Aura Story

Aura Story
Extra Part 5




Aura kini sudah kembali ke ruang perawatannya. Wanita itu sedari tadi tak berhenti tersenyum sambil mengelus pipi kedua bayi mungil yang ada di sisi kirinya.


"Kak, kak Faris ingat kan sebelum aku lahiran, aku terus aja gelisah mikirin nasib anak kita. Fikiran aku benar benar nggak tenang sama sekali. Aku takut, jika aku benar benar meninggal, aku takut anak aku nggak akan hidup bahagia, aku takut, anak aku bakalan terluka setiap harinya. Tapi Alhamdulillah, hari ini Tuhan masih izinin aku buat meluk dia, liat dia, dan menyayangi dia."


"Kak, entah ini memang takdir yang sudah di siapkan atau hanya sebuah kebetulan. Kita di pertemukan dengan dia, bayi cantik ini, mulai sekarang, dia adalah anak kita. Dia putri kedua kita kak. Aku harap kakak akan menyayangi dia seperti anak kita sendiri. Biar ibunya juga tenang pergi ninggalin dia. Biar ibunya tenang di alam sana. Mulai sekarang dia putri kita kak, mulai sekarang, dan selamanya." Aura mengelus lembut pipi bayi mungil yang ada di sampingnya itu. Tanpa Aura sadari, bulir bening itu lolos begitu saja di pipi Aura.


Faris yang duduk di samping brankar Aura, menggenggam tangan istrinya itu erat. "Iya sayang. Aku akan menyayangi dia sepeti aku menyayangi anak aku sendiri. Aku nggak akan pernah membanding bandingkan dia, aku nggak akan pernah melupakan dia, karena mulai sekarang, dia anak kita" Jawab Faris kemudian mengecup kening Aura.


Aura mengalihkan pandangannya ke arah sofa. Dimana, disana terdapat keluarganya tengah duduk di sana. Ada Asep, Yasmin, Farrel, Sabil, Kevin, Tasya, Sanni, dan Shena anak Farrel dan Sabilla.


"Mi, Ma. Seumur hidup, jangan pernah ada yang bilang kalau dia bukan anak aku. Apapun yang terjadi nanti, mulai detik ini dia adalah anak aku, dia cucu Mama, cucu Mami, cucu Papa, cucu Papi juga. Ya" Kini Aura berbicara pada orang tuanya yang duduk di sofa yang tidak jauh dari sana.


Mendengar ucapan Aura, mereka semua berdiri dan menghampiri Aura di brankarnya.


"Iya sayang. Kamu tenang aja. Kita juga akan menyayangi dia seperti cucu kita sendiri. Bukan, karena dia memang cucu kita" Sahut Yasmin sembari mengelus pipi mungil bayi perempuan yang sedang tertidur lelap di samping Aura.


"Kamu udah sama orang yang tepat" Anita ikut bersuara mengelus pipi bayi perempuan itu.


"Selamat ya Wa. Akhirnya lo jadi ibu juga. Sekali lahiran langsung dapat dua lagi" Sabilla memeluk sahabatnya itu erat.


"Iya Bil..Makasih ya. Makasih lo udah jadi sahabat dan keluarga yang baik buek gue selama ini" Sahut Aura tak kalah memeluk Sabilla erat.


"Lo juga Wa. Semoga anak anak kita nanti bisa akur kaya kita juga" Ucap Sabilla.


"Iya Bil."


"Jadi, siapa nih nama cucu nenek?" Anita kini membuka suara.


Faris dan Aura menoleh satu sama lain.


"Si ganteng ini, namanya Zhio Raja Fara. Kalau si cantik ini, namanya Zhea Ratu Fara." Jawab Aura tersenyum.


"Wah. Hallo baby Zhio. Hallo baby Zhea" Ucap Sabilla menirukan suara anak kecil.


"Nama yang bagus" Sahut keluarga Aura dan Faris tersenyum bahagia.


"Papa aku mau liat dede" Suara itu terdengar dari anak kecil yang sudah berusia 16 bulan atau lebih kurang 1,5 tahun. Siapa lagi jika bukan Sanni putri kecil Farrel dan juga Sabilla yang sudah mulai aktif.


