Back To Start

Back To Start
#63 Perubahan Kai



"Hyeong, sebaiknya kau tidur besok pagi kan kita ke kampus lalu kau akan pulang ke Pohang." Kata Donghwi pada Minno.


"Hah.... Aku masih tidak bisa memikirkan siapa yang tega berbuat hal seperti ini pada Minna." Kata Minno sambil terus menatap Minna.


"Hyeong, setelah Kai pulih kami akan mencari tahu siapa melakukan ini pada Minna sekarang ini polisi juga masih menyelediki kasus ini jadi kau tidak perlu khawatir ya." Jawab Donghwi sambil memegang lengan Minno.


"Minna itu bukan orang suka mencari musuh walaupun temannya sedikit. Aku yakin pasti ada sesuatu yang tidak beres dibalik kejadian ini." Kata Minno.


"Benar hyeong, walaupun Minna agak tertutup tapi dia bukan tipe yang memusuhi orang kita akan mengetuinya setelah polisi selesai menyelediki. Hyeong jagalah kesehatan, kita juga harus menguatkan Kai agar dia bisa kembali pulih dan aku dengannya akan membantu melakukan penyeledikan." Jawab Donghwi.


"Baiklah Donghwi, terimakasih sudah peduli pada Minna aku tidak tahu harus berbuat apa jika tidak ada kalian semua." Kata Minno.


...****************...


...#63...


...Perubahan Kai...



Dua bulan kemudian...


"Kai!" Teriak Donghwi.


"Oh, Donghwi." Kata Kai menoleh.


"Hari ini ayo kita bermain game lagi, sudah lama kan kita tidak main game?" Ajak Donghwi.


"Maaf, hari ini aku akan ke rumah sakit." Jawab Kai singkat.


"Ah... Begitu ya? Baiklah kita pergi bersama menjenguk Minna." Kata Donghwi.


"Tidak usah, aku sendiri saja." Jawab Kai.


"Hei... Jangan begitu dong, kita bisa ajak Yeora dan Jihyun juga." Kata Donghwi.


"Aku sendiri saja, aku duluan ya." Kata Kai langsung berjalan dengan cepat meninggalkan Donghwi.


"Hah... Anak itu, kapan dia akan kembali seperti dulu ya?" Kata Donghwi sambil melihat Kai terus berjalan.


"Woy! Sedang apa kau disini?" Jihyun mengagetkan Donghwi.


"Ah... Kau ini mengagetkan saja." Jawab Donghwi kesal.


"Maaf, maaf... Kenapa kau bengong ditengah lorong begini sih?" Kata Jihyun.


"Tidak, aku hanya kepikiran soal Kai." Jawab Donghwi.


"Kai? Hmmm... Benar juga sih, dia banyak sekali berubah dia lebih pendiam dan lebih sering sendiri." Kata Jihyun.


"Ayo sambil jalan." Ajak Donghwi, lalu mereka pun berjalan sambil mengobrol.


"Tadi aku mengajak Kai untuk bermain game tapi dia menolak, katanya dia mau menjenguk Minna lalu ku ajak pergi bersama dia menolak." Lanjut Donghwi.


"Kurasa Kai masih merasa bersalah karena Minna belum juga bangun." Kata Jihyun.


"Apa kau ada ide bagaimana caranya agar Kai bisa kembali seperti dulu?" Tanya Donghwi.


"Kalau kau tanya begitu aku juga tidak punya ide, sepertinya kita harus mengajak Sera eonni untuk bertukar pikiran." Jawab Jihyun.


"Ah... Benar juga, kelas kita sudah selesai kan? Ayo kita keperpustakaan saja." Ajak Donghwi.


"Lalu kenapa kita berjalan ke arah kantin?" Kata Jihyun kesal.


"Sudah, sudah jangan mengomel! Tinggal putar balik lalu naik lift kok." Kata Donghwi sambil memutar bahu Jihyun.


"Ih... Menyebalkan sekali sih, kau tidak lihat aku pakai heels?" Kata Jihyun ikut berjalan sambil mengomel.


"Kau ini! Aku kan tidak mengajakmu menaiki tangga kenapa ngomel terus sih? Siapa suruh kau pakai sepatu begitu ke kampus?!" Kata Donghwi.


"Hei! Kau tidak tahu fashion ya?" Teriak Jihyun kesal.


"Apaan sih?! Sudah lupakan saja!" Kata Jihyun sambil berjalan dengan cepat.


