
"Hei... Kenapa? aku menepuknya pelan-pelan." Kata Dohwan melihat Kai kesakitan.
"Ahhh bukan-bukan... Ini karena laki-laki yang kutemui sebelum kesini tadi, dia meninju perutku." Kata Kai.
"Kenapa kau tidak bilang? tunggu aku ambilkan obat memar ya." Dohwan pun pergi mengambil kotak P3K.
"Terimakasih hyeong." Kata Kai yang terlihat masih kesakitan.
Kata Kai dalam hati.
...****************...
...#22...
...Ceritaku [Kai Side] -...
...Satu Kesempatan...
Keesokan harinya...
"Hyeong terimakasih ya." Kata Kai berpamitan pada Dohwan.
"Hoammm.... wahh kau pulang pagi sekali. Ini masih jam 6, tidak sarapan dulu?" Jawab Dohwan yang baru saja bangun tidur.
"Tidak apa-apa hyeong, aku ada kuliah pagi dan tidak membawa perlengkapan kuliahku." Kata Kai.
"Yasudah hati-hati di jalan ya. Taxi mu sudah tiba?" Tanya Dohwan.
"Sepertinya sebentar lagi. Aku pulang dulu ya hyeong, tidak perlu mengantarku ke bawah." Jawab Kai lalu berjalan menuju tangga.
"Ya ya yasudah sering-sering mampir kesini ya!" Kata Dohwan setengah berteriak.
"Siap hyeong!" Kata Kai sambil melambaikan tangan.
Kai pun naik taxi untuk pulang menuju apartemennya.
"Ini dia apartemen Minna. Apa dia sudah bangun?" Kata Kai dalam hati.
Taxi pun melaju melewati apartemen itu.
Tidak lama Kai pun melihat Minna sedang lari pagi.
"Ehhh itu kan Minna. Dia bahkan sudah lari pagi jam segini?" Kata Kai dalam hati.
"Woaahhh dia benar-benar tidak pernah bersantai ya? Lari pagi, kuliah, bekerja." Kata Kai sambil menggelengkan kepalanya.
Kai pun tiba di depan apartertemennya...
"Akhirnya tiba juga di rumah." Kata Kai sambil menekan sandi rumahnya.
"Haaahhh.... udara di rumah sendiri memang paling segar." kata Kai sambil naik ke kamarnya.
"Hari ini kelas pagi pukul 8.30, pagi sekali sih. Ini sudah pukul 7.20." Kata Kai sambil melihat ponselnya.
"Untung aku sudah mandi, tinggal siap-siap saja." Kai pun langsung membereskan keperluan kuliahnya.
"Yah... makan roti di mobil lagi..." Kata Kai sambil mengambil beberapa roti dan susu di lemari es nya lalu menuju ke parkiran untuk memanaskan mobilnya.
"Tidak ada yang tertinggal kan, laptop, ponsel, buku catatan... oke. Panaskan mobil sebentar lalu berangkat." Kai pun memanaskan mobilnya sambil makan roti.
Kai pun berangkat ke kampus...
....
"Ehh... Donghwi kok tidak ada kabar ya." Kata Kai sambil menyetir.
Kai merogoh sakunya mengambil ponsel lalu menelepon Donghwi.
*tuttt.... tuuuutt.... tutt...*
"Halo." Jawab Donghwi.
"Dongdong kau sudah berangkat ke kampus?" Tanya Kai langsung.
"Ahhh... iya hari ini kelas pagi kan? aku lupa dan aku masih di kereta, semalam ibuku mengajak menginap." Jawab Donghwi.
"Oh... kau masih di rumah nenekmu ya, pantas saja kau tidak ada kabar semalam. Lalu bagaimana?" Tanya Kai lagi.
"Ya paling aku bolos kelas pertama, mau bagaiamana lagi." Jawab Donghwi.
"Yasudah nanti bertemu di kampus ya. Kabari aku jika kau sudah tiba di kampus." Kata Kai.
"Oke nanti ku kabari." Jawab Donghwi.
"Hati-hati di jalan ya. Tolong matikan teleponnya ya aku sedang menyetir." Kata Kai.
"Kau juga hati-hati." Jawab Donghwi lalu mematikan teleponnya.
Beberapa menit kemudian Kai pun tiba di kampus.
<"hahhh... Minna sudah disini? benar-benar tidak seperti manusia. Apa dia punya pintu kemana saja? atau bagaimana sih? dia kan tadi masih lari pagi."> Kata Kai dalam hati.
Kai pun menghampiri Minna yang duduk di sebelah Jihyun.
