Back To Start

Back To Start
#6 Bertemu Dengannya





...#6...


...Bertemu Dengannya...


[Seoul 2021]


"Ahhh anginnya kencang sekali." Kata Minna di jalan menuju Kampusnya sambil menggosok-gosok lengannya.


"Hey Shim Minna!" Kata Jihyun menepuk pundak Minna.


"Aku kaget tahu! Kau ini pagi-pagi sudah cari gara-gara." Kata Minna kesal.


"Apa yang terjadi padamu? pagi-pagi begini sudah galak" kata Jihyun.


"Ahhh sudahlah!" Kata Minna lebih kesal lagi.


"Maafkan aku ya, maaf hmmm? Hmmm?" Kata Jihyun sambil menyenggol-nyenggol lengan Minna.


"Iya... iya, yasudah siapa sih yang bisa marah padamu!" Jawab Minna.


"Hahahahaha..." Jihyun hanya tertawa.


"Hey hey hey apa yang terjadi pada matamu itu? Panda saja masih lebih cantik" Kata Minna.


"Jahat sekali kau membandingkanku dengan panda, panda kan hewan!" Jawab Jihyun kesal.


"Panda itu imut, manis, lucu, ya walaupun panda memang hewan..." Kata Minna dengan nada mengejek.


"Apakah aku harus berpikir ulang untuk berteman denganmu Minna?" Jawab Jihyun dengan kesal.


"Ampun Jihyun ampun hahaha. Yasudah jelaskan apa yang terjadi dengan matamu itu? Kau menangis ya?" Tanya Minna.


"Ahhh bukan bukan, aku menonton drama sedih sekali. Aku menangis lalu ketiduran tidak sempat mengompres mataku." Jihyun menjelaskan kepada Minna.


"Haaahhhh..." Minna menarik nafas.


"Kukira kau bertengkar dengan pacarmu, siapa namanya aku lupa?" Lanjut Minna.


"Jaejoon, Jin Jaejoon. Yaampun Minna kau lupa nama JJ ku" Jawab Jihyun sambil tertunduk.


"Berlebihan sekali kau ini, tidak ingat nama pacarmu kan bukan berarti aku tidak menyayangimu." Kata Minna.


"Hmmmm.... Kamu memang Shim Minna ku, aku tidak bisa hidup tanpamu." Kata Jihyun merangkul erat lengan Minna.


"Ya ya ya ya..." Gumam Minna, lalu mereka pun tertawa bersama.


Mereka pun tiba di lantai dasar kampus mereka.


"Ehhh ngomong-ngomong jadwal kita hari sama ya?" Tanya Jihyun tiba-tiba.


"Kau ambil matakuliah prof. Kim pagi ini?" Tanya Minna balik.


"Iya benar." Jawab Jihyun


"Nah berarti kita sekelas." Kata Minna.


"Ayo masuk ke ruangan, kita harus duduk di belakang supaya bisa mengobrol kan?" Kata Jihyun.


"Hey Ahn Jihyun, aku tahu ini tidak benar. Tapi aku setuju denganmu." Kata Minna sambil bercanda.


"Ku kira kau akan menceramahiku lagi, hahahahah..." Kata Jihyun.


Tiba-tiba di ruangan berisik sekali.


"ssssttt... iya benar dia mahasiswa pindahan semester ini."


"wahhh dia tinggi sekali ya..."


"dia tampan dan dia benar-benar tipeku"


"bla... bla... bla..."


"waa...wa...wa..."


"iya benar, aku kira anak-anak lain mengada-ada."


....


"Apa sih yang mereka bicarakan?" Tanya Minna kepada Jihyun.


"Astaga kau tidak tau ya ada mahasiswa baru pindah ke jurusan kita." Jawab Jihyun.


"Lelaki itu? Yang itu? Yang pakai topi hitam?" Tanya Minna.


"Iya, katanya dia itu sempat ikut trainee untuk jadi idol dan hampir saja debut, tapi dia berhenti entah kenapa." Jawab Jihyun


"Hmmm begitu..." Kata Minna dengan kesan tidak peduli.


"Hey kau ini tetap saja cuek ya, pantas saja kau tidak punya pacar sampai sekarang." Kata Jihyun kesal.


