Back To Start

Back To Start
#67 Amnesia



"Bagus. Apa kau sedang dirumah sakit?" Tanya Minno.


"Iya hyeong, aku disini dengan Donghwi dan Sera nunna." Jawab Kai.


"Oh syukurlah kau tidak sendirian disana. Kalian berjagalah bergantian jangan memaksakan diri." Kata Minno.


"Baik hyeong!" Jawab Donghwi berteriak.


"Hahaha Donghwi. Sera tidur di dalam ruangan kan?" Tanya Minno lagi.


"Iya hyeong, nunna tidur di ruangan." Jawab Kai.


"Baiklah kalau begitu, ini sudah malam beristirahatlah ya. Selamat malam." Kata Minno.


"Selamat malam hyeong." Kai pun menutup teleponnya.


"Wah...wah...wah... Sepertinya ada sesuatu diantara Minno hyeong dan Sera nunna ya." Kata Donghwi.


"Ah... Berisik, urus saja urusanmu!" Jawab Kai.


"Cie... Yang baru ditelepon oleh calon hyeongbu kenapa galak sekali sih." Donghwi menggoda Kai.


"Minta dipukul ya!" Kata Kai kesal.


Tiba-tiba...


"Kai! Donghwi!" Sera memanggil dari dalam ruang rawat.


"Ada apa?" Kata Donghwi.


"Ayo cepat kedalam!" Kata Kai


Kai dan Donghwi pun berlari ke dalam ruang rawat.


...****************...


...#67...


...Amnesia...



"Ada apa nunna?" Tanya Kai panik seketika tiba di ruang rawat.


"Min...Minna... Aku yakin tadi dia menggerakkan tanggannya Kai!" Kata Sera.


"Nunna hal itu sudah pernah terjadi dan dokter bilang itu hal yang normal." Jawab Donghwi


Kai hanya fokus melihat ke arah tangan Minna.


Tiba-tiba...



"Minna! Minna kau dengar aku? Ini aku Kai!" Kata Kai seketika melihat mata Minna terbuka.


"Hei apa-apaan kau ini! Kenapa berteriak begitu?" Tanya Donghwi kaget.


"Minna, dia barusan membuka matanya!" Jawab Kai bersemangat.


"Mungkin kau salah lihat Kai." Kata Sera.


"Tidak mungkin! Aku barusan melihatnya dengan jelas!" Kata Kai menegaskan.


"Minna! Minna kau dengar aku kan?" Tanya Kai sambil menggenggam tangan Minna.


Minna pun membuka matanya, kali ini Sera dan Donghwi melihatnya.


"Minna!!!" Seru Sera dan Donghwi bersamaan.


"Minna, syukurlah kau sudah bangun!" Sera memeluk Minna sambil meneteskan air mata.


"Minna maafkan aku ya, Minna bicaralah. Marahlah padaku ya." Kata Kai sambil menggenggam tangan Minna dengan erat.


"Kai... Syukurlah Minna sudah bangun, mulai sekarang jangan menyalahkan dirimu sendiri lagi ya." Kata Donghwi sambil menepuk-nepuk punggung Kai.


Kai hanya menangis sambil menggenggam tangan Minna.


"Baiklah aku akan panggil dokter dulu." Kata Donghwi.


"Iya, ayo cepat panggil." Kata Sera antusias.


"Baiklah." Donghwi pun langsung pergi memanggil dokter.


"Minna, apa kau ingat apa yang sudah terjadi?" Tanya Sera.


"Minna, apa kau ingat aku?" Tanya Kai.


"Ka...kalian siapa?" Tanya Minna dengan suara lemah.


"Hah? Minna... Ini aku Kai dan dia adalah Sera yang barusan berlari adalah Donghwi." Jawab Kai lembut.


Minna hanya menggeleng.


"Kau ingat siapa namamu?" Tanya Sera.


"Minna, namamu Shim Minna. Apakah kau ingat?" Kata Kai.


Minna terlihat sangat kebingungan.


"Nu...nunna bagaimana ini? Minna tidak ingat aku bahkan namanya pun dia tidak mengingatnya!" Kata Kai panik langsung berdiri dari tempat duduknya.


"Hei tenanglah, sebentar lagi dokter akan datang memeriksa keadaan Minna lalu menjelaskan semuanya pada kita." Kata Sera.


"Kenapa kau menangis? Kau mengenalku ya?" Tanya Minna pada Kai.


"Minna, aku Kwon Kaisun, Kai kau ingat? Tentu saja aku mengenalmu, tolong ingat aku ya." Kata Kai.


"Kai... Sera... Donghwi..." Kata Minna perlahan.


"Iya benar aku Sera, ingat itu ya." Kata Sera dengan lembut sambil menyentuh tangan Minna.


"Aku Minna, itu Kai dan ini Sera." Kata Minna sambil mencoba mengingat nama mereka.


Minna pun memejamkan matanya ia merasa kepalanya sakit.


