
"Tapi aku merasa ada sesuatu yang belum kita sadari sejak 2 bulan lalu." Kata Kai yang baru menyadari sesuatu.
"Apa itu?" Tanya Donghwi.
"Karin, dia tidak pernah lagi menghubungi ataupun menggangguku sejak 2 bulan lalu." Kata Kai.
"Ah... Iya benar terakhir kali dia mengirimkan foto Dohwan hyeong dan Minna sedang makan di sebuah kios tteokbokki. Apa dia tidak menghubungimu lagi?" Kata Donghwi mengingat pesan itu.
"Dia mengirimi aku pesan, tapi isi pesannya tidak penting." Jawab Kai.
"Tapi benar juga, aku tidak pernah melihat lagi perempuan itu di sekitar kampus." Kata Sera.
"Benarkah?" Tanya Jihyun.
"Iya, dandan dan bajunya nyentrik jadi tidak mungkin tidak terlihat mencolok, suaranya saat membicarakan orang ketika melewati perpustakaan juga sudah lama tidak ku dengar. Sepertinya dia memang tidak muncul di kampus." Kata Sera.
"Berarti bisa jadi pelakunya adalah Karin seonbae." Yeora menyimpulkan.
...****************...
...#79...
...Menuju Titik Terang...
"Kita tidak bisa menyimpulkan begitu saja karena buktinya juga belum jelas. Bisa jadi kan dia memang sedang cuti kuliah karena asik dugem dengan pemilik bar itu." Kata Donghwi.
"Donghwi benar, kita tidak bisa langsung menyimpulkan bahwa Karin adalah pelakunya. Ayo kita kumpulkan buktinya bersama." Kata Kai.
"Aku harap kasus ini segera selesai supaya Minna bisa melanjutkan hidup dengan tenang." Kata Jihyun.
"Baiklah, kalau begitu ayo kita ke rumah sakit snack atau kopi kita pesan saja supaya diantar ke rumah sakit." Kata Kai.
"Berangkat!" Kata Jihyun sambil menyalakan mesin mobil.
"Tapi Kai, coba kau hubungi nomor ponsel Karin." Kata Sera.
"Kenapa?" Tanya Kai.
"Coba saja, hanya penasaran dia mengangkatnya atau tidak." Jawab Sera.
"Baiklah." Kata Kai sambil mengambil ponselnya lalu mencoba menghubungi nomor Karin.
"Nomornya tidak aktif." Kata Kai setelah mencobanya.
"Tidak aktif ya." Gumam Karin.
"Ah sudah, sudah kalau mencurigainya tanpa berdasar begini namanya kriminal tahu!" Kata Jihyun.
"Iya, iya, aku kan hanya penasaran saja." Jawab Sera.
"Kita coba selidiki besok, aku akan bertanya pada teman-temannya Karin di kampus." Kata Kai.
"Baiklah, besok aku akan bertanya pada bagian administrasi juga." Kata Donghwi.
"Kita juga harus menunggu hasil penyelidikan polisi, terlebih lagi rekaman CCTV itu." Kata Kai.
"Kita butuh bantuan Dohwan oppa." Kata Sera.
"Tapi ngomong-ngomong nunna, bukannya kau seumuran dengan Dohwan hyeong?" Tanya Donghwi.
"Iya aku seumuran dengannya." Jawab Sera.
"Lalu kenapa kau memanggilnya oppa?" Tanya Donghwi lagi.
"Ah, itu..." Sera bingung mau menjawab apa.
"Suka-suka nunna dia mau memanggil apa, kenapa kau ingin tahu sekali sih?" Jawab Kai.
"Iya, iya... Maafkan aku yang terlalu ingin tahu ini nunna." Kata Donghwi.
"Ah...haha... Tidak apa-apa kok." Jawab Sera canggung.
....
"Halo, selamat sore. Benar ini Jeong Dohwan." Dohwan mengangkat telepon.
"Kami dari kepolisian, ingin menanyakan beberapa detail mengenai rekaman CCTV yang anda minta untuk kami periksa." Jawab polisi di telepon.
"Iya pak silahkan." Kata Dohwan.
"Apa benar minimarket tempat anda bekerja adalah di jalan xxxx?" Tanya polisi.
"Iya betul, itu tempat saya bekerja." Jawab Dohwan.
"Kira-kira kapan anda merasa sedang di mata-matai?" Tanya polisi lagi.
"Sekitar 2 bulan yang lalu, sejujurnya saya tidak mengingat kapan waktunya. Jika bisa saya akan datang untuk memastikan rekaman mana yang perlu diperiksa." Jawab Dohwan.
"Baiklah Jeong Dohwan-ssi, mohon besok pagi datang kembali ke kantor polisi untuk melihat rekaman CCTV yang anda minta." Jawab polisi itu.
"Baik pak terimakasih." Jawab Dohwan.
"Baik. Selamat malam." Polisi itu pun menutup teleponnya.
....
"Minno hyeong, Minna..." Kai memanggil Minno dan Minna pelan-pelan sambil membuka pintu.
"Oh Kai, semua, ayo masuk." Jawab Minno keluar dari ruang rawat Minna.
"Minna tidur ya oppa?" Tanya Jihyun.
"Iya, tadi aku mengajaknya keluar jadi kami jalan-jalan ke kantin sambil membantunya mengingat makanan dan minuman yang dia suka, sepertinya dia lelah makanya dia tertidur saat sedang mengobrol. Maaf ya kalian malah jadi tidak bisa mengobrol dengannya." Jawab Minno.
