Back To Start

Back To Start
#13 Lalu Sekarang Bagaimana?





...#13...


...Lalu Sekarang Bagaimana?...


[Review #12 Lupakan Saja Sejenak]


"Dia memang cantik sih ya kan Minna?" Tanya Jihyun pada Minna.


"Iya seonbae itu sangat cantik dan modis, kita kan sudah mengira kalau tipe wanita Kai adalah seperti itu." Jawab Minna santai.


"Woaaa Shim Minna, aku tidak tahu harus berkata apa tapi... bagaimana bisa kau sesantai ini? hah? seonbae itu kan sudah membuatmu malu." Kata Yeora bingung.


"Aku tidak malu kok, aku tidak merasa dipermalukan juga. Bukankah seonbae itu yang mempermalukan dirinya sendiri? Aku sih biasa saja." Jawab Minna dengan percaya diri.


"Benar-benar tidak sia-sia kami kita berteman dengan Minna, ya kan Yeora?" Kata Jihyun.


"Hmmm... itulah sebabnya kami mau memanggilmu 'Ibu Baptis' hahahhaha" Kata Yeora.


"Aisss kalian ini berlebihan tahu!" Jawab Minna agak kesal, namun akhirnya tertawa juga.


Malam itu mereka pun bersenang-senang bersama. Seakan melupakan apa yang sudah terjadi tadi di kampus, tetapi Minna masih menyimpan sesuatu dalam hatinya....


...****************...


"Ahhh kampus lagi, perpustakaan lagi..." Minna merasa kehilangan semangatnya pagi itu.


"Kenapa aku lapar sekali ya? karena semalam aku makan banyak?" Kata Minna sembari masih di tempat tidur.


drrrttt... drrrttt... drrtt... *Ponsel Minna bergetar*


"Ya?" Jawab Minna malas-malasan.


"Hei Shim Minna! kau baru bangun? tumben sekali?" Kata Jihyun di telepon.


"Aisss aku malas sekali hari ini *hoammmm*" Kata Minna sambil menguap.


"Ada kabar baik, katanya kelas prof. Park akan libur hari ini karena beliau ada urusan ke luar negeri." Kata Jihyun semangat.


"Benarkah? ahhh syukurlah tidak perlu berangkat pagi." Jawab Minna biasa saja.


"Ahhh kau benar-benar mengecewakanku, jawaban macam apa itu tidak ada semangat sama sekali." Kata Jihyun sedikit kesal.


"Horeee!" Jawab Minna tiba-tiba.


"Heuuuhhh menyebalkan!" Kata Jihyun.


"Hahahaha" Minna hanya tertawa.


"Nah seperti itu kan, baru Minna namanya." Kata Jihyun.


"Hmmm... Lalu ada kabar apa lagi nona?" Tanya Minna.


"Ya apa lagi? ayo ke perpustakaan." Jawab Jihyun.


"Perpustakaan... perpustakaan... perpustakaan.... arrggghhhh" Kata Minna kesal.


"Hei Minna, jika tugas kita lekas selesai urusanmu dengan Kai juga selesai kan? Jadi semangatlah! Anggap saja tujuan akhir dari menyelesaikan tugas ini adalah membereskan masalahmu. Bagaimana?" Kata Jihyun menyemangati Minna.


"Woaaa Jihyun... Apa kau benar Ahn Jihyun teman yang kukenal? Kau benar mengobarkan semangatku!" Jawab Minna setengah bercanda.


"Kau mau mati ya? Yasudah kau siap-siaplah nanti kita bertemu di kampus ya." Kata Jihyun kesal.


"Heiii aku bercanda nona Jihyun." Kata Minna menggoda Jihyun.


"Iya iya sudah ahahahha..." Jihyun pun tertawa.


Telepon pun mati dan Minna bersiap-siap untuk ke kampus.


....


"Apa pagi ini Minna di perpustakaan ya?" Tanya Kai dalam hati.


"Aku ke kampus saja deh, aku akan minta maaf dengan benar padanya."


Kai pun memanaskan mobilnya dan siap-siap pergi ke kampus, beberapa menit kemudian Kai pun berangkat.



