Back To Start

Back To Start
#54 Keluarga Minna



"Oppa bangun..." Kata Karin membangunkan Taegyeong.


"Hmmm... Kenapa? Aku masih mengantuk." Kata Taegyeong sambil memeluk Karin.


"Oppa aku harus siap-siap untuk pergi." Kata Karin sambil mencoba membangunkan Taegyeong lagi.


"Oh iya sial aku lupa, kau harus pergi ya." Kata Taegyeong sambil menutup mata.


"Oppa lepaskan aku dulu." Kata Karin terus memberontak.


"Ahhhh... Aku tidak mau melepaskanmu!" Kata Taegyeong sambil terus bertahan memeluk Karin.


"Oh... Kau mau main-main denganku ya?" Kata Karin sambil mengelitiki Taegyeong.


"Hei! Hei! Geli! Cepat hentikan! Aku tidak pakai baju tahu!" Kata Taegyeong sambil menahan tangan Karin yanh mengelitikinya.


"Makanya jangan main-main denganku!" Kata Karin.


"Lima menit saja seperti ini, nanti kita akan lama tidak bertemu aku tidak bisa menciummu, tidak bisa memlukmu, tidak bisa melihatmu." Kata Taegyeong memeluk Karin dengan erat.


"Kau akan merindukan aku?" Tanya Karin menggoda Taegyeong.


"Akan sangat." Jawab Taegyeong.


"Benarkah? Bagaimana kalau aku bertemu laki-laki tampan disana?" Tanya Karin.


"Lakukan yang membuatmu bahagia, tapi jangan membuat masalah lagi." Kata Taegyeong.


"Terimakasih oppa." Karin mencium Taegyeong.


...****************...


...#54...


...Keluarga Minna...



"Kau sudah siap menelpon keluarga Minna?" Tanya Jihyun pada pada Donghwi.


"Bagaimana Kai?" Tanya Donghwi pada Kai.


"Hmmm..." Kai mengangguk dengan yakin.


"Oke ayo kita telepon. Apapun yang terjadi kita akan bertanggung jawab bersama." Kata Jihyun meyakinkan.


"Kita mau menelpon siapa? Oppanya atau ibunya?" Tanya Jihyun lagi.


"Ibunya saja, kurang etis jika ibunya tahu dari oppanya Minna." Jawab Donghwi.


"Baiklah." Jawab Jihyun.


*Tuuutt... Tuutttt... Tuttt...* Jihyun menelpon ibu Minna.


"Halo." Jawab ibu Minna.


"Ha... Halo selamat pagi." Kata Jihyun.


"Iya selamat pagi, ini dengan siapa?" Tanya ibu Minna.


"Saya Ahn Jihyun teman Minna di kampus bu. Ada sesuatu yang penting yang harus saya sampaikan pada ibu." Kata Jihyun sambil berdebar-debar tapi tetap mengumpulkan keberaniannya.


"Oh nak Jihyun, iya Minna sering menceritakan tentangmu. Ada apa nak? Kebetulan sekali kau menelpon, ibu sudah beberapa hari tidak mendengar kabar dari Minna. Apa dia baik-baik saja?" Tanya ibu Minna.


"Ibu, saya ingin memberitahukan bahwa Minna sedang sakit dan sedang di rawat di rumah sakit." Kata Jihyun.


"Apa? Minna sakit? Sakit apa nak?" Tanya ibu Minna panik.


"Ibu tenanglah dulu, Minna sudah mendapatkan penanganan dari dokter dan masih diperiksa sampai sekarang ini. Kami akan merawat Minna dengan baik bu." Kata Jihyun mencoba menenangkan ibu Minna.


"Minno... Minno!" Teriak ibu Minna memanggil Minno terdengar di telepon.


"Ada apa ibu?" Jawab Minno.


"Adikmu sakit! Katanya dia sedang dirawat, tolong ini bicaralah dengan temannya." Kata ibu Minna lemas.


"Ibu duduklah dulu, biar aku yang bicara." Kata Minno sambil mengantar ibunya duduk.


"Halo." Jawab Minna.


"Halo oppa, ini Jihyun." Jawab Jihyun agak ketakutan.


"Iya Jihyun, lama tidak bertemu. Bagaimana Minna? Sakit apa dia?" Tanya Minno.


"Oppa, apa ibu masih dekat dengan oppa?" Tanya Jihyun balik.


"Tidak, ibuku sudah duduk agak jauh. Ada apa? Apa benar-benar serius?" Tanya Minno semakin penasaran.


"Begini oppa, sebenarnya Minna mengalami kecelakaan dan harus di rawat di rumah sakit." Jawab Jihyun.


"Apa maksudnya? Kecelakaan apa?" Tanya Minno bingung.


"Aku merasa tidak baik menyampaikan ini di telepon, jadi akan lebih baik jika oppa melihat Minna langsung dan kami akan menceritalan langsung semuanya." Jawab Jihyun.


"Maksudmu aku datang ke Seoul?" Tanya Minno.