"Tidak apa-apa hyeong, Minna kan harus banyak istirahat supaya bisa cepat pulih." Kata Kai.
Donghwi paling terakhir masuk ke dalam ruangan.
"Iya benar, lagipula kami kemari sudah seperti kebiasaan kok oppa jadi tidak masalah Minna tidur yang penting kami ada di dekatnya." Kata Yeora.
"Baiklah kalau begitu, kopi dan snack yang kita pesan sudah tiba kebetulan ketika aku memarkirkan mobil tadi. Jadi kita Mengobrol sambil ngemil yuk." Kata Donghwi lalu menaruh di atas meja camilan dan kopi yang di bawanya.
"Terimakasih semuanya." Kata Minno.
"Kami yang harusnya berterimakasih karena oppa sudah jauh-jauh datang kesini." Kata Jihyun.
"Minna kan adik ku, jadi aku berterimakasih atas semua yang sudah kalian berikan pada Minna dan padaku aku tidak tahu bagaimana cara membalasnya pada kalian." Kata Minno.
"Oppa, Minna sudah kami anggap seperti keluarga kami sendiri begitu juga dengan oppa jadi hal-hal seperti itu tidak perlu di pikirkan." Kata Sera.
"Wah... Sera nunna akhirnya bersuara." Kata Kai menggoda Sera.
"Hei! Memangnya aku tidak boleh berbicara?" Tanya Sera kesal.
"Sudah, sudah nanti kopinya jadi tidak enak loh." Kata Yeora.
"Hahaha baiklah, baiklah, selamat menikmati." Kata Minno mengalihkan topik.
Mereka pun mengobrol sambil menikmati snack mereka.
"Bagaimana keadaan Minna hyeong? Tidak terjadi apa-apa kan?" Tanya Kai.
"Tidak kok. Jangan khawatir Kai, Minna baik-baik saja dia juga tidak merasa pusing atau apapun selama kami mengobrol yang ku lihat keadannya jauh lebih baik dibanding yang kalian ceritakan kemarin." Jawab Minno.
"Syukurlah kalau begitu. Maaf ya hyeong aku membiarkanku menjaga Minna padahal kau kan pasti lelah begitu tiba langsung menjaga dan mengajak Minna jalan-jalan." Kata Kai.
"Sudahlah tidak apa-apa kok, lagipula kalian kan memang sibuk dan aku juga mengobrol dengan Minna." Jawab Minno.
"Oh iya, ngomong-ngomong bagaimana kelanjutan penyelidikan kasus penculikannya?" Lanjut Minno bertanya.
"Oh itu, kebetulan tadi kami pergi ke kantor polisi dan mereka mengatakan akan mempercepat proses penyelidikanya." Jawab Donghwi.
"Syukurlah, semoga kasus ini segera selesai." Jawab Minno.
"Iya hyeong, kami juga mendapat bantuan dari rekan kerja Minna di minimarket karena dia membuat laporan untuk memeriksa CCTV di sekitar minimarket itu karena dia merasa ada yang mengintai mereka berdua selama beberapa hari sebelum kejadian." Kai menambahkan.
"Jadi maksudnya, ada seseorang mencurigakan yang mengintai Minna dan rekan kerjanya itu sebelum kasus penculikan Minna terjadi. Begitu?" Tanya Minno.
"Iya benar begitu, besok kami akan memastikan beberapa hal sambil menunggu polisi menghubungi kami sehubungan dengan hasil penyelidikan itu." Jawab Kai.
"Baiklah, aku percaya kalian pasti akan melakukan yang terbaik untuk melindungi Minna. Tolong hubungi aku jika ada sesuatu yang perlu aku bantu." kata Minno.
"Baik hyeong. Ngomong-ngomong hyeong akan tinggal beberapa hari disini kan?" Tanya Donghwi.
"Aku harus segera kembali ke Pohang besok, ayah dan ibuku tidak ada yang menjaga disana." Jawab Minno.
"Yah, padahal aku sangat ingin hyeong menginap di rumahku." Kata Kai sedikit kecewa.
"Lain kali, jika Minna sudah sehat dan aku berkunjung kesini aku berjanji akan menginap di rumahmu ya." Jawab Minno.
"Janji ya hyeong, biar Donghwi juga ikut menginap supaya ada yang memasak untuk kita." Kata Kai.
"Yah... Aku kena lagi..." Gumam Donghwi pasrah.
"Tenang saja Donghwi, aku kan mengelola restoran masalah masak memasak serahkan saja padaku kan tinggal menginap dengan tenang saja." Kata Minno.
"Wah... Hyeong memang yang terbaik! Tidak seperti seseorang." Kata Donghwi menyindir Kai.
"Pulang sana kau jalan kaki sampai rumahmu." Kata Kai kesal.
"Dasar tukang balas dendam." Donghwi kembali menyindir Kai.
"Kadang aku bingung kau ini temanku atau bukan sih." Gumam Kai.
"Hahaha... Sudah, sudah kalian lucu sekali seperti anak SD saja." Kata Minno menengahi.
Mereka pun tertawa bersama, sedangkan para wanita asik menonton drama.
"Sepertinya aku harus membuka bioskop disini ya." Sindir Kai pada Sera, Yeora dan Jihyun.
"Kami tidak dengar..." Jawab Sera dengan nada malas.
Kai hanya menggeleng sambil tersenyum, Minno dan Donghwi juga ikut tersenyum.
...****************...