Back To Start

Back To Start
#48 Aku akan menyelamatkanmu




"...Na... Minna!" Minna mendengar suara seseorang memanggil namanya sayup-sayup tetapi tidak bertenaga untuk menjawab.


"Kai? Aku disini..." Minna tidak bisa berteriak suaranya sangat lemah.


Minna pun mengambil ponselnya lalu mengetuk-ngetuknya ke lantai, karena ruangan itu cukup kosong maka suara ketukan itu terdengar oleh Kai.


"Kai kau dengar ini kan?" Gumam Minna pasrah.


Kai sayup-sayup mendengar ketukan yang dibuat Minna.


"Minna? Itu kau kan? Jika iya tolong ketuklah terus supaya aku bisa menemukanmu." Kata Kai sambil mencoba mencari sumber suara.


Minna pun mencoba terus mengetuk ponselnya ke lantai.


Kai yang terus mencari sumber suara pun akhirnya merasa suara ketukan itu semakin dekat.


"Minna! Apa kau disini?" Kata Kai seraya menemukan sebuah tangga turun.


Minna pun semakin kuat mengetuk ponselnya ke lantai hingga ponselnya sudah retak.


Mendengar suara Kai yang semakin dekat Minna pun mengumpulkan tenaga untuk berteriak memanggil Kai.


"Kai! Aku di bawah sini." Teriak Minna dengan tenaganya yang tersisa.


...****************...


...#48...


...Aku akan menyelamatkanmu...


"Minna tunggu aku akan kebawah!" Teriak Kai.


*Brrruukkk...* Tiba-tiba sebuah kayu jatuh menghantam bahu Kai.


"Ka...Kai? Kau baik-baik saja?" Tanya Minna yang mendengar suara keras.


"Ah... Iya, A...Aku baik-baik saja." Kata Kai sambil menahan sakit.


"Minna!" Teriak Kai panik seketika melihat Minna.



"Minna kau baik-baik saja?" Kata Kai sambil memegang wajah Minna.


Minna hanya mengangguk, sambil menangis.


"Benarka kau baik-baik saja? Aku khawatir sekali sampai mau mati saja rasanya." Kata Kai memeluk Minna.


"Kau pasti takut sekali ya? Maafkan aku ya kau menunggu sangat lama. Apa ada yang terluka? Jangan menangis lagi ya aku sudah disini." Kata Kai sangat panik sambil melihat Minna.


"Ta...tangan...tanganku sakit sekali." Kata Minna merasakan sakit di tangannya yang diikat dengan suara lemah.


"Ohhh... tunggu biar aku buka." Kata Kai sambil bergegas membuka ikatan di tangan Minna.


"Ayo kita pergi dari sini sebelum apinya menyebar ke ruangan ini." Kata Kai sambil memegang lengan Minna.


"Kai... te...terimakasih sudah datang menolongku. Ma...maafkan... Aku... Aku... Aku..." Minna berbicara dengan nafas tersenggal-senggal lalu tidak sadarkan diri sebelum menyelesaikan kalimatnya lalu menjatuhkan ponsel ditangannya.


"Minna! Minna! Bangunlah, bertahanlah sebentar lagi Minna!" Kai mencoba membangunkan Minna tetapi Minna sudah tidak bereaksi.


"Bersabarlah Minna, aku akan segera mengeluarkanmu dari sini." Kai pun mengangkat Minna menuju ke ruangan atas.


Kai berlari ke atas sambil membawa Minna dan mengantongi ponsel Minna.


Setibanya di atas.


"Ahhh sialan! Ternyata apinya sudah menutup jalan keluar mau tidak mau aku harus memecahkan jendela ini agar bisa keluar dari tempat ini." Kai pun melihat jendela lalu menerobos memecahkan jendela itu sambil menggendong Minna.



*Prangggg....* Kai pun akhirnya berhasil keluar dari tempat itu.


Tidak lama tim penyelamat dan ambulance pun tiba di lokasi itu.



"Hei lihat itu!" Kata seorang tim penyelamat yang beru saja tiba di lokasi.


"Cepat bawa tandunya kesini!" Katanya.


"Minna! Minna sadarlah kita sudah keluar dari tempat itu." Kata Kai yang masih memeluk erat Minna.


"Mari kami akan bawa gadis itu ke dalam mobil ambulans." Kata anggota penyelamat itu pada Kai.


Kai pun langsung membantu sampai Minna berada di atas tandu.


"Minna bagaimana?" Tanya Donghwi seketika dekat dengan Kai.


"Dia tidak sadarkan diri." Jawab Kai.


Jihyun pun menyusul Donghwi mendekati Kai.


