Back To Start

Back To Start
#16 Ceritaku [Kai Side] - Awal dari Sebuah Akhir




[Review #15 Ceritaku [Kai Side] - Memulai untuk Mengakhiri]


"Hei siapa itu perempuan yang duduk di belakang kita?" Tanya Kai pada Donghwi.


"Hah? mana itu?" Kata tunjuk Donghwi ke arah belakang.


"Bukan agak di sebelah kanan sini." Kata Kai sambil menunjuk ke arah kanan dengan kepalanya.


"Ahhh itu... itu Minna dan Jihyun. Minna itu cukup populer karena dia pintar." Jawab Donghwi.


"Yang mengenakan baju navy?" Tanya Kai lagi.


"Hmmm... yang berbaju navy Minna, yang berbaju putih sebelahnya Jihyun." Jawab Donghwi sambil melihat hp nya.


"ohhh...." Jawab Kai sambil mengangguk.


"Kenapa... kenapa... kenapa? kau suka padanya? dia memang cantik pintar lagi, tapi dia itu tipe perempuan yang sulit didekati sebagai "gebetan" tapi sangat baik kok." Kata Donghwi bersemangat.


"Haissshh apa sih yang kau bicarakan!" Jawab Kai kesal.


...****************...


...#16...


...Ceritaku [Kai Side] -...


...Awal dari Sebuah Akhir...


Kelas selesai dan waktunya makan siang...


"Ayo ke kantin, kau belum makan kan?" Ajak Donghwi pada Kai.


"Benar-benar lapar, aku sampai tidak fokus sama sekali tadi." Jawab Kai.


Mereka pun berjalan menuju kantin bersama...


"Nahhh itu Minna dan Jihyun, wahh sepertinya mereka juga akan ke kantin" Kata Donghwi.


"Lalu kenapa?" Tanya Kai.


"Siapa tahu kau mau berkenalan secara resmi dengan Minna." Kata Donghwi.


"Itu kan modusmu, kenapa kau mengatas namakanku? Dasar laki-laki modus!" Kata Kai agak kesal.


"Matamu tertutup oleh seonbae itu sih, makanya kau tidak mau membuka pertemanan dengan mahasiswi!" Jawab Donghwi.


"Ihhh berandal ini benar-benar menyebalkan!" Kata Kai.


"Sayang!" Karin berteriak memanggil Kai.


"Kai seonbae itu memanggilmu." Kata Donghwi kepada Kai.


"Biarkan saja ayo jalan dengan cepat!" Kata Kai pada Donghwi dengan langkah tergesa-gesa.


"Kai! Kwon Kaisun!" Karin memanggil lagi, lalu berlari ke arah Kai.


"Sayang kenapa kamu menghindariku?" Tanya Karin pada Kai.


"Siapa yang menghindarimu? aku hanya lapar maunke kantin." Jawab Kai.


"Yasudah ayo ke kantin bersama." Kata Karin sambil merangkul tangan Kai.


"Aku kesini dengan teman, jadi kau cari temanmu juga ya aku tidak enak dengan Donghwi." Jawab Kai.


"Ihh... kok begitu sih sayang? kau tidak apa-apa kan jika makan sendiri temannya Kai?" Kata Karin kepada Donghwi.


Donghwi hanya mengangguk bingung.


"Karin, tolonglah aku sedang ingin bersama dengan temanku." Jawab Kai.


"Kenapa sih kau ini menolak aku terus, tadi pagi menolak aku sekarang menolak lagi!" Kata Karin ngambek pada Kai.


"Dewasalah sedikit, hal seperti ini bukan sesuatu yang perlu di ributkan!" Jawab Kai.


"Aku tidak ribut, aku ingin makan denganmu itu saja!" Kata Karin dengan nada meninggi.


"Sudah kubilang aku sedang ingin makan dengan temanku! kau ini kenapa sih?" Jawab Kai sambil melepaskan rankulan tangan Karin.


"Kenapa sih hanya ingin makan denganmu saja kau seperti ini? heran deh!" Kata Karin.


"Anu... Seonbae, Kai orang-orang melihat ke arah kita. Jadi selesaikanlah masalah kalian di tempat lain ya." Kata Donghwi mencoba menegur.


"Ayo ikut aku!" Kata Kai menarik tangan Karin.


"Kau makan duluan ya Donghwi, aku menyusul ke kantin nanti." Kata Kai kepada Donghwi.


"Baiklah." Jawab Donghwi bergegas ke kantin.


Kai pun membawa Karin ke luar.



"Karin, dengar ya. Tolong mulai dari sekarang uruslah hidupmu sendiri ya, aku harap kau lebih baik jika tidak bersama denganku." Kata Kai pada Karin tanpa basa-basi.


"Apa? apa maksudmu?" Tanya Karin.


"Kita putus saja. Sepertinya kau tidak bahagia denganku jadi lebih baik kita akhiri disini saja." Jawab Kai.


"Sayang, kok kamu bicara seperti itu sih? aku sangat bahagia denganmu dan aku sangat, sangat, sangat cinta padamu!" Kata Karin.


"Jika kau seperti itu padaku, kau pasti mendengarkan kata-kata ku, kau pasti tidak akan jalan-jalan diluar dengan laki-laki lain, kau pasti tidak akan berbuat semaumu padaku! Tapi apa yang kau lakukan? apa kau melakukan semua yang ku katakan tadi?" Kata Kai.


