Back To Start

Back To Start
#20 Ceritaku [Kai Side] - Hari yang Melelahkan




[All pict from Pinterest]


"Baik hyeong, selamat bekerja ya." Kata Kai lalu menutup teleponnya.


"Okelah, tidur sebentar lalu siap-siap pergi." Kai pun berbaring dengan benar lalu mencoba tidur.


"Shim Minna..." Gumam Kai.


"Dia itu misterius sekali ya?" Kata Kai sambil menghela nafas.


"Sulit sekali berbicara dengannya apalagi mendekatinya."


"Dia berbeda dengan perempuan lainnya, ekspresinya yang acuh tak acuh melihatku, caranya berbicara cuek denganku, semuanya membuat aku penasaran dan semakin ingin tahu lebih banyak tentangnya."


"Dia cantik juga, manis, tidak bosan melihat wajahnya yang kecil itu."


"Aishhhh apa sih Kai! Kau mulai memikirkan hal aneh lagi! tidur tidur tidur!" Kata Kai sambil memukul kepalanya lalu memejamkan matanya.


...****************...


...#20...


...Ceritaku [Kai Side] -...


...Hari yang Melelahkan...


"Ahhh taxi nya lama sekali sih!" Kata Kai yang menunggu taxi di depan apartemennya sambil mengecek ponselnya.


"Tuan Kai?" Kata seorang supir taxi.


"Ohh iya." Kata Kai sambil masuk ke dalam taxi.


"Tolong ke alamat ini ya pak." Kata Kai sambil memberikan secarik kertas.


"Baik." Kata supir taxi lalu taxi itu pun mulai melaju.


....


Beberapa menit kemudian...



"Kita sudah tiba tuan." Kata supir taxi.


"Ohh ini tempatnya, terimakasih ya pak." Kai pun membayar lalu keluar dari taxi itu.


"Ohhh disini biasanya dia dan Karin bertemu?" Kata Kai sambil melihat ponselnya.


Kai membaca pesan Karin yang mengajaknya bertemu di cafe yang biasa mereka kunjungi.


"Kai mengajak bertemu. Padahal tadi aku sudah mengusirnya seperti itu, aku tidak tahu apakah aku harus senang atau marah." Kata Kai.


"Mana Taegyeong ya, aku harus beritahu kalau aku sudah sampai." Kata Kai sambil mengirim pesan pada Taegyeong.


Tidak lama setelah Kai mengirim pesan Taegyeong pun keluar...


"Woaahhh lihat siapa yang datang. Aku tidak menyangka kau yang meminta bertemu denganku." Kata Taegyeong keluar dari arah sebuah bar sambil merokok.


"Ini aku Kaisun, aku tidak akan basa-basi. Aku ingin bilang bahwa aku menyerahkan Karin padamu. Jagalah dia baik-baik." Kata Kai berterus terang.


"Hahaha bocah ini, menyerahkan Karin kau bilang? dari awal dia adalah milikku! Kau itu hanya hanya tempat istirahat kalau dia muak dengan asap rokokku." Jawab Taegyeong.


"Sudah, aku hanya mau memberitahumu itu saja." Kata Kai sambil mengepalkan tangan menahan emosinya.


"Hei sialan memangnya aku tidak lihat kau mengepalkan tanganmu? aku tidak mengerti apa yang membuat Karin tertarik pada bocah sepertimu. ohhh kau lebih tampan dari aku sih sial." Kata Taegyeong sambil membuang puntung rokoknya.


Kai tidak menjawab dan langsung berbalik untuk pergi.


"Hei beraninya kau pergi begitu saja!" Kata Taegyeong menarik lengan Kai.


"Aku meminta bertemu bukan untuk mengajakmu ribut, jadi tolong biarkan aku pergi. Baiklah jika kau bilang Karin memang milikmu, maka sekarang aku mengembalikannya jadi jaga dan perlakukanlah dia dengan baik dan benar agar dia tidak lagi lari dari pemiliknya." Kata Kai sambil melepaskan tangan Taegyeong dari lengannya.


"Aishhh si berengsek ini membuatku kesal. Perempuan seperti Karin itu hanya butuh uang bukan perhatian, dia juga tidak perlu di jaga asal ada uang dia akan melakukan apapun untukku dengan satu kali perintah seperti anak anjing yang manis." Kata Taegyeong meremehkan Karin.


