Aura Story

Aura Story
Bonus Chapter (Di Ghibahin)



Beberapa saat di perjalanan, Farrel dan Sabilla kini sudah sampai di depan kediaman Yasmin-Asep. Farrel buru buru keluar dari mobil dan segera membuka pintu mobil yang ada di sisi Sabilla setelah mobil ia parkirkan di garasi. Karena Farrel tau, tangan Sabilla pasti sudah lelah menahan tubuh kedua putrinya yang tidak lagi ringan itu sedari tadi.


Farrel segera mengambil Shani yang masih tertidur lelap di pelukan Sabilla setelah pintu mobil terbuka. Sementara Sabilla, wanita itu ikut turun sembari menggendong Shena, berjalan beriringan dengan Farrel untuk masuk ke dalam rumah.


"Pegel pasti tuh tangan sama kaki" Ucap Farrel melirik sang istri yang kini berjalan di samping dirinya.


"Dikit. Tapi nggak papa" Sahut Sabilla cengengesan.


Pasangan suami istri itu segera masuk ke dalam rumah mewah yang ditinggali oleh Yasmin dan Asep tersebut tanpa membawa barang barang mereka yang masih dibiarkan di dalam mobil.


"Assalamu'alaikum Mama sayang." Sorak Farrel saat mereka masuk ke dalam sana.


"Wa'alaikum salam. Eh cucu Mama udah dateng" Sahut Yasmin berjalan menuju pintu utama diiringi oleh Asep di belakangnya. Karena kebetulan hari ini adalah weekend jadi Asep tidak pergi ke kantor.


Yasmin segera mengambil alih Shena yang masih terlelap di gendongan Sabilla tersebut, kemudian mengecup pipi cucunya itu secara bergantian.


"Cucunya aja nih yang di sambut, anaknya enggak?" sindir Farrel.


Yasmin menoleh ke arah Sabilla yang kini berada di depannya. "Kenapa tuh suami kamu?" Tanya Yasmin tertawa.


"Biasa Ma. Cemburuan mulu sama anaknya sendiri" Sahut Sabilla.


"Jangan suka gibahin orang ntah kena azab" Sindir Farrel.


"Dasar kamu bapak bapak. Sama anak sendiri masih aja suka cemburu" Ledek Yasmin.


"Apaan sih Mama masih muda juga udah di bilang bapak bapak" Protes Farrel.


"Ya tetap aja faktanya kamu udah jadi bapak bapak. Liat tuh, anak kamu udah dua dek dek"


"Aishh Mama. Anaknya dateng bukannya di sambut dengan baik, di cium, di peluk kek, ini malah..."


"Udah sayang mending kita masuk aja" Potong Yasmin sebelum Farrel melanjutkan ucapannya. Ibu dua anak itu membawa Sabilla menuju kamar Farrel yang ada di lantai atas.


"Aishhh dasar nggak emak, nggak istri. Sama aja. Nyebelin" Celetuk Farrel kesal menatap kepergian Mama dan istrinya itu.


"Sabar, ya bro" Ledek Asep menepuk pundak Farrel. "Istri kalo udah punya anak ya gitu. Lupa sama suamu. Nikmati aja karmanya. Dulu papa juga sering diabaikan sama Mama kamu gara gara kamu dan kakak kamu tuh" Ledek Asep.


"Ini juga bapak bapak sama aja" Kesal Farrel pada sang Papa yang sudah kembali beranjak menuju ruang keluarga. Detik kemudian, Farrel ikut melangkahkan kakinya berjalan menaiki tangga menuju kamarnya yang ada di lantai atas. Kamar yang hanya sesekali ia gunakan semenjak menikah dengan Sabilla. Namun, tentu saja masih tertata rapi dan bersih karena setiap hari di bersihkan oleh asisten rumah tangga Yasmin, begitu juga dengan kamar Faris.


***


Sudah lima belas menit, Shena dan Shani juga sudah terbangun dari tidur mereka. Kini, Farrel, Sabilla, Yasmin, Asep, Shena dan Shani tengah bermain bersama di ruang keluarga.