"Sa...sayang aku minta maaf, beri aku kesempatan untuk berubah ya?" kata Karin sambil memegang tangan Kai.


"Kesempatan? apa selama dua tahun ini kesempatan untukmu masih kurang? aku memaklumi kau tidak mendengarkan permintaanku, aku memaklumi kau melakukan hal yang kau sukai, tapi untuk kebiasaan selingkuhmu itu... Aku muak dengan itu Gu Karin!" Jawab Kai sambil melepaskan tangan Karin.


"Sayang, aku tidak selingkuh. Aku hanya kebetulan bertemu dengan Taegyeong lalu kami makan bersama, kami tidak melakukan apapun." Kata Karin.


"Kau dengar ya, aku ini manusia aku punya batas kesabaran dan ini adalah ujungnya. Aku menyayangimu dan tidak pernah bermain-main bahkan memikirkan untuk menyakitimu, tapi balasan yang ku dapatkan sangat membuat aku sakit aku sudah tidak mampu lagi bersama denganmu." Kata Kai sambil pergi meninggalkan Karin


"Sayang, aku minta maaf aku minta maaf!" Karin mengejar dan memeluk Kai dari belakang sambil mengangis.


"Tolong lepaskan aku sebelum aku melakukannya dengan kasar." Kata Kai sambil berusaha melepaskan tangan Karin dari perutnya.


"Tidak mau, aku tidak akan melepaskannya sebelum kau memaafkanku." Jawab Karin.


"Karin tolong lepaskan aku." Kata Kai.


Karin semakin mengencangkan tangannya.


"Karin!" Kai terus berusaha melepas pelukan Karin.


Kai pun berhasil melepaskan pelukan Karin dan pergi.


"Sayang! Kai! Tunggu aku! Aw..." Karin menangis dan mencoba menyusul Kai dengan berlari tapi sepatu heels nya tertancap di tanah lalu ia pun jatuh.


Kai tetap berjalan maju tanpa menoleh ke belakang, Kai sangat sedih sampai ia pun tidak sadar air matanya keluar, tapi Kai tetap yakin bahwa keputusannya adalah yang terbaik.


....



Di kantin...


"Donghwi maaf sekali aku lama." Kata Kai seketika tiba di meja tempat Donghwi duduk di kantin.


"Aishhh seperti dengan siapa saja kau bicara begitu. Santai sajalah, yasudah pesan makan sana." Kata Donghwi.


"Ahhh selera makanku sudah hilang." Jawab Kai murung.


"Kau harus makan, kau mau makan apa biar ku ambilkan." Kata Donghwi


"Aku minum jus strawberry saja." Jawab Kai singkat.


"Yasudah tunggu sebentar." Kata Donghwi, lalu berjalan ke counter makanan.


Beberapa menit kemuadian Donghwi datang mebawa minuman untuk Kai, Dongwhi agak khawatir melihat Kai menaruh kepalanya di meja kantin.


"Hei kawan, ini pesananmu. Kau harus semangat, percayalah keputusan apapun yang kau ambil itu yang terbaik untuk kalian berdua." Kata Donghwi menyemangati Kai.


"Terimakasih ya, aku sangat senang punya teman sepertimu." Jawab Kai.


"Haisss kau menakutkanku tahu! Seperti yang mau mati saja. Sudah... sudah... minumlah dulu nanti kita terlambat masuk kelas berikutnya." Kata Donghwi sambil bercanda.


"Kau belum lihat di grup jurusan ya? kelas prof. Sun hari ini mendadak libur, beliau juga belum memberikan tugas atau materi kepada asisten dosen." Kata Kai.


"Masa sih? aku belum lihat grup tuh." Jawab Donghwi sambil melihat ponselnya.


"Ohhh benar, yasudah kita kerjakan tugas prof. Choi." Lanjut Donghwi.


"Yasudah kita ke perpustakaan saja, aku mau sekalian mencari hiburan." Jawab Kai.


"Hah? dasar orang aneh hiburan apa yang ada di perpustakaan?" Tanya Donghwi.


"Disana ada temanku petugas perpustakaan namanya Baek Sera. Menyenangkan kalau mengobrol dengannya." Jawab Kai.


"Ohhh Sera nunna, iya dia memang ramah sih. Kau pacaran saja dengan dia, sepertinya dia lebih baik daripada Karin seonbae." Kata Donghwi.


"Sembarangan saja kau ini kalau bicara, dia itu temanku dari kecil bahkan bayi mana mungkin ada perasaan-perasaan seperti itu diantara kami. Tapi dia memang baik dan ramah sih." kata Kai.


"Iya sih pasti aneh sekali rasanya pacaran dengan orang yang sudah akrab denganmu sejak kecil, tapi tidak menutup kemungkinan juga kan?" Jawab Donghwi.


"Ahhh intinya tidak mungkinlah kalaupun ada kemungkinan tidak lebih dari 5%." Kata Kai.


"Huuu dasar sok ilmiah kau! hahaha" Jawab Donghwi.


"Hahaha... yasudah ayo habiskan makannya, kita ke perpustakaan." Ajak Kai.


"Nah gitu dong, ini baru Kai yang aku kenal." Jawab Donghwi.


...****************...