"Hei, hei! Jihyun sama-sama dong!" Kata Donghwi sambil menyusul Jihyun.


Mereka pun menuju ke perpustakaan bersama.


....


Diperpustakaan...



"Kai jadi seperti itu?" Sera agak kaget mendengar cerita dari Donghwi dan Jihyun.


"Dia seperti orang lain, benar-benar berbeda dengan Kai yang kita kenal." Kata Donghwi menambahkan.


"Jujur aku baru tahu kalau Kai memiliki sisi yang seperti ini, mengenai dia yang suka menyalahkan dirinya sendiri aku tahu tapi mengenai sifatnya yang jadi tertutup aku benar-benar tidak menyangka hal itu akan terjadi." Kata Sera.


"Lalu bagaimana menurut eonni? Oh iya, waktu itu kan eonni dan Yeora sempat menjaga Kai dan bermalam di rumahnya, apa ada sesuatu yang terjadi?" Tanya Jihyun.


"Hmmm... Aku dan Yeora menginap disana, memang dia sedikit aneh." Kata Sera.


"Aneh bagaimana?" Tanya Donghwi.


"Waktu itu aku meneleponnya dari lantai bawah untuk mengajaknya makan, tapi suaranya sangat berat seperti habis menangis berjam-jam. Untungnya ketika aku mengajaknya makan dia mau makan bersama dengan kami, tapi dia tidak berkata sepatah kata pun jika kami ajak bicara dia hanya menjawab 'ya' atau 'tidak' saja dan sejak hari itu dia belum ada menghubungiku padahal aku sudah bilang padanya hubungi saja jika butuh apapun aku akan segera datang." Jawab Sera.


"Benar, besok paginya aku menjemputnya sepertinya nunna dan Yeora sudah pulang. Sepanjang perjalanan hanya aku yang bertanya padanya, jika aku tidak bertanya dia tidak akan mengatakan apapun dia juga hanya menyapa Minno hyeong sekedarnya saja lalu masuk ke dalam ruang rawat Minna." Kata Donghwi.


"Perubahan sikapnya terlalu banyak, kita harus segera menghentikan hal ini jika tidak bisa-bisa Kai mengalami depresi ditambah lagi dia hanya tinggal sendirian." Kata Sera.


"Astaga Kai... Kenapa kau jadi seperti ini?" Jihyun cukup terpukul dengan keadaan Kai.


"Kita harus terus mengawasi Kai dan terus mengajaknya berbicara setidaknya kita harus membuat dia berpikir bahwa dia tidak sendiri." Kata Sera.


"Baiklah, malam ini aku akan datang ke rumah sakit karena sepertinya Kai akan kesana. Aku akan mencoba berbasa-basi padanya." Kata Donghwi.


"Oke, aku akan mencoba menghubungi Minno oppa. Ya... Siapa tahu kan Kai akan mendengarkan apa yang dikatakan oleh Minno oppa." Kata Sera.


"Cih... Bilang saja kau ingin modus pada oppanya Minna." Kata Donghwi meledek.


"Anak ini tidak tahu situasi ya! Aku ini tulus ingin membantu tahu!" Jawab Sera kesal.


"Baiklah, baiklah... Aku dan Yeora akan coba ke psikiater untuk sedikit konsultasi, kebetulan pamannya Yeora itu seorang psikolog. Aku akan tanya pada Yeora kapan pamannya itu memiliki waktu luang lalu kami akan bertemu dengannya." Jawab Jihyun.


"Oke! Semuanya sudah memiliki job masing-masing. Semoga saja usaha kita berhasil dan jangan lupa kita terus berdoa supaya Minna segera bangun dari koma." Kata Donghwi.


"Amin... Aku sangat merindukan Minna." Kata Jihyun murung.


"Hei, kita yakini saja Minna pasti akan segera bangun. Dia kan wanita yang kuat kau tahu itu kan?" Kata Donghwi.


"Iya, aku sangat mengenal Minna dia juga pasti sedang berjuang agar segera bangun." Jawab Jihyun.


....



"Ini semua salahku. Karena aku Minna tidak juga bangun." Kata Kai sambil melajukan motornya dengan kencang.


"Maafkan aku Minna... Aku benar-benar minta maaf." Sepanjang jalan Kai hanya meminta maaf.


Beberapa menit kemudian Kai pun tiba di rumah sakit.


"Selamat malam tuan Kai." Sapa para perawat.


Kai hanya mengangguk dengan senyum terpaksa.


...****************...