Back To Start

Back To Start
#56 Fakta Baru Tentang Kai



"Ehmmm... Sepertinya tidak baik memberitahukan sekarang tapi kurasa ini penting." Jawab Jihyun.


"Ada apa sih? Apa ada sesuatu yang terjadi dengan Minna atau Kai?" Tanya Donghwi agak panik.


"Anu Donghwi sebenarnya, Minna mengalami koma dan dokter belum bisa memastikan kapan ia akan bangun." Jawab Jihyun.


"Apa? Lalu bagaimana dengan Kai? Apa dia mendengar hal ini tadi dari dokter?" Tanya Donghwi tambah panik.


"Itu masalahnya, tadi ketika dokter memeriksa Minna Kai datang ke ruangan setelah pergi jalan-jalan dan dia mendengar apa yang dokter sampaikan akhirnya dia histeris dan diberikan obat penenang. Sekarang Kai sedang beristirahat." Jawab Jihyun.


"Sudah kuduga hal ini pasti terjadi jika Kai mendengar hal buruk tentang Minna. Lalu apalagi yang dokter sampaikan?" Tanya Donghwi.


"Dokter meminta agar kita menghubungi keluarga Minna dan Kai segera, oppanya Minna akan tiba disini sore ini tapi aku tidak tahu harus menghubungi keluarga bagaimana aku tidak tahu harus menghubungi siapa makanya aku menghubungimu." Jawab Jihyun.


"Ahh... Baiklah, kau tunggu saja ya nanti kan Sera nunna akan ikut ke rumah sakit lebih baik kita diskusikan saja dengannya karena Sera nunna teman Kai sejak kecil jadi dia akan lebih mengenal keluarganya Kai." Kata Donghwi.


"Baiklah kalau begitu, tolong segera datang ya aku sangat bosan dan bingung disini sendirian aku ingin mencari udara segar sebentar." Kata Jihyun.


"Iya... Iya, ini aku akan berangkat Sera nunna dan Yeora sudah disini. Sampai jumpa di rumah sakit ya." Kata Donghwi.


"Baiklah, hati-hati dijalan. Kututup teleponnya ya." Jihyun pun menutup teleponnya.


"Donghwi maaf ya kau harus menunggu lama aku harus menunggu orang yang menjaga perpustakaan dulu jadi aku ajak Yeora menunggu denganku tadi." Kata Sera seketika melihat Donghwi.


"Iya tidak apa-apa, naiklah ayo kita segera ke rumah sakit." Jawab Donghwi.


Sera dan Yeora pun naik ke mobil.


...****************...


...#56...


...Fakta Baru Tentang Kai...



"Minna dirawat di rumah sakit ini? Daebak!!" Kata Yeora terkagum.


"Kau akan lebih tercengang nanti jadi siapkanlah dirimu." Jawab Donghwi santai.


Mereka pun berjalan ke dalam gedung rumah sakit bersama dan langsung menuju kamar rawat Kai dan Minna.


"Hah? Suite room?" Kata Yeora kaget setelah tiba dekat ruangan rawat Minna dan Kai.


"Ini pasti perbuatan Kai..." Kata Sera seperti tidak kaget.


"Ya, jujur saja tidak mungkin aku kan?" Kata Donghwi.


"Nah ini ruangannya silahkan masuk." Kata Donghwi lagi sambil membuka pintu.


"Jihyun!" Kata Yeora seketika melihat Jihyun sedang duduk di sofa.


"Yeora!" Jihyun berdiri lalu memeluk Yeora.


"Selamat siang Sera eonni." Kata Jihyun menyapa Sera.


"Selamat siang Jihyun, wah kau terlihat agak kacau." Kata Sera tanpa basa-basi.


"Begitulah eonni, rasanya seperti menjaga anakku yang sakit hahaha..." Jawab Jihyun sambil bercanda.


"Astaga naluri keibuanmu sudah keluar ya~" Jawab Sera membalas candaan Jihyun.


"Hahahaha... Aku senang sekali akhirnya ada teman." Jawab Jihyun.


