Back To Start

Back To Start
#10 Ada Apa Dengannya?





...#10...


...Ada Apa Dengannya?...


[Review #9 Tapi]


"Hahhh syukurlah kalau begitu, aku sudah bilang kan jika kau kesulitan untuk menghubungiku tapi kenapa kenapa kau tidak melakukannya?" Tanya Dohwan.


"Maafkan aku oppa, aku baru akan menghubungimu tapi ternyata oppa duluan yang menhubungiku. Maaf oppa." Kata Minna.


"Hyeong sudahlah, dia sangat syok tadi biarkan dia istirahat dulu." Suara Kai menegur Dohwan samar-samar terdengar di telepon.


"Yasudah Minna, maaf ya kalau aku terlalu menekanmu. Beristirahatlah nanti kau ceritakan padaku jika ada kesempatan ya." Kata Dohwan kepada Minna.


"Iya oppa terimakasih sudah memperhatikanku, selamat malam oppa." Kata Minna.


"Selamat malam Minna, jangan lupa makan malam ya." Kata Dohwan.


"Baik oppa." Jawab Minna.


"Aku tutup teleponnya ya." Kata Dohwan lalu menutup telepon.


Telepon pun berakhir.


"Aku merasa bersalah sekali pada Dohwan oppa, arrrggghhh Minna bodoh bisa-bisanya lupa mengabarinya!" Kata Minna kesal pada dirinya sendiri.


"Tapi ternyata benar juga kata Sera eonni, Kai itu baik juga."


"Tidak... tidak aku memikirkan apa sih? itu kan tadi kebetulan saja, kalau aku laki-laki dan melihat yang sama aku juga pasti akan melakukan hal seperti tadi kan. Lagipula yang dia butuhkan dariku kan buku itu." Kata Minna".


...****...


*nittt...nittt...nittt...nit...* Alarm Minna berbunyi


"Hmmmmm..." Minna mematikan alarmnya dengan setengah sadar.


"Hari ini ada kelas pagi."


"Masih jam 6 kurang, lari pagi 30 menit lalu bersiap-siap ke kampus waktunya masih cukup." Kata Minna sambil membereskan tempat tidurnya.


Minna pun lari pagi, mandi dan bersiap-siap ke kampus, lalu berangkat.



"Jihyun disini!" Minna memanggil Jihyun untuk duduk di sebelahnya.


Jihyun pun duduk di sebelah Minna.


"Hampir saja aku terlambat haduhh..." Kata Jihyun menyeka keringatnya.


"Kenapa? Tumben sekali kau terlambat." Tanya Minna pada Jihyun.


Tiba-tiba...


"Minna aku duduk disini ya?" Tiba-tiba Kai datang dan meminta izin untuk duduk dengan Minna dan Jihyun.


"Ohhh ya silahakan." Jawab Minna.


"Kenapa?" Tanya Jihyun dengan isyarat kepada Minna, tapi Minna hanya menggeleng menjawab Jihyun.


"Ohhh iya sudah sampai mana tugas kalian?" Tanya Kai pada Minna dan Jihyun.


Melihat Jihyun yang nampak bingung Kai pun memperkenalkan dirinya.


"Astaga maafkan aku, kenalkan namaku Kwon Kaisun panggil aku Kai." Kata Kai tersenyum sembari menyodorkan tanggannya pada Jihyun.


"Ohhh iya aku Jihyun, Ahn Jihyun." Jawab Jihyun sambil berjabat tangan dengan Kai.


"Tentu saja aku mengenalmu tanpa kau memperkenalkan diri hahaha kau kan perbincangan hangat di jurusan kita." Lanjut Jihyun.


"Ahhh tidak seperti itu kok, yang lain terlalu melebih-lebihkan saja." Jawab Kai sambil malu-malu.


"Bagaimana tugas kalian?" Lanjut Kai bertanya pada Minna dan Jihyun.


"Belum selesai." Jawab Minna.


"Iya referensinya masih kurang, apa perlu penelitian lapangan ya?" Jawab Minna dengan pertanyaan.


"Bagaimana kalau kita mengerjakannya bersama?" Tanya Kai.


"Kau tidak keberatan kan Minna?" Kai lanjut bertanya.


