iya... iya yasudah hahaha... nanti kau pusing berputar-putar terus." Kata Dohwan.


"Hahahaha..." Minna pun tertawa.


"Yasudah sana siap-siap dulu, aku akan merapikan rak sebentar." Kata Donghwan.


"Baik oppa." Jawab Minna, lalu ia pun ke belakang untuk bersiap-siap.


Beberapa menit kemudian...


"Aku pulang dulu ya Minna, hati-hati dan jangan lupa menelepon aku jika ada apa-apa ya." Kata Dohwan berpamitan.


"Iya oppa." Jawab Minna.


"Aku akan sangat marah padamu jika kejadian seperti kemarin terjadi dan kau tidak menceritakannya terlebih dahulu padaku." Dohwan menegaskan.


"Baik oppa~" Jawab Minna lagi.


"Yasudah aku pulang dulu ya, sampai bertemu besok." Dohwan mengusap-usap kepala Minna lalu segera keluar minimarket.


"Oppa!!" Minna berteriak sambil merapikan rambutnya.


Minna pun mulai bekerja pada hari itu...


....



"Ohhh... Jadi perempuan itu bekerja disini?" Kata seseorang di dalam mobil.


...****************...