
[All pict from Pinterest]
"Minna lehermu terluka? pasti gara-gara kejadian di minimarket tadi malam ya? maafkan aku, aku menariknya terlalu kuat." Kai tidak sengaja melihat luka di belakang leher Minna, Kai pun sangat kaget dan merasa bersalah.
"Tidak... tidak ini tidak apa-apa kok, aku sudah mengobatinya sebentar lagi juga lecetnya hilang." Kata Minna canggung sambil memegang belakang lehernya.
"Ayo kita ke rumah sakit, supaya tidak infeksi." Ajak Kai, sambil memegang lengan Minna.
Tiba-tiba Karin datang...
"Oh jadi ini perempuan yang membuatmu tidak datang kemarin?" Kata Karin dengan suara keras.
...****************...
...#23...
...Ceritaku [Kai Side] -...
...Cukup Sampai Disini...
"Kenapa kau bisa disini?" Tanya Kai pada Karin dengan nada kesal tapi setengah berbisik.
"Kenapa aku bisa disini? kau menanyakan itu padaku? cih..." Jawab Karin.
"Jadi perempuan ini yang sudah membuatmu melupakan aku?" Lanjut Karin sambil mendekat pada Minna.
"Gu Karin tolonglah, jangan buat keributan disini!" Kata Kai sambil menarik bahu Karin.
"Anu mungkin, anda salah paham. Saya dan Kai tidak ada hubungan apa-apa." Jawab Minna.
"Seonbae tolong jangan salah paham dulu kami ini hanya mengerjakan tugas kelompok saja." Kata Jihyun menjelaskan.
"Apa kau tidak malu semua pengunjung perpustakaan melihat kita?" Kata Kai pada Karin.
"Malu? harusnya perempuan itu yang malu karena sudah membuatmu mengabaikanku, kenapa harus aku yang malu?" Jawab Karin dengan suara keras.
"Pelankan suaramu!" Kata Kai kesal.
"Hei hoobaeku, apa kau tidak berkaca dulu sebelum merebut Kai dariku?" Kata Karin dengan nada meremehkan Minna.
"Saya dan Kai ti...." Minna ingin menjawab lalu di potong oleh Kai.
"Ya, ini pacar baruku. Karena itu enyahlah dari hidupku dan jangan ganggu dia lagi atau kau akan berurusan denganku!" Kai memotong omongan Minna.
"Ayo kita pergi saja dari sini, jangan hiraukan dia." Kata Kai kepada Minna dan Jihyun.
Mereka membereskan barang-barang mereka dan pergi dari perpustakaan meninggalkan Karin.
"Lihat saja Kai, kau dan perempuan itu akan menyesal membuatku seperti ini!" Karin berteriak pada mereka, tapi tidak ada yang menghiraukan.
Lalu petugas perpustakaan menghampiri Karin dan menyuruhnya untuk pergi dari perpustakaan.
....
<"Apa lagi sih ini? kenapa Karin membuat ulah lagi? terlebih pada Minna yang tidak tahu apa-apa!"> Kata Kai dalam hati.
"Minna sebentar aku akan jelaskan!" Kata Kai sambil mengikuti Minna.
"Minna tunggu aku!" Kata Kai lagi, tapi Minna terus berjalan dengan cepat lalu masuk ke dalam lift.
Kai membeli minuman di mesin otomatis untuk diberikan kepada Minna, karena ia melihat Minna sangat kaget karena kejadian tadi.
Kai pun mengejar Minna hingga keluar gedung. Setelah tiba diluar barulah Minna mau mendengarkan apa yang dikatakan Kai.
"Maafkan aku Minna, aku menyesal melibatkanmu dalam masalahku seperti ini." Kata Kai menyesal sambil memberikan minum kepada Minna.
"Siapa sih perempuan gila itu? keterlaluan sekali membuat keributan di tempat umum, aku baru tahu kalau ada orang cantik tapi tidak tahu malu!" Kata Jihyun kesal.
Kai menjelaskan siapa Karin dengan detail.
"Kai, aku harap kau mengerti. Tolong jauhi kami setelah tugas kelompok kita selesai. Aku tidak ingin masalah seperti ini terjadi lagi, dan tolong jelaskan juga kesalahpahaman ini pada seonbae mantan pacarmu itu." Kata Minna pada Kai.
