
"Baiklah. Minna, baik-baik ya aku akan segera kembali." Kata Kai pada Minna.
"Iya." Jawab Minna sambil tersenyum.
"Dah..." Kai melambaikan tangan lalu pergi.
"Minna, mau kuberi tahu sesuatu?" Kata Jihyun.
"Apa itu?" Tanya Minna penasaran.
"Dari dulu Kai itu sangattttt menyukaimu." Jawab Jihyun.
"Benarkah?" Tanya Minna.
"Iya benar, jujur saja aku sampai ingin kabur jika dia mulai menceritakan tentang dirimu." Kata Donghwi.
"Hahaha... Benar, aku saja yang tidak terlalu sering bertemu dengannya selalu mendengar dia menyebut hal tentangmu, yang dia tanyakan hanya seputar dirimu. Tapi aku suka hal itu karena dia benar-benar ingin mengenalmu dan dia juga melindungimu dengan sungguh-sungguh." Kata Jihyun.
"Ternyata benar ya?" Tanya Minna.
"Ya?" Tanya Donghwi dan Jihyun bersamaan.
"Hmmm... Itu sebenarnya, aku juga tidak mengerti tapi entah mengapa ketika aku bangun sepertinya Kai adalah orang yang paling aku kenal meskipun aku tidak tahu namanya tapi rasanya dia bukan orang asing bagiku, aku merasa nyaman ketika berbicara dengannya dan aku merasa dia adalah orang yang penting untukku." Minna menjelaskan perasaannya.
...****************...
...#72...
...Perasaan Minna...
Jihyun dan Donghwi memperhatikan apa yang Minna katakan.
"Rasanya seperti, dia menarikku dari sisi yang gelap dan melindungiku supaya aku tidak kesana lagi dan membuat aku seakan hanya boleh menatapnya saja tapi anehnya aku senang dengan hal itu. Cara dia berbicara padaku, ketika dia panik karena keadaanku, tatapannya saat berhadapan denganku, bahkan ketika dia meneteskan air mata saat pertama kali aku membuka mata, harusnya aku marah karena seseorang yang tidak ku kenal menggenggam tanganku begitu saja tapi aku malah merasa nyaman ketika dia yang melakukannya. Hanya suara dan namanya yang tidak asing saat pertama kali aku dengar." Minna menjelaskan lagi sambil tersenyum.
"Hmmm, Minna~ itu manis sekali. Aku sampai ingin menangis." Kata Jihyun menggenggam tangan Minna.
"Minna, aku tidak tahu apa aku boleh mengatakan ini tapi sepertinya kau harus tahu bahwa Kai bahkan mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkanmu waktu itu. Tentu saja aku tidak mengatakan kau harus membalas semua itu seperti hutang budi, tapi setidaknya yang kupikirkan adalah kau merasakan ketulusan Kai bahkan saat kau tidak sadarkan diri." Kata Donghwi.
"Ternyata memang seperti itu ya." Kata Minna.
Tiba-tiba...
"Minna!!!" Yeora berlari masuk ke dalam ruang rawat lalu memeluk Minna.
"Halo." Jawab Minna sambil membalas pelukan Yeora.
"Halo semuanya." Kata Sera yang masuk dengan tenang.
"Yeora, eonni, kalian sudah disini? Katanya datang setelah selesai makan siang?" Tanya Jihyun.
"Yeora sudah tidak sabar ingin bertemu Minna, kebetulan sudah ada yang menggantikan aku juga untuk menjaga perpustakaan makanya kami bisa datang cepat." Kata Sera.
"Aku bolos loh, dosennya galak lagi. Tapi aku sangat ingin bertemu dengan Minna." Kata Yeora.
"Hahaha dasar kau ini." Kata Jihyun.
Minna memandang wajah Yeora.
Tiba-tiba...
*Nging...* Telinga Minna berdengung.
"Eonni ayo kita pergi saja ya eonni! ayo!"
"Anak ini! Bukannya kau masuk prof. Park? Nanti kau kena nilai minus."
"Tidak apa-apa eonni yang penting aku bertemu Minna."
"Yasudah, yasudah ayo pergi."
"Itu kenangannya Yeora? Dia bicara dengan eonni tapi yang bisa kulihat hanyalah wajah Yeora." Kata Minna dalam hati.
"...na, Minna?" Yeora memanggil Minna.
"Oh iya?" Minna terkejut dan langsung menjawab.
"Kok melamum sih? Apa ada yang sakit?" Tanya Yeora.
"Ahh... Tidak kok, aku tidak apa-apa." Jawab Minna.
"Benar kau tidak apa-apa?" Tanya Donghwi.
"Iya Donghwi, aku baik-baik saja kok." Jawab Minna.
"Katakan jika kau merasa sakit atau butuh apapun ya? Tidak perlu takut atau merasa merepotkan." Kata Donghwi.
"Iya baiklah Donghwi. Terimakasih." Jawab Minna.
"Minna, Minna, apa kau ingat aku? Aku Yeora temanmu." Kata Yeora.
"Maaf Yeora aku belum mengingatmu, tapi aku akan berusaha ya." Kata Minna sambil tersenyum.
"Baiklah, tanyakan saja padaku jika kau ingin tahu sesuatu oke?" Kata Yeora.
"Baiklah Yeora." Kata Minna.
"Aku senang sekali bisa mengobrol denganmu, sudah 2 bulan tidak mendengar suaramu. Aku sangat rindu padamu." Kata Yeora memeluk tangan Minna.
