
[All pict from Pinterest]
Jihyun dan Donghwi pun tiba...
"Maaf agak lama ya, banyak sekali yang mengantri." Kata Jihyun.
"Ini pesanan Kai, yang ini punya Minna, ini punya Yeora, ini punyaku dan Donghwi." Lanjut Jihyun sambil membagikan makanan mereka.
"Selamat menikmati makanannya..." Kata Donghwi sambil duduk.
"Woahhh... Minna dan Kai sama-sama suka minum jus stroberi ya?" Tanya Yeora dengan polos.
"Yeora!!!" Kata Jihyun dan Minna bersamaan.
"Aku kan hanya bertanya." Kata Yeora murung sambil menyumpit makanannya.
"Sudah makan saja!" Kata Jihyun pada Yeora.
Mereka pun makan siang bersama dengan suasana agak canggung, tapi Kai merasa sangat senang bisa makan siang bersama dengan mereka.
...****************...
...#31...
...Dua Goal...
"Ohh... temannya Kai, kita belum berkenalan kan? Namaku Yeora." Kata Yeora pada Donghwi.
"Ohhh iya namaku Donghwi, senang berkenalan denganmu." Kata Donghwi menyodorkan tangannya.
"Iya salam kenal ya." Yeora berjabat tangan dengan Donghwi.
"Rasanya senang sekali punya teman baru apalagi laki-laki, hahaha..." Lanjut Yeora dengan polos.
"Donghwi, Kai, kalian jangan kaget ya, Yeora memang sangat polos dan tidak bisa berbasa-basi jadi kalau dia bicara seenaknya tolong di mengerti ya." Kata Jihyun menjelaskan sifat Yeora.
"Ohh begitu ya, jadi Minna dan Jihyun harus jadi rem untuk Yeora?" Kata Kai.
"Memangnya aku begitu ya? Aku kan hanya mengatakan apa yang aku pikirkan." Kata Yeora protes.
"Ya... kau memang mengatakan apa yang ada dipikiranmu, tapi tanpa menyaringnya lagi." Jawab Minna.
"Jihyun~ Apa aku seperti itu?" Tanya Yeora dengan nada manja.
Jihyun hanya mengangkat bahunya sambil mengunyah makanannya.
"Hahahaha... sudah... sudah ayo kita makan lagi." Donghwi terhibur melihat interaksi Minna, Yeora dan Jihyun.
"Yeora selesai makan siang kau masih ada kelas?" Tanya Minna.
"Iya aku masih ada jadwal kuliah sampai sore, memangnya kalian sudah selesai?" Kata Yeora.
"Ya... kelas kami sudah tidak ada tapi tugas kami banyak." Jawab Jihyun.
"Kami akan ke perpustakaan setelah ini." Lanjut Minna.
"Yasudah nanti kukabari jika aku sudah selesai kelas ya." Kata Yeora.
"Kenapa Yeora berbeda jurusan dengan Minna dan Jihyun?" Tanya Kai tiba-tiba.
"Ohh... aku memang kurang tertarik dengan jurnalistik, jadi mengambil jurusan lain." Jawab Yeora.
"Lalu bagaimana kalian bisa berteman?" Tanya Donghwi.
"Yeora temanku sejak SMP, rumah kami berdekatan. Kalau dengan Minna kami kebetulan satu kelompok saat orientasi kampus." Jawab Jihyun.
"Minna memang lebih pendiam dibanding kalian berdua ya?" Kai bertanya mengalihkan topik.
Semuanya agak kaget dengan pertanyaan Kai, Minna tiba-tiba berhenti mengunyah makanannya dan Donghwi menatap tajam Kai.
"Hmmm... Minna memang bicara lebih sedikit dibandingkan aku dan Jihyun." Yeora mengangguk dan menjawab pertanyaan Kai.
Jihyun menendang kaki Yeora.
"Kenapa kau menendangku? Memangnya aku salah bicara?" Kata Yeora pada Jihyun.
"A...haha... Tidak kok, aku hanya tidak terbiasa mengobrol sambil makan." Jawab Minna agak canggung.
"Minna memang jarang berbicara ketika melakukan sesuatu jadi maklumi saja, bukan berarti dia tidak nyaman denganmu atau Donghwi." Jawab Jihyun.
Minna hanya mengangguk sambil tersenyum, lalu meminum jusnya.
"Ohh... kalau begitu kita bisa sering-sering makan bersama seperti ini kan Minna?" Tanya Kai tiba-tiba.
