Back To Start

Back To Start
#78 Sesuatu yang Terlewat



"Kenapa kau jadi gugup begini oppa?" Tanya wanita itu sambil keluar dari lift sambil menggandeng pacarnya.


"Dah..." Wanita itu melambaikan tangan pada Minna.


"Minna, kenapa kau tiba-tiba bilang begitu sih? Ada-ada saja." Kata Minno.


"Tidak apa-apa, hanya punya firasat kalau pria itu tidak baik." Jawab Minna.


"Bagaimana kalau gara-gara ucapanmu tadi mereka bertengkar?" Tanya Minno.


"Kenapa bisa jadi gara-gara aku? Aku kan hanya berbicara, kalau mereka berdua menganggapnya serius itu urusan mereka dong." Jawab Minna.


"Aishh... Walaupun kau sakit aku masih saja tidak bisa menang jika berargumen denganmu." Kata Minno menyerah.


"Hahaha... Tapi serius loh oppa, jika oppa menyakiti pacar oppa... Aku pasti akan membuat oppa tidak bisa berkencan lagi." Kata Minna.


"Baiklah, baiklah! Lagipula oppa belum punya pacar kok!" Jawab Minno sambil berjalan pelan mendorong Minna.


"Awas kalau bohong ya!" Kata Minna.


"Baiklah, baiklah!" Jawab Minno.


Minna dan Minno mengobrol sambil tertawa sepanjang jalan.


...****************...


...#78...


...Sesuatu yang Terlewat...



"Kurasa kita harus mendesak pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan kasus Minna lebih cepat." Kata Kai pada Donghwi di dalam mobil.


"Iya benar, ini kan sudah kurang lebih 2 bulan seharusnya ada kemajuannya kan?" Kata Jihyun yang sedang menyetir.


"Polisi belum menghubungimu?" Tanya Donghwi.


"Belum ada sama sekali, waktu itu kita memberikan kontak kita berdua kan?" Tanya Kai memastikan.


"Iya benar, kukira polisi menghubungimu makanya tidak menghubungiku." Kata Donghwi.


"Bodoh! Mana mungkin aku tidak cerita pada kalian?" Kata Kai.


"Atau begini saja, bagaimana kalau kita ke kantor polisi saja sebentar kita melewati kantor polisi tempat kalian melapor waktu itu kan?" Saran Sera.


"Ah iya benar juga, Jihyun nanti berhenti di depan kantor polisi ya." Kata Kai.


"Siap tuan." Jawab Jihyun.


"Aku ikut ke dalam ya, ya, ya?" Kata Yeora.


"Untuk apa kau ikut ke dalam?" Tanya Jihyun.


"Aku belum pernah masuk ke kantor polisi, aku ingin lihat apa keadaannya sama seperti yang ada di drama?" Jawab Yeora.


"Hah... Ada lagi rupanya korban drama." Kata Donghwi menghela nafas.


"Boleh tidak? Jawab iya atau tidak dong!" Kata Jihyun.


"Baiklah, baiklah tapi jangan merusuh ya." Kata Kai.


"Baik! Aku tidak akan membuat malu kok, aku hanya akan diam dan melihat seperti mata-mata." Kata Yeora.


"Dasar Yeora ada-ada saja." Kata Sera melihat kelakuan Yeora.


....



"Sudah ya, sudah waktunya kembali ke kamar mu. Sebentar lagi teman-temanmu akan sampai." Kata Minno.


"Baik oppa." Jawab Minna.


"Bagaimana apa kau ingat minuman apa yang kau suka?" Tanya Minno.


"Aku suka jus stroberi, caramel macchiato cofee dan vanilla latte." Jawab Minna.


"Bagus kau ingat itu. Lalu oppa?"


"Oppa suka jus stroberi, ice americano dan blue ocean." Jawab Minna.


"Wah, ternyata sedikit amnesia tidak membuatmu jadi bodoh ya. Hahahah..." Kata Minno bercanda.


"Yang hilang kan ingatanku bukan otakku!" Jawab Minna kesal.


"Iya, iya... Lalu makanan apa yang kau suka?" Tanya Minno lagi.