*Buakkk...* Kai meninju wajah Taegyeong karena kesal.


"Bajingan beraninya kau!" Kata Taegyeong.


*Buakk...* Taegyeong meninju perut Kai, hingga Kai membungkuk kesakitan.


Kai berdiri lagi dan menarik kerah baju Taegyeong.


"Sekali lagi kau meremehkan perempuan seperti itu aku tidak segan-segan untuk membunuhmu!" Kata Kai sangat marah.


"Berengsek kau!" Taegyeong melepaskan tangan Kai dari kerahnya dan sudah berancang-ancang meninju Kai lagi tapi ada yang tiba-tiba memanggil.


"Bos bos... ada pelanggan mengamuk katanya ingin bertemu denganmu." Kata salah satu anak buah Taegyeong datang dari dalam bar.


"Kali ini kau selamat bocah sialan! kau akan mati jika bertemu denganku lagi! cuihh... " Kata Taegyeong pada Kai lalu meludah.


"Ayo pergi." Kata Taegyeong pada anak buahnya.


Kai meninggalkan tempat itu dengan sangat kesal dan marah. Setelah berjalan sedikit Kai pun naik taxi lagi.



"Pak supir tolong ke jalan xxxxx nomor xx ya." kata Kai pada supir taxi itu.


"Baik." Jawab supir taxi.


Kata Kai dalam hati sambil melihat keluar mobil.


. Kata Kai lagi.


Taxi itu pun terus melaju sampai tujuan.


"Pak saya turun disini saja, saya ingin bertemu dengan temanku dulu." Kata Kai pada supir taxi itu, lalu taxi itu pun berhenti.


"Terimakasih ya pak, hati-hati dijalan." Kata Kai sambil keluar dari taxi.


"Sama-sama." kata Supir itu.


"Disitu kan minimarket tempat Dohwan hyeong bekerja aku agak lupa." Kata Kai sambil berjalan menuju sebuah minimarket.


"Astaga... aku lupa, dia bilang kan kalau shiftnya sudah selesai." Kai berdiri di depan pintu minimarket.


"Ehhh itu kan Minna? sepertinya dia dalam masalah." Kata Kai langsung menuju ke dalan minimarket.


"Maaf sekali pak tapi bukan begitu, bapak memang tidak bisa membawa barang yang bapak inginkan jika uangnya kurang." Kai mendengar suara Minna yang bergetar sedang berbicara dengan seorang bapak pembeli.


"Ahhh anak kecil sialan ini!!" kata pembeli itu sangat marah dan hendak menampar Minna dengan tangan kanannya sedangkan tangan sebelahnya masih menarik tanda pengenal Minna.


Kai langsung menarik lelaki itu dan tidak sengaja membuat tanda pengenal Minna yang digenggam lelaki itu putus. Sedangkan Minna menutup matanya karena ketakutan.


"Jangan gara-gara bapak adalah orang tua jadi anda bisa bersikap seenak kepada yang lebih muda apalagi dia adalah wanita!!" kata Kai pada bapak itu.


Seketika Minna membuka matanya.


"Ka...Kai..." Kata Minna dengan gemetar.


Bapak pembeli itu memberontak di tangan Kai.


"Apa-apaan kau berengsek! Anak muda jaman sekarang memang tidak tahu sopan santun!" Kata pembeli itu sambil terus memberontak.


"Anak muda juga tidak sudi bersopan santun pada orang tua seperti anda!" Kata Kai.


"Cihh... Awas saja akan kulaporkan kau pada managermu!" Kata pembeli itu sambil menunjuk ke arah Minna lalu keluar dari minimarket itu.


Minna pun langsung lemas dan menaruh tangannya di meja kasir sambil tertunduk.


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Kai kepada Minna.


"Y...ya aku baik-baik saja." Jawab Minna yang masih terkejut dengan kejadian tadi.


"Apa shift mu sudah selesai?" Tanya Kai lagi.


"Iya sudah jamnya untuk tutup, aku harus bersih-bersih dulu." Jawab Minna.


"Oh iya silahkan." Kata Kai kepada Minna, lalu berjalan keluar.


Minna pun melakukan tugasnya sebelum menutup minimarket itu.


Beberapa saat kemudian Minna pun selesai ia mematikan lampu lalu keluar untuk mengunci pintu lalu pulang.


"Astaga! kau masih disini?!!" Kata Minna kaget.


...****************...