"Terimakasih sudah menungguku ya Yeora." Kata Minna.
"Tentu saja kami menunggumu, kenapa kau bilang begitu?" Kata Yeora tetap merangkul tangan Minna.
"Baiklah, baiklah." Kata Minna tersenyum.
"Cepatlah sembuh, supaya kita bisa ke kampus bersama lagi." Kata Yeora.
"Minna apa kau bisa makan buah-buahan?" Tanya Sera.
Minna melihat Sera.
*Nging...* Telinga Minna berdengung.
"Yeora kenapa kau sudah disini? Memangnya kelasmu sudah selesai?"
"Eonni ayo kita pergi saja ya eonni! ayo!"
"Anak ini! Bukannya kau masuk prof. Park? Nanti kau kena nilai minus."
"Tidak apa-apa eonni yang penting aku bertemu Minna."
"Yasudah, yasudah ayo pergi."
"Ini kenangan Sera eonni, ahh... aku mengerti sekarang." Kata Minna dalam hati.
"Minna?" Sera memanggil karena Minna tidak menjawab juga.
"Oh iya eonni? Buah-buahan ya?" Jawab Minna.
"Iya, apa kau bisa makan buah?" Tanya Sera lagi.
"Aku tidak tahu eonni, aku belum bertanya pada dokter tentang apa yang bisa ku makan." Jawab Minna.
"Oh begitu ya..." Kata Sera.
"Iya nunna, tadi Kai bilang dia akan menanyakan pada dokter apa yang bisa Minna makan." Kata Donghwi.
"Baiklah kita tunggu Kai ya, ini aku dan Yeora membawakanmu buah. Aku taruh di meja ya, jangan sampai pemangsa ini yang memakannya." Kata Sera menunjuk Donghwi.
"Wah, kejam sekali! Walaupun aku suka makan, aku tidak akan memakan makanan orang lain tahu!" Jawab Donghwi kesal.
"Hahahah... Kau itu bukan hanya suka makan." Kata Yeora.
"Lalu apa?" Tanya Donghwi.
"Ra...kus~" Jawab Yeora.
"Mau mati ya? Sini kau! Beraninya bicara dari jauh!" Kata Donghwi sambil mengejar Yeora.
"Hahaha... Kalian ini, ini di rumah sakit tahu." Kata Jihyun.
"Untung ruangannya luas, kalau tidak kalian akan menghancurkan semua barang disini." Kata Sera.
"Waaa... Minna... Tolong aku!" Kata Yeora sambil terus berlari.
"Hahahah..." Minna tertawa lepas.
Tiba-tiba semuanya terdiam.
"Kenapa tiba-tiba berhenti?" Tanya Minna bingung.
"Kami sangat senang mendengarmu tertawa seperti itu lagi!" Kata Jihyun dan Sera sambil mendekati Minna.
"Aku dan Yeora berjasa kan membuat Minna tertawa~" Kata Donghwi bangga.
"Hmmm... ya iya, baiklah anggap saja begitu." Kata Sera meledek Donghwi.
"Huh... Nunna, sedikit saja dukung aku kek~" Kata Donghwi kecewa.
Mereka pun tertawa bersama.
....
"Jadi tuan Kai, sejauh ini kondisi anda baik-baik saja tapi tolong perhatikan pola makan, berolahraga dan seringlah berinteraksi dengan teman atau jalan-jalan ke luar ya." Kata dokter pada Kai.
"Baik dokter." Jawab Kai.
"Oh iya, ini jadwal psikolog dan dokter fisioterpi untuk pasien Minna disitu sudah ada kontak mereka jadi anda bisa menghubungi mereka sebelum memulai konsultasi jika ada yang ingin ditanyakan. Jika anda juga merasa membutuhkab bantuan psikolog silahkan ikuti terapinya supaya beban pikiran anda bisa berkurang." Kata dokter.
"Terimakasih dokter." Jawab Kai.
"Baiklah kalau begitu, sepertinya cukup untuk pemeriksaan kali ini. Apa ada yang ingin anda tanyakan?" Tanya dokter.
"Oh iya dokter, apa aku boleh tahu apa yang bisa Minna makan? Seperti buah-buahan misalnya, apakah ada yang tidak boleh ia makan?" Tanya Kai.
"Minna diizinkan memakan apa saja, tapi untuk sementara hindari makanan yang terlalu pedas, terlalu asam dan soda karena kita masih belum bisa memastikan bagaimana kondisi pencernanyaannya, kita baru bisa memastikannya 2 hari ke depan." Jawab dokter.
"Baik dokter saya akan mengingatnya." Jawab Kai.
"Jika ada sesuatu silahkan panggil kami ya." Kata dokter.
"Baik dokter, kalau begitu saya permisi dulu. Terimakasih." Kata Kai.
"Sama-sama tuan Kai, semoga anda dan nona Minna segera pulih." Kata dokter.
"Terimakasih." Kai pun pergi meninggalkan ruangan dokter.
"Syukurlah Minna baik-baik saja..." Kata Kai sambil berjalan menuju ruangan Minna.
"Wah... Tampan sekali."
"Apa dia pasien disini?"
"Dia benar-benar seperti anggota boy grup."
"Hah... Lagi-lagi seperti ini..." Kata Kai sambil terus berjalan dan berpura-pura tidak mendengar apa yang di katakan orang lain.
...****************...