Back To Start

Back To Start
#45 Tolong



Pria yang merupakan anak buahnya itu mendekat untuk memberikan makanan pada Minna.


"Paman, paman... Tolong aku, lepaskan aku paman." Kata Minna.


Pria itu tidak menjawab apa-apa dan pergi meninggalkan Minna.


"Hei bodoh! Bagaimana dia akan makan kalau kedua tangannya masih di ikat?! Ikat tangan kirinya di tiang itu! Biar aku bantu memegangnya." Kata pria yang disebut bos.


"Baik, maaf bos." Kata anak buahnya.


Kedua pria itu pun mendekati Minna dan mengubah ikatan tangan Minna.


Minna terus memberontak tapi tenaga Minna tidak sanggup melawan mereka.


"Cepat makan, kami menyekapmu bukan untuk menyiksamu. Ayo kita pergi" Kata pria yang di panggil bos lalu mereka pun pergi.


"Paman! Tolong aku paman! Paman aku ingin pulang!" Teriak Minna memohon.


"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa aku dibawa kesini? Jihyun, Kai dan Donghwi pasti sedang mencari aku. Bagaimana ini?!" Kata Minna khawatir.


Tiba-tiba...


*Tuk... Tuk... Tuk...* Suara langkah kaki tapi terasa berbeda di telinga Minna.


"Kenapa suara sepatunya berbeda dengan yang tadi?" Tanya Minna bingung.


"Sudah lama tidak bertemu ya Minna." Suara wanita terdengar dari jauh.


...****************...


...#45...


...Tolong...



"Bagaimana ini? Aku tidak melihat Minna sekitar sini." Kata Jihyun di dalam mobil.


"Ahhh... Sialan! Ini semua karena aku!" Kata Kai.


"Kai, jangan menyalahkan dirimu seperti itu." Kata Jihyun.


"Aku takut terjadi hal yang akan membahayakan Minna. Seandainya aku tidak mengajak untuk berpencar hal ini pasti tidak terjadi." Kata Kai.


"Kai daripada kau terus menyalahkan dirimu, lebih baik kau coba hubungi saja dia terus. Siapa tahu dia hanya tiba-tiba tidak enak badan dan pulang." Kata Donghwi.


Kai pun mencoba menghubungi Minna terus.


"Jihyun pukul berapa ini?" Tanya Donghwi.


"Ini pukul 8." Kata Donghwi.


"Ahh... Sudah malam ya." Kata Donghwi.


"Bagaimana kalau kita coba ke rumah Minna?" Kata Donghwi.


"Bagaimana Kai?" Tanya Donghwi.


"Lakukan saja, aku sedang tidak bisa berpikir. Ah iya, biar Jihyun yang menyetir kau pasti tidak membawa SIM mu kan?" Jawab Kai.


"Kau tidak bisa berpikir tapi bisa mengingat itu ya?" Kata Donghwi.


"Ayo kita tukar tempat." Kata Jihyun.


Setelah Jihyun dan Donghwi bertukar tempat mereka pun melanjutkan perjalanan menuju ke rumah Minna.


...



"Si... Siapa kamu? Tolong lepaskan aku dari sini eonni!" Kata Minna ketakutan.


"Hmmm... Aku yakin kau tidak ingin tahu siapa aku. Ahh... akan kuberikan kau satu petunjuk 'Aku... Bukan... Kakakmu...' Hahaha..." Kata perempuan itu.


"To... Tolong aku, aku sangat takut disini gelap dan dingin eonni." Minna tetap berbicara dengan sopan.


"Uhhh... Cup... Cup... Cup... Setelah kau bilang disini dingin aku langsung merasa kedinginan juga, apa kau mau merokok supaya tidak dingin?" Kata perempuan itu


"Maaf eonni aku tidak merokok." Jawab Minna.


"Aisshhh... Sialan! Kenapa kau masih berbicara dengan sopan hah? Apa kau tidak memiliki emosi marah? Ahhh.... Kau benar-benar membuatku jengkel!" Kata perempuan itu tiba-tiba marah.


Minna bingung dengan apa yang terjadi dan apa yang wanita itu bicarakan.


Minna mencoba melihat wajah wanita itu tapi sangat sulit karena ruangan yang sangat gelap dan wanita itu berdiri agak jauh.


"Ahhh... Benar-benar! Baiklah kita sudahi percakapan tak berguna kita ini. Kau ingin tempat ini menjadi terang dan hangat kan? Baiklah akan kuhangatkan dari atas dengan cara perlahan. Ohhh... Tunggu, aku akan memberikanmu waktu dulu untuk kau mengatakan pesan-pesan terakhirmu pada keluargamu jadi setelah aku naik ke atas aku akan tunggu lima menit lalu .... Hahaha kau tebak saja apa yang akan aku lakukan dengan ini." Kata wanita itu sambil menunjukkan korek api.


"Tidak... Eonni, jangan bilang kau akan membakar tempat ini?" Kata Minna panik.


"Ternyata kau memang sangat pintar ya. Aku ini kan ingin membantumu karena kau bilang disini gelap dan dingin maka aku akan membuatnya terang dan hangat." Kata perempuan itu.


"Tidak eonni, jangan bunuh aku. Aku mohon eonni! Aku minta maaf eonni, tolong biarkan aku hidup!" Kata Minna sangat ketakutan.


"Haaahhhh (membuang nafas)... Coba kau bilang maaf sejak lama, pasti kita tidak akan bertemu seperti ini Minna. Tapi bagaimana ya? Sudah terlambat tuh, jadi nikmatilah waktu yang akan kuberikan ya. Sampai jumpa di kehidupan selanjutnya!" Kata perempuan itu lalu pergi.


"Eonni! Tolong aku eonni! Eonni biarkan aku hidup, aku akan lakukan apapun yang eonni suruh. Lepaskan aku eonni! Hu...hu....hu..." Minna menangis sangat keras.


"Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?" Kata Minna sambil menangis dan melihat sekitarnya.


"Ohh... Ponselku..." Kata Minna sambil mencari ponselnya di lantai.


"Ini dia!" Kata Minna yang kesulitan meraih ponselnya yang tergeletak di lantai karena tangannya terikat.


"Uhh... Susah sekali..." Kata Minna sambil terus berusaha meraih ponselnya.


...****************...