
"Aku tau, dia terluka, saat perasaannya tak kunjung terbalaskan. Jujur saja, hati aku ikut hancur setiap kali aku melihat raut kesedihan dari wajahnya. Aku ingin memeluknya, aku ingin menenangkannya, aku ingin menjadikan bahuku sebagai sandaran ternyamannya, tapi aku nggak bisa. Aku hanya bisa menjaganya dari kejauhan. Memastikan dia baik-baik saja"
"Hingga suatu ketika, Tuhan begitu baik. Dan sangat-sangat baik. Aku nggak tau lagi harus ungkapinnya dengan kata-kata apa. Aku hampir aja putus asa, aku hampir menyerah. Aku fikir, aku benar-benar nggak akan bisa mendapatkan hatinya. Hingga akhirnya aku pergi, memutuskan untuk mencoba menghilangkan rasa pada nya. Rasa yang sangat sulit untuk ku hilangkan."
"Tapi rencana Tuhan benar-benar di luar dugaanku."
Faris menoleh ke samping, menatap Aura yang kini matanya sudah tampak berkaca-kaca, merasa terharu dengan ucapan sang suami. Faris menggenggam tangan Aura. Kemudian tangan itu bergerak menghapus air mata yang menetes di pipi sang istri.
"Sekarang, gadis itu benar-benar udah menjadi istriku. Aku benar-benar bahagia. Aku bahagia saat melihat senyumannya. Aku bahagia saat liat dia tertawa lepas. Aku bahagia bisa berada di sampingnya. Sungguh, aku sungguh mencintai dia. Aku mencintai gadis ini. Gadis yang dulu ku temui di usia remaja, tapi sekarang sudah beranjak dewasa. Sampai kapanpun, aku nggak akan pernah biarin dia terluka, aku nggak akan pernah menyakiti hatinya. Aku akan menjaga dia seperti aku menjaga Mama aku sendiri"
"Karena perjuangan aku buat dapetin dia bukanlah hal yang mudah"
"Kak..." Lirih Aura saat air mata sudah menetas di pipinya. Aura segera berhambur memeluk Faris tanpa berfikir, menenggelamkan kepalanya di dada bidang sang suami.
"Maafin aku kak" Lirih Aura.
"Jangan minta maaf sayang. Nggak ada yang salah. Dengan bersama kamu saat ini aja aku udah sangat bahagia. Aku nggak pernah menyesali apa yang udah berlalu. Karena mungkin, itu adalah proses untuk aku hingga bisa bahagia seperti ini. Jadikan masa lalu sebagai kenangan indah untuk proses kita yang lebih baik seperti saat ini"
"Kak, aku bodoh, aku bodoh saat dulu aku nggak pernah menyadari ada orang sebaik kak Faris di sisi aku. Aku bodoh saat nggak pernah menyadari kak Faris diam-diam merhatiin aku. Aku hanya fokus sama seseorang hingga aku nggak bisa liat sekeliling aku, bahwa ada yang lebih tulus dan menyayangi aku melebihi apapun."
Faris semakin mengeratkan pelukannya pada sang istri. "Nggak ada yang bodoh sayang. Istri aku nggak bodoh. Istri aku pintar, istri aku tetap yang terbaik. Semua hanya proses menuju kebahagiaan. Nggak ada yang bodoh. Terimakasih telah bersedia menjadi istriku, dan ibu dari anak-anakku. Aku sangat mencintaimu, dan akan menjagamu dan anak-anak kita sampai maut yang memisahkan."
Aura benar-benar tak mampu lagi membendung air matanya. Semua kenangan itu kini berputar seperti kaset di kepalanya. Bagaimana saat pertama Aura kaget saat Faris mengungkapkan perasaannya, saat saat Aura membuat hati Faris terluka, saat saat Faris tidak bisa berjalan karena dirinya.
Aura mengingat semua apa yang sudah dilakukan oleh Faris untuk mendapatkan hatinya. Aura mengingat bagaimana dia selalu membuat hati Faris terluka, tapi bahkan, pria itu sama sekali tidak pernah menyerah.
Sungguh, Aura benar-benar beruntung dan merasa bersyukur bisa bersama lelaki ini. Lelaki yang benar-benar menjaga, menyayangi, dan mencintainya dengan sepenuh hati. Sama halnya dengan Faris, Aura juga tidak tau harus mengungkapkan rasa syukurnya dengan kata-kata apa lagi. Sungguh sangat sulit untuk di defenisikan.
"Aku juga sangat mencintai kak Faris. Aku juga akan selalu ada di samping kak Faris dalam keadaan apapun. Aku akan jadi istri dan ibu yang baik untuk anak-anak kita nanti. Sampai maut memisahkan."
Faris dan Aura menatap satu sama lain. "Jangan nangis" Faris mengusap pipi Aura. "Nanti anak kita ikutan sedih" Sambung pria itu kemdian.
