
...#7...
...Sungguh Menyebalkan...
[Review #6 Bertemu dengannya]
"Hey itu buku yang ku temukan duluan!" Kata Minna kepada lelaki yang mengambil buku yang sudah ia incar.
"Aku duluan yang memegangnya tahu!" Jawab lelaki itu.
"Apa-apan kau ini, aku duluan tahu!" Kata Minna.
"Siapa suruh kau tidak segera mengambilnya!" Kata lelaki itu.
"Aku sedang berusaha mengambilnya tahu!" Jawab Minna.
"Siapa suruh kau pendek? Karena itulah kau tidak bisa mengambilnya dengan cepat!" Kata lelaki itu.
"Hey kenapa kau jadi kurang ajar?!" Minna mulai kesal dan berteriak.
"Sssstttttt!!!" Kata semua orang yang ada di perpustakaan.
"Kenapa kau berteriak dasar aneh!" Kata lelaki itu.
"Kau yang aneh, aku tidak mengenalmu dan tidak tau kau muncul dari mana tapi kau tiba-tiba membuat keributan seperti ini." Jawab Minna kesal
"Berterus teranglah jika ingin berkenalan denganku, namaku Kwon Kaisun. Panggil aku Kai." Jawab lelaki itu.
...*****...
...#7...
...Sungguh Menyebalkan...
"Apa ada lagi informasi tentangku yang ingin kau ketahui?" Lanjut Kai.
"Cih... Dasar laki-laki aneh!" Gumam Minna kesal.
tiba-tiba Jihyun datang...
"Minna kenapa berisik seka... eh kenapa ada dia disini?" Tanya Jihyun dengan berbisik kepada Minna.
"Tanyakan saja pada orang aneh ini." Kata Minna sambil pergi dari tempat itu menuju bangku yang sudah dipilih tadi.
"Ehhh Minna bareng dong!" Kata Jihyun yang masih menatap bingung ke arah Kai.
Di bangku...
"Apa sih yang terjadi? kalian berisik sekali tahu!" Tanya Jihyun memastikan.
"Ssstttt... Aku tidak mau membahasnya!" Jawab Minna.
"Kenapa? Kenapa? Kenapa? Ada apa?" Tanya Yeora yang tadinya sedang fokus dengan notebook nya.
"Ada apa?" Tanya Yeora lagi kepada Jihyun dengan isyarat.
"Tidak tahu." Jawab Jihyun dengan isyarat juga.
"Ehemmm... Lanjutkan pekerjaan kalian!" Kata Minna kepada Jihyun dan Yeora, lalu mereka pun langsung kembali melihat pekerjaannya.
Kai pun duduk di bangku yang tidak jauh dari Minna, Yeora dan Jihyun sehingga mereka masih bisa melihat Kai. Jihyun dan Yeora yang masih belum mengerti keadaannya masih kebingungan dan sesekali melirik ke arah Minna dan Kai, namun Kai masih santai saja membaca buku yang menjadi sumber keributan tadi.
Tiba-tiba ada seseorang datang kearah Kai dan berbisik kepadanya lalu Kai pun langsung dengan tergesa-gesa pergi keluar dan meninggalkan buku yang direbutnya dari Minna tadi begitu saja.
"Auhhhh... laki-laki itu memang benar-benar sudah gila. Tadi merebutnya dari tanganku dan menghinaku, tapi sekarang dia tinggalkan begitu saja buku itu!" Kata Minna kesal.
"Ada apa sih kok dia tiba-tiba pergi seperti itu." Kata Yeora
"Aihhh sudahlah itu urusannya, mungkin ada hal yang penting" kata Jihyun.
....
"Ini masih sore, kita pergi ke karaoke yuk." Ajak Yeora tiba-tiba.
"Lebih baik kita makan tteokbokki* saja atau jjamppong* di restoran ujung jalan sana." Usul Jihyun.
[*Tteokbokki: Sejenis makanan ringan dari kue beras dengan saus pedas-manis ala korea, *jjamppong: sejenis sup merah dengan isian seafood dan sayuran biasanya disajikan pedas]
"Tteokbokki dan bir kaleng sepertinya enak." Timpal Yeora.
"Ayo ayo ayo kita makan Tteokbokki pedas dengan bir!" Jawab Jihyun.
"Bagaimana Minna? Kau ikut kan?" Tanya Jihyun.
"Ya terserah saja." Jawab Minna dengan tidak semangat.
"Hey kenapa kau diam saja sih? Ada tempat yang ingin kau kunjungi? Atau saran kami buruk? Atau..." Kata Yeora.
Jihyun mengisyaratkan kepada Yeora untuk diam.
"Minna cantik~ kita lupakan saja kejadian tadi ya, kita anggap saja kalau tapi itu hanya mimpi buruk ya... Ya... Ya..." Kata Jihyun dengan tatapan ala kucing imutnya.
"Sialan bisa-bisanya laki-laki gila itu melakukan body shaming padaku. Apa kau tahu apa yang dia bilang padaku tadi? Dia bilang aku pendek, cih... kuharap di kehidupan selanjutnya dia adalah kurcaci!" Kata Minna kesal sambil membayangkan kejadian di perpustakaan.
"Hahahaha..." Yeora tertawa dengan polosnya.
"Iya iya iya kita doakan nanti dia jadi kurcaci, nah sekarang kita makan dulu ya. Para naga di perutku ini sudah berunjuk rasa!" kata Jihyun.
