Back To Start

Back To Start
#18 Ceritaku [Kai Side] - Dia Benar-benar Berbeda





"Ya... benar juga sih, lalu bagaimana rencanamu?" Tanya Donghwi.


"Aku harus berbicara pada Lee Taegyeong." Jawab Kai.


"Ohhh laki-laki itu? yasudah bicara saja dengannya, titipkan karin padanya atau apalah. Toh sepertinya Karin seonbae dekat dengannya." Kata Donghwi.


"Apa kau ada kontaknya?" Tanya Kai polos.


"Mana aku tahu, dia bahkan tidak kuliah disini."Jawab Donghwi.


"Itu dia, darimana aku dapat kontaknya ya?" Tanya Kai.


"Ohhh... kita cari saja media sosialnya, dia kan tipe laki-laki eksis tidak mungkin tidak memiliki media sosial kan?" Jawab Donghwi.


"Nahhh... inilah gunanya aku mengajakmu mendinginkan otak di mobilku." Kata Kai.


"Lain kali kalau menyuruhku berpikir, tolong ajak aku ke tempat makan ya!" Jawab Donghwi sambil meledek.


"Baik tuan Dongdong" Kata Kai bercanda.


...****************...


...#18...


...Ceritaku [Kai Side] -...


...Dia Benar-benar Berbeda...



Rumah Kai dipagi hari...


Kai ke dapurnya dan mengambil air minum dari lemari pendingin.


"Apa Donghwi sudah menemukan kontak Taegyeong ya?" Kata Kai sambil minum.


"Ku telepon saja deh." Kai mengambil ponselnya.


*Tuuutttt....tutttt...tutttt*


"Hmmm..." Jawab Donghwi di telepon.


"Hei Dongdong, ini aku." Kata Kai.


"Ya, kau mengganggu tidurku tahu!" Jawab Donghwi.


"Ini sudah siang tahu! memangnya kau tidak ke kampus?" Kata Kai.


"Hari ini kan kelas kita siang, rajin sekali sih ke kampus? tumben." Jawab Donghwi.


"Oh iya aku baru ingat." Kata Kai.


"Ada apa?" Kata Donghwi.


"Bagaimana kau sudah menemukan kontak Taegyeong?" Tanya Kai.


"Oh...itu sudah... aku sudah mencarinya sampai subuh tahu! kau malah membangunkanku pagi-pagi sekali! benar-benar kejam!" Jawab Donghwi.


"Eiii... kawanku Dongdong, aku akan mentraktirmu kok sebutkan saja apa yang ingin kau makan atau kau beli hehehe..." Kata Kai.


"Ya itu kan sudah kewajibanmu." Jawab Donghwi.


"Yasudah kita ke kampus agak pagi ya, sekalian lanjutkan tugas prof. Choi." Kata Kai.


"Oke, jemput aku ya." Jawab Donghwi.


"Sekitar jam 10 ya, kau mau kopi?" Kata Kai.


"Aku mau Americano, kulanjutkan dulu tidurku 1 jam lagi ya. Hubungi saja jika kau sudah mau kesini" Jawab Donghwi.


"Oke!" Kata Kai, lalu menutup telpon.


"Pokoknya urusan Karin dan tugas prof. Choi adalah prioritasku! buku langka itu juga aku harus bisa meminjamnya." Kata Kai sambil menuju ke ruang tv.


"Hahh.... Minna di perpustakaan tidak ya? Apa dia benar marah padaku?"


"Hei Kai, apa yang kau memikirkan apa sih?"


"Tapi aku memang keterlaluan kan? bisa-bisanya aku kemarin melampiaskan kemarahan konyolku padanya."


"Pokoknya aku harus meminta maaf dengan benar!" Kata Kai sambil bersantai di sofa.


....



"Aku telpon dongdong dulu" Kata Kai seketika sampai di cafe.


"Halo." Jawab Donghwi.


"Aku sedang memesan kopi, kau siap-siap ya sebentar lagi aku sampai rumahmu." Kata Kai.


