
"Tidak bukan begitu, aku hanya tidak menyangka ia akan datang langsung hari ini juga." Jawab Kai.
"Hmmm... Jangan bilang kau gugup akan bertemu dengannya... Iya kan?" Donghwi menggoda Kai.
"Kau mati ya?" Kata Kai kesal.
"Nahh ini tanda bahwa Kai sudah sembuh!" Kata Donghwi.
"Aku memang tidak sakit kok." Jawab Kai sambil membuang muka.
"Aku turun dulu mengurus berkas Kai ya." Kata Sera.
"Aku ikut eonni, apa ada yang mau kopi? Kecuali Kai ya." Kata Jihyun.
"Kami akan mengirim pesan padamu." Kata Donghwi.
"Baiklah, ayo eonni." Kata Jihyun lalu mengajak Sera pergi.
"Hei lalu aku minum apa?" Kata Kai.
"Kami akan menanyakan pada perawat kau boleh minum apa." Kata Sera.
"Baiklah..." Kata Kai pasrah.
Lalu mereka pun meninggalkan ruangan itu.
"Oh iya aku dan sera eonni tadi membeli cake dan buah ini ayo kita makan." Kata Yeora.
"Terimakasih Yeora." Jawab Kai.
"Sudah ayo cepat makan, kau mau makan cake atau buahnya dulu?"
...****************...
...#57...
...Kedatangan Minno...
"Selamat siang, saya keluarga dari pasien Kwon Kaisun." Kata Sera pada petugas administrasi.
"Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?" Tanya petugas itu.
"Saya ingin mendaftarkan diri menjadi wali pasien." Jawab Sera.
"Baiklah, silahkan isi formulir ini lalu tanda tangani disini ya." Kata petugas sambil memberikan formulir dan bolpoin.
"Baik." Jawab Sera.
Sera pun mengisi formulir itu.
"Eonni, aku pergi membeli minuman dulu ya. Sekalian aku akan bertanya pada perawat Kai boleh minum kopi atau tidak." Kata Jihyun pada Sera.
"Oke. Nanti kau langsung ke ruangan saja jika aku sudah tidak ada disini." Kata Sera.
"Baik eonni." Jawab Jihyun.
Beberapa menit kemudian Sera pun selesai mengisi formulir.
"Jihyun belum kembali ya. Aku ke toilet dulu deh." Kata Sera berjalan sambil mencoba memasukan kembali kartu identitas ke dalam tasnya.
Tiba-tiba...
*Bruuuukkk...* Sera bertabrakan dengan orang lain, tas dan ponsel Sera pun terjatuh.
"Ahh... Maafkan aku, aku tidak melihat jalan." Kata Sera sambil jongkok mengambil barang-barangnya.
"Tidak-tidak, aku yang salah karena terlalu terburu-buru sampai tidak melihat orang di sekitar." Kata orang yang menabrak Sera.
Mendengar suara laki-laki itu Sera langsung menatap wajahnya.
"Woahhh... Suaranya yang berat tapi lembut... astaga dia tampan sekali! Apa ini takdir?" Kata Sera dalam hati.
"Ada apa? Apa ada sesuatu yang aneh di wajahku?" Kata laki-laki itu.
"Ohhh... Itu... Hmmm... Tidak, tidak ada apa-apa." Kata Sera tersentak.
"Eonni!" Teriak Jihyun memanggil Sera dari jauh.
"Ohh... Jihyun-a." Jawab Sera kaget.
"Ayo kubantu berdiri." Kata laki-laki itu.
"Oh ya baiklah." Kata Sera mengulurkan tangannya.
Jihyun bingung dengan apa yang terjadi, langsung buru-buru berjalan ke arah Sera.
"Saya dulu ya. Sekali lagi saya minta maaf." kata laki-laki itu sambil membungkuk lalu pergi.
"Eonni, ada apa?" Tanya Jihyun seketika dekat dengan Sera.
"Tidak, bukan apa-apa kok tadi aku tidak sengaja menabrak laki-laki itu." Jawab Sera.
"Hati-hati dong eonni." Kata Jihyun.
"Iya aku tadi mau memasukan kartu tanda pengenalku ke tas sambil berjalan tapi aku malah menabraknya." Sera menjelaskan.
"Yasudah, lagipula sepertinya dia tidak marah kan? Ayolah kita kembali ke ruang rawat." Kata Jihyun.
"Ayo." Jawab Sera.
Mereka pun menuju ruang rawat sambil mengobrol.
"Ohh... Iya aku juga sedang mencari buku itu waktu itu eonni." Kata Jihyun.
"Buku itu memang sulit sekali dicari." Kata Sera.
"Oh sudah sampai." Kata Jihyun sambil membuka pintu ruang rawat.
"Kami kembali... Eh..." Jihyun kaget ketika masuk ke dalam.
"Ohhh, kau oppa yang tadi bertabrakan dengan Sera eonni kan?" Tanya Jihyun.
"Oh iya benar, kebetulan yang cukup aneh ya." Kata laki-laki itu.
"Jadi kau oppanya Minna?" Tanya Sera.
"Iya aku oppanya Minna. Namaku Minno." Jawab Minno.
