
"Permisi, apa anda ada waktu sebentar?" Tanya Minna pada seorang pria.
"Ada apa ya?" Tanya pria itu.
"Saya Shim Minna dari Universitas Nasiona Seoul jurusan Jurnalistik saya ingin mewawancarai anda mengenai beberapa topik." Jawab Minna.
"Baiklah, tapi saya akan menaruh belanjaan saya ini di mobil dulu ya." Kata pria itu.
"Baik silahkan." Jawab Minna.
"Dik, bagaimana kalau kita wawancara di dalam mobilku? Aku agak lelah karena berkeliling belanja tadi, lagipula cuacanya panas." Kata pria itu.
"Baiklah." Kata Minna.
Pria itu penaruh barang bawaannya di bagasi sambil memberi isyarat pada anak buahnya untuk bersiap.
"Ayo dik silahkan masuk." Kata pria itu.
Minna pun masuk ke dalam mobil.
*Klek...* Suara pintu mobil terkunci.
"Maaf, kenapa anda mengunci pintunya?" Kata Minna pada pria itu.
Anak buah pria itu pun muncul dari bangku belakang dan membuat Minna sangat terkejut.
"Si...Siapa kalian? Tolong jangan sakiti aku." Kata Minna.
"Diam!" Kata pria itu.
"Hmmmmp...hmmmp....hmmm..." Minna memberontak tapi mulut dan hidungnya dibekap saputangan lalu Minna pun pingsan oleh obat bius.
"Angkat dia ke belakang." Kata pria itu pada anak buahnya.
"Baik bos." Jawabnya.
Mereka pun memindahkan Minna ke bangku belakang.
...****************...
...#44...
...Hilang...
"Jihyun!" Teriak Donghwi dari mobil Kai.
"Donghwi, kau sudah selesai duluan ya?" Kata Jihyun.
"Iya, tinggal menunggu Kai dan Minna. Eh, kau sudah selesai kan?" Tanya Donghwi.
"Sudah kok, jangan-jangan Kai dan Minna sedang..." Kata Jihyun.
"Ehemm... Sedang apa?" Kata Kai tiba-tiba datang.
"Ah...hahaha... Kai kau sudah selesai?" Tanya Jihyun canggung.
"Kami kira kau kencan dengan Minna." Kata Donghwi terus terang.
"Yang benar saja! Memangnya aku ini orang selicik itu ya menjadikan kerja kelompok begini kesempatan untuk kencan dengan Minna?" Kata Kai.
"Kalau tidak ada kesempatan, kesempitan juga jadi kan?" Kata Donghwi meledek.
"Hahahahaha...." Mereka tertawa bersama.
"Tapi ngomong-ngomong kok Minna belum kembali ya?" Tanya Kai.
"Iya, tidak biasanya dia lama mengerjakan hal seperti ini." Kata Jihyun.
"Sebentar aku coba telepon Minna." Kata Donghwi.
"Tadi dia ke arah mana ya?" Tanya Kai.
"Kesana, apa kita menyusulnya saja ke sana?" Kata Jihyun smabil menunjuk arah.
"Yasudah ayo kita susul kesana." Kata Kai.
"Bagaimana? Apa Minna menjawab?" Tanya Jihyun pada Donghwi.
"Belum ada jawaban, sepertinya ponsel Minna disenyapkan." Jawab Donghwi.
"Ahhh iya benar, Minna hampir tidak pernah menyalakan dering ponselnya." Kata Jihyun.
"Donghwi, kami akan mencari Minna kesana kau tunggu di dalam mobil ya ini kuncinya. Terus coba hubungi Minna ya." Kata Kai pada Donghwi.
"Oke!" Jawab Donghwi.
"Ayo Jihyun." Kai dan Jihyun pun pergi mencari Minna.
....
"Bos, kami sudah membawa target dan sedang menuju ke tempat yang kemarin kita rencanakan. Semuanya aman tidak ada yang melihat." Kata pria itu di telepon.
"Bagus! Aku juga menuju kesana taruh dia di basement, ikat dan tutup mulutnya." Kata perempuan di telepon.
"Baik bos." Jawab pria itu.
....
"Bagus sekali! Akhirnya aku bisa membalas dendam pada Minna. Inilah yang terjadi jika kau berani mengambil apa yang seharusnya milik Gu Karin!" Kata Karin sambil menyetir mobilnya.
....
"Oke." Jawab Jihyun.
Jihyun dan Kai berpencar mencari Minna.
Mereka sudah mencari selama 1 jam tapi belum juga menemukan Minna. Akhirnya Kai pun mengirim pesan di grup untuk kembali ke mobil saja.
Mereka bertiga pun berkumpul kembali di mobil.
