Back To Start

Back To Start
#80 Mulai Terkendali



"Aku harus segera kembali ke Pohang besok, ayah dan ibuku tidak ada yang menjaga disana." Jawab Minno.


"Yah, padahal aku sangat ingin hyeong menginap di rumahku." Kata Kai sedikit kecewa.


"Lain kali, jika Minna sudah sehat dan aku berkunjung kesini aku berjanji akan menginap di rumahmu ya." Jawab Minno.


"Janji ya hyeong, biar Donghwi juga ikut menginap supaya ada yang memasak untuk kita." Kata Kai.


"Yah... Aku kena lagi..." Gumam Donghwi pasrah.


"Tenang saja Donghwi, aku kan mengelola restoran masalah masak memasak serahkan saja padaku kan tinggal menginap dengan tenang saja." Kata Minno.


"Wah... Hyeong memang yang terbaik! Tidak seperti seseorang." Kata Donghwi menyindir Kai.


"Pulang sana kau jalan kaki sampai rumahmu." Kata Kai kesal.


"Dasar tukang balas dendam." Donghwi kembali menyindir Kai.


"Kadang aku bingung kau ini temanku atau bukan sih." Gumam Kai.


"Hahaha... Sudah, sudah kalian lucu sekali seperti anak SD saja." Kata Minno menengahi.


Mereka pun tertawa bersama, sedangkan para wanita asik menonton drama.


"Sepertinya aku harus membuka bioskop disini ya." Sindir Kai pada Sera, Yeora dan Jihyun.


"Kami tidak dengar..." Jawab Sera dengan nada malas.


Kai hanya menggeleng sambil tersenyum, Minno dan Donghwi juga ikut tersenyum.


...****************...


...#80...


...Mulai Terkendali...



"Oppa..." Minna terbangun dari tidur dan memanggil Minno.


"Oh, Minna sudah bangun." Kata Minno yang mendengar Minna memanggil.


"Iya, oppa disini." Jawab Minno sambil masuk ke dalam ruang rawat.


"Teman-temanmu datang." Kata Minno seketika tiba di dekat ranjang Minna.


"Kai, kau datang?" Kata Minna melihat Kai di pintu.


"Iya ini aku, aku datang." Jawab Kai sambil berjalan ke dalam ruangan.


"Bagaimana kuliah hari ini?" Tanya Minna pada Kai.


"Seperti biasanya. Kau cepatlah sembuh supaya kita bisa kuliah bersama lagi." Jawab Kai.


"Iya, aku akan segera sembuh." Kata Minna sambil tersenyum.


"Bagus, semangat itu akan membuatmu cepat sembuh." Kata Kai sambil mengusap rambut Minna.


"Oppa, aku mau keluar." Kata Minna pada Minno.


"Oh, tunggu kursi rodamu." Kata Kai lalu mengambil kursi roda dan Minno membantu Minna untuk duduk.


"Nah, ini dia." Kata Kai sambil menaruh kursi roda itu dekat ranjang Minna lalu membantunya turun dari ranjang.


"Ini Kai, kau yang dorong ya aku sudah lelah mendorong anak ini setengah hari." Kata Minno.


"Hahaha... Baik hyeong." Jawab Kai sambil meraih gagang pendorong kursi roda itu.


"Memangnya aku seberat itu?!" Kata Minna kesal.


"Tidak kok, Minno hyeong kan baru tiba wajar saja kalau dia merasa lelah." Kata Kai menengahi.


"Aku ini sangat kuat loh, Minna memang berat makanya aku lelah sekali. Aduh tanganku, leherku juga pegal." Kata Minno menggoda Minna sambil meregangkan tubuhnya.


"Dasar! Dasar! Dasar menyebalkan!" Kata Minna memukul-mukul tangan Minno.


"Iya, iya baiklah. Astaga gadis ini pukulannya keras juga, apa benar dia ini sedang sakit? Dokter tidak salah memeriksanya kan?" Minno terus menggoda Minna.


"Oppa menyebalkan!" Kata Minna.


"Kai, Kai, cepat bawa dia keluar bisa-bisa aku babak belur di pukuli terus." Kata Minno.


"Hahaha... Baiklah hyeong. Ayo kita keluar ya nona Minna." Kata Kai.


"Awas ya kalau aku sudah sehat!" Kata Minna sambil menunjukkan tinjunya pada Minno.


*Minno tertawa puas setelah menggoda Minna.


"Hah... Dia masih saja seperti gadis kecil*." Kata Minno dalam hati.


"Hai Minna!" Kata Sera, Yeora dan Jihyun menyapa Minna.


"Halo semuanya." Jawab Minna.


"Bagaimana keadaanmu Minna?" Tanya Donghwi.


"Aku baik-baik saja kok." Jawab Minna sambil tersenyum.


"Kenapa aku tidak melihat apa-apa ya?" Kata Minna dalam hati.


"Minna coba duduk disini." Kata Jihyun menunjuk sofa.


"Memangnya bisa?" Tanya Sera.


"Coba saja, tidak ada salahnya kan." Jawab Jihyun.


"Aku mau mencobanya." Jawab Minna.


"Baiklah." Lalu Kai pun membantu Minna untuk pindah ke sofa.


"Tuh, bisa kan." Kata Jihyun.


"Wah... Minna kau hebat!" Kata Yeora.


"Sudah lama sekali tidak duduk seperti ini dengan Minna-ku!" Kata Jihyun memeluk Minna dengan erat.


"Kau ini mau membuat Minna sesak nafas ya?!" Kata Sera sambil memukul bahu Jihyun.


"Kenapa eonni memukulku?" Kata Jihyun sambil menggosok bahunya.


"Coba, coba sekali lagi apa aku bisa melihat kenangan mereka?" Kata Minna mulai fokus melihat Yeora.