"Minna aku duduk disini ya?" Kata Kai meminta izin untuk duduk dengan Minna dan Jihyun.
"Ohhh ya silahakan." Jawab Minna.
Kai mengeluarkan buku catatan dan perlengkapan lainnya.
"Ohhh iya sudah sampai mana tugas kalian?" Tanya Kai pada Minna dan Jihyun.
Melihat Jihyun yang nampak bingung Kai pun memperkenalkan dirinya.
"Astaga maafkan aku, kenalkan namaku Kwon Kaisun panggil aku Kai" Kata Kai tersenyum sembari menyodorkan tanggannya pada Jihyun.
"Ohhh iya aku Jihyun, Ahn Jihyun." Jawab Jihyun sambil berjabat tangan dengan Kai.
"Tentu saja aku mengenalmu tanpa kau memperkenalkan diri hahaha kau kan perbincangan hangat di jurusan kita." Lanjut Jihyun.
"Ahhh tidak seperti itu kok, yang lain terlalu melebih-lebihkan saja." Jawab Kai sambil malu-malu.
"Bagaimana tugas kalian?" Lanjut Kai bertanya pada Minna dan Jihyun.
"Belum selesai" Jawab Minna.
"Iya referensinya masih kurang, apa perlu penelitian lapangan ya?" Jawab Minna dengan pertanyaan.
"Bagaimana kalau kita mengerjakannya bersama?" Tanya Kai.
"Kau tidak keberatan kan Minna?" Kai lanjut bertanya.
"Ahhh iya tidak apa-apa. Kalau bisa kita ajukan saja kepada prof. Choi untuk mengubahnya menjadi tugas kelompok. Bagaimana?" Jawab Minna pada Kai.
"Wahhh Minna ku ini memang paling top!" Jawab Jihyun mengacungkan jempol pada Minna.
"Daebak! aku punya teman pintar dan teman populer di kelas ini, benar-benar Jihyun yang sangat diberkati!" Kata Jihyun kegirangan sendiri membanggakan Minna dan Kai.
"Aisssh bicara apa sih kau ini" Kata Minna kesal.
"hahaha... Baiklah, aku akan membicarakan hal ini pada prof. Choi nanti. Semoga saja beliau menerima masukan kita." Jawab Kai.
<"Hmmm... satu kesempatan menarik perhatian Minna."> Kata Kai dalam hati.
....
Waktu istirahat makan siang...
"Donghwi dimana ya? masa dia belum sampai kampus?" Tanya Kai sambil melihat ponselnya.
"Lebih baik aku ke ruangan prof. Choi dulu untuk membicarakan masalah tugas tadi." Kata Kai menuju ruangan prof. Choi.
*tok...tok...tok...* Kai mengetuk ruangan prof. Choi.
"Silahkan masuk." Jawab Prof. Choi dari dalam ruangannya.
"Permisi pak saya ingin bicara dengan bapak sebentar." Kata Kai.
"Ohhh kau Kai, silahkan duduk." Kata prof. Choi.
"Bagaimana kabar ayahmu?" Lanjut Prof. Choi bertanya pada Kai.
"Ohhh kabar ayah baik-baik saja Profesor." Jawab Kai singkat.
"Syukurlah kalau begitu, sudah lama aku tidak bertemu dengannya beliau pasti sibuk mengurus bisnisnya ya?" Tanya Prof. Choi lagi.
"Iya Prof. bisa dikatakan begitu, beliau sedang membuka cabang di Inggris." Jawab Kai.
"Wahhh ayahmu memang hebat. Ahh iya lalu apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya prof. Choi pada Kai.
"Begini profesor, mengenai tugas yang anda berikan di kelas kami 2 minggu yang lalu..." Kai pun menjelaskan perihal tugas itu pada Prof. Choi.
"Oh begitu? Jadi kalian kesulitan mengerjakan tugas karena kesulitan referensi dan sasaran sumber yang sempit ya? Aku senang kau langsung menemuiku seperti ini Kai tidak seperti mahasiswa lain yang hanya mengomel di belakang lalu mengundurkan diri dari kelasku begitu saja." Jawab Prof. Choi.
"Iya Profesor begitulah yang kami alami, jadi kami ingin membuat permohonan pada anda untuk menerima masukan kami." Kata Kai.
"Baiklah kita ubah tugasnya menjadi tugas kelompok. Mengenai pembagian kelompoknya silahkan kau yang susun ya, aku sedang menyusun soal untuk ujian." Jawab Prof. Choi.
