
Dokter dan para perawat pun keluar dari ruangan itu.
"Minna, ayo menonton drama bersamaku." Kata Jihyun mencoba mendorong Minna dengan kursi rodanya.
"Iya Minna, berjalan-jalan ke tamannya nanti sore saja ya ini tengah hari di luar pasti panas sekali." Kata Donghwi.
"Baiklah, aku di dalam ruangan saja." Kata Minna.
"Yeay! Ada yang menemaniku menonton." Kata Jihyun sambil mendorong kursi roda ke living room.
Donghwi mengikuti Jihyun dan Minna.
"Minna, kau mau menonton sambil mengemil buah? Biar aku siapkan ya." Kata Yeora.
"Terimakasih banyak Yeora." Kata Minna sambil tersenyum.
"Woah... Lihat ini Minna, jika kau tidak lekas sembuh semangat kami merawatmu akan sia-sia loh!" Kata Donghwi bercanda.
"Baiklah, baiklah kalian sudah berusaha dengan keras maka aku akan keluar dari sini 2 hari lagi ya." Kata Minna lalu tertawa.
"Tanpa tambahan hari lagi?" Jihyun menggoda Minna.
"Baiklah tanpa tambahan hari lagi." Jawab Minna tersenyum.
"Bagus! Hahahahah...." Mereka tertawa bersama.
...****************...
...#76...
...Keadaan yang Membaik (2)...
"Makanan datang!" Kata Sera membuka pintu diikuti oleh Kai.
"Ini di... Minna? Kau sudah boleh menggunakan kursi roda?" Minna senang dan terkejut melihat Minna sedang mengobrol di living room.
"Iya, aku sudah sehat." Kata Minna tersenyum.
"Ini nunna!" Kai memberikan semua bungkusan makanan pada Sera.
"Cih, anak ini." Kata Sera menerima bungkusan itu lalu menyiapkannya di meja.
"Kerja bagus Minna, kau harus segera pulih ya." Kata Kai berjongkok lalu memegang tangan Minna.
"Baiklah, aku berjanji akan segera sembuh." Kata Minna.
"Cukup, cukup, cukup! Sini satu orang bantu aku mengambil peralatan makan dan satu lagi bantu aku membuka semua bungkusan ini." Kata Sera menghentikan situasi romantis.
Mereka terkaget dan langsung bergerak.
"A...aku mengambil alat makan." Kata Donghwi.
"Aku bantu buka bungkusannya ya eonni." Kata Jihyun.
"Hmmm... Aku, aku bantu siapkan air minum ya." Kata Yeora.
Minna tertawa kecil melihat situasi itu.
"Hei, kau yakin tidak akan membantu apapun?" Tanya Sera sambil melirik Kai.
"Apalagi? Aku kan sudah menyetir pulang pergi dan membelikan makanannya!" Kata Kai sambil menolak pinggang.
"Baiklah, baiklah aku mengerti tidak usah kesal begitu dong..." Kata Sera.
Mereka semua tertawa melihat Kai dan Sera.
"Sudah siap, ayo kita makan!" Kata Donghwi.
Kai mendorong Minna dekat meja makan, lalu mereka pun makan bersama.
....
"Hah... Hari ini tidak terlalu sibuk tapi aku merasa sangat lelah." Kata Dohwan sambil berbaring dan melihat keluar jendela.
"Hmmm... Jika dipikir-pikir ini aneh, kejadian buruk selalu menimpa Minna setelah Minna mengenal Kai. Apa peristiwa yang menimpa Minna sekarang ini ada hubungannya dengan Kai? Tapi kenapa? Ada apa? Sepertinya Minna tidak punya musuh atau sebagainya." Kata Dohwan sambil berpikir.
