
Pesan antara Kai dan Minna:
^^^[Kai: Sudah tidur?]^^^
Minna membalas sekitar 2 menit kemudian....
[Minna: Sebentar lagi.]
^^^[Kai: Jangan bilang kau sedang belajar?]^^^
[Minna: Apa kau ada di kamarku?]
^^^[Kai: Benar kau sedang belajar? Ini sudah malam tidurlah.]^^^
[Minna: Iya, sebentar lagi aku tidur.]
^^^[Kai: Baiklah]^^^
[Minna: Oppa sudah sadar?]
^^^[Kai: Donghwi bilang tadi dia sadar dan memanggil namamu, tapi ketika aku sampai dia sudah tertidur lagi.]^^^
[Minna: Sepertinya oppa panik karena sudah di rumah sakit, karena yang dia ingat hanya aku yang ada di minimarket jadi dia mencariku.]
^^^[Kai: Begitu ya? Aku berpikir kenapa dia tidak memanggilku.]^^^
[Minna: ㅋㅋㅋ tentu saja tidak memanggilmu karena kau datang saat dia sudah tidak sadarkan diri.]
^^^[Kai: Baiklah aku akan percaya.]^^^
[Minna: Kau tidak tidur? Kau pasti lelah sudah menyetir lama, besok kan kita harus kuliah.]
^^^[Kai: Baik aku tidur, kau juga tidurlah sudah hampir pukul 2.]^^^
[Minna: Iya, aku sudah berbaring kok.]
^^^[Kai: Selamat tidur.]^^^
[Minna: Selamat tidur.]
"Dia manis sekali!" Kata Kai sambil menyimpan ponselnya lalu memejamkan matanya mencoba tidur.
....
"Kenapa mendapat pesan dari kai membuatku berdebar begini ya?" Kata Minna sambil menutup wajahnya dengan selimut.
"Kenapa tadi aku menjelaskan kenapa oppa memanggilku lebih dulu ya? Kelihatannya seperti aku tidak mau Kai merasa cemburu?! Arrrgghhh Minna bodoh! Bodoh!!" Kata Minna sambil mengacak-acak rambutnya.
"Pokoknya besok aku harus bersikap biasa saja jika bertemu dengannya, tidak cuek tidak juga ramah pokoknya seperti Shim Minna biasanya." Kata Minna sambil menutup matanya.
...****************...
...#39...
...Sarapan...
Pagi itu Minna mandi sepulang lari pagi dari taman.
"Aku harus bersikap biasa, aku pasti bisa." Kata Minna sambil menyikat giginya.
"Ahhhh... Aku merasa sangat gila memikirkan hal seperti ini." Kata Minna kesal pada dirinya sendiri.
"Ohh iya bagaimana keadaan Dohwan oppa ya?" Minna tiba-tiba mengingat Dohwan.
"Aku harus menghubungi Kai." Kata Minna bergegas keluar dari kamar mandi.
"Kenapa harus Kai? Dohwan oppa memiliki ponsel, Donghwi juga memiliki ponsel." Kata Minna tiba-tiba berhenti saat ingin mengambil ponselnya.
"Terserahlah. Aku mau siap-siap ke kampus!" Minna pun kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap.
Minna meninggalkan ponselnya di ruang tamu, sehingga dia tidak tahu bahwa Kai menelponnya.
Beberapa menit kemudian Minna pun keluar dari kamarnya.
"Ohh dua panggilan terlewat dari Kai? Ada apa ya?" Kata Minna seketika melihat ponselnya.
Minna pun mencoba menelpon Kai balik.
*Tuuuttt...* Nada panggilan hanya sebentar karena Kai langsung mengangkat.
"Cepat sekali dia menjawabnya..." Kata Minna dalam hati.
"Halo, selamat pagi Minna." Kata Kai seketika mengangkat telpon.
"I... Iya halo Kai selamat pagi." Jawab Minna agak gugup.
"Kau pasti sudah selesai bersiap-siap ke kampus kan?" Tanya Kai.
"Apa kau ada di rumahku?" Kata Minna sambil menengok kanan dan kiri.
"Hahaha... Tidak aku hanya menebaknya." Jawab Kai sambil tertawa.
"Tebakanmu selalu benar dan itu menakutkan!" Kata Minna sambil menuju ke kamarnya.