"Oke, aku baru selesai mandi." Jawab Donghwi.


"Mau sekalian dengan kue atau camilan lain?" Tanya Kai.


"Tidak usah, sarapan di rumahku saja. Ibuku mengajakmu sarapan di rumah." Jawab Donghwi.


"Ohhh yasudah aku belikan tart saja untuk ibumu ya." Kata Kai.


"Iya yasudah, jika kau tidak repot." Jawab Donghwi.


"Kau ini seperti dengan siapa saja." Kata Kai.


"Iya iya tetap saja terimakasih, hati-hati dijalan ya." Kata Donghwi lalu menutup teleponnya.


....


*Beberapa menit kemudian.


*Ting... tong*...*


"Ya sebentar..." Suara ibu Donghwi dari dalam.


"Ohhh Kai, sebentar ya Donghwi sedang mengganti bajunya." Kata ibu Donghwi seketika setelah membuka pintu.


"Halo selamat pagi omoni*." Kata Kai sambil membungkuk.


"Ayo.. ayo masuk, kita sarapan bersama ya." Ajak ibu Donghwi.


"Omoni, aku tidak membawa banyak tapi tolong terima ini ya." Kata Kai sambil melangkah masuk ke dalam rumah.


"Aigooo repot sekali membawa ini, terimakasih ya. Kau datang saja aku sudah senang Kai." Jawab ibu Donghwi.


"Ohh kau duduk dulu disini ya, aku akan menyiapkan sarapan di meja makan dulu. Kau tidak perlu membantu ya." Lanjut ibu Donghwi.


"Baik." Jawab Kai.


"Donghwi cepat, temanmu menunggu!" Ibu Donghwi berteriak sambil berjalan menuju dapur.


"Iya bu!" Jawab Donghwi dari kamar.


Mereka pun makan bersama, lalu Donghwi dan Kai pun berangkat ke Kampus.


Mereka pun tiba di parkiran kampus beberapa menit kemudian.



"Dongdong, sudah dapat informasi tentang Taegyeong?" Tanya Kai sambil memarkirkan mobilnya.


"Hei apa kita harus berdiskusi disini lagi?" Kata Donghwi.


"Hei hei tuan Donghwi, kita sudah makan, aku sudah membelikanmu kopi, kau mau kita berdiskusi di kantin atau cafe?" Tanya Kai agak kesal.


"Iya iya yasudah." Jawab Donghwi sambil menggaruk kepalanya.


"Mana ponselmu? aku akan mencarikannya menggunakan akunmu." Lanjut Donghwi.


"Ini." Kata Kai sambil menyodorkan ponselnya.


"Ini dia." Kata Donghwi sambil menunjukkan ponsel itu kepada Kai.


"Oke, tunggu sebentar aku akan mengirim pesan padanya." Kata Kai lalu mengetik di ponselnya.


*Drrrt.... drrttt.... drrtt...* Ponsel Donghwi berbunyi.


"Halo." Jawab Donghwi.


"Iya baik seonbae aku segera kesana." Jawab Donghwi lagi.


"Kenapa?" Tanya Kai sambil masih melihat ponselnya.


"Ketua club meminta berkumpul di basecamp, aku harus segera kesana." Jawab Donghwi.


"Ohhh yasudah, nanti menyusul saja ya ke Perpustakaan aku akan kesana duluan." Kata Kai.


"Oke." Jawab Donghwi lalu keluar dari mobil.


....



"Katakan apa kepada siapa Sera nuna?" Kata Kai seketika tiba di meja petugas perpustakaan.


"Ahhhh kau disini Kai, tidak kok bukan apa-apa." Kata Sera kaget.


"Baiklah eonni aku akan lanjut mengerjakan tugas ya." kata Minna lalu menatap Kai sebentar.


"Kalian membicarakan apa sih?" Tanya Kai sekali lagi.


"Sudah kubilang bukan apa-apa kau ini ingin tahu sekali ya obrolan perempuan." Jawab Sera.