"Chesse cake, gimbap*, tteokbokki, samgyetang, gyeran-mari**." Jawab Minna.


[*Gimbap/Kimbap (김밥) adalah jenis makanan yang terdiri dari nasi yang dibungkus dengan rumput laut biasanya nasi tersebut digulung dengan wortel, daging, keju, timun dan bahan lainnya setelah itu di potong-potong lalu ditaburi wijen.


**gyeran-mari (계란말이) telur gulung yang di dadar dengan campuran sayuran atau daging. Makanan ini merupakan hidangan sampingan/side dish.]


"Samgyetang? Kau suka samgyetang?" Tanya Minno heran.


"Kenapa? Memangnya ada apa dengan samgyetang?" Tanya Minna bingung.


"Dulu kau bilang samgyetang itu makanan bayi dan rasanya aneh. Aku hanya heran kenapa kau tiba-tiba jadi suka makanan itu." Jawab Minno.


"Benarkah? Wah... Aku suka pilih-pilih makanan? Itu kan perilaku yang buruk!" Kata Minna.


"Hahaha... Kau sadar sendiri rupanya. Tapi aku heran kenapa kau tiba-tiba suka samgyetang?" Tanya Minno lagi.


"Ya pokoknya begitu, aku sekarang suka samgyetang." Kata Minna menegaskan.


"Aku suka samgyetang, karena Kai yang membelikan dan menyuapiku. Rasanya sangat lezat dan hangat." Kata Minna dalam hati.


"Kenapa kau jadi senyum-senyum seperti itu?" Tanya Minno.


"Ti...tidak kok oppa, hanya terbayang sesuatu yang lucu saja." Kata Minna kaget.


"Ih! Sudah kubilang bukan!" Kata Minna dengan wajah merona.


"Yasudah kalau bukan, kenapa kau marah?" Kata Minno.


"Oppa benar-benar menyebalkan!" Kata Minna.


"Kenapa jadi oppa yang menyebalkan?" Tanya Minno.


"Tidak tahu ah!" Kata Minna kesal.


"Tapi oppa, apa aku boleh bertanya sesuatu?" Tanya Minna.


"Tunggu dulu ya, ayo kita masuk lalu kau bertanya sambil berbaring." Kata Minno sambil membuka ruangan Minna.


"Oh sudah sampai ya." Kata Minna yang tidak sadar sudah tiba di depan ruangannya.


"Kau sih hanya asik ngambek pada oppa. Hahaha..." Kata Minno menggoda Minna.


"Aku tidak ngambek kok." Jawab Minna.


"Baiklah adik oppa yang pintar dan cantik. Kau berbaring naik ke ranjangmu du...lu nah, lalu minum ini." Kata Minno sambil menggendong Minna ke ranjangnya lalu memberikannya segelas air putih.


"Hmmm lalu, apa yang mau kau tanyakan?" Tanya Minno setelah mengambil gelas dari tangan Minna.


"Ah itu, hmmm... Menurut oppa Kai itu seperti apa?" Tanya Minna ragu-ragu.


"Hmmm... Tentang Kai ya..." Kata Minno.


....



"Oh kasus penculikan dengan korban mahasiswi bernama Shim Minna?" Tanya petugas polisi.


"Iya benar pak." Jawab Kai.


"Sebenarnya tadi pagi ada seseorang datang kemari, menanyakan soal kasus yang sama dan beliau juga memberikan sedikit informasi dan meminta kami untuk melakukan penyelidikan di sekitar tempat kerjanya." Jawab polisi.


"Jika boleh tahu siapa nama orang yang meminta bantuan itu pak?" Tanya Donghwi.


"Hmmm... Kalau tidak salah... Tunggu sebentar ya saya mencatatnya." Kata polisi sambil mencari catatannya.


"Ah... Ini dia, namanya Jeong Dohwan. Beliau meminta kami untuk melakukan penyelidikan terkait CCTV di sekitar tempat kerjanya, beliau juga mengatakan kalau korban adalah rekan kerjanya dan mengalami hal aneh beberapa hari sebelum kasus itu terjadi." Lanjut polisi itu.