Mereka pun menghabiskan waktu mereka bersama dengan makan tteokbokki dan minum bir di sebuah warung kudapan. Akhirnya mereka pun berpisah sebelum tengah malam.
....
Keesokan harinya.
[06.00]
Nit...Nitt...Nit...Nittt...Nittt.... (bunyi alarm Minna)
"Ahhhh kepalaku...." Jata Minna sambil mematikan alarm lalu memegang kepalanya.
"Aku tidak siap memulai hari ini, untung saja kelasku baru ada siang menjelang sore nanti. Ahh masih bisa tidur."
*Drrrttt...Drrrtt...Drrrttt....* Ponsel Minna bergetar.
"Halo..." Jawab Minna dengan malas.
"Halo Minna." Jawab Jihyun.
"Hmmmm... Ya Jihyun aku ngantuk sekali ada apa?" Kata Minna.
"Apa-apaan ini kau belum bangun jam segini? Mentang-mentang tak ada kelas pagi ya?" Jawab Jihyun setengah berteriak.
"Heiiisss berisik sekali sih pelankan suaramu sedikit! ada apa meneleponku?" Tanya Minna mulai kesal.
"Ya ya ya baiklah jangan marah-marah begitu dong. Aku mau mengajakmu ke kampus lebih awal, ayo kita ke perpustakaan mencari referensi tugas prof. Choi lagi." Jawab Jihyun.
"Hey Jihyun ini masih jam 7.30 pagi tahu! Apa wajib sekali kau meneleponku untuk mengajak ke perpustakaan sepagi ini? Ahhh benar-benar menyebalkan." Kata Minna kesal.
"Karena inilah aku paling senang menggodamu tahu~ Hahahaha..." Jawab Jihyun senang.
"Aku tidak percaya bisa-bisanya aku berteman dengan orang jahat seperti ini!" Kata Minna aga bergumam.
"Hahaha... Kelasmu pukul 14.00 kan?" Tanya Jihyun
"Iya, bagaimana denganmu?" Tanya Minna.
"Aku kosong hari ini jadi bisa fokus mengerjakan tugas itu." Jawab Jihyun.
"Yasudah jam 10 ya." Kata Minna.
"Sampai jumpa nanti, kututup teleponnya ya selamat melanjutkan tidurmu cantik~ Hahaha..." Jihyun pun menutup teleponnya.
"Ahh anak ini benar-benar membuat pagiku yang pengar ini sedikit sadar." kata Minna lalu lanjut tidur.
....
Diperpustakaan...
"Mana ya buku yang kemarin itu?" Kata Minna sambil melihat-lihat di rak buku.
"Apa belum di susun lagi oleh petugas perpustakaan ya?" Lanjut Minna.
"Permisi Sera eonni* apakah buku "xxxx" tahun "xxxx" masih ada di sini?" Tanya Minna kepada petugas perpustakaan.
[*Eonni: panggilan seorang perempuan kepada perempuan yang lebih tua (kakak perempuan)]
"Ohh yang kemarin ditinggalkan oleh Kai begitu saja?" Sera bertanya kembali pada Minna.
"Hmmm iya laki-laki sinting itu yang meninggalkannya setelah merebut buku itu dariku." Jawab Minna dengan agak kesal.
"Hahahaha iya tunggu sebentar ya biar ku cari dulu." kata Sera.
"Baik eonni." Jawab Minna.
"Ini dia buku yang kau cari, kau pinjam saja supaya tidak rebutan lagi hahaha..." Sera memberi saran sambil menggoda Minna.
"Ya baiklah akan kupinjam saja kalau begitu." kata Minna.
"Baik, silahkan berikan kartu perpustakaanmu, lalu tanda tangan disini ya." Kata Sera
Minna memberikan kartu perpustakaan dan menandatangani kartu peminjaman buku.
"Ini bukunya dan kartumu, tolong kembalikan sesuai tanggal ya jika ingin diperpanjang tolong kembali ke sini dan bawa buku serta kartu perpustakaanmu ya." lanjut Sera menjelaskan.
"Baik, terimakasih eonni." Kata Minna lalu berjalan menuju tempat duduknya.
"Ehh Minna tunggu sebentar." Panggil Sera tiba-tiba.
"Minna, mmm kalau boleh aku ingin memberitahumu hal ini. Memang kurang penting tapi aku sangat ingin memberitahukannya padamu." Lanjut Sera.
"Ada apa eonni? silahkan saja bicara." Jawab Minna.
"Tentang Kai, dia memang agak menyebalkan kalau kau belum mengenalnya, tapi sebenarnya dia sangat baik. Ibuku dan ibu Kai adalah sahabat sejak SMA jadi kami juga cukup dekat karena kami bermain sejak dari kecil walaupun aku sedikit lebih tua daripada dia." Sera menjelaskan tentang Kai.
"Ya baiklah aku percaya kepada Sera eonni, tapi tidak tahu kenapa perbuatannya yang kemarin itu benar2 menggangguku saja. Aku tidak dendam kok." Minna menjelaskan kepada Sera.
"Baguslah kalau begitu Minna, aku akan katakan padanya untuk tidak mengulangi hal seperti itu lagi." Kata Sera.
"Bilang apa kepada siapa Sera nuna*?" Tiba-tiba seseorang dengan suara berat memotong obrolan Minna dan kak Sera.
[*Nuna: Panggilan seorang laki-laki kepada perempuan yang lebih tua (kakak perempuan)]
...****************...