Back To Start

Back To Start
#58 Sera dan Minno



"Permisi, pasien sudah selesai ganti baju silahkan jika mau masuk. Saya permisi dulu." Kata perawat.


"Terimakasih banyak." Jawab mereka semua bersamaan.


"Ayo oppa kita tengok Minna ke dalam." Ajak Jihyun.


"Baiklah." Minno pun mengikuti Jihyun ke dalam ruangan rawat.


"Woahhh... Daebak! Oppanya Minna tampan sekali! Seperti seorang idol!" Kata Yeora kagum.


"Sssttt... Kecilkan suaramu!" Kata Sera.


"Aduh maaf, maaf..." Kata Yeora.


"Sekarang aku tahu bagaimana reaksimu ketika pertama kali melihat Kai." Kata Donghwi.


"Tentu saja, mana ada perempuan normal biasa saja melihat lelaki tampan?" Kata Yeora sambil terus tersenyum.


"Lalu maksudmu Minna tidak normal?! Wahhh jahat sekali kau secara tidak langsung mengatakan kalau Minna tidak normal!" Kata Donghwi menggoda Yeora.


"Ihhh... Bukan begitu maksudku! Bisa saja sebenarnya Minna kagum tapi tidak mengekspresikannya kan?" Kata Yeora.


"Ahhh kau ini bisa saja memutar balikan kata-katamu sendiri!" Kata Donghwi.


"Terserah kaulah! Hahhh... Aku masih tidak menyangka kalau orang-orang tampan ada disekitarku." Kata Yeora sambil melamun.


"Dasar korban drama!" Kata Donghwi.


"Donghwi kau iri ya karena tidak ada yang bilang kau tampan?" Kata Sera meledek.


"Nunna!" Donghwi kesal.


"Hahahaha.... Sepertinya kau betulan kesal ya?" Kata Yeora tertawa.


"Auhh... Aku salah berdebat dengan wanita-wanita liar ini!" Kata Donghwi kesal.


"Apa kau bilang? Kau mau mati ya?!" Kata Yeora sambil memukul lengan Donghwi.


"Awww... Sakit tahu!" Teriak Donghwi.


"Hei sudah...sudah... Kalian lupa kalau ini di rumah sakit ya?" Kata Sera.


"Lagian Yeora ini menyebalkan sekali!" Kata Donghwi.


"Kau yang duluan tahu!" Kata Yeora.


"Astaga! Kubilang kan sudah, kenapa malah berlanjut. Minum kopinya!" Kata Sera.


"Baik." Kata Donghwi dan Yeora bersamaan.


...****************...


...#58...


...Sera dan Minno...



"Minna ini oppa." Kata Minno sambil menggenggam tangan Minna.


"Minna, maafkan oppa baru datang melihatmu ya. Oppa sangat merindukanmu begitu juga ibu dan ayah. Cepat bangun ya Minna, lihat ini teman-temanmu banyak sekali mereka juga sangat baik kau berhutang banyak sekali pada mereka." Kata Minno.


"Oppa, aku keluar dulu ya." Kata Jihyun yang merasa sungkan mendengar perkataan Minno.


"Ohh iya baiklah Jihyun." Kata Minno.


Seketika Minno sadar ada ranjang pasien lain di ruangan itu.


"Hmmm... Jihyun tunggu sebentar." Kata Minno pada Jihyun yang baru saja berbalik badan akan keluar.


"Ya oppa?" Jihyun langsung berbalik.


"Jihyun maaf, tapi sepertinya ada pasien lain ya di kamar ini? Bukankah harusnya di ruangan ini hanya ada satu pasien?" Tanya Minno.


"Ohh iya benar juga oppa belum bertemu dengan Kai ya?" Kata Jihyun.


"Kai?" Tanya Minno.


"Iya oppa, Kwon Kaisun dia yang menyelamatkan Minna kemarin saat di culik. Keadaannya lumayan parah sehingga dia harus di rawat juga." Jawab Jihyun.


"Lalu kemana dia sekarang?" Tanya Minno.


"Dia sedang dipanggil oleh dokter. Oh iya oppa, dia juga yang membayar semua biaya perawatan." Jawab Jihyun.


"Jadi, suite room ini? Mahasiswa mana yang mampu membayar semua ini?" Tanya Minno kaget.


"Kai itu... Cucu pendiri Kwondam group." Kata Jihyun berbisik.


"Sepertinya kenyataan ini mirip dengan apa yang oppa pikirkan." Jawab Jihyun.


"Aku harus bagaimana? Karena aku tahu persis sifat gadis ini bagaimana." Kata Minno sambil melirik Minna.


"Aku rasa aku tidak perlu menceritakan detailnya seperti apa pada oppa ya?" Kata Jihyun.


"Hah... Aku harus bagaimana bertemu dengan Kai? Aku tidak tahu cara untuk membalas semua yang dia lakukan terlebih dia sudah mengorbankan nyawanya untuk Minna." Kata Minno.