"Minna lupa aku dan teman-temannya tapi dia hanya mengingat dan merasa nyaman dengan Kai, wajar saja sih karena Kai lah yang menolong Minna pada waktu itu. Tapi ini cukup aneh karena orang yang lebih lama mengenalnya malah tidak ada dalam ingatannya, bahkan oppanya pun Minna tidak ingat." Kata Dohwan lagi.
"Ah... Sudahlah, aku besok harus ke kantor polisi untuk mengecek CCTV di sekitar minimarket siapa tahu aku menemukan petunjuk mengenai pelaku peristiwa itu." Kata Dohwan.
....
Keesokan paginya...
"Donghwi, hari ini kita ada kelas jam berapa?" Tanya Kai.
"Hmmm... Jam 11 dan setelah makan siang." Jawab Donghwi.
"Sepertinya aku akan masuk setelah makan siang, tolong kau berikan keterangan pada dosen ya." Kata Kai.
"Baiklah. Memangnya Minno hyeong datang jam berapa?" Tanya Donghwi.
"Hyeong bilang tiba di Seoul sekitar jam 10, jadi aku akan menjemputnya lalu mengajaknya makan siang setelah itu aku berangkat ke kampus." Jawab Kai.
"Oke. Sampaikan salamku pada hyeong ya. Pulang kuliah kita ajak Yeora, Jihyun dan Sera nunna kesini lagi ya." Kata Donghwi.
"Baiklah, kita datang kesini bersama nanti." Kata Kai.
"Lalu siapa yang menjaga Minna saat nanti kau menjemput hyeong?" Tanya Donghwi.
"Ah, benar juga ya. Aku akan meminta perawat untuk berjaga disini sebentar, aku akan usahakan menjemput dan kembali dengan cepat." Kata Kai.
"Oh... Aku tahu, coba tanya Yeora siapa tahu dia tidak ada kelas hari ini." Kata Donghwi.
"Benar juga, kau punya nomor ponselnya?" Tanya Kai.
"Ada kok, coba ku telepon ya." Kata Donghwi.
"Halo Donghwi ada apa pagi-pagi begini sudah menelpon? Apa ada sesuatu dengan Minna?" Tanya Yeora.
"Wah... Kau memang tidak pernah berbasa-basi ya." Kata Donghwi.
"Hahaha... Baiklah, baiklah ada apa?" Tanya Yeora.
"Apa kau ada kelas pagi ini? Jika tidak ada apakah bisa kau menemani Minna selagi Kai menjemput Minno hyeong?" Tanya Donghwi.
"Hari ini sih kelasku hanya nanti siang setelah makan siang. Aku bisa kok menemani Minna." Jawab Yeora.
"Ha... Syukurlah kalau begitu, mohon bantuannya ya. Apa kau mau ku jemput kesini?" Tanya Donghwi.
"Boleh, aku akan bersiap-siap dulu lalu mengubungimu lagi ya." Jawab Yeora.
"Oke, kirimkan alamatmu ya." Kata Donghwi.
"Baiklah, ku tutup telponnya." Kata Yeora lalu menutup telpon.
"Bagaimana?" Tanya Kai.
"Yeora sudah oke, dia akan bersiap-siap. Aku menjemput Yeora ya, sekalian membeli sarapan di luar kita berempat sarapan disini saja." Kata Donghwi.
"Syukurlah, yasudah kalau begitu." Kata Kai.
"Oh iya, kau kesini mengendarai motor?" Tanya Kai lagi.
"Iya, nanti aku jemput Yeora dengan motorku." Kata Donghwi.
"Gunakan mobilku saja, ini masih pagi masih dingin jadi lebih baik pakai saja mobilku. Kuncinya di saku jaketku." Kata Kai.
"Wah... Kau perhatian sekali sih hahaha...." Kata Donghwi.
"Sudahlah tidak jadi." Kata Kai lalu berbalik badan.
"Hei! Sensitif sekali sih pagi-pagi." Kata Donghwi menggoda Kai.
"Makanya jangan menggoda selagi aku baik-baik dong." Kata Kai.