"Eissss... aku hanya curiga kalau kalian membicarakanku, apa aku salah jika bertanya?" Tanya Kai semakin penasaran.


"Kau tau kan istilah 'girls talk'? nahhh masalah wanita yang kami bicarakan apa kau yakin ingin tahu?" Sera menjelaskan.


"Hah 'girls talk'? ya ya baiklah aku sudah tidak ingin tau tuh" Jawab Kai agak kesal.


"Ada apa kau ke perpustakaan jam segini, memangnya kau tidak ada kelas?" Tanya Sera mengalihkan pembicaraan.


"Ohhh itu, aku mau meminjam buku xxxx tahun xxxx untuk mengerjakan tugas." Jawab Kai.


"Buku yang di tulis oleh xxxx?" Tanya Sera lagi.


"Nah iya buku itu, mengenai hukum pers." Jawab Kai.


"Ah buku itu sudah dipinjam oleh Minna sampai tiga hari ke depan." Jawab Sera.


"Apaaaa? tiga hari? nuna bilang tiga hari?" Tanya Kai ingin meyakinkan.


"Iya tiga hari oleh Shim Minna, belum lagi jika dia memperpanjangnya." Jawab Sera.


"Ahh yang benar saja, siapa itu Shim Minna?" Tanya Kai.


"Perempuan yang tadi disini mengobrol denganku." Jawab Sera.


"Dia kan yang kemarin rebutan buku denganku itu? Ahhh lagi-lagi dia yang duluan mendapatkan buku itu." Kata Kai kesal.


"Hey kau sendiri yang meninggalkan buku itu di meja begitu saja lalu berarti benar kau kan yang merebut buku itu padahal dia yang duluan memegangnya?" Sera juga mulai kesal.


"Iya iya aku salah, maafkan aku" Jawab Kai dengan nada menyesal.


"Minta maaf sana padanya, kau kan sudah membuat keributan kemarin dengan merebut buku itu. Siapa tahu dia tidak memperpanjang peminjamannya jika kau minta maaf dan bilang kalau kau butuh buku itu." Sera memberikan saran.


"Ahhhh benar-benar... ya baiklah aku akan coba berbicara dengannya. Lagipula aku dan dia sedang mengerjakan tugas yang sama, semoga saja dia mengerti." Jawab Kai.


"Minta maaf bukan 'mencoba berbicara'. Yasudah sana dia duduk disana dekat rak buku ujung sana." kata Sera.


"Oke" Jawab Kai.


Kai pun langsung menghampiri Minna yang sedang membaca buku itu sambil mengerjalan tugas. Kai duduk di sebelah bangku Minna.


"Ehehehemm... Anu kau Minna ya?" Panggil Kai ragu-ragu.


"Hmmm... ada apa?" Jawab mengangguk Minna sembari masih fokus pada laptopnya.


"Anuu aku mau minta maaf soal kemarin." Kata Kai.


"Kemarin? memang ada apa kemarin?" Jawab Minna yang masih belum melihat ke arah Kai.


Kata Kai dalam hati sambil berbalik badan.


Lalu Kai segera berbalik lagi untuk berbicara dengan Minna.


"hmmm... aku benar-benar menyesal dengan tindakanku kemarin, jadi aku sungguh ingin meminta maaf." Kai meminta maaf lagi.


"Sudahlah, lagipula aku sudah melupakannya." Jawab Minna.


Kai sudah membuka mulutnya untuk menjawab Minna tapi Minna keburu memotongnya...


"Katakan saja apa yang kau inginkan dariku." Lanjut Minna.


"Ahhh tidak kok, aku memang hanya ingin minta maaf saja. Tidak ada maksud lain." Jawab Kai.


Minna hanya mengangguk sambil melihat laptopnya.


"Baiklah kalau begitu, sampai ketemu di kelas ya. Aku pergi dulu." Kai pun keluar dari perpustakaan, berpapasan dengan Jihyun.


....