"Assalamu'alaikum" Suara itu terdengar jelas dari pintu utama. Yasmin yang sudah hafal degan suara anak dan menantunya itu segera berdiri, menghampiri orang yang sudah bisa ia tebak. Siapa lagi jika bukan Faris dan Aura beserta anak anak mereka.


"Wa'alaikum salam. Eh cucu Mama datang lagi." Ucap Yasmin penuh semangat. Wanita itu sudah seperti penanti tamu saja, menyambut satu persatu saat anak dan cucunya datang.


"Si Farrel udah nyampe Ma?" Tanya Faris saat pria itu melihat mobil adiknya yang tadi terparkir di garasi.


"Udah. Itu lagi ngumpul sama Papa di ruang tengah" Sahut Yasmin kemdian membawa Farrel yang tengah menggendong Zhea dan Farris yang tengah menggendong Zhio menuju ruang tamu.


"Dede Zhea Zhio" Sorak Shani antusia saat melihat adik sepupunya itu baru saja datang. Bocah lima tahun itu berlari ke arah Aura dan juga Faris.


"Jangan lari lari sayang nanti kamu jatoh" Ucap Aura dengan cepat berjongkok di hadapan Shani.


Bocah lima tahun itu dengan penuh semangat mengecup pipi Zhea yang ada di gendongan Aura.


Namun, tiba tiba saja Shena menangis tanpa sebab, membuat mereka yang ada di sana bingung.


"Eh, dedek kenapa nangis?" Tanya Sabilla yang sudah membawa Shani ke dalam gendongannya. Wanita itu mengahapus air mata yang mengalir di pipi putri keduanya itu.


"Tak Ni, ngak yang ku. Hikss (Kak Shani nggak sayang aku)" Ucap Shena terisak membuat semua ibu ibu bapak bapak yang ada di sana tertawa.


"Nurun banget nih sifat cemburuan bapaknya" Sindir Sabilla.


"Apa apa pasti aja bapaknya yang kena" Sahut Farrel menghela nafas pasrah.


Sabilla mengusap air mata Shena. "Siapa bilang kak Shani nggak sayang dedek Shena. Kak Shani sayang semua adeknya. Iya kan kak?" Ucap Sabilla menenangkan Shena.


Shani yang sedikit paham itu mengangguk, kemudian berjalan menuju sang adik.


"Iya, kak Shani sayang juga kok sama Shena" Gadis kecil itu memeluk tubuh mungil adiknya membuat semua orang tersenyum gemas pada mereka.


"Eh, ngomong ngomong si bocil mana? Belum dateng?" Tanya Farrel saat mereka kini sudah bersantai dan membiarkan anak anak mereka bermain masih di dalam rumah tentunya masih dalampl pengawasan orang tua.


"Tadi kata Kevin udah di jalan. Mungkin bentar lagi sampe" Sahut Yasmin yang sibuk memperhatikan si kecil Zhea dan Zhio yang sungguh mulai aktif.


"Kenapa nanya nanya gue? Kangen pasti?" Suara yang berasal dari arah pintu utama itu sontak saja mengalihkan pandangan semua orang.


"Aelah panjang umur banget bocil baru dibilangin" Sahut Farrel yang kini sibuk mengunyah cheetos yang ada di tangannya.


"Pantesan aja kuping gue panas banget dari tadi, di gibahin ternyata disini"


Yaps, begitulah Tasya Farrel, meskipun sudah sama sama memiliki anak, dan menjadi ibu dan bapak, kedua manusia itu memang tak pernah berhenti adu mulut setiap kali bertemu. Meskipun begitu, mereka tetap saling menyayangi.


"Idih pedean banget sih bocil"


Kevin yang tidak mau ikut campur dengan kedua kakak beradik itu berlalu menuju Yasmin, memberikan putri kecilnya itu pada Yasmin. "Ada satu cucu gemes lagi" Ucap Yasmin sembari mengambil Kesya dari Kevin dan tak henti menghujani wajah bayi berusia satu tahun itu dengan banyaknya ciuman.


...Jangan lupa likenya. Makasih :)...