"Oppa, oppa tidak perlu khawatir ya Kai melakukan ini semua dengan tulus dia tidak akan mengharapkan balasan apapun dari apa yang sudah di lakukannya. Kai bukan hanya baik pada Minna tapi pada kami semua, jika hal seperti ini terjadi bukan pada Minna dia juga akan melakukan hal yang sama. Karena itu oppa, kami minta tolong oppa bicara dengannya karena dia selalu menyalahkan dirinya bahkan sampai berkali-kali diberi obat penenang." Jihyun menjelaskan keadaan Kai.


"Kenapa dia berpikir begitu? Baiklah jika bertemu dengannya aku akan berbicara padanya, kau tidak perlu khawatir ya." Jawab Minno.


"Ehhh oppa lihat itu, Minna mengeluarkan air mata." Kata Jihyun kaget melihat air mata Minna menetes.


"Minna, ini oppa kau mendengar oppa kan? Kumpulkan kekuatanmu untuk bangun ya Minna, perlahan saja." Kata Minno sambil menggenggam tangan Minna dengan erat.


"Oppa, apa aku harus memanggil dokter?" Tanya Jihyun.


"Lebih baik kita beritahukan saja, supaya Minna diperiksa lagi." Kata Minno.


"Baik oppa." Jawab Jihyun lalu menekan tombol pemanggil.


Tidak lama dokter pun datang dengan beberapa perawat ke ruangan itu.


"Ada apa ini?" Donghwi dan yang lainnya kaget lalu masuk ke ruangan rawat.


"Ada apa?" Tanya Sera dengan isyarat pada Jihyun.


Jihyun membalas dengan isyarat "Tunggu sebentar." Sementara dokter sedang memeriksa keadaan Minna.


"Syukurlah, kesadaran pasien sudah meningkat. Jadi kalian bisa mengobrol, membacakan buku, memberinya mendengarkan lagu, hal-hal itu bisa menjadi motivasi agar pasien bisa bangun." Kata dokter.


Tiba-tiba Kai datang. Ketika masuk ke ruangan Kai kaget karena semua orang berada di ruang rawat, khawatir ada yang terjadi pada Minna Kai pun berlari kedalam ruang rawat.


"Ada apa ini? Kenapa Minna?" Kata Kai sambil mendorong tiang infusnya.


"Tuan Kai mohon tenang dulu ya ini adalah kabar baik, karena kesadaran nona Minna sudah meningkat jadi kalian harus terus berkomunikasi dengannya supaya pasien termotivasi untuk bangun." Kata dokter menjelaskan lagi.


Kai hanya membuang nafasnya lega.


"Tenang kawan, Minna baik-baik saja." Kata Donghwi sambil menepuk pundak Kai.


"Maaf, aku hanya khawatir. Syukurlah kalau keadaan Minna membaik, semoga saja dia segera bangun ya." Kata Kai.


"Tuan Kai, anda juga harus memperhatikan kesehatan anda. Jika infus itu sudah habis, kau harus berjalan-jalan keluar mencari udara segar dan menghibur dirimu. Pergilah menonton film, seringlah mendengar musik, seringlah bercanda dengan teman-temanmu jangan terlalu mengkhawatirkan keadaan Minna karena jika anda berkomunikasi dengannya dengan hati yang gembira pengaruhnya akan sangat besar untuk kesadarannya." Kata dokter.


"Baik, terimakasih dokter." Jawab Kai.


"Baiklah kalau begitu, saya permisi dulu." Kata dokter.


Dokter dan para perawat pun pergi meninggalkan ruangan rawat Minna.


"Baiklah kalau begitu, ayo lanjut minum kopinya." Kata Yeora mengajak semuanya.


"Ayo Kai, perawat bilang kau boleh minum kopi." Kata Jihyun.


"Benarkah?" Kai senang.


"Iya, ayo cepat aku juga tadi memberi beberapa camilan dan cake." Kata Jihyun.


"Baiklah, Minna nanti aku kembali lagi ya." Kata Kai girang tapi Kai belum menyadari di ruangan rawat ada Minno.


Kai pun keluar dari ruangan rawat, tersisa Minno dan Sera di ruangan itu.


"Hah... Anak itu emosinya selalu naik turun sangat girang jika sangat senang tapi sangat terpuruk ketika sedih." Kata Sera berbicara spontan tanpa sadar ada Minno.


"Sepertinya kau sangat mengenal Kai ya?" Tanya Minno tiba-tiba.


"Ya? Oh, iya kami tetangga dan teman sejak kecil. Maaf aku bicara sembarang tadi aku tidak sadar kau masih disini." Jawab Sera kaget.


"Hahaha... Santai saja, tidak perlu sungkan begitu kita sepertinya seumuran. Berapa umurmu?" Tanya Minno.


"Aku, 27 tahun." Jawab Sera.


"Oh, aku 28 tahun. Hmmm... Sebenarnya aku lahir di akhir tahun sih, jadi kau panggil aku dengan namaku saja ya." Kata Minno pada Sera.


"Mana bisa begitu? Tentu saja aku harus memanggilmu oppa." Kata Sera tegas.


"Ya kalau begitu, panggil aku sesukamu sajalah." Kata Minno.


"Baiklah, Minno oppa~" Kata Sera meledek.


Minno tersemyum tersipu dan kagum melihat sifat Sera yang ceria dan ramah.


...****************...