"Nggak papa. Ini hanya tangisan kebahagiaan, bukan tangisan kesedihan kak" Sahut Aura tersenyum. Hingga
Cup
Faris mengecup bibir Aura sebelum keduanya saling tertawa bahagia satu sama lain. Sekarang, hidup Faris dan Aura sudah bahagia, jauh lebih bahagia setelah suka dan duka yang telah mereka lewati bersama.
Percayalah, bumi itu berputar. Begitu juga dengan kebahagiaan. Tidak selamanya kesedihan akan bertahan, seiring berjalannya waktu, kebahagiaan juga akan menghampirinya. Karena yang terpenting sabar, dan ikhlas menghadapi semuanya.
Satu hal yang aku pelajari dari kisah ini. Untuk kalian, cobalah lebih menghargai siapapun yang udah menyayangi kalian dengan tulus. Jangan takut membuka hati, karena boleh jadi, apa yang tidak pernah kalian inginkan, adalah yang terbaik untuk kalian sendiri.
Kita hanya manusia biasa. Kita nggak pernah tau takdir hidup kita akan seperti apa, dimulai dari mana, dan berakhir seperti apa.
Jangan pernah terfokus hanya pada seseorang yang bahkan kalian sendiri sudah tau, bahwa dia sama sekali tidak pernah melirik kalian.
Sekalipun dia akan menyesal, dan datang disaat kalian sudah bahagia, itu tidak akan ada gunanya lagi. Hargai yang sudah berjuang dengan tulus. Sayangi dia, karena kita nggak pernah tau bagaimana rasa sakitnya saat memendam semuanya sendiri.
Untuk kamu, yang merasa dicintai oleh sesorang. Jangan terlalu mengabaikan, sekalipun memaksakan cinta itu tidaklah mudah, tapi apa salahnya untuk mencoba membuka hati? Karena jika penyesalan sudah terlanjur terjadi di kemudian hari, semua tidak ada artinya lagi.
Ini aku tulis, untuk kalian semua, dari aku Aura :) Terimakasih sudah menyaksikan kisahku. Terimakasih sudah selalu mendukungku, aku sayang kalian semua. Sekarang aku sudah bahagia bersama suamiku, bersama orang yang mencintaiku.
Aku sudah bahagia bersama keluarga baruku. Yaitu keluarga dari suamiku. Aku sudah bahagia bersama sahabatku Sabilla. Sampai bertemu kembali di lain waktu :) Doakan aku bahagia selalu bersama anak-anak dan suamiku ya :) Aku juga berharap kalian bahagia selalu dimanapun kalian berada. See you
...HAPPY ENDING...
...Aduh, jujur nggak kuat. Nggak rela pisah sama mereka, tapi ya mau gimana lagi. Cerita ini konfliknya udah habis, kalo makin panjang nanti kalian makin bosanðŸ˜ðŸ˜ Kalo di tambah-tambah konflik kan nggak seru dan justru makin gajelas lagi ceritanyaðŸ˜ðŸ˜ Tapi aku belum rela pisah sama Auris gimana dong?...
...Oiya, untuk kalian makasih ya udah selalu dukung aku, makasih udah selalu ngasih aku semangat. Makasih banyak semuanya yang udah ngasih poin, like, koin, dan komen-komen positif juga. Mohon maaf banget jika cerita ini nggak bisa memuaskan kalian dan nggak sesuai ekspetasi kalian semua....
...Tapi aku udah berusaha memberikan yang terbaik sebisaku di saat saat kesibukanku sebagai mahasiswa semester akhir....
...Aku senang, akhirnya aku bisa menamatkan cerita ini dalam waktu tiga bulan. Aku mulai nulis cerita Aura tanggal 21 July 2020 - 22 Oktober 2020. Dan makasih banyak yang udah ngikutin sampai selesai. Aku terharu dan juga bahagia, masih ada yang menikmati tulisankuðŸ˜ðŸ˜...
...Aku mau nanya juga dong, gimana perasaan kalian baca carita ini? Senang nggak? puas nggak? Apa yang kalian dapatkan setelah membaca cerita ini?...
...Aku nggak tau apakah aku bisa menyampaikan dengan baik, tapi sebenarnya di cerita ini aku hanya mau bilang, buat orang yang pernah mengabaikan seseorang yang udah tulus sama dia, terus menyesal di kemudian hari seperti Kevin misalnya yang menyesal ketika Aura udah bahagia, serius, nggak akan ada gunanya lagi. Ya kecuali ceweknya benar benar udah cinta mati ya itu aku gatau lagi. wkwk Makannya hargai selagi ada....
...Oke, itu aja dulu. Jangan lupa baca cerita aku yang lain ya. Judulnya My Cold Husband...
...Oiya, jangan lupa follow instagram aku ya. @Lusiafria. Nanti aku bakal kasih tau info disana mengenai karya karya aku....
...Jangan di Unfavorit dulu ya. Tungguin lanjutan di Extra Part ya :)...
...Big Thanks semuanya. Aku sayang kalian semua💙💙💙💙...