"Ahhh, tidak...tidak apa-apa. Biar aku yang kesana aku akan mengurus ibuku dulu dan mencari alasan untuk pergi kesana dan tidak membuat ibu panik." Kata Minno.


"Baik oppa, terimakasih. Kami akan menunggu oppa." Jawab Jihyun.


"Baiklah, sementara ini tolong jaga Minna dengan baik ya. Aku akan segera kesana." Kata Minno.


"Baik oppa." Jawab Jihyun.


"Baiklah Jihyun, aku akan menghubungi nomormu ini nanti ya." Kata Minno.


"Baik oppa. Sampai jumpa di Seoul." Kata Jihyun lalu menutup teleponnya.


"Hah.... Satu beban akhirnya terlepas." Kata Donghwi membuang nafas.


"Lihat kan Kai, kita bisa mengatasi ini meski perlahan. Kau jangan terus menyalahkan dirimu, karena itu hanya akan membuatmu semakin lama sembuh." Kata Donghwi pada Kai.


"Iya Donghwi. Kita hanya perlu menunggu oppanya Minna sekarang." Jawab Kai.


"Ohhh iya ngomong-ngomong bagaimana dengan kuliah kita?" Tanya Jihyun.


"Astaga! Kenapa aku tidak kepikiran sama sekali?!" Kata Donghwi.


"Kita bisa buat keterangan Kai dan Minna sakit, lalu kita berdua bagaimana?" Lanjut Donghwi.


"Yaampun, orang-orang pasti kebingungan jika kita semua tidak hadir bersamaan. Apalagi Minna dan Kai entah gosip apa nanti yang akan beredar di kampus." Kata Jihyun membayangkan keadaan kampus.


"Yasudah, begini saja. Aku akan tetap pergi kuliah seperti biasa, kau Jihyun aku akan mengurus izinmu kedepannya kita atur saja bagaimana izinnya oke?" Kata Donghwi.


"Baiklah. Sebisa mungkin kita tidak boleh membuat orang-orang kampus tahu hal ini." Kata Jihyun.


"Baiklah kalau begitu, aku akan siap-siap ke kampus." Kata Donghwi.


"Pakailah mobilku agar kau mudah kesana dan kemari, tapi ingat bawa SIM mu." Kata Kai.


"Baiklah, terimakasih Kai." Jawab Donghwi.


....



"Ibu, aku akan ke Seoul melihat Minna. Apa ibu baik-baik saja jika aku kesana?" Tanya Minno pada ibunya.


"Minno, biarkan ibu ikut ibu juga ingin melihat adikmu Minna." Jawab ibu.


"Ibu, jika ibu ikut siapa yang akan menjaga ayah? Aku berjanji aku akan segera pulang setelah melihat kondisi Minna bu." Kata Minno.


"Tapi ibu sangat ingin melihat Minna." Kata ibu sedih.


"Ibu dengarkan aku, jika ibu ikut aku kesana kasihan ayah dan lagi ayah akan merasa tidak nyaman jika kita menitipkannya pada keluarga yang lain karena mereka juga bekerja." Kata Minno menjelaskan.


Ibu hanya mengangguk.


"Nah sekarang ibu istirahat saja di rumah ya, tidak apa-apa kita tidak buka kedai hari ini aku akan menghubungi vendor untuk tidak mengirim bahan makanan dulu hari ini." Kata Minno.


"Baik nak, hati-hatilah di jalan ya dan jangan terlalu lama disana." Jawab ibu.


"Baiklah ibu. Aku akan meminta Jaehyong untuk sesekali datang melihat ibu dan ayah ya." Kata Minno lalu pergi bersiap-siap.


....



"Aku harus bilang apa pada orang-orang di kampus? Minna, Kai, Jihyun semuanya absen bersamaan." Kata Donghwi sambil mengemudi.


"Jika aku mengatakan mereka sakit, aneh sekali kan masa sakit bersamaan?"


"Ahhh masa bodoh, bagaimana nanti saja yang penting ada surat keterangan sakit Minna dan Kai tinggal ku berikan pada bagian administrasi."


Beberapa menit kemudian Donghwi pun tiba di kampus.


"Donghwi!" Yeora memanggil sambil berlari ke arah Donghwi.


"Ohhh Yeora." Jawab Donghwi.


"Bagaimana keadaan Minna dan Kai?" Tanya Yeora tanpa basa-basi.


"Hei pelankan suaramu." Kata Donghwi setengah berbisik pada Yeora.


"Ehhh, maaf suaraku keras sekali ya?" Kata Yeora menutup mulutnya.


"Mereka sedang di rawat, tapi Minna belum sadarkan diri." Kata Donghwi.


"Apa? Aku harus ke rumah sakit Donghwi, ayo kita ke rumah sakit!" Kata Yeora panik.


"Hei... Hei tenanglah, kita harus beraktivitas di kampus seperti biasa supaya tidak ada yang tahu masalah ini. Nanti selesai kelas kita pergi bersama ke rumah sakit oke?" Kata Donghwi memberi pengertian pada Yeora.


Tiba-tiba...


"Siapa yang sedang di rumah sakit Donghwi?"


...****************...