"Ampuni hamba, tuan." Kata Donghwi.
"Eh, Minna belum bangun?" Tanya Donghwi lagi.
"Belum biarkan saja, mungkin dia lelah kemarin dia sudah mulai menggunakan kursi roda." Kata Kai.
"Ya bisa jadi sih." Kata Donghwi.
*Tok...tok...tok...*
"Ya, silahkan masuk." Kata Kai.
"Selamat pagi tuan Kai, saya akan membantu pasien untuk bersih-bersih dan mengganti baju." Kata seorang perawat seketika masuk.
"Oh, silahkan. Mohon bantuannya." Kata Kai.
"Baik." Jawab perawat itu.
....
"Aku akan meminta bantuan polisi untuk mengecek CCTV sekitar daerah minimarket." Kata Dohwan sambil memarkirkan motornya.
Dohwan pun masuk ke dalam kantor polisi.
"Selamat pagi." Sapa Dohwan.
"Selamat pagi, ada yang bisa kami bantu?" Tanya salah satu petugas polisi.
"Oh, silahkan duduk." Lanjut polisi itu.
"Oh baik. Saya ingin meminta bantuan untuk mengecek CCTV di daerah xxxx sekitar minimarket di jalan xxxx." Kata Dohwan.
"Jika boleh tahu mengapa anda ingin memeriksanya?" Tanya petugas polisi.
"Sekitar 2 bulan yang lalu saya merasa ada yang mengikuti dan mengintai saya dengan rekan kerja saya seingat saya ada mobil yang tidak saya kenali selama beberapa hari diparkir di depan minimarket tempat kami bekerja setelah itu rekan kerja saya mengalami penculikan." Dohwan menjelaskan.
"Penculikan?" Tanya polisi itu kaget.
"Baiklah, tolong tulis nama, alamat dan pekerjaan anda disini." Lanjut polisi itu lalu memberikan sebuah formulir pada Dohwan.
"Baik." Kata Dohwan menerima lalu langsung mengisi formulir itu.
"Silahkan." Kata Dohwan menyerahkan kembali formulir itu.
"Baiklah, tuan Jeong Dohwan. Jadi 2 bulan yang lalu anda merasa ada yang mengintai anda dengan rekan kerja anda lalu rekan anda di culik, begitu?" Kata polisi itu.
"Betul pak, saya kurang tahu pasti kejadian penculikan itu tanggal berapa karena saat itu saya sedang di rawat di rumah sakit tapi yang saya ingat sebelum itu ada yang mengintai dan mengikuti kami berdua." Jawab Dohwan.
"Baik, alamat minimarket sudah dicatat disini kami akan membantu anda untuk mengecek CCTV sekitar daerah itu mohon tetap pastikan nomor ponsel anda yang tercatat di formulir tetap aktif ya." Kata polisi itu.
"Mengerti pak." Jawab Dohwan.
"Oh jika boleh tahu siapa korban penculikan itu?" Tanya polisi.
"Namanya Shim Minna, sampai hari ini ia masih dirawat di rumah sakit xxxx." Jawab Dohwan.
"Oh, kasus itu memang sedang diselidiki oleh kepolisian pusat Seoul. Terimakasih saudara Jeong Dohwan anda sudah membantu kami menemukan sedikit petunjuk." Kata polisi itu.
"Sama-sama pak, mohon bantuannya." Jawab Dohwan.
"Baik, mohon bantuannya juga. Laporan anda akan segera kami proses." Kata polisi itu berdiri lalu menjabat tangan Dohwan.
"Baiklah kalau begitu saya permisi." Kata Dohwan.
"Silahkan." Jawab polisi itu membungkuk.
Dohwan pun keluar dari kantor polisi.
"Pokoknya aku harus menemukan siapa pelaku yang sudah tega membuat Minna jadi seperti ini!" Kata Dohwan dalam hati.
...****************...