Di dalam mobil Kai...


"Mengapa aku gelisah seperti ini ya?"


"Apa yang harus aku katakan ya?"


"Bagaimana jika Minna tidak mau memaafkanku?"


"Aishhhh gila aku bisa gila! ahhh aku tidak menyangka Karin akan membuat kehidupan kampusku begini!"


Kai bingung dan gelisah, dia benar-benar merasa bersalah pada Minna.


Beberapa menit kemudian Kai pun sampai di kampus.


"Kenapa aku tambah tidak tenang ya setelah sampai di kampus? aku tidak bisa begini terus aku harus menjelaskan semuanya pada Minna." Kata Kai sambil berjalan ke dalam gedung kampus.



*Kemana ya? kalau ke kelas, pasti sepi karena kelas prof. Park libur. Ahh aku ke perpustakaan saja." kata Kai sambil menuju ke dalam lift.


Di perpustakaan...


"Selamat pagi nunna!" Kai menyapa Sera.


"Kai? astaga tumben sekali kau berada di perpustakaan, apalagi sepagi ini!" Kata Sera menggoda Kai.


"Hahaha ya ya ya, maaf aku hanya bercanda kok." Kata Sera.


"Ehhh ngomong-ngomong kau ini, benar-benar membuat gempar tahu! apa sih yang terjadi kemarin?" Lanjut Sera bertanya.


"Itu salah paham saja nunna, jadi...."


Kai menceritakan kejadian kemarin kepada Sera.


"Jadi kau ke perpustakaan pagi-pagi begini karena ingin minta maaf ya? sudah ku duga tidak mungkin kau tiba-tiba jadi mahasiswa rajin kan?" Sera kembali menggoda Kai.


"Aishhh... benar-benar ya! aku ini sedang serius tahu!" Jawab Kai kesal.


"Cup... cup... cup... baiklah *dongsaeng, apa yang bisa nuna bantu untukmu?" Sera menggoda Kai lagi.


[*Dongsaeng: panggilan kepada orang yang lebih muda/ adik]


Kai pun membisikkan sesuatu pada Sera.


"Oke baiklah, itu hal mudah. Awas saja kalau masalahmu dengan Karin dan Minna tidak selesai ya!" Jawab Sera.


"Kau memang Sera nunna ku yang terbaik." Kata Kai dengan wajah cerah.


"Hmmm... hmmm... baiklah, yasudah aku mau melanjutkan menyusun buku ini dulu." Jawab Sera.


Sera pun melanjutkan tugasnya dan Kai pun keluar dari perpustakaan mencari Karin.


....



Minna di dalam bus menuju ke kampus...


"Hahhh... bagaimana ya aku harus bersikap jika bertemu Kai? Aku tidak tahu mengapa aku semarah itu, tapi aku benar-benar kaget diperlakukan seperti itu oleh orang yang bahkan baru aku kenal, apalagi seonbae itu pada pertemuan pertama dia melakukanku seperti itu. Aku merasa samgat terpojok kemarin." Kata Minna dalam hati sambil melihat ke luar bus.


"Ahhh masa bodoh... yang penting sampai saja dulu ke kampus."


Beberapa menit kemudian Minna pun sampai di Kampus.


"Aku langsung ke perpustakaan saja kali ya." Kata Minna sambil bergegas naik lift menuju lantai perpustakaan.


Minna mengecek ponselnya, lalu mengirim pesan kepada Jihyun.


......["Hei tuan putri, aku sudah di kampus. Langsung ke perpustakaan ya!"]......


Di perpustakaan...


"Selamat pagi Sera eonni!" Minna menyapa Sera yang sedang merapikan buku.


"Halo selamat pagi Minna." Jawab Sera.


"Kau sendiri eonni? apa perlu ku bantu?" Tanya Minna.


"Iya rekanku dan mahasiswa piket belum datang, senang sekali kau mau membantuku." Jawab Sera.


"Dengan senang hati eonni, lagipula aku masih menunggu temanku. Ahhh sebentar ya aku menaruh barang-barangku dulu." Kata Minna.


"Oke." Jawab Sera.


