
"Ohhh tunggu sebentar." Kai melihat ponsel Minna ada di atas meja lalu Kai pun mengeluarkan ponselnya dan menelpon Minna.
*Drrrtt... Drrtt...* Ponsel Minna bergetar.
"Wahhh... Jahat sekali kau belum simpan nomorku sebagai kontak ya?" Kata Kai melihat nomor ponselnya belum diberi nama oleh Minna.
"Ahhh... Iya maaf Kai. Aku akan menyimpannya sekarang." Kata Minna sambil mengambil ponselnya.
Kai hanya tersenyum melihat reaksi Minna.
"Ini sudah kusimpan 'Kwon Kaisun'." Kata Minna sambil memperlihatkan ponselnya.
"Hahahaha... Baiklah terimakasih sudah menyimpan nomorku." Kata Kai sambil tertawa.
"Kenapa kau tertawa begitu?" Tanya Minna.
"Reaksimu sangat lucu tadi." Jawab Kai.
"Apaan sih." Kata Minna sambil menduduk.
"Sudah selesai makannya?" Tanya Kai.
"Iya sudah." Kata Minna sambil membersihkan mulutnya dengan tissu.
"Yasudah tunggu disini ya aku mau pesan untuk dibungkus, sepertinya Donghwi belum sarapan." Kata Kai.
"Iya." Jawab Minna.
"Semalam makan malam berdua, pagi ini sarapan berdua, naik mobilku berdua, depannya ada hal apa lagi ya yang bisa membuat kami melakukan sesuatu bersama." Gumam Kai sambil tersenyum saat berjalan menuju counter.
Dari luar orang yang mengintai Minna terus melaporkan apa yang Minna lakukan pada bossnya.
Beberapa menit kemudian Kai dan Minna pun pergi menuju rumah sakit.
...****************...
...#40...
...Tidak Boleh Cemburu!...
"Cerah sekali ya hari ini." Kata Kai seketika keluar dari mobilnya.
"Iya, sepertinya akan bagus jika membawa Dohwan oppa jalan-jalan sebentar." Kata Minna sambil melihat langit.
"Dia mengatakan hal yang benar, tapi kenapa aku kecewa mendengarnya?" Kata Kai dalam hati.
"Kai... Ayo kita masuk." Minna memanggil Kai.
"Ohh... Iya ayo." Jawab Kai agak kaget.
Mereka pun masuk ke dalam gedung rumah sakit lalu menuju ke ruangan rawat Dohwan.
....
Di ruangan Dohwan.
"Selamat pagi oppa, selamat pagi Donghwi." Minna menyapa seketika masuk ke dalam ruangan.
Dohwan tersenyum melihat Minna.
"Minna kau datang, mana Kai? Katanya dia menjemputmu." Kata Donghwi.
"Kai? Tadi dia di belakangku, kenapa belum masuk ya?" Kata Minna sambil menengok ke belakangnya.
Diluar ruangan Dohwan.
"Dasar bodoh! Apa-apaan kau ini? Bisa-bisanya cemburu pada teman sendiri! Jelas-jelas dia sedang sakit bodoh!" Gumam Kai sambil membenturkan kepalanya ke tembok di depan ruangan Dohwan.
Minna keluar untuk melihat Kai karena Kai belum juga masuk ke dalam ruangan.
"Kai, kenapa apa kau sakit?" Tanya Minna yang melihat Kai sedang membenturkan kepadalanya.
"Kamjagiya!*" Kai sangat terkejut mendengar suara Minna.
[*Kamjagiya: Astaga!/Bikin kaget saja! Kata ini merupakan bahasa gaul (slang) bahasa Korea untuk mengungkapkan bahwa kita tersentak atau terkejut oleh sesuatu yang tiba-tiba.]
"Maaf, maaf aku mengejutkanmu." Kata Minna agak panik.
"Heuhhh... Minna jantungku hampir saja melompat." Kata Kai menghela nafas dan memegang dadanya.
"Iya maafkan aku, aku kira kau kemana karena tidak ikut masuk kedalam. Kau kaget sekali ya? Maafkan aku ya" Kata Minna sambil reflek menyentuk lengan Kai.
"Tidak apa-apa, tidak apa-apa berhentilah minta maaf. Harusnya aku yang minta maaf." Jawab Kai.
