
Kening Aura tertaut bingung. Gadis itu memperhatikan suabuah surat yang baru saja diberikan oleh Farrel padanya.
"Apa ini kak?" Tanya Aura.
"Kamu baca aja. Itu dari kak Faris" Sahut Farrel. Tanpa berfikir panjang, Aura membuka surar tersebut karena penasaran.
To : Aura Tersayang.
Hai Sayang. Nggak papa kan masih manggil sayang? Masih terbiasa soalnya hehe. Maafin aku ya. Maafin aku karena udah ngambil keputusan kaya gini. Aku ke kanak-kanakan ya? Iya aku tau, aku sangat kekanak-kananakan. Maafin aku ya sayang.
Ra, satu hal yang harus kamu tau, sejujurnya aku nggak mampu untuk melakukan ini semua. Tapi aku harus. Karena aku tau, sampai saat ini hanya ada Kevin yang ada di hati kamu.
Aku tau Ra, aku tau gimana dilemanya kamu selama ini saat memutuskan untuk milih aku atau Kevin. Aku tau, kalo kamu sebenarnya cuma kasihan sama aku karena aku udah terlalu baik sama kamu.
Ra, aku menyayangi kamu melebihi apapun. Kamu wanita pertama yang mampu bikin jantung aku bergetar. Kamu adalah wanita pertama yang benar-benar ingin ku gapai. Tapi apalah dayaku, sampai kapanpun aku nggak bisa menggapai kamu. Karena aku hanyalah orang yang kamu kasihanin.
Ra, aku cuma nggak mau. Aku nggak mau bahagia diatas penderitaan kamu. Aku nggak mau kamu memaksakan diri menikah sama aku hanya karena mengasihani dan merasa bersalah sama aku. Kamu nggak perlu ngelakuin itu semua.
Dari dulu, seharusnya aku nggak pernah berharap banyak sama kamu, karena dari awal juga aku udah sadar bahwa cinta kamu ke Kevin itu sungguh dalam. Seharusnya waktu kita di London aku tau, bahwa kamu menerima aku hanya karena ingin melupapakan Kevin. Seharusnya dulu aku nggak perlu mengatakan hal itu pada kamu.
Ra, aku bisa lihat dari tataapan kamu, tiap kali kamu ketemu Kevin, aku bisa liat bahwa kamu masih menginginkan dia. Aku nggak mau hancurin kebahagiaan kamu hanya karena aku. Aku nggak mau kamu tersenyum sama aku hanya karena ingin melupakan Kevin.
Ra, aku tau semuanya. Aku tau, apa yang dulu kamu sembunyiin waktu kita di London. Foto Kevin kan? Yang ada di kantong kresek itu foto Kevin kan Ra? Aku tau. Sabil bilang, kamu ke London mau nyusul aku. Tapi kamu bahkan masih membawa hal yang bersangkutan dengan Kevin pada saat itu. Hati kamu masih setengah. Kamu belum bisa memutuskan siapa sebenarnya yang ada di hati kamu.
Ra, aku juga udah baca tulisan-tulisan kamu. Maaf ya aku lancang. Waktu itu aku nggak sengaja. Aku baca semuanya, aku baca tulisan kamu yang memang kamu tulis untuk Kevin. Ungkapan hati kamu saat kamu menginginkan Kevin kembali. Aku baca tulisan gimana perasaan kamu sama aku dan Kevin yang sesungguhnya. Kamu tau, hati aku benar-benar terluka saat aku tau bahwa aku hanya dijadikan sebagai pelarian untuk kamu melupakan Kevin.
Aku pikir kamu beneran nyusul aku karena takut kehilangan aku, tapi ternyata bukan.
Kamu belum setulusnya mencintai aku. Sanpai kapanpun hati kamu hanya untuk Kevin, kamu sangat mencintai Kevin. Perasaan kamu ke aku itu bukan cinta Ra. Tapi hanya rasa bersalah dan kasihan.
