Back To Start

Back To Start
#21 Ceritaku [Kai Side] - Apa Sih yang Kupikirkan?





"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Kai kepada Minna.


"Y...ya aku baik-baik saja." Jawab Minna yang masih terkejut dengan kejadian tadi.


"Apa shift mu sudah selesai?" Tanya Kai lagi.


"Iya sudah jamnya untuk tutup, aku harus bersih-bersih dulu." Jawab Minna.


"Oh iya silahkan." Kata Kai kepada Minna. Kai pun memungut tanda pengenal Minna di lantai lalu berjalan keluar.


...****************...


...#21...


...Ceritaku [Kai Side] -...


...Ada Sih yang Kupikirkan?...



Kai duduk diluar sambil sesekali melihat Minna sedang bersih-bersih...


"Kenapa dia yang menjaga sih kalau malam? Pasti dia sangat ketakutan tadi." Kata Kai sambil melihat ke dalam minimarket.


"Dia rajin sekali ya? belajar di kampus pagi sampai sore hari, bekerja di minimarket dari sore sampai malam, bagaimana dia bisa sepintar itu? kapan dia belajar? apa dia ada waktu mengerjakan tugas?" Kata Kai penasaran.


"Aishhh apa sih yang kupikirkan." Lalu Kai mengambil ponsel dari sakunya.


"Hari ini melelahkan sekali, Taegyeong lah bapak pembeli itulah astaga..." Kai pun menaruh kepalanya di meja.


"Awww... astaga aku lupa, tadi kan perutku terpukul ahhh Taegyeong sialan!" Kai kesakitan jika tubuhnya sedikit membungkuk.


"Ahhh jadinya aku harus bergerak hati-hati." Kai kembali duduk dengan benar.


"Oh iya aku lupa mengirim pesan pada Dohwan hyeong." Kai pun mengetik pesan kepada Dohwan.


*Crek...* Minna menutup pintu minimarket dan mengucinya dari luar.


"Astaga! kau masih disini?" Minna kaget melihat Kai masih duduk di luar.


"Tunggu disini ku ambilkan minuman dulu ya." Lanjut Minna.


"Tidak-tidak, tidak perlu. Aku hanya khawatir pembeli tadi datang lagi dan membuat kekacauan." Jawab Kai.


"Terimakasih ya sudah menolongku tadi, aku benar-benar tidak tahu akan bagaimana jadinya tadi jika kau tidak datang." Kata Minna kepada Kai.


"Tidak apa-apa aku hanya kebetulan lewat dan melihat jadi aku langsung masuk tadi. Apa kau terluka?" Tanya Kai kepada Minna.


"Ahhh tidak aku hanya kaget saja." Jawab Minna.


"Ini tanda pengenalmu, maaf aku sudah membuat talinya terputus." Kata Kai.


"Ohh iya tidak apa-apa aku akan meminta yang baru nanti." Jawab Minna sambil menerima tanda pengenalnya lalu memasukannya dalam tas.


"Apa rumahmu jauh dari sini?" Tanya Kai.


"Tidak jauh, hanya 10 menit saja dari sini." Jawab Minna.


"Ayo kuantarkan kau pulang sampai kerumah." Ajak Kai.


"Ehhh tidak perlu, aku baik-baik saja kok. Lagipula rumahku tidak jauh, aku bisa pulang sendiri." kata Minna.


"Hey, tidak baik kalau perempuan jalan sendiri malam-malam begini. Aku merasa seperti tidak gentle jika membiarkanmu pulang sendirian, aku juga kebetulan mau kerumah temanku." kata Kai sambil bercanda.


"Shhhh, Yasudah. Terimakasih kalau begitu." Jawab Minna sambil tersenyum.


Kata Kai dalam hati.


Merekapun berjalan bersama ke arah rumah Minna.


"Rumahmu ke arah sini juga?" Tanya Kai.


"Iya rumahku di apartemen O." Jawab Minna.


"Ohhh rumah temanku di apartemen M, jadi bisa sekalian lewat kan." Kata Kai.


"Iya benar." Jawab Minna.


"Kau sudah lama kerja disana?" Tanya Kai.


"Ya lumayan sekitar 3 tahun, tapi aku sering izin jadi rekan kerjaku yang lebih banyak bekerja." Jawab Minna.


"Temanku juga kerja di minimarket itu, dia sudah lama sekali bekerja disana." Kata Kai.


"Apa temanmu itu Dohwan oppa?" Tanya Minna.


"Kau kenal dia?" Tanya Kai balik.


Mereka pun berbincang-bincang sepanjang jalan. Kai mengobrol santai dengan Minna dan meminta maaf sudah membuat Minna kesal karena buku di perpustakaan.


Beberapa menit kemudian...


"Sudah sampai apartemenku, maaf aku tidak bisa mengajakmu mampir." Tanya Minna.


"Tidak apa-apa lagipula ini sudah malam tidak enak untuk mampir." Kata Kai.


"Baiklah hati-hati di jalan ya." Kata Minna lalu berbalik untuk naik tangga.


"Ehh Minna." Kai kembali memanggil Minna.


"Apa boleh kalau besok kita mengerjakan tugas prof. Choi bersama? aku juga membutuhkan buku yang kau pinjam itu." Tanya Kai.


"Baiklah, sampai besok di perpustakan." Jawab Minna sambil tersenyum.


"Ya sampai besok, terimakasih ya" Kata Kai berjalan mundur sambil melihat Minna.


Minna pun naik ke atas menuju unitnya.