"Ahhh pacar itu tidak penting tahu, aku hanya ingin kuliah dengan tenang lalu lulus dengan baik. Itu saja." Minna menjelaskan.


"Hmmm tapi kalau dilihat-lihat kalian itu serasi loh, cantik dan ganteng kalau bersatu pasti anaknya terlihat hebat." Kata Jihyun.


"Errghhh benar-benar! Hentikan omong kosongmu itu, sampai bawa-bawa anak segala. Menikah duluan sana!" Jawab Minna kesal.


"Eiiii aku kan hanya berandai-andai saja, sensitif sekali sih. Inilah efek dari jomblo seumur hidup tahu." Kata Jihyun meledek Minna.


"Erggggh!!" Minna kesal dan ingin menjambak Jihyun, tapi tiba-tiba dosen masuk ruangan.


"Untung dosen datang, kalau tidak akan ku buat botak kau hari ini Ahn Jihyun" Kata Minna kesal sambil berbisik.


"Hihihihi, ampuni aku Minnaku" Jawab Jihyun sambil merayu Minna.


....


Kelas pun selesai dan sudah waktunya makan siang.


"Jihyun kau mau makan dimana?" Tanya Minna.


Tiba-tiba...


"Minna, Jihyun!" Teriak seseorang memanggil sambil berlari ke arah Minna dan Jihyun.


"Hai Yeora!" Jawab Minna dan Jihyun sambil melambaikan tangan.


"Hahhh hahh hah... Ahhh kalian jahat sekali tidak mengajakku pergi makan bersama." Kata Yeora ter-engah engah.


"Ohhh Yaampun, kami kira hari ini kau tidak ada kelas biasanya kau menghubungi kami." Kata Jihyun menjelaskan.


"Ahh itu, aku lupa membawa ponselku, sepertinya tertinggal di kamarku." Jawab Yeora.


"Aigooo, zaman apa ini? Bagaimana bisa perempuan ini meninggalkan ponselnya yang sangat berharga di zaman modern ini!" Kata Minna sambil memukul keningnya.


"Hahaha Minna... Minna kau seperti tidak tahu saja kalau teman kita ini sangat pelupa." Kata Jihyun menjelaskan.


"Makanya pagi-pagi chat aku dong, agar aku tidak lupa membawa ponselku lagi." Kata Yeora.


"Hahahahaha" Mereka pun tertawa bersama.


"Ehhh kita makan siang di kantin saja yuk, supaya tidak kehabisan waktu makan siang." Kata Yeora.


Di kantin...



"Hari ini kantin agak sepi dari biasanya ya?" Kata Yeora.


"Ohhh sepertinya mereka mencoba makan di restoran baru di seberang kampus ini." Jawab Jihyun.


"Sudah-sudah cepat pesan, nanti kita kehabisan waktu." Kata Minna.


Beberapa menit kemudian...


"Ayo kita duduk di sana sana saja di dekat jendela, sambil melihat pemandangan." Kata Minna.


Mereka pun duduk di dekat jendela, di tempat duduk yang ditunjuk Minna.


"Ahhh... Jus jeruk di siang hari memang paling top!" kata Jihyun sambil meminum jus jeruknya.


"Hei Minna apa kau tidak bosan meminum jus stroberi setiap hari?" Lanjut Jihyun.


"Jus stroberi itu minuman favoritku dengan Minno oppa, saat masih kecil pasti kami rebutan karena jus miliknya selalu habis duluan sedangkan jus ku masih tersisa." Minna menjelaskan sambil tersenyum mengingat masa kecilnya.


"Wahhh sepertinya seru ya punya oppa seperti Minna" Kata Yeora.


"Ahh tidak juga oppaku sangat menyebalkan heuhhh sangat menyebalkan!" Kata Jihyun.


"Hahahaha, setiap orang kan punya sifat berbeda-beda jadi tidak bisa di bandingkan." Kata Minna.


"Ehhh... Ehhh... lihat itu di sana." Kata Jihyun tiba-tiba menunjuk ke arah luar.


"Ahh itu kan anak baru itu." Lanjut Jihyun.


"Oh itu Kwon Kaisun, sepertinya dia sedang bertengkar dengan perempuan itu." Kata Yeora.