"Kau takut padaku?" Tanya Kai.
"Bukan takut sih, tapi aneh saja kau tahu apa yang kulakukan padahal kau tidak disini, atau jangan-jangan kau ini reinkarnasi dukun ya?" Jawab Minna melantur.
"Minna ini masih pagi kenapa kau memikirkan hal seperti itu?" Kata Kai.
"Yaampun aku bicara apa sih." Kata Minna pada dirinya sendiri.
"Haha... Kau lucu sekali Minna." Kata Kai.
"Cih... Apanya yang lucu?" Kata Minna salah tingkah.
"Oh iya Minna, aku mau memberitahumu kalau Dohwan hyeong sudah bangun dan sedang sarapan sekarang. Dokter bilang jika dia sudah dapat makan dengan baik, besok sudah boleh pulang." Kata Kai.
"Syukurlah, aku senang mendengarnya." Jawab Minna.
"Iya, apakah kau mau menjenguknya sebentar sebelum ke kampus?" Tanya Kai.
"Baiklah aku akan kesana, lagipula kelas hari ini dimulai agak siang. Sebentar lagi aku akan kesana." Jawab Minna.
"Ayo kita pergi bersama." Kata Kai.
"Pergi bersama?" Tanya Minna bingung.
"Iya pergi ke rumah sakit bersamaku." Jawab Kai.
*Tiiinn...* Suara klakson mobil terdengar di telepon dan di luar apartemen Minna.
"Jangan bilang kau..." Kata Minna kaget.
"Iya aku sudah dibawah, kebetulan tadi aku mengambil barang-barang yang hyeong perlukan." Jawab Kai.
Minna melihat keluar dan Kai melambaikan tangannya pada Minna.
"Yasudah tunggu sebentar ya aku pakai sepatu dulu." Kata Minna sambil menuju ke rak sepatu.
"Yasudah aku matikan telponnya ya." Kata Kai lalu mematikan teleponnya.
"Astaga! Kai itu memang benar-benar sulit di tebak ya." Kata Minna sambil memakai sepatunya.
"Ingat Minna, kau harus bersikap biasa. Bersikap biasa!" Kata Minna lalu pergi.
....
"Selamat pagi Minna." Kata Kai sambil menurunkan kaca mobil dan membuka kunci pintunya.
"Apa semalam kau langsung tidur?" Tanya Kai.
"Ohhh iya tentu saja, aku langsung tidur." Jawab Minna seperti gugup.
"Hahaha..." Kai tertawa mendengar jawaban gugup Minna.
"Kenapa? Kenapa kau tertawa?" Tanya Minna bingung.
"Tidak hanya tertawa saja." Kata Kai sambil tersenyum.
"Sudah pakai sabuk pengamannya kan? Sudah siap berangkat?" Lanjut Kai.
"Iya sudah." Jawab Minna.
"Ayo berangkat~" Kata Kai sambil menghidupkan mesin mobilnya lalu pergi.
....
"Boss target sudah berangkat dengan mobil yang berbeda dengan mobil kemarin, tapi laki-laki yang mengemudikannya sama." Kata pria misterius menelepon di dalam mobil.
"Sialan! Yasudah ikuti mereka dan terus laporkan padaku." Jawab wanita di telepon.
"Baik boss." Kata pria itu.
....
"Kenapa kita berhenti disini?" Tanya Minna pada Kai.
"Kau pasti belum sarapan kan? Kita sarapan dulu ya, aku tidak mau lambung kita bermasalah. Terlebih aku tidak mau kau merasakan sakit seperti hyeong." Jawab Kai.
"Dia perhatian sekali." Kata Minna dalam hati.
"Hmmm... Kita berdua saja?" Tanya Minna refleks.
"Apa kau menunggu orang lain?" Tanya Kai sambil melihat sekelilingnya.
"Ahhh... Tidak kok, maaf aku asal bicara." Jawab Minna.
"Aku ini ngomong apa sih? Bodoh sekali!" Kata Minna dalam hati.
"Ayo turun." Kata Kai sambil membuka sabuk pengamannya.
"Ohh, i...iya." Kata Minna agak kaget sambil membuka sabuk pengamannya.
Mereka pun keluar dari mobil.
"Tidak apa-apa kau makan fast food begini?" Tanya Kai.