"Woaahhh hebat sekali perempuan itu, dia benar-benar tidak bereaksi seperti perempuan lain ketika berbicara denganku, bahkan dia tidak melihatku sedikit pun. Baru kali ini ada perempuan yang memperlakukanku seperti itu." Gumam Kai sambil berjalan mencari Donghwi.


"Dimana sih anak itu." Kata Kai sambil merogoh ponselnya dari saku.


*tuuuttt... tutttt....tuuuttt...*


"Halo." Jawab Donghwi.


"Hei Kau dimana?" Tanya Kai.


"Ohhh ini aku baru selesai pertemuan, aku akan ke perpustakaan sekarang." Jawab Donghwi.


"Kau tidak perlu ke perpustakaan." Kata Kai.


"Hah? kau sudah tidak disana?" Tanya Donghwi.


"Iya, aku bertemu di kantin saja kau di lantai satu kan?." Jawab Kai.


"Iya, yasudah, kutunggu kau di kantin." Kata Donghwi.


"Oke, ohhh pesankan aku jus stroberi ya, kau juga pesanlah apa yang kau mau." Kata Kai.


"Yang begini aku suka!" Jawab Donghwi.


"Yasudah... yasudah aku kesana." Kata Kai lalu menutup teleponnya.



Kai pun tiba di kantin...


"Hei bagaimana? Taegyeong sudah membalas?" Tanya Donghwi.


"Ohh iya aku belum memeriksanya." Jawab Kai sambil menarik kursi untuk duduk.


"Coba periksa dulu." Kata Donghwi.


"Sebentar." Kata Kai sambil melihat ponselnya.


"Dia membalas." kata Kai.


"Dia mau bertemu denganmu?" Tanya Donghwi.


"Iya dia mau, katanya dia sibuk cihh... sombong sekali." Kata Kai.


"Ya namanya juga dia bekerja, beda dengan kita kan." Kata Donghwi.


"Iya sih... Katanya bertemu di tempat kerjanya saja." Jawab Kai.


"Yasudah pergilah, kapan katanya?" Tanya Donghwi lagi.


"Nanti malam. Kau bisa menemaniku?" Tanya Kai.


"Nanti malam aku janji mengantar ibuku ke rumah nenek di Gimje." Jawab Donghwi.


"Ohhh yasudah, aku sendiri saja." Kata Kai.


"Kabari aku ya, yah... walaupun begini aku ingin masalahmu cepat selesai tahu!" Jawab Donghwi.


"Iya kawan, terimakasih atas bantuan dan dukunganmu ya." Kata Kai.


"Ehhh mana jusnya?" Tanya kai.


"Ohh iya tunggu ku ambil." Jawab Donghwi.


"Ini pakai kartuku untuk membayar." Kata Kai sambil menyodorkan kartu kreditnya.


"Baik tuan." Jawab Donghwi lalu tertawa.


....



Di kelas...


Kai tiba di kelas dan melihat Minna dan Jihyun seperti biasanya duduk di belakang.


"Ehehehemmmm...." Kai tiba-tiba duduk di bangku kosong sebelah Minna.


Minna dan Jihyun pun menoleh kaget ke arah Kai.


"Tidak apa kan kalau aku duduk disini?" Tanya Kai ragu-ragu.


"Ahhh iya silahkan." Jawab Jihyun tersenyum canggung.


"Halo Minna, apa boleh aku duduk disini?" Tanya Kai pada Minna.


"Silahkan saja ini kan tempat umum, siapa saja boleh duduk dimana saja." Jawab Minna agak ketus.


Kai dalam hati sambil melirik Minna.


Kai dan Jihyun saling bertukar pandangan dan sama-sama tersenyum canggung, sedangkan Minna yang duduk diantara mereka seakan acuh tak acuh.


"sstt.. prof. Seo datang." Kata mahasiswa lain berbisik.


"Selamat siang, baik kita mulai mata kuliah kita hari ini......" Prof. Seo pun mengajar pada hari itu.


...****************...