"Minna maafkan aku, aku bilang padanya bahwa kau adalah pacarku supaya dia tidak melakukan hal-hal aneh padamu. Aku sungguh-sungguh minta maaf padamu Minna." Jawab Kai pada Minna.
"Aku memaafkanmu, tapi tolong lakukan apa yang aku minta tadi." Kata Minna.
"Ayo kita pulang Jihyun, aku harus bekerja." Lanjut Minna mengajak Jihyun pulang.
Minna merangkul Jihyun dan meninggalkan Kai. Jihyun menoleh ke arah Kai dan berkedip. Kai paham maksud Jihyun sehingga Kai tidak mengikuti mereka lagi.
Kai pun duduk sejenak di bangku.
"Hah.... yang benar saja?! belum selesai satu masalah sudah ada masalah baru lagi." Kata Kai kesal sambil menggosok kepalanya dengan kedua tangannya.
Kai berpikir untuk menemui Minna di minimarket tempatnya bekerja.
....
Kai tiba di minimarket dan hanya duduk di luar. Tiba-tiba Dohwan keluar hendak merokok sebentar.
"Oh Kai, kau disini?" Tanya Dohwan agak kaget pada Kai.
"Hyeong Minna tidak masuk hari ini?" Tanya Kai langsung.
"Aku menyuruhnya istirahat, aku tidak mau dia merasa trauma jadi kubiarkan dia tidak masuk hari ini." Jawab Dohwan.
"Ahh begitu ya..." Kata Kai dengan nada sedikit kecewa.
"Ada apa mencarinya?" Tanya Dohwan yang merasa aneh dengan ekspresi Kai.
"Aku benar-benar menyesal hyeong. Aku sudah memasukkan dia kedalam masalah pribadiku. Aku tidak tahu harus berbuat apa." Jawab Kai.
"Apa maksudmu?" Tanya Dohwan.
Kai pun menceritakan apa yang terjadi di perpustakaan tadi.
"Astaga... belum juga dia tenang dari masalah minimarket kemarin, sekarang ada lagi masalah di kampus." kata Dohwan agak kesal.
"Karena itu hyeong, aku benar-benar merasa bersalah padanya." Jawab Kai sambil menundukkan kepalanya.
"Maafkan aku hyeong." Jawab Kai menyesal.
"Minta maaflah padanya. Kau tau rumahnya kan?" Tanya Dohwan.
"Dia sudah bilang tidak mau berurusan denganku selain perihal tugas. Dia juga bilang setelah urusan tugas selesai aku harus bersikap seperti sebelum kenal dengannya." Kata Kai menjelaskan.
"Yasudah tunggu saja dulu sampai suasana hatinya membaik, Minna itu gadis yang baik aku yakin dia berkata seperti itu karena perasaannya sedang kacau." Jawab Dohwan.
"Jika kau mau aku akan memberikan nomor ponselnya padamu." Lanjut Dohwan.
"Tidak hyeong, aku ingin memintanya sendiri. Aku tidak mau mendapatkan kontaknya dari orang lain." Jawab Kai.
<"Ya benar, aku harus menyelesaikan hal ini sendiri!"> Kata Kai dalam hati.
Kai pun pulang ke rumahnya dan memikirkan cara untuk meminta maaf pada Minna.
....
Keesokan harinya...
"Apa pagi ini Minna di perpustakaan ya?" Tanya Kai dalam hati.
"Aku ke kampus saja deh, aku akan minta maaf dengan benar padanya."
Kai pun memanaskan mobilnya dan siap-siap pergi ke kampus, beberapa menit kemudian Kai pun berangkat.
"Mengapa aku gelisah seperti ini ya?"
"Apa yang harus aku katakan ya?"
"Bagaimana jika Minna tidak mau memaafkanku?"
"Aishhhh gila aku bisa gila! ahhh aku tidak menyangka Karin akan membuat kehidupan kampusku begini!"
Kai bingung dan gelisah sambil menyetir mobilnya, dia benar-benar merasa bersalah pada Minna.
Beberapa menit kemudian Kai pun sampai di kampus.