"Ya? Ah, aku baik-baik saja." Jawab Minna.
"Aku bertanya karena sepertinya kau sangat menjaga kesehatan." Kata Kai
"Iya tidak apa-apa sekali-kali makan fast food." Kata Minna.
"Baiklah kau duduk dulu saja disini, biar aku pesan dulu ya." Kata Kai lalu pergi ke counter.
Minna hanya mengangguk.
"Apa kelihatan sekali ya kalau aku menjaga kesahatan? Aku harus sehat karena aku harus bekerja kan?" Gumam Minna.
Beberapa saat kemudian Kai datang dengan makanannya.
"Aku lama ya?" Tanya Kai seketika tiba.
"Ahhh... Tidak kok." Kata Minna.
"Ini." Kai membagi makanannya.
"Terimakasih." Kata Minna.
"Mari makan." Kata Kai.
"Mari makan." Kata Minna.
Mereka pun menikmati sarapan mereka dengan tenang.
"Sepertinya kau lebih pendiam dibanding kemarin." Kata Kai tiba-tiba.
"Aku? Haha mungkin itu hanya perasaanmu saja." Jawab Minna.
"Begitu ya." Kata Kai.
"Lalu Minna biasanya sarapan apa sebelum ke kampus?" Tanya Kai.
"Aku biasanya minum susu dan roti, kadang kalau aku sedang ingin makan makanan berat aku makan apa yang aku masak dengan nasi." Jawab Minna.
"Kau sempat memasak juga?" Tanya Kai agak kaget.
"Tentu saja, masak kan lebih hemat dibandingkan membeli lauk." Jawab Minna.
"Woahhh... Daebak! Lari pagi, ke kampus, bekerja, belajar lalu memasak juga?" Kata Kai kagum pada Minna.
"Perempuan yang tinggal sendiri rata-rata seperti itu kan?" kata Minna.
"Tidak semua juga, banyak kok yang lebih suka beli daripada repot memasak." Jawab Kai.
"Lalu kapan waktumu memasak kalau kau lari pagi, kuliah, bekerja dan belajar?" Kai lanjut bertanya.
"Hmmm... Aku memasak kadang pagi setelah lari pagi jika kuliah agak siang, kadang sore jika pulang dari kampus lebih cepat sebelum bekerja." Jawab Minna.
Kai tepuk tangan pelan karena reflek.
"Kau benar-benar hebat." Kata Kai.
"Ahh... Kau ini bisa saja, reaksimu berlebihan." Jawab Minna malu-malu.
"Ohhh tunggu sebentar." Kai melihat ponsel Minna ada di atas meja lalu Kai pun mengeluarkan ponselnya dan menelpon Minna.
*Drrrtt... Drrtt...* Ponsel Minna bergetar.
"Wahhh... Jahat sekali kau belum simpan nomorku sebagai kontak ya?" Kata Kai melihat nomor ponselnya belum diberi nama oleh Minna.
"Ahhh... Iya maaf Kai. Aku akan menyimpannya sekarang." Kata Minna sambil mengambil ponselnya.
Kai hanya tersenyum melihat reaksi Minna.
"Ini sudah kusimpan 'Kwon Kaisun'." Kata Minna sambil memperlihatkan ponselnya.
"Hahahaha... Baiklah terimakasih sudah menyimpan nomorku." Kata Kai sambil tertawa.
"Kenapa kau tertawa begitu?" Tanya Minna.
"Reaksimu sangat lucu tadi." Jawab Kai.
"Apaan sih." Kata Minna sambil menduduk menutupi senyumannya.
"Sudah selesai makannya?" Tanya Kai.
"Iya sudah." Kata Minna sambil membersihkan mulutnya dengan tissu.
"Yasudah tunggu disini ya aku mau pesan untuk dibungkus, sepertinya Donghwi belum sarapan." Kata Kai.
"Iya." Jawab Minna.
"Semalam makan malam berdua, pagi ini sarapan berdua, naik mobilku berdua, kedepannya ada hal apa lagi ya yang bisa membuat kami melakukan sesuatu bersama." Kai bergumam sambil tersenyum saat berjalan menuju counter.
Dari luar orang yang mengintai Minna terus melaporkan apa yang Minna lakukan pada bossnya.
Beberapa menit kemudian Kai dan Minna pun pergi menuju rumah sakit.
...****************...