"Ahhh iya tidak apa-apa. Kalau bisa kita ajukan saja kepada prof. Choi untuk mengubahnya menjadi tugas kelompok. Bagaimana?" Jawab Minna pada Kai.


"Wahhh Minna ku ini memang paling top!" Jawab Jihyun mengacungkan jempol pada Minna.


"Boleh juga, karena tugas ini memang cukup berat, sasarannya dan referensinya juga sedikit jadi lebih baik kalau dikupas secara kelompok." Kata Kai.


"Daebak*! Aku punya teman pintar dan teman populer di kelas ini, benar-benar Jihyun yang sangat diberkati!" Kata Jihyun kegirangan sendiri membanggakan Minna dan Kai.


[*Daebak: Ungkapan hebat/ luar biasa dalam bahasa Korea]


"Aisss bicara apa sih kau ini" Kata Minna kesal.


"hahaha... Baiklah, aku akan membicarakan hal ini pada prof. Choi nanti. Semoga saja beliau menerima masukan kita." Jawab Kai.


....



Jam makan siang pun tiba.


Minna dan Jihyun mencari Yeora di kantin.


"Minna, Jihyun disini!" Suara Yeora memanggil dari tempat duduknya


"Kau sudah disini duluan rupanya?" Kata Jihyun sembari duduk.


"Kalian mau makan apa?" Tanya Minna.


"Ahhh biar aku saja yang mengambilkannya." Kata Jihyun.


"Kalian mau apa?" Tanya Jihyun


Mereka pun memesan makanan dan Jihyun mengambilkannya.


"Hei Shim Minna, bagaimana bisa kau akrab dengan Kai dalam waktu semalam?" Tanya Jihyun pada Minna.


"Kai? Kwon Kaisun? Mantan trainee idol itu?" Tanya Yeora meyakinkan.


"Iya, Kai mana lagi?" Jawab Jihyun.


"Wahhh lagi-lagi aku ketinggalan berita." Kata Yeora.


"Harus kuceritakan semua ya?" Kata Minna.


"Sampai yang kecil-kecilnya jangan sampai ada yang kau lewatkan, mengerti?" Lanjut Jihyun.


Minna pun menceritakan kejadian di minimarket tadi malam dan perihal Kai mengantarnya ke apartemen.


"Wahhh dia gentle sekali astaga!!" Kata Yeora dengan gemas.


"Kau memang beruntung Minna, kau sungguh-sungguh tidak terluka kan?" Tanya Jihyun.


"Hanya ini saja, tidak ada apa-apa lagi." Minna menunjukkan belakang lehernya yang lecet.


"Syukurlah kalau begitu, semoga paman itu tidak datang-datang lagi ke minimarket tempatmu bekerja. Benar-benar tidak habis pikir dengan perlakukannya." Jawab Jihyun.


"Tapi Kai baik-baik saja kan?" Tanya Yeora dengan polos.


"Ihhh kau ini, kau itu teman Minna atau teman siapa sih? kok malah menanyakan Kai?" Jawab Jihyun


"Hahahaha..." Mereka pun tertawa bersama.


"Ohhh ayo selesaikan makan siang kita, kita kerjakan tugas kita lagi." Kata Minna.


"Hmmm baiklah ayo kita ke perpustakaan ya habis ini." Jawab Jihyun.


"Yahhh aku ada kelas." Kata Yeora.


"Iya kabari saja ya, kita pulang bersama nanti." Kata Minna pada Yeora.


....



Minna dan Jihyun pun tiba di perpustakaan.


"Selamat siang Sera eonni." Sapa Minna pada Sera.


"Hai Minna, mau mengerjakan tugas ya?" Tanya Sera.


"Iya, eonni sudah makan siang?" Tanya Minna lagi.


"Sudah kok Minna." Jawab Sera.


"Baiklah aku duduk ya eonni." Kata Minna.


"Silahkan. Datang saja kesini jika butuh sesuatu." Jawab Sera.


"Baik." kata Minna lalu pergi ke tempat duduknya.



"Kau dekat sekali ya dengan eonni itu?" Tanya Jihyun pada Minna.