"Apa Minna baik-baik saja? Bagaimana keadaannya?" Tanya Jihyun panik pada Kai.


"Ketika bertemu denganku dia masih sadar dan masih bisa memanggilku tapi ketika dia berbicara agak panjang dia langsung tidak sadarkan diri." Jawab Kai.


"Itu Minna sedang di tangani di dalam mobil ambulance, kau juga harus membersihkan lukamu kau pasti menghirup banyak asap juga tadi." Kata Donghwi.


"Baiklah." Jawab Kai.


"Ahhhh... Kakiku." Kata Kai seketika mencoba berdiri.


"Sepertinya kakimu terkilir. Jangan bilang kau melompat dari jendela itu sambil menggendong Minna." Kata Jihyun.


Kai terdiam.


"Woahhh... Benar-benar! Kau juga memecahkan kacanya ya?" Kata Donghwi.


"Sepertinya aku tidak perlu menceritakannya lagi pada kalian." Jawab Kai.


"Yasudah, ayo cepat bantu dia berdiri Donghwi." Kata Jihyun.


"Ohhh iya." Kata Donghwi langsung memapah Kai menuju ke ambulance.


"Tolong obati dia juga ya, kakinya terkilir sepertinya masih ada pecahan kaca juga di lukanya." Kata Donghwi pada salah satu tenaga medis.


"Baik, silahkan masuk." Jawabnya.


*Nit... Nit... Nit...* Suara alat pemantau oksigen.


"Saturasi oksigen pasien menurun drastis, tolong tingkatkan tekanan oksigennya!" Kata seorang perawat.


"Minna! Minna!" Teriak Kai yang baru saja masuk ke dalam ambulance langsung panik melihat situasi.


"Tolong duduk dulu sebentar disini tuan, kami akan menangani pasien ini dulu." Kata perawat pada Kai.


"Minna aku mohon bertahanlah, aku mohon Minna." Kata Kai sambil menggenggam tangan Minna.


"Apa yang terjadi?" Tanya Jihyun pada Donghwi yang berada di luar ambulance.


"Aku tidak tahu sepertinya ada sesuatu yang terjadi pada Minna." Jawab Donghwi.


"Apa?!" Jihyun yang panik langsung berlari ke arah ambulance.


"Hei Jihyun tunggu!" Kata Donghwi menyusul Jihyun.


"Minna! Apa yang terjadi pada Minna?" Kata Jihyun sambil menangis.


"Jihyun, tenanglah Minna sedang ditangani oleh tenaga medis. Kita tunggu saja disini ya." Kata Donghwi pada Jihyun.


"Tapi Minna..." Kata Jihyun sambil menangis.


"Sudah tenanglah dulu, Minna pasti baik-baik saja." Kata Donghwi merangkul Jihyun dengan erat.


"Kita harus segera membawa pasien ini ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan lebih. Silahkan hubungi keluarga atau wali dari pasien ini." Kata salah satu tenaga medis.


"Jihyun menurutmu bagaimana? Apa kita bisa menghubungi keluarga Minna?" Tanya Donghwi.


"Tentu saja kita harus menghubungi keluarganya, tapi aku tidak punya kontak dari keluarga Minna." Jawab Jihyun.


"Ohhh, Kai apa ponsel Minna ada? Kita bisa ambil kontak keluarganya dari situ." Tanya Donghwi.


"Aku mengantongi ponselnya, tapi sepertinya ponselnya rusak karena dia memberikan tanda padaku dengan mengetuk ponselnya." Jawab Kai.


"Yasudah berikan saja padaku, kau ikut dengan ambulance ini ke rumah sakit dan urusi Minna biar Jihyun dan aku yang membawa mobilmu menyusul ke rumah sakit dan nanti di jalan aku akan coba untuk memperbaiki ponselnya." Kata Donghwi.


"Baiklah, kalau begitu ini kunci mobilku. Sekali lagi aku minta tolong pada kalian." Kata Kai.


"Kau ini selalu saja berkata begitu!" Kata Jihyun.


"Maaf." Jawab Kai.


"Yasudah. Tolong berangkat saja ke rumah sakit, kami akan mencoba menghubungi keluarga pasien ini. Ohh iya, tolong obati teman saya juga ya jangan sampai lukanya semakin parah." Kata Donghwi pada tenaga medis yang menangani Minna.


"Baik. Pak ayo kita berangkat saja." Kata tenaga medis itu pada supir ambulance.


"Kabari aku ya!" Kata Kai pada Donghwi dan Jihyun sebelum pintu ambulance di tutup.


"Oke!" Teriak Donghwi.


...****************...