Back To Start

Back To Start
#68 Sangat Penting



"Oh iya, ajak Minna mengobrol dan beritahu pasien informasi pribadinya sebanyak-banyaknya itu akan membantu memancing ingatannya tapi berikan juga dia waktu istirahat, pasien akan sering mengalami sakit kepala mendadak tapi itu adalah kondisi normal dalam proses mengingat, jika hal itu terjadi tenangkan saja pasien dan beri minum air putih lalu biarkan ia beristirahat. Pasien sekarang ini sedang beristirahat efek diberikan obat tadi kebetulan ini juga sudah malam jadi kita harus membiasakan waktu istirahat dan waktu aktivitasnya lagi." Kata dokter.


"Baik dokter kami akan mengingatnya dengan baik." Kata Donghwi.


"Baiklah kalau begitu, kami permisi dulu. Silahkan segera panggil perawat jika ada yang dibutuhkan atau ditanyakan." Kata dokter.


"Baik, terimakasih banyak dokter." Kata Kai, Sera dan Donghwi sambil membungkuk.


"Syukurlah Minna baik-baik saja." Kata Sera.


"Kau dengar kan Kai, kita tidak perlu cemas lagi asalkan kita mengikuti petunjuk dokter tadi." Kata Donghwi.


"Baiklah. Aku harus sehat dan terlihat baik di depan Minna supaya aku pantas untuk menjaganya." Jawab Kai.


"Nah begitu dong! Jadi besok jangan lupa ya kau melakukan pemeriksaan, Donghwi juga ingatkan Kai ya." Kata Sera.


"Baik." Jawab Kai.


"Iya nunna, serahkan saja padaku." Jawab Donghwi.


"Yasudah kalau begitu ayo kita istirahat lagi." Kata Sera.


...****************...


...#68...


...Sangat Penting...



*Tok...tok...tok...* ada yang mengetuk pintu.


"Hmmm... Ya masuk." Kata Kai yang terbangun.


"Selamat pagi tuan Kai." Kata perawat seketika membuka pintu.


"Oh iya selamat pagi, mau memeriksa minna ya?" Tanya Kai.


"Betul, saya permisi masuk ke ruangan rawat." Kata perawat.


"Iya silahkan masuk saja." Kata Kai.


"Baik." Jawab perawat itu.


"Siapa yang datang?" Tanya Donghwi yang baru keluar dari kamar mandi.


"Perawat, mau memeriksa Minna." Jawab Kai dengan malas.


"Oh... Eh... Tadi Sera nunna sudah pergi dan dia mengingatkan supaya kau janhan lupa melakukan pemeriksaan hari ini." Kata Donghwi.


"Kenapa kau tidak mengantarnya pulang?" Tanya Kai.


"Aku sudah menawarkan untuk mengantarnya tapi nunna bilang tidak perlu karena dia sudah memesan taxi online jadi aku tidak mengantarnya." Jawab Donghwi.


"Oh begitu, yasudah." Kata Kai.


"Aku lapar sekali, ayo kita sarapan." Kata Donghwi.


"Ehhh tunggu dulu Minna kan sedang diperiksa." Kata Kai.


"Oh iya ya. Eh Kai bagaimana kalau kita menghubungi Minno hyeong dan teman-teman yang lain kita kabari mereka bahwa Minna sudah bangun, bagaimana?" Tanya Donghwi.


"Sebenarnya aku ingin melakukannya tapi..." Kata Kai.


"Sudahlah tidak usah tapi-tapi, ini kan kabar yang baik tidak baik kalau kita menundanya apalagi kalau mereka malah mengetahuinya dari Sera nunna." Kata Donghwi.


"Baik-baiklah ayo kita lakukan itu, tapi kita tunggu pemeriksaan pagi ini selesai ya supaya mereka mengetahui keadaan Minna sampai pagi ini." Jawab Kai.


"Baiklah. Aku tidak sabar mendengar ekspresi mereka." Kata Donghwi.


"Dasar..." Kata Kai meledek Donghwi.


"Aku akan membeli sarapan dulu ya keluar, kau mau sarapan apa?" Tanya Donghwi.


"Apa saja sih, samakan saja dengan apa yang ingin kau makan." Jawab Kai.


"Oke aku pergi dulu ya." Kata Donghwi.


"Kalau mau pakai motorku kuncinya ada di saku jaket." Kata Kai.


"Tidak perlu, jalan pagi-pagi sehat tahu." Jawab Donghwi.


"Hmmm... Benar juga, yasudah hati-hati di jalan ya." Kata Kai.


"Oke." Kata Donghwi.


Beberapa menit kemudian perawat pun selesai memeriksa dan menyeka Minna, lalu keluar dari ruang rawat.


"Hmmm... Suster bagaimana keadaan Minna?" Tanya Kai seketika melihat suster keluar.


