Back To Start

Back To Start
#59 Sebuah Kemajuan



Dokter dan para perawat pun pergi meninggalkan ruangan rawat Minna.


"Baiklah kalau begitu, ayo lanjut minum kopinya." Kata Yeora mengajak semuanya.


"Ayo Kai, perawat bilang kau boleh minum kopi." Kata Jihyun.


"Benarkah?" Kai senang.


"Iya, ayo cepat aku juga tadi memberi beberapa camilan dan cake." Kata Jihyun.


"Baiklah, Minna nanti aku kembali lagi ya." Kata Kai girang tapi Kai belum menyadari di ruangan rawat ada Minno.


Kai pun keluar dari ruangan rawat, tersisa Minno dan Sera di ruangan itu.


"Hah... Anak itu emosinya selalu naik turun sangat girang ketika sangat senang tapi sangat terpuruk ketika sedih." Kata Sera berbicara spontan tanpa sadar ada Minno.


"Sepertinya kau sangat mengenal Kai ya?" Tanya Minno tiba-tiba.


"Ya? Oh, iya kami tetangga dan teman sejak kecil. Maaf aku bicara sembarangan, aku tidak sadar kau masih disini." Jawab Sera kaget.


"Hahaha... Santai saja, tidak perlu sungkan begitu kita sepertinya seumuran. Berapa umurmu?" Tanya Minno.


"Aku, 27 tahun." Jawab Sera.


"Oh, aku 28 tahun. Hmmm... Sebenarnya aku lahir di akhir tahun sih, jadi kau panggil aku dengan namaku saja ya." Kata Minno pada Sera.


"Mana bisa begitu? Tentu saja aku harus memanggilmu oppa." Kata Sera tegas.


"Ya kalau begitu, panggil aku sesukamu sajalah." Kata Minno.


"Baiklah, Minno oppa~" Kata Sera meledek.


Minno tersemyum tersipu dan kagum melihat sifat Sera yang ceria dan ramah.


...****************...


...#59...


...Sebuah Kemajuan...


"Hmmm... Apa kau masih mau disini? Atau mau bergabung minum kopi diluar?" Tanya Sera ragu-ragu pada Minno.


"Oh, baiklah aku ikut minum kopi dengan kalian." Jawab Minno antusias.


"Baiklah aku, akan keluar duluan ya." Kata Sera sambil menunjuk pintu.


"Eh, tunggu sebentar." Minno memanggil Sera dengan ragu.


"Ya?" Kata Sera langsung menjawab.


"Hmmm... Aku tahu agak aneh jika menanyakan hal ini tapi, apa menurutmu... Kai itu... orang yang baik?" Tanya Minno ragu-ragu.


"Kai itu sangat baik, perhatian, pengertian dan dia juga tulus. Awalnya akan sangat sulit untuk dekat dengannya, karena dia akan menguji orang yang ingin didekatinya dia akan sangat menyebalkan pada saat itu. Tapi, jika orang itu sudah mendapatkan kepercayaan darinya dia akan memperlakukan orang itu dengan sangat baik melebihi keluarganya sendiri. Kau lihat, Donghwi, Jihyun, Yeora, bahkan dia juga mengorbankan nyawanya untuk Minna." Sera menjelaskan tentang Kai.


"Apa menurutmu aku tidak perlu khawatir lagi tentang Minna?" Tanya Minno lagi.


"Aku tahu kau khawatir karena Minna adalah adik perempuanmu, tapi satu hal yang harus kau tahu kami tidak akan membiarkan siapapun menyakiti Minna bahkan jika Kai yang melakukannya aku akan jadi orang pertama yang memberinya pelajaran." Jawab Sera dengan yakin.


"Baiklah, aku percaya pada kalian semuanya. Sera-ya... Aku minta tolong padamu, jaga Minna dan teman-temannya dengan begitu aku tidak perlu lagi mencemaskan jika Minna memang ingin memulai suatu hubungan dengan Kai." Kata Minno sambil memegang pundak Sera.


"Baiklah, aku berjanji." Jawab Sera sambil menatap Minno.


Minno dan Sera bertatapan beberapa saat, lalu tersadar.


"Ehemm.... Hmmm... Baiklah, ayo kita bergabung dengan yang lain." Kata Sera tiba-tiba tersadar.


"Oh, iya baiklah, ayo." Jawab Minno kaget.


Mereka pun bergabung dengan yang lainnya.


"Eonni, kenapa kalian lama sekali didalam?" Tanya Jihyun berbisik.


"Kau ini bilang apa sih?" Kata Sera berbisik.


"Hmmm~ Pasti ada sesuatu kan?" Tanya Jihyun lagi menggoda sambil berbisik.


"Hei berhenti menanyakan hal tidak penting." Kata Sera berbisik kesal.


"Ohh... Halo, hyeong-nim* saya Kai. Salam kenal." Kai tersadar ada Minno disitu menyapa dengan spontan berdiri.


"Hei, apa-apaan kau ini? Kau pikir ini sedang wajib militer apa?!" Kata Donghwi melihat sikap Kai sangat formal.