"Mi...Minna! Kenapa kau menutup mata?" Tanya Kai.


"Mungkin dia lelah atau merasa pusing biarkan saja dulu." Kata Sera.


Donghwi pun tiba di ruang rawat bersama dokter dan perawat.


"Ayo kita keluar dulu, supaya dokter bisa memeriksa Minna dengan baik." Kata Donghwi.


"Ayo Kai." Kata Sera menuntun Kai keluar, sedangkan Kai terus melihat kearah Minna.


"Kai ayo, semakin cepat Minna diperiksa akan semakin baik." Kata Donghwi.


Mereka bertiga pun keluar dari ruang rawat.


"Kenapa ekspresi kalian begitu? Apa ada yang terjadi?" Tanya Donghwi bingung melihat tingkah mereka.


"Minna tidak mengingat apapun." Jawab Kai.


"Apa?" Donghwi berteriak kaget.


"Iya Donghwi, dia tidak mengingat kami bahkan namanya pun dia tidak mengingatnya." Jawab Sera.


"Astaga..." Donghwi menepuk keningnya sendiri.


"Tidak, tidak, tidak apa-apa, ini hanya karena Minna sudah tidur terlalu lama jadi ingatannya hanya butuh proses saja untuk kembali. Kau tenang ya Kai." Jawab Sera.


"Kai, percayalah Minna akan baik-baik saja." Kata Donghwi sambil menepuk pundak Kai.


Tidak lama dokter pun keluar dari ruang rawat.


"Dokter apa yang terjadi pada Minna?" Tanya Kai seketika melihat dokter keluar.


"Semua organ tubuhnya dalam keadaan baik, tapi sepertinya pasien mengalami amnesia disosiatif." Kata dokter.


"Lalu kapan dia akan mendapatkan kembali ingatannya? Minna bahkan tidak ingat siapa namanya dokter." Tanya Kai.


"Saya tidak dapat memastikan kapan ingatannya akan kembali karena amnesia disosiatif diakibatkan karena trauma, biasanya trauma itu disebabkan karena sebuah kecelakaan, ketakutan atau kecemasan yang sangat hebat yang dialami oleh pasien sehingga ingatan-ingatan penting seperti itu tersembunyi dikarenakan memori dan mentalnya menolak untuk menyimpan ingatan buruk itu. Tapi tenang saja dengan bantuan psikolog dan orang-orang di sekitarnya pasien akan terbantu untuk memanggil kembali ingatan yang tersembunyi itu, terlebih jika pasien berkemauan kuat untuk mendapatkan kembali ingatannya." Jawab dokter.


"Syukurlah kalau begitu." Kata Kai, Sera dan Donghwi merasa lega.


"Ini semua berkat doa dan semangat kalian, kalian semua sudah sangat bekerja keras." Kata dokter.


"Terimakasih juga atas kerja keras anda dokter." Kata Sera sambil membungkuk.


"Sama-sama. Jadi untuk 3 hari ke depan kita akan mengobservasi keadaan Minna, setelah itu saya akan memberikan jadwal konsultasi psikolog dan resep obatnya, tuan Kai juga jangan lupa besok anda harus mengikuti pemeriksaan." Kata dokter.


"Baik dokter terimakasih banyak." Jawab Kai.


"Oh iya, ajak Minna mengobrol dan beritahu pasien informasi pribadinya sebanyak-banyaknya itu akan membantu memancing ingatannya tapi berikan juga dia waktu istirahat, pasien akan sering mengalami sakit kepala mendadak tapi itu adalah kondisi normal dalam proses mengingat, jika hal itu terjadi tenangkan saja pasien dan beri minum air putih lalu biarkan ia beristirahat. Pasien sekarang ini sedang beristirahat efek diberikan obat tadi kebetulan ini juga sudah malam jadi kita harus membiasakan waktu istirahat dan waktu aktivitasnya lagi." Kata dokter.


"Baik dokter kami akan mengingatnya dengan baik." Kata Donghwi.


"Baiklah kalau begitu, kami permisi dulu. Silahkan segera panggil perawat jika ada yang dibutuhkan atau ditanyakan." Kata dokter.


"Baik, terimakasih banyak dokter." Kata Kai, Sera dan Donghwi sambil membungkuk.


"Syukurlah Minna baik-baik saja." Kata Sera.


"Kau dengar kan Kai, kita tidak perlu cemas lagi asalkan kita mengikuti petunjuk dokter tadi." Kata Donghwi.


"Baiklah. Aku harus sehat dan terlihat baik di depan Minna supaya aku pantas untuk menjaganya." Jawab Kai.


"Nah begitu dong! Jadi besok jangan lupa ya kau melakukan pemeriksaan, Donghwi juga ingatkan Kai ya." Kata Sera.


"Baik." Jawab Kai.


"Iya nunna, serahkan saja padaku." Jawab Donghwi.


"Yasudah kalau begitu ayo kita istirahat lagi." Kata Sera.


...****************...