"Terimakasih Profesor, saya akan menyusun kelompoknya lalu mengumumkannya pada mahasiswa lain. Bolehkah saya menyusunnya di ruangan ini?" Tanya Kai.
"Ohh.. iya silahkan, duduklah di sana. Ngomong-ngomong apa kau tidak makan siang? Jika mau aku akan sekalian memesankannya untukmu lalu makan bersamaku disini, sudah lama juga kan kita tidak makan bersama." Kata Prof. Choi.
"Jika tidak merepotkan anda dengan senang hati saya akan menerimanya." Jawab Kai.
Prof. Choi pun memesan makanan. Sembari menunggu makanan tiba Kai menyusun kelompok kerja tugas itu.
Beberapa menit kemudian makan siang pun tiba dan mereka pun makan bersama sambil berbincang-bincang.
....
"Mereka dimana ya?" Kata Kai sambil melihat kelas yang kosong.
"Oh sepertinya mereka ke perpustakaan." Kata Kai langsung menuju perpustakaan.
"Ternyata kalian sudah di sini?" Kata Kai yang baru saja tiba di perpustakaan.
"Ohh iya kami langsung kesini setelah makan siang." Jawab Minna.
"Aku sudah bertemu dengan Prof. Choi dan beliau mengizinkan tugas kita menjadi tugas kelompok, aku juga sudah membantunya membagi kelompok." Kata Kai menjelaskan.
"Woaaahhh Kai memang paling oke." Kata Jihyun.
"Lalu bagaimana pembagian kelompoknya?" Tanya Minna pada Kai.
"Prof. Choi akan mengirimnya di grupchat." Jawab Kai.
"Ohhh ada pesan masuk, Ahn Jihyun, Hwang Dong Hwi, Kwon Kaisun, Shim Minna. Hah? Kita satu kelompok?" Jihyun membaca pesan lalu bertanya.
"Tentu saja kan aku yang membuatnya." Jawab Kai sambil tersenyum.
"Tapi siapa Hwang Dong Hwi?" Tanya Jihyun lagi.
"Dia temanku, sebentar lagi juga kesini." Jawab Kai.
"Yasudah kita kerjakan dulu yang sudah kita mulai, baru nanti kita gabungkan dan pilih yang mana yang paling menarik." Kata Minna mengarahkan.
"Baiklah." Jawab Jihyun dan Kai.
Mereka pun mulai mengerjakan tugas.
drrrtt... drttt... drttt...
"Ohhh sebentar ya ponselku berbunyi." Kata Kai, lalu keluar dari perpustakaan untuk mengangkat telepon.
Diluar perpustakaan...
"Halo Donghwi." Kai menjawab telepon.
"Aku sudah di kampus tapi ada pertemuan club. Aku baru membaca grupchat kelas kita, jadi tugas itu perkelempok ya?" Tanya Donghwi.
"Iya kau sekelompok denganku. Kau bisa tidak kirimkan saja tugasmu ke email ku biar nanti kami yang akan membahasnya duluan." Jawab Kai.
"Oke akan ku kirimkan, sampaikan maafku pada mereka ya." Kata Donghwi.
"Yasudah, kalau begitu aku akan masuk ke perpustakaan lagi ya." Jawab Kai.
"Iya, nanti ku kabari lagi." Kata Donghwi lalu mematikan teleponnya.
Kai pun masuk ke dalam ruangan perpustakaan.
"Jihyun, Minna, barusan Donghwi menelepon katanya dia ada pertemuan club dan sangat penting, tapi dia bilang sudah mengirimkan yang sudah dia kerjakan." Kata Kai menjelaskan.
"Yasudah tidak apa-apa, apa aku boleh melihatnya?." Kata Minna.
"Ohhh tentu saja, dia mengirimnya di emailku. Sebentar ya aku unduh dulu." Kata Kai.
"Ini dia..." Kata Kai sambil pindah duduk di samping Minna untuk menunjukkan file nya.
"Minna lehermu terluka? pasti gara-gara kejadian di minimarket tadi malam ya? maafkan aku, aku menariknya terlalu kuat." Kai tidak sengaja melihat luka di belakang leher Minna, Kai pun sangat kaget dan merasa bersalah.
"Tidak... tidak ini tidak apa-apa kok, aku sudah mengobatinya sebentar lagi juga lecetnya hilang." Kata Minna canggung sambil memegang belakang lehernya.
"Ayo kita ke rumah sakit, supaya tidak infeksi." Ajak Kai, sambil memegang lengan Minna.
Tiba-tiba Karin datang...
"Oh jadi ini perempuan yang membuatmu tidak datang kemarin?"
...****************...