"Nona Minna sudah bangun dan keadaannya cukup stabil, jika tuan mau mengajaknya mengobrol silahkan tapi jangan memaksakannya untuk mengingat hal yang berat." Jawab perawat.


"Syukurlah kalau begitu, tenang saja suster aku akan melakukannya dengan baik. Oh iya suster apa aku boleh tahu apa saja yang boleh Minna makan?" Tanya Kai.


"Baiklah kalau begitu suster, terimakasih atas informasinya." Kata Kai.


"Sama-sama tuan Kai, saya juga ingin mengingatkan supaya tuan Kai beristirahat dan makan yang cukup dan jangan melewatkan pemeriksaan. Kalau begitu saya permisi, semoga hari anda menyenangkan." Kata perawat itu berpamitan.


"Terimakasih. Selamat bertugas." Jawab Kai.


Perawat pun keluar dari ruangan. Lalu Kai pun masuk ke ruang rawat.



*Tok...tok...tok...* Kai mengetuk pintu ruang rawat.


Kai melihat Minna sedang duduk di ranjangnya sambil melihat ke arah jendela.


"Boleh aku masuk?" Tanya Kai seketika Minna menoleh.


Minna menjawabnya dengan senyuman, lalu Kai pun masuk dan duduk di bangku yang ada di samping ranjang Minna.


"Hmmm... Bagaimana kabarmu?" Tanya Kai dengan lembut.


"Aku baik-baik saja." Jawab Minna sambil tersenyum.


"Syukurlah kalau begitu. Hmmm... Apa kau ingat siapa namamu?" Tanya Kai.


"Aku Shim Minna." Jawab Minna.


"Lalu aku?" Tanya Kai.


"Kai, kau Kai kan?" Jawab Minna agak ragu-ragu.


"Betul aku Kai. Bagus kau ingat siapa namamu dan namaku." Jawab Kai tersenyum.


"Hmmm..." Minna memperhatikan wajah Kai dengan sungguh-sungguh.


"A...ada apa? Apa ada sesuatu di wajahku?" Tanya Kai bingung.


"Sepertinya aku pernah melihatmu, tapi... Aku tidak ingat melihatnya dimana." Kata Minna sambil terus menatap wajah Kai.


"Ei... Apa maksudnya itu? Tentu saja kau pasti pernah melihatku." Jawab Kai salah tingkah.


"Ke...kenapa dia memperhatikan wajahku begini? Membuat aku berdebar saja!" Kata Kai dalam hati.


"Apa kau pacarku?" Tanya Minna tanpa basa-basi.


*Uhuk...uhuk...ehemmm...* Kai terbatuk kaget karena pertanyaan Minna.


"Hah? Ke...kenapa kau bertanya seperti itu dengan santai sih?" Tanya Kai malu-malu.


"Kenapa? Aku salah ya?" Tanya Minna bingung.


"Tidak, tidak bukan seperti itu." Jawab Kai.


"Hanya saja, sepertinya dari semua orang yang aku lihat semalam hanya wajah dan suaramu yang paling familiar dan aku merasakan kita sangat dekat, kau juga menangis semalam. Karena itu aku bertanya apakah kau pacarku?" Tanya Minna sekali lagi.


"Ya... Hmmm... Ya bisa dibilang kita sedang pendekatan." Jawab Kai dengan ragu-ragu.


"Pendekatan?" Tanya Minna.


"Iya pendekatan, kita terlalu dekat untuk dibilang teman tapi belum berpacaran juga." Jawab Kai.


"Ah... Begitu ya..." Minna memahami maksud Kai.


"I...iya benar begitu." Kata Kai sambil tersenyum canggung.


"Hmmm... Apa kau bisa menceritakan sedikit aku?" Tanya Minna.


"Tentu saja jika kau mau mendengarkannya." Jawab Kai.


"Iya aku ingin mendengarnya, aku ingin tahu siapa diriku." Kata Minna.


"Hmmm... Baiklah, namamu adalah Shim Minna..." Kai memberikan informasi tentang diri Minna.


"Ohhh... Jadi aku punya oppa namanya Minno? Lalu kenapa dia tidak disini?" Tanya Minna.


"Itu karena oppamu dan keluargamu tinggal di Pohang." Jawab Kai.


"Lalu kapan oppaku akan datang?" Tanya Minna.


"Aku akan memberitahunya supaya segera datang, jangan khawatir ya." Kata Kai sambil menggenggam tangan Minna.


"Hmmm... sepertinya kau seseorang yang sangat penting untukku, aku tidak tahu apa dan bagaimana tapi firasatku mengatakan begitu." Minna menatap Kai dengan serius.


"Begitukah? Mungkin karena kau juga penting untukku makanya kau merasa begitu." Jawab Kai sambil tersenyum dan menggenggam tangan Minna lebih erat.


Minna menatap Kai sambil tersenyum mendengar jawaban itu.


"Hei kalian membicarakan apa sih? Serius sekali." Kata Donghwi seketika menengok ke ruang rawat.


...****************...