Aura Story

Aura Story
Nggak Benar



Aura tak mampu lagi menahan air matanya. Gadis itu kini menangis terisak, tangannya bergetar meremas kuat surat tersebut.


"Enggak. Ini nggak benar" Lirih Aura. Gadis itu menoleh ke arah Farrel yang masih duduk di tepi tempat tidurnya.


"Kak Farrel ini semua nggak benar. Aku sama sekali nggak pernah merasa kasihan sama kak Faris. Iya, dulu aku sempat meragukan hati aku, meragukan pada siapa hati aku sebenarnya berlabuh. Aku sempat bingung, siapa sebenarnya orang yang aku cintai. Tapi itu semua hanyalah dulu, karena aku pada saat itu benar-benar masih butuh wakyu. Tapi sekarang, aku bahkan udah lama memastikan bahwa perasaan aku untuk kak Faris. Hanya kak Faris yang ada di hati aku. Aku bahkan nggak pernah mikirin kak Kevin lagi."


"Aku juga nggak mungkin menikah sama kak Faris hanya karena kasihan. Itu semua sungguh konyol. Bagaimana mungkin aku mau menikah dengan orang yang nggak aku cintai?"


"Kak Faris salah! Justru karena aku sangat mencintai dia. Itulah yang membuat aku yakin dan mau menikah dengannya. Tapi.... Kak Farris justru salah paham dengan ini semua"


Gadis itu masih memegangi dadanya yang benar-benar terasa sesak. Aura tidak menyangka, bahwa Faris selama ini mengetahui segalanya. Pria itu bahkan merasa sakit yang sama sekali tidak pernah Aura ketahui.


Benar, pada saat itu memang benar yang disembunyikan oleh Aura adalah foto Kevin. Tapi gadis itu bahkan tidak sengaja membawanya ke London.


Dulu Aura memang sering mengambil foto Kevin secara diam-diam saat mereka masih kuliah. Gadis itu juga bahkan mencetaknya. Tapi pada saat itu, Aura benar-benar tidak sengaja membawanya ke London. Gadis itu bahkan merasa kaget saat menemukan benda itu di dalam dompetnya. Aura tidak sengaja membawanya.


Hari itu, Aura benar-benar merasa putus asa. Gadis itu memang hendak membuangnya. Tapi memang, saat itu Aura masih merasa ragu akan perasaannya. Itulah sebabnya gadis itu urung niat dan tidak jadi membuangnya. Aura sengaja memasukkan foto itu kembali ke dalam kantong kresek yang juga berisikan makanan yang juga ia beli pada saat itu.


Itulah sebabnya, Aura tidak ingin Faris melihatnya. Namun, rasa penasaran Faris saat itu membuat dirinya memberanikan diri dan nekat untuk mencari tahu saat Aura tengah tertidur lelap. Hingga kekecewaan yang Faris dapatkan pada saat itu saat Faris menemukan benda tersebut di dalam lemari Aura.


Terkesan tidak sopan memang saat pria itu bahkan nekat melihat isi lemari Aura yang sebenarnya adalah privasi gadis itu. Tapi pada saat itu Faris benar-benar merasa khawatir, Faris fikir Aura tengah menyembunyikan sesuatu, sepeti obat misalnya. Karena pria itu tidak ingin Aura kenapa napa. Namun, rasa pernasaran itulah yang membuat hati Faris terluka ketika pria itu menemukan foto Kevin di dalam sana.


Tapi disaat hari dimana Faris melamar Aura waktu itu, semuanya memang sudah tidak lagi ada, karena setelah saat itu, Aura benar-benar sudah membuang semua apapun yang berhubungan dengan Kevin. Karena gadis itu sejujurnya memang sudah merasa nyaman bersama Faris.


Dan untuk tulisan. Aura memang menulis apa yang selama ini ia rasakan pada Kevin. Aura memang menulis bahwa ia akan mencoba melupakan Kevin dengan menerima Faris. Tapi itu semua hanyalah dulu. Saat Aura masih butuh waktu untuk meyakinkan hatinya sendiri.