"Astaga! Maaf soal yang tadi ya." Kata Sera.
"Iya tidak apa-apa, lagipula kau lebih rugi tadi karena ponselmu juga terjatuh." Kata Minno.
"Ah tidak, ponselku baik-baik saja kok." Kata Sera sambil menunjukkan ponselnya.
"Oh kalian sudah tiba? Ini oppanya Minna." Kata Donghwi pada Sera dan Jihyun.
"Sudah tahu!" Jawab Sera dan Jihyun bersamaan.
Mereka pun tertawa bersama.
"Kai dimana?" Tanya Jihyun.
"Dia dipanggil ke ruangan dokter." Jawab Donghwi.
"Ohhh kita belum berkenalan ya? Aku Baek Sera." Kata Sera pada Minno.
"Salam kenal Sera." Jawab Minno.
"Aku Ahn Jihyun, yang menelpon oppa tadi pagi." Kata Jihyun.
"Oh kau sahabatnya Minna ya? Salam kenal Jihyun." Kata Minno.
"Iya aku dan Yeora sahabatnya Minna. Oh iya, dimana Yeora?" Kata Jihyun teringat Yeora.
"Dia sedang menyeka Minna dengan perawat didalam." Jawab Donghwi.
"Ohhh. Ayo ini diminum, tadi aku membeli kopi. Minno oppa juga minum ya, aku membeli lebih karena ingat oppa akan datang." Kata Jihyun.
"Terimakasih Jihyun." Jawab Minno.
Mereka pun duduk dan minum kopi bersama.
"Hmmm... Hyeong sebelumnya kami minta maaf karena tidak segera mengabari mengenai kondisi Minna, jujur kami sangat ketakutan dan bingung bagaimana cara menghubungi keluarga Minna." Kata Donghwi.
"Sebenarnya aku juga agak marah pada kalian, tapi setelah melihat kalian merawat dan menjaga Minna dengan baik kurasa harusnya aku tidak perlu terlalu khawatir lagi." Jawab Minno.
"Kami benar-benar minta maaf oppa." Kata Jihyun.
"Tidak apa-apa Jihyun, terimakasih sudah menjadi teman yang baik untuk Minna ya." Jawab Minno.
"Kopiku mana? Eh..." Yeora kaget ketika keluar dari ruangan Minna melihat ada orang lain.
"Sudah selesai? Ini oppanya Minna, hyeong ini Yeora." Kata Donghwi.
"Oh, halo oppanya Minna salam kenal aku Hong Yeora." Yeora langsung memperkenalkan diri.
"Salam kenal Yeora, namaku Minno." Jawab Minno.
Perawat pun keluar.
"Permisi, pasien sudah selesai ganti baju silahkan jika mau masuk. Saya permisi dulu." Kata perawat.
"Terimakasih banyak." Jawab mereka semua bersamaan.
"Ayo oppa kita tengok Minna ke dalam." Ajak Jihyun.
"Baiklah." Minno pun mengikuti Jihyun ke dalam ruangan rawat.
"Woahhh... Daebak! Oppanya Minna tampan sekali! Seperti seorang idol!" Kata Yeora kagum.
"Sssttt... Kecilkan suaramu!" Kata Sera.
"Aduh maaf, maaf..." Kata Yeora.
"Sekarang aku tahu bagaimana reaksimu ketika pertama kali melihat Kai." Kata Donghwi.
"Tentu saja, mana ada perempuan normal biasa saja melihat lelaki tampan?" Kata Yeora sambil terus tersenyum.
"Lalu maksudmu Minna tidak normal?! Wahhh jahat sekali kau secara tidak langsung mengatakan kalau Minna tidak normal!" Kata Donghwi menggoda Yeora.
"Ihhh... Bukan begitu maksudku! Bisa saja sebenarnya Minna kagum tapi tidak mengekspresikannya kan?" Kata Yeora.
"Ahhh kau ini bisa saja memutar balikan kata-katamu sendiri!" Kata Donghwi.
"Terserah kaulah! Hahhh... Aku masih tidak menyangka kalau orang-orang tampan ada disekitarku." Kata Yeora sambil melamun.
"Dasar korban drama!" Kata Donghwi.
"Donghwi kau iri ya karena tidak ada yang bilang kau tampan?" Kata Sera meledek.
"Nunna!" Donghwi kesal.
"Hahahaha.... Sepertinya kau betulan kesal ya?" Kata Yeora tertawa.
"Auhh... Aku salah berdebat dengan wanita-wanita liar ini!" Kata Donghwi kesal.
"Apa kau bilang? Kau mau mati ya?!" Kata Yeora sambil memukul lengan Donghwi.
"Awww... Sakit tahu!" Teriak Donghwi.
"Hei sudah...sudah... Kalian lupa kalau ini di rumah sakit ya?" Kata Sera.
"Lagian Yeora ini menyebalkan sekali!" Kata Donghwi.
"Kau yang duluan tahu!" Kata Yeora.
"Astaga! Kubilang kan sudah, kenapa malah berlanjut. Minum kopinya!" Kata Sera.
"Baik." Kata Donghwi dan Yeora bersamaan.
...****************...