"Kau belum menemukan Minna?" Tanya Donghwi seketika Kai tiba di mobil.
"Belum, ponselnya bagaimana? Apa sudah ada jawaban?" Tanya Kai lagi.
"Belum juga." Jawab Donghwi.
Kai hanya bisa menarik nafas panjang dan bersandar diluar mobil karena merasa bersalah sangat khawatir pada Minna.
Tidak lama Jihyun juga tiba di mobil.
"Ah Jihyun, bagaimana? Apakah ada tanda-tanda yang ditinggalkan Minna?" Tanya Kai seketika Jihyun tiba.
Jihyun hanya menggeleng.
"Aku hanya menemukan ini di jalan tadi dan ini milik Minna." Jihyun memberikan bolpoin dengan nama Minna.
"Arrghhh.... Sialan! Semua ini salahku harusnya tadi aku tidak bilang untuk wawancara berpencar seperti ini!" Kata Kai kesal pada dirinya sendiri.
"Jangan menyalahkan dirimu sendiri seperti itu, mungkin saja Minna tidak sengaja menjatuhkan itu aku yakin dia akan baik-baik saja. Tenanglah kita pasti menemukan Minna." Kata Jihyun.
Donghwi keluar dari mobil.
"Kai, lebih baik kita coba cari Minna lagi sambil berkeliling disekitar sini dengan mobil mungkin saja dia sedang beristirahat di suatu tempat." Kata Donghwi.
"Benar yang Donghwi katakan, ayo masuk saja ke mobil kita cari bersama." Kata Jihyun.
"Biar aku yang menyetir, kau dan Kai perhatikan disekitar karena terlebih kau Jihyun kau kan paling mengenal Minna." Kata Donghwi
"Baiklah." Jawab Jihyun.
Kai pun masuk ke mobil.
....
*Uhuk... Uhuk... Uhu...* Minna terbatuk seketika sadar.
"Hah? Aku dimana? Tolong! Siapapun tolong aku!" Minna kaget karena dia berada dalam ruangan yang sangat gelap.
Minna sangat ketakutan dan menangis dengan keras.
*Tap... Tap... Tap... Tap...* Terdengar suara langkah orang berjalan.
"To... Tolong, tolong aku!" Kata Minna pada orang yang datang itu.
Karena ditempat itu sangat gelap Minna tidak bisa melihat dengan baik.
"Kau sudah sadar rupanya?" Kata pria itu dari jarak yang agak jauh sehingga Minna pun tidak dapat mengenali wajanya.
"Paman, tolong aku. Aku minta ampun jika aku ada salah, tolong biarkan aku pulang paman." Kata Minna sambil menangis.
"Maaf, aku tidak bisa melakukan itu." Kata pria itu lalu pergi lagi.
"Paman mau kemana? Paman! Aku takut sendirian!" Teriak Minna karena pria itu pergi.
"Huhuhu.... Huhuuu.... Kenapa ini? Apa yang terjadi?" Kata Minna sambil terus menangis.
Pria itu datang lagi dengan memakai topi dan masker.
"Paman! Paman! Tolong aku paman!" Kata Minna pada pria itu.
"Mana makanannya? Berikan dia makan." Kata pria itu pada anak buahnya tanpa menghiraukan perkataan Minna.
Pria yang merupakan anak buahnya itu mendekat untuk memberikan makanan pada Minna.
"Paman, paman... Tolong aku, lepaskan aku paman." Kata Minna.
Pria itu tidak menjawab apa-apa dan pergi meninggalkan Minna.
"Hei bodoh! Bagaimana dia akan makan kalau kedua tangannya masih di ikat?! Ikat tangan kirinya di tiang itu! Biar aku bantu memegangnya." Kata pria yang disebut bos.
"Baik, maaf bos." Kata anak buahnya.
Kedua pria itu pun mendekati Minna dan mengubah ikatan tangan Minna.
Minna terus memberontak tapi tenaga Minna tidak sanggup melawan mereka.
"Cepat makan, kami menyekapmu bukan untuk menyiksamu. Ayo kita pergi" Kata pria yang di panggil bos lalu mereka pun pergi.
"Paman! Tolong aku paman! Paman aku ingin pulang!" Teriak Minna memohon.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa aku dibawa kesini? Jihyun, Kai dan Donghwi pasti sedang mencari aku. Bagaimana ini?!" Kata Minna khawatir.
Tiba-tiba...
*Tuk... Tuk... Tuk...* Suara langkah kaki tapi terasa berbeda di telinga Minna.
"Kenapa suara sepatunya berbeda dengan yang tadi?" Tanya Minna bingung.
"Sudah lama tidak bertemu ya Minna." Suara wanita terdengar dari jauh.
...****************...