"Woaaah kenapa ini? kenapa aku berdebar melihat dia tersenyum. 'maaf tidak bisa mengajakmu mampir' wah... dia langsung berterus terang tanpa basa-basi. Aku sudah gila! mengobrol dan melihatnya tersenyum membuat aku lupa kalau hari ini banyak hal menyebalkan terjadi." Kai bergumam dijalan sambil tersenyum.


...


Kai pun tiba di apartemen Dohwan...


"Hyeong, ini aku Kai." Kata Kai sambil mengetok pintu.


"Ohh ya tunggu sebentar." Kata Dohwan dari dalam.


"Wahhh kebetulan aku sedang memasak ramyeon, kau juga mau kan?" Kata Dohwan seketika membuka pintu.


"Sangat mau hyeong, aku lapar sekali. Hari ini cukup berat bagiku." Kata Kai sambil masuk membuka sepatunya.


"Hahaha ya ya ya, ceritakan padaku sambil makan ramyeon." Jawab Dohwan.


"Kau duduk saja dulu disini, nyalakan saja TV nya jika ingin menonton." Lanjut Dohwan sambil menyodorkan remote TV.


Kai pun duduk menunggu sambil menonton TV.


Beberapa menit kemudian ramyeon pun siap.


"Nahh... mari makan ramyeon nya sudah siap." Kata Dohwan sambil membawa panci panas berisi ramyeon.


"Ahh biar aku yang ambil alat makannya." Kata Kai sambil menaruh alas untuk panci lalu menuju ke dapur.


Mereka pun makan bersama dan Kai menceritakan semua yang terjadi padanya dan juga kejadian di minimarket.


"Tapi kau yakin Minna baik-baik saja?" Tanya Dohwan kepada Kai sangat serius.


"Iya dia baik-baik saja hyeong, aku juga sudah mengantarnya pulang sambil di depan apartemennya." Jawab Kai meyakinkan Dohwan.


"Selesai makan ini aku harus segera menelponnya." Kata Dohwan panik.


"Kau tahu kan kalau dia itu tinggal sendiri? aku tidak mau kalau dia mendapat perlakuan buruk atau mengalami hari yang berat. Kau harus menjaganya di kampus supaya dia tidak mengalami hal yang sulit." Kata Dohwan sambil memakan ramyeonnya cepat-cepat.


Kata Kai dalam hati, sambil menatap Dohwan.


"Kau dengar yang kukatakan barusan kan?" Tanya Dohwan pada Kai.


"Ohh... iya hyeong aku akan melakukannya." Jawab Kai agak kaget.


Mereka pun menghabiskan makan malam mereka sambil berbincang-bincang.


....


"Kau tidak mandi?" Tanya Dohwan yang baru keluar dari kamar mandi.


"Iya aku akan mandi." Jawab Kai.


"Handuk bersih ada di rak di atas wastafel ya." Kata Dohwan sambil menggosok rambutnya dengan handuk lalu mengambil remot TV.


Kai pun pergi mandi dan selesai beberapa menit...


"Minna, apa kau baik-baik saja? kenapa kau tidak mengabariku?" Kai mendengar samar-samar suara Dohwan dari kamar mandi.


Kata Kai dalam hati.


"Apa benar tidak apa-apa?" Tanya Dohwan ingin meyakinkan diri.


"Hahhh syukurlah kalau begitu, aku sudah bilang kan jika kau kesulitan untuk menghubungiku tapi kenapa kenapa kau tidak melakukannya?" Tanya Dohwan dengan tegas pada Minna.


Gumam Kai lalu dia keluar dari kamar mandi.


"Hyeong sudahlah, dia sangat syok tadi biarkan dia istirahat dulu." Kata Kai seketika keluar dari kamar mandi menegur Dohwan.


Dohwan menatap ke arah Kai lalu berbicara pada Minna.


"Yasudah Minna, maaf ya kalau aku terlalu menekanmu. Beristirahatlah nanti kau ceritakan padaku jika ada kesempatan ya." Kata Dohwan


"Selamat malam Minna, jangan lupa makan malam ya." kata Dohwan.


"Aku tutup teleponnya ya." Kata Dohwan lalu menutup telepon.


"Ahhh benar-benar... Bagaimana bisa dia tidak langsung menghubungiku? Padahal sudah kukatan berulang kali jika ada sesuatu dia harus menghubungiku." Dohwan terdengar kesal sambil menggenggam erat ponselnya.


"Ya... sepertinya dia sangat terkejut hingga lupa mengabarimu, wajarkan kalau dia buru-buru mandi dan beristirahat dalam keadaan seperti itu." Kata Kai sambil duduk di sebelah Dohwan lalu menyandarkan kepalanya di sofa.


"Benar juga katamu... Hah... Bagaimanapun, terimakasih sudah menolongnya tadi." Kata Dohwan sambil menepuk perut Kai.


"Awwww..." Teriak Kai sambil membungkuk memegang perutnya.


"Hei... Kenapa? aku menepuknya pelan-pelan." Kata Dohwan melihat Kai kesakitan.


"Ahhh bukan-bukan... Ini karena laki-laki yang kutemui sebelum kesini tadi, dia meninju perutku." Kata Kai.


"Kenapa kau tidak bilang? tunggu aku ambilkan obat memar ya." Dohwan pun pergi mengambil kotak P3K.


"Terimakasih hyeong." Kata Kai yang terlihat masih kesakitan.


Kata Kai dalam hati.


...****************...