"Oh iya namanya Kwon Kaisun, aku lupa dia biasa dipanggi Kai, siapa perempuan itu ya?" tanya Jihyun.


"Sstttt sudah... Sudah lanjutkan makannya, kalian ini suka sekali mencampuri urusan orang." Kata Minna yang dengan tenang menikmati makanannya.


"Hei Shim Minna, kau galak sekali sih. Kami kan hanya ingin tahu saja." Jawab Jihyun.


"Benar juga sih, ayo lanjut makan nanti kita malah kehabisan waktu makan siang." Kata Yeora.


"Ya baiklah, baiklah." Jawab Jihyun.


"Tapi aku juga benar-benar penasaran sih apa yang terjadi dan siapa perempuan itu..." Kata Yeora.


"Hong Yeora!!!" Teriak Minna dan Jihyun menegur Yeora.


"Iya iya iya..." Kata Yeora langsung memakan makanannya.


....


Jadwal kelas berikutnya.


"Anu maaf In-Hyang-ssi, aku mau bertanya kenapa prof. Sun meliburkan kelasnya? Tidak biasanya prof. Sun seperti ini." Tanya Minna kepada asisten dosen Sun Ha-ri.


"Ohhh katanya suami prof. Sun sedang sakit, makanya beliau tidak bisa masuk hari ini." Jawab In-Hyang.


"Baiklah, terimakasih informasinya asisten In-Hyang." Kata Minna sambil membungkuk.


"Iya baik, sama-sama." In-hyang pun pergi.


"Yeora, Jihyun kalian juga mengambil kelas prof. Sun?" Tanya Minna kepada Yeora.


"Iya aku mengambilnya" Kata Jihyun.


"Aku tidak, hari ini jadwal kuliahku hanya pagi saja" Kata Yeora.


"Ohh, apakah kalian mau ke perpustakaan? Aku mau mencari referensi untuk tugas prof. Choi" Ajak Minna.


"Ayo, aku juga belum mengerjakannya" Jawab Jihyun.


"Aku ikut, aku juga ada buku yang ingin ku cari." Jawab Yeora.


Di perpustakaan...



"Ssttt kita duduk disini saja, yang jauh dari penjaga perpustakaan." Kata Yeora berbisik.


Minna dan Jihyun mengangguk lalu menaruh tas mereka di bangku yang di tunjuk oleh Yeora.


"Aku kesana dulu ya mencari buku." Kata Minna.


"Aku akan mencari-cari referensi dulu di internet ya" Kata Jihyun.


"Aku disini saja melanjutkan paper ku." Kata Yeora.


Minna pun mencari buku yang ia perlukan di rak buku.



"Dasar undang-undang anak, dasar undang-undang pemilu, dasar undang-undang....." Gumam Minna sambil menyebutkan judul buku yang ia lihat.


"Ahhh itu dia dasar undang-undang pers!" Kata Minna menemukan buku yang ia cari.


"Aduh tinggi sekali sih" Minna kesulitan mengambil bukunya.


"Ayo Minna sedikit lagi" Gumam Minna sambil berusaha menggapai buku itu.


Tiba-tiba...


"Hey itu buku yang ku temukan duluan!" Kata Minna pada mahasiswa yang mengambil buku yang sudah ia incar.


"Aku duluan yang memegangnya tahu!" Jawab lelaki itu.


"Apa-apan kau ini, aku duluan tahu! Kata Minna.


"Siapa suruh kau tidak segera mengambilnya!" Kata lelaki itu.


"Aku sedang berusaha mengambilnya!" Jawab Minna.


"Siapa suruh kau pendek? Karena itulah kau tidak bisa mengambilnya dengan cepat!" Kata lelaki itu.


"Hey kenapa kau jadi kurang ajar?!" Minna mulai kesal dan berteriak.


"Sssstttttt!!!" Kata semua orang yang ada di perpustakaan.


"Kenapa kau berteriak dasar aneh!" Kata lelaki itu.


"Kau yang aneh, aku tidak mengenalmu dan tidak tau kau muncul dari mana tapi kau tiba-tiba membuat keributan seperti ini." Jawab Minna kesal


"Berterus teranglah jika ingin berkenalan denganku, namaku Kwon Kaisun. Panggil aku Kai." Jawab lelaki itu.


...****************...