"Halo, Kai salam kenal. Santai saja denganku ya, tidak perlu kaku seperti itu panggil aku Minno." Kata Minno tersenyum melihat tingkah Kai.


"Baik, Minno hyeong." Jawab Kai tetap kaku.


Yang lain pun menahan tawa melihat sikap Kai yang kaku didepan Minno.


"Kai, aku sangat berterimakasih karena kau sudah menyelamatkan adikku, kau jadi terluka bahkan memberikan perawatan yang sangat bagus ini untuk Minna. Jujur aku tidak tahu bagaimana caranya berterimakasih padamu." Kata Minno pada Kai.


"Tidak hyeong, kau tidak perlu merasa terbebani begitu. Aku benar-benar tulus dan menolong Minna semampuku, harusnya aku meminta maaf karena tidak bisa menyelamatkan Minna dalam keadaan sehat." Jawab Kai.


"Kai, Minna masih hidup saja aku sangat bersyukur jadi jangan pernah menyalahkan dirimu dan merasa bersalah karena apa yang sudah terjadi. Jika kau ingin meminta maaf, jagalah kesehatanmu dan cepatlah pulih supaya kau bisa menjaga Minna." Kata Minno.


Kai termenung mencerna kata-kata Minno.


"Ja...jadi, hyeong me...mengizinkan aku mendekati Minna?" Tanya Kai ragu-ragu.


"Jika kau membuatnya meneteskan air mata aku yang paling pertama akan membunuhmu! Mengerti!" Kata Minno menggoda Kai.


"Yes!!" Kai tersenyum cerah sambil meminum kopin untuk menutupi senyumnya.


"Uhhhh.... Sudah dapat restu resmi dari calon hyeongbu* ~" Jihyun meledek.


[*hyeongbu: Panggilan untuk abang ipar/kakak laki-laki dari pihak perempuan]


Semuanya pun tertawa bersama melihat Kai salah tingkah.


"Hmmm... Baiklah kalau begitu, sepertinya aku bisa kembali ke Pohang karena sudah banyak yang memperhatikan Minna disini." Kata Minno.


"Hyeong kenapa buru-buru sekali? Memangnya kau tidak lelah pulang dan pergi begitu?" Kata Donghwi.


"Tidak apa-apa kok lagipula sudah banyak juga orang disini. Aku tidak mau kalian merasa tidak nyaman dengan kehadiranku disini." Kata Minno.


"Eiiii... Kenapa oppa merasa begitu? Kami senang kok oppa ada disini, pasti Minna juga merasa begitu." Kata Yeora.


"Menurutku akan lebih baik jika kau tetap disini, mungkin saja kan jika Minna mendengar suaramu dia senang sehingga dia bangun lebih cepat." Kata Sera.


"Hmmm... Begitu ya?" Kata Minno.


"Lagipula kami akan pulang, jadi kalian para laki-laki saja yang disini menjaga Minna malam ini." Kata Sera lagi.


"Atau hyeong jika kau lelah untuk berjaga disini kau bisa pulang kerumahnya Kai karena Kai dibolehkan pulang hari ini. Iya kan Kai?" Kata Donghwi.


"Iya benar, tapi aku ingin menjaga Minna disini. Jika Minno hyeong ingin beristirahat di rumahku biar Donghwi saja yang menemani." Jawab Kai.


"Kau ini keras kepala sekali ya, kau itu harus istirahat dengan benar di rumah jika kau disini terus aku jamin kau tidak akan tidur karena ingun terus melihat Minna." Kata Donghwi.


"Donghwi benar Kai, beristirahat di rumah akan lebih nyaman daripada disini. Tapi aku rasa aku akan disini saja menjaga Minna dan kalian bisa beristirahat dirumah masing-masing, lagipula besok aku kan kembali ke Pohang jadi hari ini aku mau menghabiskan waktu dengan Minna." Kata Minno.


"Baiklah jika hyeong bilang begitu, aku akan pulang dan istirahat di rumah malam ini." Jawab Kai.


"Hmmm... Coba aku yang menyarankan begitu, pasti dia tidak mau." Kata Sera berbisik pada Jihyun dan Yeora.


"Hahahaha...." Yeora dan Jihyun tertawa.


"Hehehe..." Kai tersenyum canggung.


"Baiklah kalau begitu, aku juga akan tinggal disini dengan Minno hyeong. Tidak apa-apa kan?" Kata Donghwi.


"Harusnya aku yang bertanya apa tidak apa-apa jika kau disini juga?" Tanya Minno.


"Dengan senang hati hyeong. Oh aku harus mengantar para tamu ini pulang dulu hyeong, baru nanti aku kembali lagi kesini." Kata Donghwi.


"Hey ini masih sore tahu, kami masih belum mau pulang." Kata Yeora.


"Lebih baik kita makan malam dulu saja disini iya kan?" Kata Jihyun.


"Setuju!" Jawab Sera.


"Baiklah, baiklah. Hadeuh... Aku tidak bisa melawan kalau para wanita ini sudah berkonspirasi." Kata Donghwi mengalah.


Mereka pun tertawa bersama.


...****************...