Tapi kenapa? Saat Aura sudah yakin dan sepenuhnya sudah mencintai Faris. Faris justru salah paham dan salah mengartikan itu semua?


Aura menyesal. Gadis itu benar-benar menyesal karena selama ini Aura bahkan tidak pernah tau apa yang selama ini Faris rasakan. Pria itu selalu tersenyum, tapi siapa yang tau hatinya benar-benar rapuh mengingat pria itu memang sangat-sangat tertutup dan lebih memendam semuanya sendiri.


Aura fikir selama ini Faris baik-baik saja. Aura fikir selama ini Faris seceria apa yang ia lihat. Tapi ternyata tidak. Ternyata pria itu diam-diam menahan luka. Pria itu selalu tersenyum saat hatinya menangis.


Aura benar-benar menyesal. Gadis itu bahkan tidak bermaksud untuk menjadikan Faris sebagai pelampiasan. Pada saat itu Aura hanya takut akan melukai Faris. Tapi... karena kurangnya keterbukaan di antara mereka, membuat semua ini terjadi.


"Kak Faris aku mohon. Kembalilah. Kak Faris ada dimana? Aku sayang kak Faris. Kita nggak boleh gini. Kita harus bersama. Kita harus omongin ini semua baik-baik" Ucap Aura dalam isaknya.


Tanpa berfikir panjang, gadis itu segera berlari keluar dari kamarnya.


"Ra. Kamu mau kemana?" Sorak Farrel dan Anita segera mengejar Aura. Sementara Sabilla, wanita itu hanya berdiam diri dengan kecemasan karena dirinya tidak bisa mengejar Aura karena ada baby Sani yang masih di gendongannya.


Aura terus berlari keluar dari rumahnya. Gadis itu segera menaiki Taxi dengan pakaian rumahnya itu. Dengan piyama yang masih melekat di tubuhnya. Gadis itu sama sekali tidak peduli, Aura kembali ke taman di pusat kota waktu itu. Tempat dirinya menghabiskan waktu bersama Faris seminggu yang lalu.


"Kak Faris" Lirih Aura. Gadis itu seperti orang bodoh di tengah keramaian tersebut. Aura memperhatikan suasana sekitar mencari keberadaan Faris.


"Kak Faris pasti ada disini." Lirih gadis itu sembari memperhatikan suasana sekitar seperti orang bodoh.


Sementara Farrel dan Anita, mereka kehilangan jejak Aura saat Taxi yang ditumpangi oleh Aura lebih dulu meninggalkan mereka karena terlamabat mengambil mobil.


"Kak Faris..." Panggil Aura. Gadis itu benar-benar seperti orang gila. Benar, gadis itu memang hampir saja gila karena ditinggalkan oleh Faris begitu saja di hari pernikahan mereka. Tak sedikit orang yang berada di sekitar sana melirik ke arah Aura. Ada juga yang merasa takut karena berfikir bahwa wanita itu sudah tidak waras.


Karena sungguh. Rasa cinta Aura pada Faris kini melebihi rasa cintanya pada Kevin selama ini. Bagaimana tidak, seseorang yang dari dulu selalu ada untuknya, seseorang yang dulu selalu memeluk Aura saat dirinya rapuh, seseorang yang selalu mementingkan kebahagiaan Aura daripada kebahagiaan dirinya sendiri, kini tidak tau berada dimana.


Aura bahkan tidak tau apakan pria itu baik-baik saja saat hatinya tengah terluka? Apakah dia baik-baik saja? Apakah dia sudah makan? Apakah dia masih bisa bernafas? Aura bahkan tidak mengetahuinya. Rasanya benar-benar menyesakkan.


Gadis itu tidak berhenti berjalan mengelilingi taman tersebut. Aura tidak akan menyerah untuk menemukan Farisnya kembali. Aura tidak peduli apapun saat ini, yang Aura inginkan, hanya bertemu dengan Faris dan memastikan bahwa pria itu baik-baik saja.


.


.


.


Uu bang Faris😭😭 Kata Faris jangan lupa like, komen, dan Vote yang kenceng yah. Biar Faris cepat pulang. wkwkw