"Hmmm... Dohwan hyeong..." Gumam Kai.


"Terima kasih informasinya pak. Sebenarnya kami ingin meminta bantuan supaya kasus ini dipercepat proses penyelidikannya, kami ingin pelakunya segera tertangkap karena Minna sudah sadar dan sebentar lagi akan melakukan aktivitasnya kami khawatir mereka berupaya mencelakai Minna lagi." Kai menjelaskan.


"Baiklah, kami akan berusaha semaksimal mungkin agar kasus ini segera selesai dan pelakunya segera tertangkap. Mohon bersabar kami akan menghubungi anda jika menemukan sesuatu." Jawab polisi itu.


"Baiklah kalau begitu kami permisi dulu, mohon bantuannya." Jawab Donghwi.


"Baik." Jawab polisi itu.


kai dan Donghwi pun berdiri dari bangkunya.


"Ayo Yeora." Kata Donghwi melihat Yeora asik melihat-lihat sekitarnya.


"Ah... Iya!" Kata Yeora langsung mengikuti Kai dan Donghwi.


"Kau sedang apa sih?" Tanya Donghwi.


"Tidak, mereka tampan dan gagah ya walaupun tidak memakai seragam." Kata Yeora.


Kai hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum.


"Dasar kau ini, kalau masalah yang tampan matamu langsung bereaksi dengan cepat ya." Kata Donghwi menggoda Yeora.


"Aku juga butuh cuci mata tahu! Kai memang tampan tapi sudah ada yang punya, kau? Aish... Kau sama sekali bukan tipeku. Minno oppa, masa aku suka pada oppanya temanku? lagipula Sera eonni sepertinya suka padanya. Dohwan oppa, ya dia cukup tampan sih tapi dia juga bukan tipeku." Yeora menjelaskan.


"Sudahlah berhenti beromong kosong, masuk saja ke dalam mobil." Kata Donghwi.


"Kenapa mereka berisik sih setelah keluar dari kantor polisi?" Tanya Jihyun pada Sera di dalam mobil.


"Entahlah..." Kata Sera ikut bingung.


"Bagaimana?" Tanya Jihyun seketika Mereka bertiga masuk.


"Dohwan hyeong tadi pagi kesini juga, untuk meminta polisi menyelidiki CCTV di sekitar minimarket tempat dia dan Minna bekerja." Jawab Kai.


"Dohwan oppa? Kenapa dia tidak bilang terlebih dahulu pada kita?" Tanya Sera.


"Entahlah, mungkin dia juga khawatir pelaku itu mencelakai Minna lagi jika tidak segera tertangkap." Jawab Kai.


"Ya, mungkin juga begitu sih. Dohwan oppa pasti merasa bertanggung jawab karena dia kan orang pertama yang Minna kenal disini, ya wajar saja sih kalau oppa itu khawatir." Kata Jihyun.


"Iya benar juga." Jawab Donghwi.


"Tapi aku merasa ada sesuatu yang belum kita sadari sejak 2 bulan lalu." Kata Kai yang baru menyadari sesuatu.


"Apa itu?" Tanya Donghwi.


"Karin, dia tidak pernah lagi menghubungi ataupun menggangguku sejak 2 bulan lalu." Kata Kai.


"Ah... Iya benar terakhir kali dia mengirimkan foto Dohwan hyeong dan Minna sedang makan di sebuah kios tteokbokki. Apa dia tidak menghubungimu lagi?" Kata Donghwi mengingat pesan itu.


"Dia mengirimi aku pesan, tapi isi pesannya tidak penting." Jawab Kai.


"Tapi benar juga, aku tidak pernah melihat lagi perempuan itu di sekitar kampus." Kata Sera.


"Benarkah?" Tanya Jihyun.


"Iya, dandan dan bajunya nyentrik jadi tidak mungkin tidak terlihat mencolok, suaranya saat membicarakan orang ketika melewati perpustakaan juga sudah lama tidak ku dengar. Sepertinya dia memang tidak muncul di kampus." Kata Sera.


"Berarti bisa jadi pelakunya adalah Karin seonbae." Yeora menyimpulkan.


...****************...