"Iya, lucu" Sanni begitu gemas melihat dua bayi yang mungil tersebut.


"Iya lucu banget malahan. Sanni mau dede bayi lagi nggak?" Tanya Farrel genit yang sontak saja diangguki dengan antusias oleh Sanni.


"Sama, papa juga mau. Tapi..." Farrel mengalihkan pandangannya pada Sabilla. "Mama kayanya nggak mau deh" Adu Farrel pada sang putri. Hal itu sontak saja mendapat tatapan tajam dari sang istri.


"Papa kamu enak banget kalo ngomong ya sayang. Dikira lahirin lahiran kaya download anak dari playstore apa. Lancar lancar asal ada sinyal" Sindir Sabilla mengajak putri keduanya Shena yang kini sudah berusia tujuh bulan yang ada di gendongannya berbicara.


"Gitu tuh mama kamu. Padahal papa kan juga mau anak cowok kaya uncle Faris sama Ounty Uwa." Celetuk Farrel membalas sindiran Sabilla berbicara pada Sanni.


Hal itu sontak saja membuat keluarga yang ada di sana tertawa melihat ulah pasangan suami istri itu.


"Yaelah. Pantang kalah aja lo" Sembur Faris.


"Nggak papa. Biar nanti anak kita bisa main bola bareng" Jawab Farrel cengengesan.


Flashback


Aura baru saja keluar dari ruang operasi, Namun Aura tidak sengaja mendengar percakapan antara dokter dan juga beberapa suster tengah berbincang bincang tentang seorang ibu bayi yang baru saja meninggal dunia usai melahirkan.


Saat itu juga, jantung Aura benar benar berpacu begitu cepat. Terlebih lagi, saat dokter mengatakan bahwa sebelumnya ibu bayi mengatakan bahwa dirinya sudah tidak punya keluarga, dan bayi tersebut adalah anak pertamanya dengan sang suami yang juga sudah meninggal dari dua bulan yang lalu.


Hal itu benar benar membuat hati Aura meringis. Sungguh, hal yang Aura takutkan sebelum persalinan justru terjadi pada orang lain. Rasanya Aura benar benar bisa merasakan bagaimana jika itu terjadi pada anaknya. Sungguh, membayangkannya saja Aura tidak kuat.


Hingga akhirnya, setelah sampai di ruang perawatan, Aura sudah membulatkan tekatnya untuk mengangkat anak tersebut dan membesarkannya bersama sama dengan Faris. Aura akhirnya membicarakan hal itu pada Faris dan juga keluarganya. Bahwa Aura ingin mengadopsi anak yang tanggal lahirnya sama dengan putra pertamanya itu.


Awalnya, keluarga Aura dan Faris tentu saja merasa kaget. Di saat kondisi yang masih lemah seperti ini, Aura bahkan masih sempat memikirkan nasib orang lain.


Dan, Faris, pria itu tentu saja mendukung keputusan sang istri. Sama halnya dengan Aura, Faris juga masih saja teringat apa yang selalu di takutkan oleh istrinya itu belakangan ini. Faris sungguh sangat paham dengan apa yang Aura saat ini Aura rasakan.


Dan Faris bersyukur, sekarang istrinya alhamdulillah baik baik saja. Sebagai bentuk rasa syukur Faris, Faris akan menjaga anak itu seperti anaknya sendiri. Bukan, hari ini, anak itu memang sudah menjadi anak mereka.


Mulai hari ini, mereka akan memberitahukan pada seluruh dunia, bahwa Aura telah melahirkan bayi kembar laki laki dan perempuan yang bernama Zhea dan Zhio. Bayi mungil yang begitu cantik dan ganteng. Bayi yang akan selalu mereka jaga dengan baik dengan penuh kasih dan sayang.


Note : Aku nggak ngerti anak yang baru lahir dan nggak punya keluarga sama sekali itu harus di adopsi dulu apa gimana. Gimana prosedurnya aku juga kurang paham. Yang jelas, sekarang dia udah jadi anak Aura dan Faris. Oke . Kalaupun ada prosedur yang harus di urus berarti udah di urus sama Aura Faris. Fix😂