"Ahh... i...iya silahkan saja." Jawab Minna ragu-ragu.
"Goal!" Kata Kai dalam hati sambil tersenyum tipis mengunyah makanannya.
"Bocah modus ini membuat aku ingin menendang kepalanya." Kata Donghwi dalam hati sambil menatap tajam Kai.
"Apa dia dengan sengaja memancingku?" Kata Minna dalam hati sambil mengunyah makanannya.
"Sepertinya Kai benar-benar sedang mencari kesempatan untuk mendekati Minna." Kata Jihyun dalam hati.
Melihat semuanya tiba-tiba terdiam Yeora langsung memecah suasana.
"Kalian sedang telepati ya?" Tanya Yeora polos.
"Ahh... kalian sudah selesai makannya?" Tanya Donghwi mengalihkan pembicaraan.
"Iya sudah, aku mau ke toilet dulu kalian ke perpustakaan saja duluan." Kata Minna lalu berdiri.
"Kalau begitu aku ke kelas dulu ya, sampai nanti~" Kata Yeora pamit.
"Ehh... kapan-kapan makan begini lagi ya agar lebih seru." Kata Yeora sambil berjalan lalu menoleh ke belakang lagi.
"Yeora, tunggu aku." Kata Minna menyusul Yeora.
"Kalau begitu ayo kita ke perpustakaan duluan." Ajak Kai pada Jihyun dan Donghwi.
"Dasar Minna, dia meninggalkan ponselnya lagi." Kata Jihyun sambil mengambil ponsel Minna di atas meja.
"Periksa lagi ada yang tertinggal tidak?" Tanya Donghwi pada Kai dan Jihyun.
"Tidak ada. Ayo." Jawab Kai.
Mereka pun berjalan bertiga ke perpustakaan...
"Jihyun..." Kai tiba-tiba memanggil Jihyun.
"Ya?" Jawab Jihyun.
"Ahh... Tidak begitu kok, Minna itu selalu fokus ketika mengerjakan sesuatu jadi dia tidak banyak bicara mau itu sedang makan, belajar bahkan menonton film pun Minna memang tidak banyak komentar. Sebenarnya dia tidak sependiam yang kau kira kok." Jawab Jihyun.
"Kau sih suka bertindak gegabah, modusmu itu terlalu kentara hingga membuat Minna ilfeel padamu tahu!" Kata Donghwi agak kesal.
"Kau ini bukannya mendukungku malah membuat aku terpojok!" Kata Kai pada Donghwi.
"Hahaha..." Jihyun tertawa melihat Kai dan Donghwi.
"Untuk mendekati Minna kau harus sabar, karena Minna selalu fokus pada tujuannya jadi dia selalu mendahulukan apa yang menurutnya menjadi prioritas. Aku senang kalau kau mau mendekati Minna, walaupun sulit semangat ya! Aku akan membantumu." Kata Jihyun pada Kai.
"Nah... Jihyun saja mengerti maksudku, kau ini teman macam apa sih." Kata Kai pada Donghwi.
"Terimakasih dukunganmu Jihyun, aku akan mentraktirmu makanan enak hahaha..." Lanjut Kai pada Jihyun.
"Tapi jangan sampai kau hanya main-main dengannya ya! Aku akan membunuhmu jika kau melakukan itu!" Kata Jihyun memberi peringatan pada Kai.
"Tidak mungkin aku seperti itu, iya kan Dongong?" Kata Kai percaya diri.
"Hati-hati Jihyun, bocah ini memang paling jago mengiming-imingi orang lain." Kata Donghwi pada Jihyun.
"Kau ini benar-benar!" Kai mengepalkan tangannya pada Donghwi.
Jihyun hanya tertawa melihat tingkah laku Kai dan Donghwi.
Mereka pun tiba di perpustakaan...
"Kenapa Minna lama sekali ya." Kata Jihyun.
"Jangan-jangan dia mencari ponselnya." Kata Donghwi.
"Ahh... biarkan saja, siapa suruh dia ceroboh begitu." Kata Jihyun sambil melihat laptopnya.
"Minna belum datang?" Tanya Kai yang datang dari arah rak buku.
"Belum." Jawab Jihyun.
Tiba-tiba Minna masuk perpustakaan tergesa-gesa dan agak panik.
"Jihyun, hah... hah... kau... lihat ponselku?" Tanya Minna sambil terengah-engah.