"Hah? Kenapa kau yang minta maaf?" Tanya Minna bingung.
"Iya, karena aku hampir saja mengumpat tadi." Kata Kai.
"Hahahaha... Tapi kan kau belum mengatakannya jadi tidak perlu minta maaf." Kata Minna sambil tertawa.
"Kalau sudah niat walaupun belum dilakukan itu sudah dosa tahu." Kata Kai.
"Dasar kau ini ada-ada saja." Kata Minna sambil menepuk tangan Kai.
"Lihat dia seperti ini padamu Kai! Bisa-bisanya kau cemburu padanya tadi?! Dasar gila!" Kata Kai dalam hati.
"Yasudah ayo masuk." Kata Minna.
"I...iya, ayo masuk." Kata Kai.
"Hyeong apa kabarmu? Apa sudah merasa lebih baik?" Tanya Kai pada Dohwan.
"Sudah lebih baik Kai, terimakasih ya sudah mengantarku ke rumah sakit. Minna, Donghwi juga, terimakasih ya maaf aku merepotkan kalian." Kata Dohwan yang suaranya terdengar lemah sambil memegang perutnya.
"Kenapa oppa bicara begitu? Kita semua kan teman, jadi saling membantu itu suatu kewajiban." Kata Minna.
"Hyeong cepatlah sembuh, lalu bayarlah apa yang sudah kami lakukan." Kata Kai.
"Kai!" Tegur Donghwi dan Minna.
"Iya-iya maaf." Kata Kai sambil menunduk.
Mereka pun tertawa bersama.
"Hyeong, matahari di luar sangat pas untuk berjemur apa kau mau berjalan-jalan keluar?" Tanya Kai.
"Baiklah, aku juga cukup suntuk disini." Jawab Dohwan.
"Ayo." Kata Kai sambil mendorong kursi roda ke dekat Dohwan, lalu Dohwan pun naik ke kursi roda.
"Kalian bertiga pergilah dulu, aku akan sarapan dulu. Burger yang dibelikan Kai ini akan jadi bubur jika aku tidak segera memakannya." Kata Donghwi.
Mereka bertiga pun tertawa mendengar candaan Donghwi.
"Ayo, Kai, oppa." Kata Minna.
"Ohhh sebentar biar aku bukakan pintunya." Kata Minna sambil berlari ke arah pintu lalu membuka pintunya.
Kai dan Dohwan pun keluar lebih dahulu.
"Donghwi kami pergi keluar sebentar ya." Minna pamit pada Donghwi.
Minna pun menutup kembali pintu ruangan itu.
"Bagaimana hyeong? Udaranya segar dan hangat kan?" Kata Kai pada Dohwan.
"Iya enak sekali, padahal belum ada satu hari aku di dalam ruagan inap itu tapi rasanya aku jenuh sekali." Kata Dohwan.
"Pasti begitu, karena oppa biasanya bekerja." Kata Minna.
"Ohh... Iya Minna, boleh pinjam ponselmu?" Kata Dohwan tiba-tiba.
"Iya boleh oppa, ini." Kata Minna sambil memberikan ponselnya.
"Aku belum memberi kabar pada paman Manjun. Ponselku juga sepertinya tertinggal di minimarket." Kata Dohwan.
"Aku sudah memberikan kabar pada paman, tapi memang lebih baik jika oppa yang memberi kabar." Kata Minna.
"Iya Minna, aku akan menelpon paman Manjun dulu ya. Kalian istirahat saja dulu." Kata Dohwan.
"Baik." Jawab Kai dan Minna.
"Tolong dorong aku ke sebelah sini sedikit." Kata Dohwan.
"Oke hyeong." Kai pun mendorong Dohwan sedikit agak menjauh.
Minna dan Kai pun duduk di bangku sambil menunggu Dohwan menelpon.
"Minna, kelas kita hari ini dimulai pukul berapa?" Tanya Kai.
"Ohhh, agak siang sekitar pukul 11." Jawab Minna.
"Hmmm... Sekarang sudah pukul setengah 10. Donghwi sudah mandi belum ya?" Kata Kai.
"Telepon Donghwi saja tanyakan padanya, supaya kita bisa berangkat sama-sama ke kampus." Kata Minna.
