Back To Start

Back To Start
#28 Modus




[All pict from Pinterest]


"Tolong jangan marah padaku tuan!" Kata Donghwi bercanda.


"Ahh... terserah kaulah!" Kata Kai sambil bangkit dari sofa.


"Ehhh... kau mau kemana?" Tanya Donghwi.


"Melihat kamar tamu. Memangnya kau mau tidur disini?" Jawab Kai.


"Dimana saja tidak masalah, asal ada bantal dan selimut." Jawab Donghwi.


"Yasudah tidur di bathub sana!" Kata Kai sambil pergi.


"Hei! kejam sekali sih!" Donghwi berteriak pada Kai.


...****************...


...#28...


...Modus...


"Kau tidur di kamar tamu saja ya." Kata Kai pada Donghwi dari lantai 2.


"Aku tidur disini pun tak apa-apa." Jawab Donghwi.


"Bawel sekali ya kau ini." Kata Kai.


"Hoamm... sudah ah aku mengantuk." Lanjut Kai sambil berjalan menuju kamarnya.


"Hei... tunggu, kamar mana yang bisa kutempati." Kata Donghwi sambil menyusul Kai ke lantai 2.


....



"Semakin malam disini semakin ramai ya oppa." Kata Minna sambil melihat sekeliling.


"Iya karena kedai tteokbokki ini memang terkenal enak." Jawab Dohwan.


"Ini sudah malam, ayo kita pulang." Lanjut Dohwan.


"Baik oppa." Jawab Minna.


"Ajumma* ini uangnya ya." Kata Dohwan membayar makanan yang sudah mereka makan.


[*Ajumma : Panggilan kepada bibi/ibu/perempuan paruh baya, biasanya digunakan untuk menyapa penjual/pemberi jasa.]


"Masakan ajumma sangat enak!" Kata Minna mengangkat jempolnya pada penjual itu.


"Datang lagi ya nak." Jawab penjual itu sambil tersenyum.


Minna membalas dengan senyuman.


"Ayo Minna." Ajak Dohwan yang sudah berjalan menuju motornya.


Minna pun mengikuti Dohwan.


"Kau tidak mau makan apapun lagi?" Tanya Dohwan sambil memberikan helm pada Minna.


"Tidak oppa, aku sudah kenyang." Jawab Minna sambil memakai helm.


"Yasudah ayo naik, ini sudah malam sekali kau pasti lelah." Kata Dohwan.


Minna dan Dohwan pun dalam perjalanan pulang.


"Minna kau kedinginan tidak?" Tanya Dohwan sambil mengendarai motor.


"Ya lumayan dingin juga oppa." Jawab Minna.


"Masukan saja tanganmu ke dalam saku jaketku." Kata Dohwan.


Tanpa basa-basi Minna pun memasukkan tangannya ke saku jaket Dohwan.


"Kenapa jantungku berdebar begini ya, sepertinya Minna terlalu dekat." Kata Dohwan dalam hati.


....



"Dongdong! cepat bangun!" Kai berteriak seketika keluar dari kamarnya.


Kai pun turun ke bawah.


"Hei... ini masih subuh tahu! Hoam..." Kata Donghwi dari lantai 2 sambil menguap.


"Ayo kita melihat pemandangan keluar, cepat turun!" Kata Kai dari bawah.


"Memang kau sudah mandi?" Tanya Donghwi.


"Sudah dong, kau juga mandi sana!" Kata Kai sambil meminum susu di depan lemari es.


"Yasudah aku mandi dulu ya." Kata Donghwi lalu masuk lagi ke dalam kamar.


"Handuknya di rak sebelah cermin ya." Teriak Kai.


"Oke!" Jawab Donghwi.


....



"Wah... pagi ini cerah sekali!" Kata Minna sambil melihat dari jendela kamarnya.


"Cuaca yang sangat pas untuk lari pagi." Minna pun bangkit dari tempat tidurnya.


Minna pun mencuci muka dan menyikat giginya, lalu bersiap-siap untuk lari pagi.


"Ayo pergi..." Minna pun keluar dari rumahnya.


....



"Dongdong sudah belum? Ayo kita sarapan!" Teriak Kai dari meja makan.


"Lama sekali sih bocah ini." Kata Kai sambil bergegas duduk.


Tidak lama Donghwi pun turun...


"Hei! Kau membangun kamar mandi di dalam kamar mandi ya?" Kata Kai kesal.


"Enak sekali mandi di rumah ini, rasanya aku tidak mau selesai mandi hahaha..." Kata Donghwi bercanda.


"Ayo cepat sarapan, nanti kita kesiangan." Lanjut Kai.


"Kita mau kemana sih memangnya? Mana ada istilah terlambat di hari Minggu begini?" Kata Donghwi.


"Kita akan melihat pemandangan indah, kalau kesiangan kita akan ketinggalan pemandangannya." Jawab Kai.


"Bicara apa sih kau ini, semakin kau menjelaskannya aku malah semakin tidak mengerti." Kata Donghwi bingung.


"Sudah... ini serealmu, ini susunya dan cepat makan." Kata Kai sambil menuang susu ke mangkuk sereal Donghwi.