"Sudah kubilang kan pasti Minna sedang mencari ponselnya, hahaha..." Kata Donghwi pada Jihyun.
"Ini..." Jihyun menaruh ponsel Minna di meja.
"Hah... Aku kira hilang, aku sampai kembali lagi ke kantin tahu!" Minna bernafas lega, sambil mengambil ponselnya.
"Siapa suruh kau ceroboh!" Kata Jihyun agak kesal.
"Iya maaf... Terimakasih Jihyun." Jawab Minna sambil tersenyum polos.
"Ayo lanjutkan tugas kita, kalian sudah sampai mana? Kita harus mencari topik yang paling menarik diantara tugas kita baru membuat rancangan wawancara dan presentasinya." Kata Minna memberi petunjuk.
Kai memperhatikan Minna berbicara dan melihat Minna masih agak terengah-engah dan berkeringat.
"Hmmm...Minna, ini seka keringatmu lalu minumlah." Kata Kai sambil menyorkan tissu dan air mineral.
"Ahh... Iya terimakasih." Kata Minna sambil mengambil tissu dan air mineral itu.
Jihyun dan Donghwi tersenyum tipis sambil menunduk dan menutup bibirnya, melihat Minna menerima bantuan Kai.
"Goal kedua." Kata Kai dalam hati bangga pada dirinya sendiri sambil melihat Minna memakai tissunya lalu meminum air mineralnya.
"Ohh... ini topik yang aku bahas adalah..." Kai menjelaskan apa yang sudah dikerjakannya.
Mereka menjelaskan topik mereka masing-masing...
"Topik siapa yang paling menarik menurut kalian?" Tanya Minna.
"Aku tertarik dengan topik Donghwi, tapi sepertinya sasaran wawancaranya cukup sulit." Jawab Kai.
"Iya aku juga tertarik dengan topik Donghwi, tapi punya Minna sepertinya lebih mudah untuk dilanjutkan." Jawab Jihyun.
"Menurutku topik Kai, karena topik Kai itu cukup spesifik dan tidak akan menghasilkan kesimpulan yang terlalu luas, sasaran wawancaranya juga cukup banyak karena menyangkut masyarakat umum." Jawab Donghwi.
"Aku juga setuju dengan pendapat Donghwi. Bagaimana? Jadi kita akan pakai topik milik Kai ya?" Tanya Minna pada mereka bertiga.
"Aku setuju." Jawab Jihyun.
"Iya kita pakai topik Kai saja." Jawab Donghwi.
"Baiklah." Jawab Kai.
"Oke, kalau begitu Kai yang selanjutnya akan memimpin diskusi kita ya, karena ini adalah ide Kai jadi akan lebih baik jika Kai yang mengarahkan." Kata Minna pada Kai.
"Mohon bantuannya." Kata Kai pada mereka bertiga.
Mereka pun melanjutkan diskusi mereka dipimpin oleh Kai.
....
"Cih... perempuan itu! Lagi-lagi satu meja dengan Kai." Karin melihat Minna, Jihyun, Kai dan Donghwi sedang berdiskusi.
"Kenapa?" Kata teman Karin yang berjalan bersamanya.
"Itu dia perempuan yang merebut Kai dariku." Kata Karin.
"Yang berambut panjang?" Tanya temannya.
"Iya." Jawab Karin.
"Kau yakin dia pacar baru Kai? Masa dari kau ke perempuan yang biasa saja seperti itu?" Kata teman Karin.
"Aku pun tidak mengerti dengan Kai, apa sih yang dia lihat dari perempuan itu? Jelas-jelas aku lebih segalanya dibanding dia." Kata Karin.
Tiba-tiba...
"Tolong jangan bergosip atau mengobrol terlalu keras di area perpustakaan. Terimakasih." Sera keluar menegur Karin dan temannya.
"Ih... menyebalkan sekali sih." Kata Karin pada Sera.
"Mohon maaf, suara kalian berdua membuat pengunjung perpustakaan terganggu." Kata Sera.
"Ayo kita pergi saja." Ajak teman Karin pada Karin.
Karin dan temannya pun pergi bergitu saja...
"Dasar seonbae yang tidak bisa menjadi contoh! Sudah bergosip, menyombongkan diri, mengata-ngatai orang lagi, padahal tembok perpustakaan ini tebal, tapi bisikan mereka jelas sekali kederannya." Kata Sera agak kesal sambil masuk lagi ke dalam perpustakaan.
...****************...