Dulu, nggak seharusnya aku mengatakan perasaan aku lagi sama kamu. Karena aku udah tau semuanya. Tapi aku terlalu bodoh, aku masih aja menginginkan kamu saat aku udah tau semuanya, aku masih nekat ngelamar kamu pada saat itu. Mungkin itu karena aku tau, kalo aku juga bakalan di tolak lagi. Tapi ternyata dugaan aku salah. Kamu nerima aku. Aku nggak tau apa yang ada di fikiran kamu saat itu Ra.
Ra, saat itu aku benar-benar merasakan luka dan bahagia secara bersamaan. Di satu sisi aku bahagia karena kamu nerima aku. Tapi di sisi lain, aku tau, niat kamu hanya untuk berusaha melupakan Kevin.
Tapi, aku mencoba menerima semuanya seiring berjalannya waktu. Aku mencoba berfikir positif. Aku mencoba menghilangkan apa yang udah pernah aku liat. Aku mncoba menerima bahwa kamu benar-benar mencintai aku.
Tapi semua kembali berubah saat kita pulang ke Indonsia. Aku merhatiin sikap kamu pada saat itu. Kamu belum yakin sama hati kamu sendiri. Kamu belum yakin bahwa kamu mencintai aku. Aku bisa liat dari mata kamu. Mata kamu masih menginginkan Kevin Ra. Apa kamu tau, gimana terlukanya hati aku saat aku lihat itu semua?
Aku nggak mau egois Ra. Aku nggak mau memaksakan kehendak aku, sementara kamu nggak bahagia bersama aku. Aku nggak tahan liat senyum kamu, senyuman yang hanya kamu paksakan karena rasa kasihan.
Aku juga liat, di hp kamu masih banyak foto Kevin yang dulu kamu ambil diam-diam waktu masih kuliah kan? Kamu masih mengabadikan segalanya Ra. Gimana mungkin aku menikah sama orang yang bahkan hatinya nggak sepenuhnya untuk aku?
Iya, aku kekanakan hanya karena itu. Tapi apakah kamu tau betapa sakitnya hati aku Ra? Aku anak pertama, setiap ada masalah apapun aku hanya memendamnya sendiri karena aku harus tetap dewasa di depan adik-adik aku.
Rasa cemburu itu menyakitkan Ra. Aku bahkan nggak tau setelah ini hidup aku bakalan gimana. Rasanya benar-benar kacau, bahkan rasanya hancur saat aku menulis surat ini. Do'ain aku ya. Do'ain aku supaya bisa lupain kamu. Kamu harus bahagia bersama orang yang kamu cintai. Bukan sama aku.
Nggak usah mikirin aku ya. Nggak usah merasa bersalah juga, aku nggak papa kok.
Jangan kasihanin aku Ra. Jangan kasihani aku jika itu hanya membuat kamu terluka.
Maafin aku ya. Maafin aku udah bikin kamu terperangkap dalam kebingungan selama ini. Berbahagialah sayang. Sampai kapanpun aku akan tetap mencintai kamu. Meskipun aku nggak tau lagi hidup aku bakalan gimana setelah ini. Meskipun aku nggak bisa lagi meluk kamu kaya dulu, meskipun aku nggak bisa lagi megang tangan kamu. Tapi aku bahagia, dengan kebersamaa kita selama ini.
Aku bahagia udah pernah bikin kamu tertawa, aku bahagia udah pernah ada saat kamu butuh. Ra, I Will Always Miss you. Baik-baik ya. Aku sayang kamu. Jaga kesehatan ya. Jangan nangis terus. Aku pasti kembali, tapi bukan sekarang. Semoga masih ada kesempatan untuk kita bertemu lagi."
From : Faris
.
.
.
Eh kok aku jadi lebay. Aku ikutan nangis uu Faris. Gapapa yang lain benci. Tapi aku tetap sayang kamu, karena aku tau gimana kamuðŸ˜ðŸ˜
Mau ngomong apa nih sama Faris?
Mau ngomong apa nih sama Aura?
Kira-kira apa yang buat mereka kaya gini?
Jangan lupa like, komen, dan vote yang kenceng yah. Oiya mampir juga di karya baru aku yang judulnya Anindhiya yah yah. Hehe Makasih ðŸ˜