"Ehhh mana ya ponselku, aku mau menunjukkan sesuatu." Kata Kai lagi sambil mencari ponselnya.


"Kenapa?" Tanya Donghwi.


"Karin, dia mengirimkanku sebuah foto. Foto Minna dengan Dohwan hyeong." Kata Kai sambil menunjukkan pesan itu pada Donghwi.


"Hahahaha... pasti dia menyangka bahwa Minna main-main di belakangmu." Kata Donghwi.


"Ahhh iya, yang dia tahu kan Minna itu pacarku." Kata Kai.


"Ehh tapi ini bukan lelucon loh, karena Karin bisa menemukan tempat Minna bekerja. Aku curiga dia membuntuti Minna." Kata Donghwi.


"Benar juga. Bagaimana caranya aku bilang pada Minna ya?" Tanya Kai.


"Pokoknya cepat beritahu Minna sebelum Karin menyusun rencana aneh. Kita harus bergerak cepat mengehentikan Karin." Kata Donghwi.


Mereka pun sarapan dengan tenang sambil berpikir.


Beberapa menit kemudian mereka pun selesai.


"Biar aku yang bereskan." Kata Donghwi segera mengambil mangkuk dan gelas kotor mereka.


"Tidak perlu di cuci ya, nanti akan ada ajumma yang bersih-bersih." Kata Kai.


"Rumah sebesar ini dibereskan hanya oleh satu orang?" Tanya Donghwi.


"Iya, ajumma itu yang tidak mau mengerjakan dengan orang lain. Katanya ia tidak percaya dengan tangan orang lain hahaha." Jawab Kai.


"Bagus sih, jadi ia tidak perlu membagi bayarannya hahaha." Kata Donghwi bercanda.


"Ayo kita pergi." Ajak Kai.


Mereka pun ke parkiran memanaskan mobil, lalu pergi...


....



"Wahh... karena ini hari Minngu jadi ramai sekali ya disini." Kata Minna seketika tiba di bawah.


"Selamat pagi eonni..." Kata anak-anak menyapa Minna.


"Selamat pagi, Aseul dan Seol-ah." Jawab Minna sambil berlari kecil.


"Selamat pagi Minna. Kau rajin sekali lari pagi ya." Kata seorang ibu-ibu.


"Iya ajumma, supaya sehat. Aku pergi dulu ya." Jawab Minna sambil tersenyum.


Minna pun berlari santai menuju taman.


....


"Kita kemana sih sebenarnya." Tanya Donghwi.


"Sebentar lagi kita sampai." Jawab Kai.


Beberapa menit kemudian....


"Nahh... kita tunggu disini, kalau beruntung sebentar lagi pemandangan itu lewat." Kata Kai.


"Woahhh... dasar kau mesum! Kau melihat-lihat perempuan lari pagi menggunakan hotpans ya!" Kata Donghwi pada Kai.


"Sembarangan saja sih anak ini!" Kata Kai kesal.


"Ayo keluar kita juga jalan-jalan saja di taman sebentar." Kata Kai lagi.



Kai dan Donghwi pun berjalan-jalan di taman.


Kai terus-terusan melihat sekelilingnya mencoba menemukan Minna.


"Kau cari apa sih? cari yang body nya paling hot ya?" Kata Donghwi bercanda.


"Yang mesum itu sebenarnya kau atau aku sih?! Otakmu yang berpikir kemana-mana tahu!" Jawab Kai kesal.


"Ohhh.... aku tahu apa yang kau cari. Tuh..." Kata Donghwi sambil menggerakan kepala Kai ke arah kanan.


"Itu Minna kan?" Tanya Kai.


"Iya, dia baru tiba tuh." Kata Donghwi.


"Ayo pura-pura tidak sengaja bertemu dengannya." Kata Kai.


"Mana mungkin dia percaya kalau kita tidak sengaja bertemu dengannya?" Tanya Donghwi.


"Sudah ayo kita kesana saja dulu, biarkan dia yang menyapa kita duluan." Kata Kai.


"Aishh... Cinta memang membuatmu jadi kurang cerdas ya atau menjadi licik? Ahh masa bodoh..." Kata Donghwi sambil mengikuti Kai.


Kai dan Donghwi pun mencoba berjalan berlawanan dengan arah Minna.


"Satu... Dua... Tiga..." Hitung Kai dalam hati.


"Kai? Donghwi?" Minna memanggil mereka sambil ragu-ragu.


"Yes!" Kata Kai dalam hati.


"Oh... Minna." Kata Kai menyapa Minna.


"Kalian lari pagi sampai sini?" Tanya Minna heran.


"Ahh... kami kebetulan menginap di rumah Dohwan hyeong." Jawab Kai.


"Iya kan?" Tanya Kai sambil menyenggol siku Donghwi.


"Oh... iya, iya hmmm... kami dari tempat Dohwan hyeong." Jawab Donghwi agak kaget.


"Oh begitu, mau lari bersama?" Tanya Minna.


"Kalau Kai jawab iya, aku jadi obat nyamuk. Sial sekali aku." Kata Donghwi dalam hati.


...****************...