*Nging...*


Minna melihat kenangan Yeora.


"Aku juga butuh cuci mata tahu! Kai memang tampan tapi sudah ada yang punya, kau? Aish... Kau sama sekali bukan tipeku. Minno oppa, masa aku suka pada oppanya temanku? lagipula Sera eonni sepertinya suka padanya. Dohwan oppa, ya dia cukup tampan sih tapi dia juga bukan tipeku." Suara Yeora.


"Sudahlah berhenti beromong kosong, masuk saja ke dalam mobil." Suara Donghwi.


"Ah aku bisa melihatnya. Sekarang aku mulai bisa mengendalikannya ya." Kata Minna dalam hati.


"Minna? Kenapa diam saja? Ada yang sakit?" Tanya Kai khawatir.


"Oh, tidak kok Kai aku baik-baik saja." Jawab Minna.


"Bilang ya jika kau lelah atau ada yang sakit." Kata Kai.


"Baiklah Kai." Jawab Minna sambil tersenyum.


....



"Bagaimana caranya agar pelaku yang menculik Minna bisa segera tertangkap ya?" Kata Dohwan sambil menaiki tangga menuju unit apartemennya.


"Pokoknya aku harus tahu dulu siapa pemilik mobil yang memata-matai waktu itu setelah itu baru akan mendapat sedikit petunjuk kan?" Kata Dohwan sambil masuk ke dalam unitnya.


"Hah... Tapi aku tidak habis pikir siapa yang bisa melakukan hal seperti itu pada orang sebaik Minna? Minna juga tidak pernah bilang dia punya musuh atau semacamnya." Kata Dohwan lagi sambil duduk di sofa.


"Apa ini ada hubungannya dengan Kai? Sejak Kai pindah ke universitas yang sama dengan Minna dan mereka saling mengenal banyak sekali hal yang terjadi pada Minna tapi Kai juga yang menyelamatkannya. Apa benar ini semua ada hubungannya dengan kedekatan Minna dan Kai?" Dohwan terus berpikir sambil bergumam sendiri.


"Kalau ini ada hubungannya dengan Kai, hidup Minna bisa-bisa terancam lagi kalau Kai tetap ada di sisi Minna tapi bagaimana caranya aku menjelaskan ini pada mereka? Mereka pasti malah akan membenciku kan? Apalagi Sera ada pihak Kai."


"Aishhh... Ini membuat kepalaku sakit. Lebih baik aku mandi dulu." Kata Dohwan membawa tasnya ke kamar lalu bersiap untuk mandi.


....



"Aku mulai bisa mengendalikan kekuatan aneh ini tapi ada beberapa hal yang tidak dapat aku mengerti, kenapa aku tidak bisa melihat kenangan Kai? Aku juga tidak tahu kenangan mereka itu terjadi kapan dan dimana." Kata Minna dalam hati sambil berbaring di ranjangnya.


Tiba-tiba...


"Minna belum tidur?" Tanya Minno yang mengintip Minna dari pintu.


"Oh oppa, iya aku belum tidur." Jawab Minna sambil mencoba untuk duduk.


"Sudah, sudah berbaring saja." Kata Minno sambil menghampiri Minna.


"Ah... Baiklah." Jawab Minna sambil kembali berbaring.


"Kau memikirkan apa? Kenapa belum tidur? Tadi kan sudah minum obat." Tanya Minno.


"Tidak apa-apa kok oppa. Oppa aku ingin melihat foto ayah dan ibu." Kata Minna.


"Foto ayah ibu? Sebentar ya fotonya ada di ponsel." Kata Minno sambil melihat ponselnya.


"Nah, ini dia. Ini ibu ketika sedang memasak di kedai dan ini ayah sedang membantu mengelap piring yang baru di cuci." Kata Minno sambil menunjukkan foto di ponselnya.


"Ayah memakai kursi roda?" Tanya Minna.


"Iya, hmmm... Jika kau ingat kau sangat marah pada oppa karena oppa tidak mau meneruskan perusahaan dan akhirnya ayah sakit." Minno menjelaskan.


"Ayah sakit karena oppa? Oppa jahat! Jahat dan menyebalkan!" Kata Minna.


"Iya maaf ya Minna, oppa belum bisa menjadi anak baik dan contoh yang baik untukmu." Jawab Minno sambil menunduk.


"Bu...bukan begitu oppa, aku hanya bercanda kok." Kata Minna melihat ekspresi serius Minno.


"Tidak kok Minna, ini memang keadaan yang nyata sekarang aku akan menebus semua kesalahanku aku akan menjaga ibu, ayah dan Minna dengan baik. Tolong tunggu oppa sampai saat itu ya Minna." Jawab Minno mengangkat lagi kepalanya sambil tersenyum cerah.


"Aku akan menunggunya oppa, tolong oppa juga tunggu sampai aku mampu membantu oppa menjaga ayah dan ibu ya." Kata Minna sambil menggenggam tangan Minno.


"Cepatlah sembuh itu yang terpenting sekarang." Kata Minno.


"Baik oppa, besok pemeriksaan terakhir yang menjadi keputusan apakah aku bisa pulang atau tidak. Aku yakin besok aku sudah bisa pulang, oppa akan menemaniku kan?" Tanya Minna.


"Baiklah oppa akan menunggu sampai kau keluar dari rumah sakit ini, tapi oppa harus pulang besok karena harus membantu ayah dan ibu ya." Jawab Minno.


"Baik oppa, hubungi aku jika sudah tiba di rumah ya." Kata Minna.


"Baiklah. Hmmm... Minna oppa ada sedikit permintaan untukmu." Kata Minno.


"Permintaan apa oppa? Jika aku bisa aku pasti akan memberikannya." Jawab Minna.


...****************...