"Kenapa aku tambah tidak tenang ya setelah sampai di kampus? aku tidak bisa begini terus aku harus menjelaskan semuanya pada Minna." Kata Kai sambil berjalan ke dalam gedung kampus.
"Kemana ya? kalau ke kelas, pasti sepi karena kelas prof. Park libur. Ahh aku ke perpustakaan saja." kata Kai sambil menuju ke dalam lift.
Di perpustakaan...
"Selamat pagi nunna!" Kai menyapa Sera.
"Kai? astaga tumben sekali kau berada di perpustakaan, apalagi sepagi ini!" Kata Sera menggoda Kai.
"Auhhh... segempar itukah jika aku ke perpustakaan pagi-pagi?" Jawab Kai agak kesal.
"Hahaha ya ya ya, maaf aku hanya bercanda kok." Kata Sera.
"Ehhh ngomong-ngomong kau ini, benar-benar membuat gempar tahu! apa sih yang terjadi kemarin?" Lanjut Sera bertanya.
Kai menceritakan kejadian kemarin kepada Sera.
"Jadi kau ke perpustakaan pagi-pagi begini karena ingin minta maaf ya? sudah ku duga tidak mungkin kau tiba-tiba jadi mahasiswa rajin kan?" Sera kembali menggoda Kai.
"Aishhh... benar-benar ya! aku ini sedang serius tahu!" Jawab Kai kesal.
"Cup... cup... cup... baiklah dongsaeng, apa yang bisa nuna bantu untukmu?" Sera menggoda Kai lagi.
Kai pun membisikkan sesuatu pada Sera.
"Oke baiklah, itu hal mudah. Awas saja kalau masalahmu dengan Karin dan Minna tidak selesai ya!" Jawab Sera.
"Kau memang Sera nunna ku yang terbaik." Kata Kai dengan wajah cerah.
"Hmmm... hmmm... baiklah, yasudah aku mau melanjutkan menyusun buku ini dulu." Jawab Sera.
Sera pun melanjutkan tugasnya dan Kai pun keluar dari perpustakaan mencari Karin.
....
<"Aku harus menyelesaikannya cukup sampai disini! Aku tidak bisa terus-terusan mengabaikan orang-orang di sekitarku hanya demi Karin."> Kata Kai dalam hati sambil menunggu karin di pintu masuk gedung kampus.
"Karin!" Kai memanggil Karin yang baru saja akan masuk ke dalam gedung kampus.
"Kai?" Karin menjawab dengan wajah cerah.
Karin memajukan wajahnya ingin mencium Kai, tapi Kai menghindar dan wajah Karin pun menjadi sedikit muram.
"Sudah aku bilang berapa kali kita sudah tidak ada hubungan apa-apa, jadi jangan melakukan dan mengatakan apapun padaku sesuka hatimu!" Kata dengan suara tegas.
"Lalu apa? kenapa kau menungguku disini?" Tanya Karin agak kesal.
Kai sadar banyak mahasiswa yang melihat mereka berdua, maka Kai menarik Karin ke tempat yang lebih sepi.
"Awwww tanganku! Apa yang mau kau katakan?" Kata Karin sambil menggosok pergelangan tangannya.
"Aku sudah mengatakannya tadi." Jawab Kai singkat.
"Ohhh jadi perempuan biasa bernama Minna itu benar-benar pacar barumu? apa yang kau pikirkan? kau menjadikan wanita biasa itu penggantiku? hahaha lucu sekali!" Kata Karin dengan nada meledek.
Kai dan Karin berdebat dengan penuh emosi.
Kai sangat kesal mendengar alasan Karin. Kai mengatakan semua yang ingin ia katakan lalu berbalik meninggalkan Karin.
"Kai tunggu dulu, dengarkan aku dulu!" Karin menarik tangan Kai.
"Lepaskan aku, air matamu itu tidak akan merubah apa yang sudah ku katakan tadi! Mengerti?!" Kata Kai membanting tangan Karin lagi lalu pergi meninggalkannya.
"Kai... hei Kwon Kaisun... Kau akan menyesal membuang aku seperti ini!" Karin berteriak di belakang Kai sambil menangis.
"Arrrrggghhhh! perempuan bernama Minna itu. Lihat saja nanti kau akan mendapat balasannya!" Kata karin kesal.
...****************...