"Apa yang perlu kubantu eonni?" Tanya Minna pada Sera, sambil mengikat rambutnya


"Ohh iya tolong kau susun buku di tumpukan kedua itu ke rak dengan klasifikasi yang sesuai ya, lihat saja nomor pada labelnya, kau pasti mengerti." Sera menjelaskan pada Minna.


"Baik, aku mengerti." Minna pun langsung mulai membantu.


....


"Karin!" Kai memanggil Karin yang baru saja mau masuk ke dalam gedung kampus.


"Kai?" Karin menjawab dengan wajah cerah.


Karin memajukan wajahnya ingin mencium Kai, tapi Kai menghindar dan wajah Karin pun menjadi sedikit muram.


"Sudah aku bilang berapa kali kita sudah tidak ada hubungan apa-apa, jadi jangan melakukan dan mengatakan apapun padaku sesuka hatimu!" Kata dengan suara tegas.


"Lalu apa? kenapa kau menungguku disini?" Tanya Karin agak kesal.


Kai sadar banyak mahasiswa yang melihat mereka berdua, maka Kai menarik Karin ke tempat yang lebih sepi.


"Auuuu tanganku! Apa yang mau kau katakan?" Kata Karin sambil menggosok pergelangan tangannya.


"Aku sudah mengatakannya tadi." Jawab Kai singkat.


"Ohhh jadi perempuan biasa bernama Minna itu benar-benar pacar barumu? apa yang kau pikirkan? kau menjadikan wanita biasa itu penggantiku? hahaha lucu sekali!" Kata Karin dengan nada meledek.


"Sudah kubilang jaga kata-katamu dan jangan bandingkan Minna dengan dirimu! Dia tidak akan melakukan hal yang membuat aku kecewa seperti yang kau lakukan!" Kai semakin marah dengan sikap dan kata-kata Karin.


"Aku sudah bilang berapa kali, aku tidak ada hubungan apapun dengan Lee Taegyeong! hanya kebetulan bertemu dan mengobrol itu saja." Jawab Karin.


"Kau pikir aku akan percaya dengan kata-katamu? terlalu banyak bukti yang kau tinggalkan untuk berkata seperti itu Karin! Jadi tolong lepaskan aku dan jangan ganggu Minna, kau yang membuat semua ini menjadi hancur! Jadi kau harus menerima buah dari apa yang kau lakukan!" Kata Kai.


"Kai... kau tahu kan aku sangat suka padamu? aku dan Taegyeong tidak ada hubungan apa-apa. Aku tidak bisa hidup tanpamu Kai, anggap saja kemarin aku dan Taegyeong sedang mengerjakan tugas bersama. Hmmm?" Kata Karin sambil menggenggam tangan Kai.


"Mengerjakan tugas?" kata Kai sambil melempar tangan Karin dari tangannya


"Kau dan Taegyeong mengerjakan tugas di hotel? Hahhh aku tidak mengerti lagi harus menjelaskan dengan metode apa. Ingat ini baik-baik ya Gu Karin: Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa, aku sudah tidak peduli lagi apa yang kau lakukan dengan Taegyeong yang laki-laki lainnya. Jangan pernah kau menyalahkan Minna dalam masalah ini, ini semua adalah salahmu tidak ada hubungannya dengan Minna. Jika kau membuat Minna dalam kesulitan aku tidak akan tinggal diam kau akan langsung berhadapan denganku! Camkan itu baik-baik dalam kepalamu!" Lanjut Kai dengan nada tegas, lalu berbalik meninggalkan Karin.


"Kai tunggu dulu, dengarkan aku dulu!" Karin menarik tangan Kai.


"Lepaskan aku, air matamu itu tidak akan merubah apa yang sudah ku katakan tadi! Mengerti?!" Kata Kai membanting tangan Karin lagi lalu pergi meninggalkannya.


"Kai... hei Kwon Kaisun... Kau akan menyesal membuang aku seperti ini!" Karin berteriak di belakang Kai sambil menangis.


"Arrrrggghhhh! perempuan bernama Minna itu. Lihat saja nanti kau akan mendapat balasannya!" Kata karin kesal.


...****************...