"Tidak juga, ya karena dia baik dan membantuku makanya aku baik padanya tidak ada salahnya kan?" Jawab Minna.


"Ya ada bagusnya sih, meminjam buku jadi lebih nyaman." Kata Jihyun.


"Sudah sampai mana tugasnya?" Tanya Minna.


Mereka pun fokus mengerjakan tugas.


"Ternyata kalian sudah di sini?" Kai tiba di perpustakaan.


"Ohh iya kami langsung kesini setelah makan siang." Jawab Minna.


"Aku sudah bertemu dengan prof. Choi dan beliau mengizinkan tugas kita menjadi tugas kelompok, aku juga sudah membantunya membagi kelompok." Kata Kai menjelaskan.


"Woaaahhh Kai memang paling oke." Kata Jihyun.


"Lalu bagaimana pembagian kelompoknya?" Tanya Minna pada Kai.


"Prof. Choi akan mengirimnya di grupchat." Jawab Kai.


"Ohhh ada pesan masuk, Ahn Jihyun, Hwang Dong Hwi, Kwon Kaisun, Shim Minna. Hah? Kita satu kelompok?" Jihyun membaca pesan lalu bertanya.


"Tentu saja kan aku yang membuatnya." Jawab Kai sambil tersenyum.


"Tapi siapa Hwang Dong Hwi?" Tanya Jihyun lagi.


"Dia temanku, sebentar lagi juga kesini." Jawab Kai.


"Yasudah kita kerjakan dulu yang sudah kita mulai, baru nanti kita gabungkan dan pilih yang mana yang paling menarik." Kata Minna mengarahkan.


"Baiklah." Jawab Jihyun dan Kai.


Mereka pun mulai mengerjakan tugas.


*drrrtt... drttt... drttt...* Ponsel Kai bergetar.


"Ohhh sebentar ya ada yang menelponku." Kata Kai, lalu keluar dari perpustakaan untuk mengangkat telepon.


"Sssst... Minna, bagaimana bisa sih kau dekat dengannya? Dia benar-benar Kai yang populer itu kan?" Tanya Jihyun berbisik pada Minna.


"Apa sih kau ini, kita kan hanya mengerjakan tugas bersama dan kebetulan sekelompok." Jawab Minna.


"Kebetulan apanya? Dia yang mengatur semuanya tahu! Jangan-jangan dia menyukaimu?" Tanya Jihyun lagi.


"Aisssh... berhentilah berbicara hal yang tidak masuk akal, lanjutkan lagi tugasmu." Jawab Minna agak kesal.


"Awas saja kalau tiba-tiba kau jadian dengannya!" Kata Jihyun sambil menahan tawanya.


"Anak ini benar-benar..." Tiba-tiba Minna bersuara keras.


"Sssstttt...." Kata semua pengunjung perpustakaan.


"Maaf... maaf...maaf..." Minna dan Jihyun meminta maaf pada semua orang.


"Gara-gara kau kan!" Kata Minna berbisik kesal pada Jihyun.


Kai pun masuk ke dalam ruangan perpustakaan.


"Jihyun Minna, barusan Dong Hwi menelepon katanya dia ada pertemuan club dan sangat penting, tapi dia bilang sudah mengirimkan yang sudah dia kerjakan." Kata Kai menjelaskan.


"Yasudah tidak apa-apa, apa aku boleh melihatnya?." Kata Minna.


"Ohhh tentu saja, dia mengirimnya di emailku sebentar ya aku unduh dulu." Kata Kai.


"Ini dia..." Kata Kai sambil pindah duduk di samping Minna untuk menunjukkan file nya.


"Minna lehermu terluka? Pasti gara-gara kejadian di minimarket tadi malam ya? Maafkan aku, aku menariknya terlalu kuat." Kai yang tidak sengaja melihat luka di belakang leher Minna, sangat kaget dan merasa bersalah.


"Tidak... Tidak ini tidak apa-apa kok, aku sudah mengobatinya sebentar lagi juga lecetnya hilang." Kata Minna.


"Ayo kita ke rumah sakit, supaya tidak infeksi." Ajak Kai, sambil memegang lengan Minna.


Tiba-tiba...


"Oh jadi ini perempuan yang membuatmu tidak datang kemarin?"


...****************...