"Aigooo... Kau pasti kesepian ya?" Kata Yeora sambil mengusap punggung Jihyun.


Jihyun mengangguk.


"Nah, ayo kita melihat Minna." Kata Jihyun sambil berjalan ke ruangan rawat.


"Ya ampun Minna..." Kata Yeora langsung berlari memeluk Minna yang terbaring.


"Kenapa seperti ini Minna? Siapa yang tega melakukan hal seperti ini pada Minna yang baik?!" Lanjut Yeora sambil menangis.


Sera memegang kaki Minna dan menatapnya dengan sedih.


"Kai juga?" Tanya Yeora sambil berjalan ke arah ranjang Kai.


"Kai mengalami syok, dia sedang diberi obat penenang." Kata Jihyun.


"Dia pasti menyalahkan dirinya sendiri lagi." Kata Sera sambil memegang tangan Kai.


"Itulah yang membuat Kai dan Donghwi bertengkar tadi pagi." Kata Jihyun.


"Kai selalu seperti itu, dia selalu menyalahkan dirinya jika ada yang terluka ketika bersamanya." Kata Sera.



"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?" Tanya Yeora.


"Ohh iya nunna, apa ada keluarga Kai yang bisa kita hubungi?" Tanya Donghwi.


"Hmmm... Keluarga ya, aku juga tidak yakin sebenarnya kita bisa menghubungi sekretaris ayahnya tapi akan sulit." Jawab Sera.


"Sulit? Kai kan anaknya kenapa sulit?" Tanya Jihyun.


"Entahlah, ayah Kai orang yang sangat sibuk sampai kadang lupa keluarga. Ibu Kai juga sama, beliau sering pergi keluar negeri menjalankan anak perusahaan lainnya. Sebenarnya ada satu orang lagi yang bisa kita hubungi." Kata Sera.


"Nah, siapa itu?" Tanya Donghwi penasaran.


"Tapi aku yakin Kai tidak akan suka jika dia tahu kita menghubunginya." Kata Sera lagi.


"Eonni, berhentilah membuat kami penasaran!" Kata Yeora pada Sera.


"Sudah katakan saja!" Kata Donghwi, Jihyun dan Yeora bersamaan.


"Iya... Iya baiklah, astaga kalian galak sekali! Hyeongnya Kai." Jawab Sera.


"H...hyeong?" Donghwi kaget.


"Hmmm, Kai punya hyeong dari ibu yang berbeda." Sera mengangguk dan menjawab setengah berbisik.


"Woahh... Gila! Hidup orang kaya memang menarik ya!" Seru Yeora takjub.


"Kai tidak pernah menceritakan padaku apapun mengenai hyeongnya." Kata Donghwi.


"Tentu saja, aku kan sudah bilang tadi jika kita menghubunginya Kai pasti sangat tidak suka. Jadi tidak mungkin dia menceritakannya pada siapapun." Jawab Sera.


"Lalu bagaimana? Apakah menurutmu kita bisa menghubunginya?" Tanya Donghwi lagi.


"Aku kurang yakin sih dia di sini atau di luar negeri dan lagi satu-satunya akses yang kupunya untuk menghubunginya hanya sosial medianya kami juga tidak dekat untuk saling menghubungi." Jawab Sera.


"Tidak! Jangan hubungi dia! Lagipula aku sehat dab aku memiliki kalian aku tidak butuh yang lainnya!" Tiba-tiba Kai keluar dari ruang rawat.


"Ohhh Kai kau sudah bangun?" Donghwi langsung berdiri membantu Kai berjalan ke sofa.


"Lalu siapa yang akan bertanggung jawab atasmu?" Tanya Sera.


"Nunna, kau tahu kan aku tidak mau berurusan dengannya? Aku bisa mengurus diriku sendiri, kalian juga akan membantu aku dan Minna kan?" Kata Kai yang baru saja duduk.


"Aisshhh... Anak ini benar-benar keras kepala." Kata Sera membuang muka.


"Yasudah...yasudah... Jadi apa yang kau inginkan Kai? Apa kau tidak mau keluargamu tahu tentang hal ini?" Tanya Donghwi mencoba menenangkan suasana.