"Oke, aku akan menelponnya." Kata Kai.
*Tuuutttt... tutttt.... tuuttt...* Kai menelpon Donghwi.
"Halo." Jawab Donghwi.
"Dongdong, kau sudah mandi belum?" Tanya Kai.
"Sudah, aku sudah mandi sejak pagi. Kenapa?" Kata Donghwi.
"Kelas hari ini mulai pukul 11 jadi, sekitar 30 menit lagi kita harus berangkat ke kampus." Kata Kai.
"Oke, aku juga sudah bawa laptopku kok." Jawab Donghwi.
"Baiklah, bagus kalau begitu. Aku akan menelpon Doyeon Nunna dulu ya." Kata Kai lalu mematikan teleponnya.
"Sebentar ya Minna." Kata Kai pada Minna.
Minna mengangguk.
Kai pun menelpon kakaknya Dohwan.
Tidak lama Dohwan pun selesai menelpon pak Manjun, lalu menggerakkan kursi rodanya ke arah Kai dan Minna.
"Ohhh... Oppa sudah selesai." Kata Minna sambil berlari untuk membantu Dohwan.
Kai pun menutup telponnya.
"Hyeong kau sudah selesai?" Tanya Kai.
"Iya sudah. Kalian kuliah pukul berapa?" Tanya Dohwan.
"Pukul 11 oppa." Jawab Minna.
"Oh, kalau begitu kalian harus segera berangkat. Ayo kita kembali saja." Kata Dohwan.
"Ayo hyeong." kata Kai sambil memutar balik arah kursi roda Dohwan.
"Minna ini ponselmu, terimakasih ya." Kata Dohwan sambil memberikan ponsel pada Minna.
"Sama-sama oppa." Jawab Minna.
Mereka bertiga pun kembali ke ruangan rawat inap Dohwan.
Mereka pun tiba di ruangan Dohwan beberapa menit kemudian.
"Donghwi apa kau sudah siap?" Tanya Kai seketika masuk ke ruangan.
"Iya sudah, tunggu sebentar ya." Jawab Donghwi yang sedang di dalam kamar mandi.
"Oke." Kata Kai.
Minna pun membantu Dohwan kembali ke ranjangnya.
"Oppa, nanti sore aku tidak bisa menjenguk oppa karena aku harus bekerja. Maaf ya." Kata Minna pada Dohwan.
"Tidak perlu meminta maaf, kau kan memang ada pekerjaan jadi tidak perlu khawatirkan aku." Jawab Dohwan.
Donghwi pun keluar dari kamar mandi.
"Ayo aku sudah siap." Kata Donghwi.
"Ayo." Kata Minna.
*Tok... tok... tok...* Suara seseorang mengetok pintu.
"Nunna." Panggil Dohwan.
"Doyeon nunna ayo masuk." Kata Donghwi sambil membukakan pintu.
"Halo semuanya. Kalian sudah mau berangkat kuliah ya? Maaf ya sudah merepotkan kalian semua." Kata Doyeon sambil membungkuk.
"Aisshhh... Merepotkan apanya sih, tentu saja kami harus membantu." Kata Kai sambil menghentikan Doyeon membungkuk.
"Eonni, salam kenal saya Minna (Minna membungkuk). Tidak apa-apa kok eonni kami sama sekali tidak merasa di repotkan." Kata Minna.
"Baiklah, sekali lagi terimakasih banyak ya." Kata Doyeon.
"Hei! Ini sudah pukul 10 lewat nanti kalian bisa terlambat." Kata Dohwan.
"Baiklah kami berangkat dulu ya. Nanti sore aku dan Donghwi datang lagi hyeong." Kata Kai.
"Baiklah, hati-hati dijalan ya. Kai jangan ngebut!" Kata Dohwan sambil melambaikan tangan.
"Tenang hyeong jika membawa perempuan Kai akan hati-hati bahkan sangat lambat~" Kata Donghwi menengok kembali ke pintu.
"Kau mau kutinggal saja disini hah?" Teriak Kai kesal.
"Hei tunggu aku! Kai!" Donghwi berlali mengejar Kai dan Minna.
Dohwan dan Doyeon pun tertawa melihat kekonyolan Kai dan Donghwi.
...****************...