"Mereka tidak perlu tahu, lagi pula mereka tidak mau tahu bagaimana keadaanku aku bisa melakukan semuanya sendiri aku tidak membutuhkan ayah, ibu atau hyeongku!" Jawab Kai.


"Lalu bagaimana? Kai menjadi wali Minna tapi Kai sendiri tidak memiliki wali, mungkin maksud dari pihak rumah sakit agar ada yang bisa merawat atau mengurus segala sesuatu selama Kai dirawat kan?" Kata Jihyun.


"Betul, pihak rumah sakit akan kebingungan harus meminta persetujuan pada siapa jika harus melakukan tindakan pada Kai." Kata Yeora.


"Nah, dengar kan? Teman-temanmu saja mengerti. Siapa yang akan menjadi walimu? Kau sedang sakit dan menjadi wali dari pasien yang sedang di rawat, apa menurutmu ini masuk akal?" Kata Sera agak kesal.


Kai terdiam sejenak.


"Yasudah nunna saja yang menjadi waliku. Jadi aku mohon jangan beritahukan ayah, ibu atau hyeong mengenai hal ini." Jawab Kai setelah berpikir.


"Aku sudah tahu kau akan mengatakan hal itu. Baiklah lagipula dari kau sekolah aku memang selalu menjadi walimu kan jika ada pemanggilan orang tua? Yasudah aku akan menjadi walimu." Kata Sera dengan santai.


"Eonni memang yang terbaik!" Kata Yeora.


"Hahhh... Harusnya kau saja yang menjadi saudaraku kenapa saudaraku harus Kyeongsun?" Kata Kai sambil menghela nafas.


"Kyeongsun?" Tanya Jihyun bingung.


"Iya, itu nama hyeongnya Kai Kwon Kyeongsun." Jawab Sera.


"Apa dia tampan sepertimu?" Tanya Yeora polos.


"Yeoraaaaa!" Teriak Sera, Jihyun dan Donghwi.


"Iya... Iya... Baiklah astaga, aku hanya bercanda karena percakapan ini serius sekali sampai membuatku merinding!" Kata Yeora.


"Auhhh... Ada-ada saja!" Kata Jihyun.


"Sudah, ayo kembali ke pembahasan. Jadi masalah wali Kai selesai kan? Sekarang kita tinggal menunggu oppanya Minna, untuk mengetahui apakah ia akan mengambil alih menjadi wali Minna atau tidak." Kata Donghwi.


"Iya, sebentar lagi ia akan datang." Kata Jihyun.


"Hah? Benarkah?" Kai terkejut.


"Eiiii... Kenapa kau kaget begitu? Kita kan sudah menelponnya tadi pagi." Kata Jihyun.


"Tidak bukan begitu, aku hanya tidak menyangka ia akan datang langsung hari ini juga." Jawab Kai.


"Hmmm... Jangan bilang kau gugup akan bertemu dengannya... Iya kan?" Donghwi menggoda Kai.


"Kau mati ya?" Kata Kai kesal.


"Nahh ini tanda bahwa Kai sudah sembuh!" Kata Donghwi.


"Aku memang tidak sakit kok." Jawab Kai sambil membuang muka.


"Aku turun dulu mengurus berkas Kai ya." Kata Sera.


"Aku ikut eonni, apa ada yang mau kopi? Kecuali Kai ya." Kata Jihyun.


"Kami akan mengirim pesan padamu." Kata Donghwi.


"Baiklah, ayo eonni." Kata Jihyun lalu mengajak Sera pergi.


"Hei lalu aku minum apa?" Kata Kai.


"Kami akan menanyakan pada perawat kau boleh minum apa." Kata Sera.


"Baiklah..." Kata Kai pasrah.


Lalu mereka pun meninggalkan ruangan itu.


"Oh iya aku dan sera eonni tadi membeli cake dan buah ini ayo kita makan." Kata Yeora.


"Terimakasih Yeora." Jawab Kai.


"Sudah ayo cepat makan, kau mau makan cake atau buahnya dulu?"


...****************...